cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN)
ISSN : 23374195     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
ANALISIS FINANSIAL USAHA PENANGKAPAN IKAN JULUNG-JULUNG (Hemiramphus brasiliensis) DI DESA KINABUHUTAN, KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA Manolang, Ratih; Suhaeni, Siti; Sondakh, Srie J.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.2.2019.28134

Abstract

AbstractThis study examines the feasibility analysis of the Julung-Julung (Hemiramphus brasiliensis) fishing business in the village of Kinabuhutan, Likupang Barat District, North Minahasa Regency, North Sulawesi Province. The basic method used in this research is the survey method. The survey method is a critical observation or investigation to obtain good information on a particular problem in a particular area or location that is patterned to obtain the information needed. Survey is a research conducted by collecting data, investigating and interpreting data in general as available in the field (Creswell, 2009).Based on the results of the analysis conducted it can be concluded that: The fishing effort Julung-Julung (H. Brasiliensi) in the village of Kualuhutan is profitable, with a net profit per season (4 months) for Respondent 1 amounting to Rp.143, 809, 000 and for Respondent 2 is equal to Rp.121, 442, 800. The Julung-Julung fishing business in Kinabuhutan Village is feasible because it has a profit; the value of the rate of profit is positive at 92% and 93%; Its profitability is> 100%, namely 114% and 142%; BCR value> 1, namely 1.92% and 1.93%; sales results (Rp.300, 000, 000 and Rp.252, 000, 000) and catches (600, 000 and 504, 000) above the sales BEP (Sales BEP Rp.10, 252, 000 and Rp.6, 984, 400) and BEP units (BEP Unit 20.504) tail and 13, 969 tail) and Payback Period is less than one year 10 months 13 days and 8 months 12 days.Keywords: julung-julung, Kinabuhutan, profits, business feasibility AbstrakPenelitian ini mengkaji tentang analisis kelayakan usaha penangkapan ikan Julung-Julung (Hemiramphus brasiliensis) di Desa Kinabuhutan, Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara.Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei.Metode survei adalah suatu pengamatan atau penyelidikan yang kritis untuk mendapatkan keterangan yang baik terhadap suatu persoalan tertentu di dalam daerah atau lokasi tertentu yang dipolakan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. Survei adalah suatu penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data, menyidik dan menafsir data secara umum sebagaimana yang tersedia di lapangan (Creswell, 2009).Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa: Usaha penangkapan ikan Julung-Julung (H. brasiliensi) di Desa Kinabuhutan menguntungkan, dengan keuntungan bersih per musim (4 bulan) untuk Responden 1 adalah sebesar Rp.143.809.000 dan untuk Responden 2 adalah sebesar Rp.121.442.800. Usaha penangkapan ikan Julung-Julung di Desa Kinabuhutan ini layak dijalankan karena mendapatkan keuntungan; nilai profit ratenya positif yaitu 92% dan 93%; Rentabilitasnya > 100% yaitu 114% dan 142%; nilai BCR > 1 yaitu 1, 92% dan 1, 93%; hasil penjualan (Rp.300.000.000 dan Rp.252.000.000) dan hasil tangkapan (600.000 ekor dan 504.000 ekor) diatas BEP penjualan (BEP Penjualan Rp.10.252.000 dan Rp.6.984.400) maupun BEP satuan (BEP Satuan 20.504 ekor dan 13.969 ekor) dan Payback Periodnya kurang dari satu tahun 10 bulan 13 hari dan 8 bulan 12 hari.Kata kunci : julung-julung, Kinabuhutan, keuntungan, kelayakan usaha
ANALISIS NILAI TUKAR NELAYAN PADA USAHA NELAYAN TRADISIONAL DI KELURAHAN TANDURUSA KECAMATAN AERTEMBAGA KOTA BITUNG Rumopa, Sheren Dessy Natalia; Andaki, Jardie A.; Longdong, Florence V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28334

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to determine the Exchange Rate of Traditional Fishermen with a hand line in Tandurusa Village, Aertembaga District.This research was carried out in Tandurusa Village, Aertembaga District, Bitung City, in August - December 2019.The method used in this research is survey. Data collected in this study consisted of primary data and secondary data. Primary data were obtained directly from traditional fisherman respondents by hand line and secondary data were obtained directly from the Tandurusa Kelurahan office. The analysis in this study used 2 (two) data analysis technique models. For clarity, the two models will be explained in the following sections. In this study, the intended income is gross income or can be called a fisherman's household income. Fishermen Exchange Rate (NTN) according to Sugiarto (2009).Based on the results and discussion of this study, it can be concluded: 1) the total income of traditional fishermen using hand line fishing gear cannot cover the subsistence needs (basic needs) of fishing families, with NTN of 0.90, while the income of fishermen can cover the costs of traditional capture fisheries business with NTN of 3.15; and 2) observations and calculations in September and October 2019 did not increase and decrease in NTN, with an NTN index (iNTN) of 100.Suggestions that can be submitted based on research, namely: 1) the need for NTN calculations for one year of observation because observations in one have complete data on the tides of fishing businesses that often experience good seasons and famine; and 2) traditional fishermen need to diversify their businesses (fishing work with nets, stalls, boat rental for tourism), which can help traditional fishermen cover subsistence needs.Keywords: traditional fishermen, subsistence, income, NTN
PERAN PEREMPUAN PADA PEMASARAN IKAN MUJAIR DI PASAR RAKYAT KECAMATAN REMBOKEN KABUPATEN MINAHASA Kambolan, Yuriske; Pangemanan, Jeannette F.; Aling, Djuwita R.R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.2.2019.28148

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine the economic aspects of women fish traders, the general condition of women fish traders in the Remboken People's Market, access and control of assets and resources and the decision-making power of women fish traders, knowing to analyze the role of women fish traders in the marketing of tilapia fish. The method used in this research is survey. Data collection uses primary data and secondary data and then analyzed and discussed descriptively qualitative and quantitative descriptive. The role of women in tilapia fish marketing is supported by several factors, namely productive age, sufficient work experience, adequate level of education, good social interaction. The first activity for women tilapia fish traders is to buy Mujair fish from fishermen in the morning, then directly sell it to the Remboken People's Market. The sale of tilapia fish is carried out in the morning from 07:00 Wita-12: 30 Wita until the fish are sold out if there is anything left, it will be stored again in the frizer and will be sold again the next day. The economic aspect consists of initial capital used by women fish traders, namely, around Rp. 150,000 up to Rp. 500,000. In terms of family welfare, the condition of the house of fish traders mostly has a semi-permanent type of house, most of the women who sell fish brokers have TV and cellphones, refrigerators as ice cube storage areas, from 10 respondents only 1 person has a motorbike.Keywords: Role of Women, Marketing, Remboken People's Market AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek ekonomi perempuan pedagang ikan, keadaan umum perempuan pedagang ikan di Pasar Rakyat Remboken, akses dan kontrol atas aset dan sumberdaya dan kekuatan pengambilan keputusan perempuan pedagang ikan, mengetahui menganalisis peran perempuan pedagang ikan pada pemasaran ikan mujair. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder dan kemudian dianalisis serta dibahas secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Peran perempuan pada pemasaran ikan mujair didukung oleh beberapa faktor, yaitu usia yang produktif, pengalaman kerja yang cukup, tingkat pendidikan yang memadai, interaksi sosial yang baik. Aktivitas pertama perempuan pedagang ikan mujair yaitu membeli ikan Mujair dari nelayan pada pagi hari, kemudian langsung menjualnya ke Pasar Rakyat Remboken. Penjualan ikan mujair dilakukan pada pagi hari dari jam 07:00 Wita-12:30 Wita sampai ikan terjual habis jika masih ada yang tersisa maka akan di simpan lagi di frizer dan akan dijual lagi keesokan harinya. Aspek ekonomi terdiri dari modal awal yang digunakan oleh perempuan pedagang ikan berbeda-beda yaitu, sekitar Rp. 150.000,- sampai Rp. 500.000,-. Aspek kesejahteraan keluarga, kondisi rumah perempuan pedagang ikan sebagian besar memiliki jenis rumah semi permanen, sebagian besar perempuan pedagang ikan suda memiliki TV dan handphone, kulkas sebagai tempat penyimpanan es batu, dari 10 responden hanya 1 orang yang pempunyai motor.Kata kunci : Peran Perempuan, Pemasaran, Pasar Rakyat Romboken
KARAKTERISTIK USAHA MANDIRI BUDIDAYA IKANNILA PADA KERAMBA JARING TANCAP DI DESA ERISKECAMATAN ERIS KABUPATEN MINAHASA Rumondor, Glody; Rantung, Steelma V.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.2.2019.28139

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to explain and describe the characteristics of the independent businessof tilapia aquaculture in the net cages in Eris Village, Eris District, Minahasa Regency. The aspects examined in this study include sources of capital, labor and marketing. The research method used is a survey. The population in this study are fish farmers with independent businesses, they are those who run their own businesses and are not incorporated in business groups. Samples were taken as many as 10 respondents from a population of 35 independent farmers. Determination of the sample is done by purposive sampling that will be determined by the researcher himself for farmers who are considered in accordance with predetermined respondent criteria. In this study, the respondents are farmers who have been doing business for more than 5 years. Data obtained in the field are discussed in a descriptive qualitative and quantitative descriptive manner.Key words:Eris village, characteristics, independent business, aquaculture, net fishing cages AbstrakTujuan penelitian yaitu untuk menjelaskan dan mendeskripsikan karakteristik usaha mandiri budidaya ikan nila pada keramba jaring tancap di Desa Eris Kecamatan Eris Kabupaten Minahasa. Aspek-aspek yang diteliti dalam penelitian ini meliputi sumber modal, tenaga kerja dan pemasaran.Metode penelitian yang digunakan yaitu survei.Populasi dalam penelitian ini adalah pembudidaya ikan dengan usaha mandiri yaitu mereka yang melaksanakan usaha sendiri dan tidak tergabung dalam kelompok usaha. Sampel diambil sebanyak 10 responden dari populasi pembudidaya mandiri sebanyak 35 orang. Penentuan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling yaitu akan ditentukan sendiri oleh peneliti bagi pembudidaya yang dianggap sesuai dengan kriteria responden yang telah ditetapkan. Dalam penelitian ini ditetapkan yang menjadi responden adalan pembudidaya yang sudah melakukan usaha di atas 5 tahun. Data yang diperoleh di lapangan dibahas secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif.Kata kunci: Desa Eris, Karakteristik, Usaha Mandiri, Budidaya, Keramba Jaring Tancap
PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP LAYANAN SPDN (Solar Packed Dealer Nelayan) DI DESA BORGO SATU KECAMATAN BELANG KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Laside, Iftitah Khairunnisa Dg; Andaki, Jardie A.; Wasak, Martha P.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28330

Abstract

AbstractThe purpose of this study, namely: to determine consumer perceptions of SPDN services in the Village of Borgo Satu, Belang District, South Minahasa Regency. The method used in this study is a survey method. The collection technique was done by purposive sampling, taken as many as 30 respondents from the population (25%), because the number of fishermen in the village of Borgo Satu, Belang District, Southeast Minahasa Regency is quite large, amounting to 197 fishermen, with an estimated fishermen who access SPDN of 120 fishermen. Data analysis used a descriptive approach, which is to tabulate data, calculate the number, average, minimum and maximum values. To answer the research objectives, a Likert Scale is used, which is a scale used to measure the opinions and perceptions of individuals or groups of people about social phenomena (Sugiono, 2008)Keywords: Fisherman, SPDN, Service, Consumer Satisfaction AbstrakTujuan dari penelitian ini, yaitu: mengetahui persepsi konsumen terhadap layanan SPDN di Desa Borgo Satu Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Teknik pengumpulan dilakukan secara purposive sampling, diambil sebanyak 30 responden dari populasi (25%), karena jumlah nelayan yang ada di Desa Borgo Satu Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara cukup besar yaitu berjumlah 197 nelayan, dengan perkiraan nelayan yang mengakses SPDN sebesar 120 nelayan. Analisis data digunakan pendekatan secara deskriptif, yaitu melakukan tabulasi data, perhitungan jumlah, rata-rata, nilai minimum dan maksimum. Guna menjawab tujuan penelitian digunakan Skala Likert, yaitu skala yang digunakan untuk mengukur sikap pendapat dan persepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiono, 2008).Kata kunci: Nelayan, SPDN, Layanan, Kepuasan Konsumen
FAKTOR SOSIAL EKONOMI DAN NILAI TUKAR PEMBUDIDAYA IKAN (NTPI) DI DESA WARUKAPAS KECAMATAN DIMEMBE KABUPATEN MINAHASA UTARA Saktiawan, Michael E.; Sondakh, Srie J.; Andaki, Jardie A.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.2.2019.28144

Abstract

AbstractThe purpose of this study, namely: 1) Knowing how the socio-economic factors of freshwater fish farmers in the Warukapas Village, North Minahasa Regency; and 2) analyzing the Farmers Exchange Rate (NTPi) of freshwater fish farmers in the Warukapas Village of North Minahasa Regency.Data collected through two sources, namely primary data and secondary data. Primary data is data obtained through observation, direct interviews and questionnaires. Respondents were selected by purposive sampling of 15 respondents. Secondary data is data obtained through data in the Warukapas Village, Dimembe District, North Minahasa Regency.Based on the results and discussion of this study, it can be concluded: 1) Freshwater fish farmers in Warukapas Village have been doing business for 10 - 25 years with ownership of ponds 10-15, at the age of most of more than 40 years, the level of general education of high school, with dependents quite large family of 4-6 people. The average investment for a fish farming business besides procuring land for farmers requires an investment of Rp. 3,088,667, with a fixed cost of Rp. 557,986 and variable costs Rp. 4,578,333 per month. The income per month of this business is Rp. 13,055,556. As for the cost of the farmer's household, Rp. 2,962,359 per month; and 2) The total income of fish cultivator businesses can cover the subsistence needs (basic needs) of the fish cultivator family, with NTPi of 164, while the fish cultivator income can cover the costs of the fish cultivator business with an NTPi of 260. Suggestions that can be submitted based on research, namely: 1 ) the need for NTPi calculations for one year of observation; and 2) fish cultivator businesses need processing of catches to increase product added value.Keywords: fish farmers, NTPi, INTPi, consumption, subsistence AbstrakTujuan penelitian ini, yaitu : 1) Mengetahui bagaimana faktor sosial ekonomi pembudidaya ikan air tawar di Desa Warukapas Kabupaten Minahasa Utara; dan 2) menganalisis Nilai Tukar Pembudidaya (NTPi) pembudidaya ikan air tawar di Desa Warukapas Kabupaten Minahasa Utara.Data yang dikumpulkan melalui dua sumber yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh melalui observasi, wawancara langsung dan melakukan pengisian kuesioner. Responden dipilih secara purposive sampling sejumlah 15 responden. Data sekunder adalah data yang diperoleh melalui data yang ada di Desa Warukapas Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara.Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian ini, dapat disimpulkan : 1) pembudidaya ikan air tawar di Desa Warukapas telah melakukan usaha selama 10 – 25 tahun dengan kepemilikan kolam 10 – 15, pada umur sebagian besar lebih dari 40 tahun, tingkat pendidikan umum SMA, dengan tanggungan keluarga cukup besar 4 – 6 orang. Rata-rata investasi usaha budidaya ikan selain pengadaan lahan untuk pembudidaya, dibutuhkan investasi sebesar Rp. 3.088.667, dengan biaya tetap sebesar Rp. 557.986 dan biaya tidak tetap Rp. 4.578.333 per bulan. Pendapatan per bulan usaha ini ialah Rp. 13.055.556. Sedangkan untuk biaya rumah tangga pembudidaya sebesar Rp. 2.962.359 per bulan; dan 2) Pendapatan total usaha pembudidaya ikan dapat menutupi kebutuhan subsisten (kebutuhan dasar) keluarga pembudidaya ikan, dengan NTPi sebesar 164, sedangkan pendapatan pembudidaya ikan dapat menutupi biaya usaha pembudidaya ikan dengan NTPi sebesar 260. Saran yang dapat disampaikan berdasarkan penelitian, yaitu: 1) perlu adanya perhitungan NTPi untuk satu tahun pengamatan; dan 2) usaha pembudidaya ikan perlu pengolahan hasil tangkapan untuk meningkatkan nilai tambah produk.Kata kunci: pembudidaya ikan, NTPi, INTPi, konsumsi, subsisten
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA TRANSPORTASI LAUT DI KELURAHAN PAPUSUNGAN KECAMATAN LEMBEH SELATAN KOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA Kahumata, Sheren W.; Manoppo, Victoria E.N.; Longdong, Florence V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.2.2019.28135

Abstract

AbstractThe purpose of this study, namely: to find out, and explain how the Development Strategy of Sea Transportation Business in Papusungan Village, South Lembeh District, Bitung City. The method used is the survey method. Primary data collection is done by using a questionnaires, conducting interview and direct observation while for secondary data obtained from the village office and the Departemen of Transportation. The sampling method to get a sample that is the respondent who owns a taxi boat business in Papusungan Village. The analysis used in this study is the SWOT analysis (Strength, Weeakness, Opportunity, Threats) which is then explained through quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. Based on the SWOT there are four alternatives for developing a sea transportation business that can be done for taxi boat entrepreneurs, namely: 1) increasing the quality of human resources in maximizing the skills of the boat taxi business 2) improving the standards of comfort and safetyboat 3) construction and improvement of facilities and infrastructure for sea transportation business 4) Cooperation between the government and taxi boat businesses 5) the need for boad load standards based on capacity must be measured 6) government policies to further improve regulations for the safety of passengers for better transportation businesses.Keywords: development strategy, sea transportation business, SWOT, Papusungan AbstrakTujuan dari penelitian ini, yaitu :1) untuk mengetahui, serta menjelaskan bagaimana StrategiPengembangan Usaha Transportasi Laut Di Kelurahan Papusungan Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung.Metode yang digunakan yaitu metode survei. Pengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan kuesioner, melakukan wawancara dan observasi langsung sedangkan untuk data sekunder diperoleh dari kantor desa dan Dinas Perhubungan. Metode pengambilan sampel yaitu menggunakan metode purposive sampling untuk mendapatkan sampel yaitu responden yang memiliki usahaperahu taksi di Kelurahan Papusungan.Analisis yang digunakan pada penelitian yaitu analisis SWOT ( Strength, Weeakness, Opportunity, Threats) yang selanjutnya di jelaskan melalui analisa deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif.  Berdasarkan analisis SWOT terdapat 4 alternatif pengembangan usaha transportasi laut yang dapat dilakukan bagi para pelaku usaha perahu taksi, yaitu : 1) Meningkatan kualitas sumberdaya manusia dalam memaksimalkan keterampilan usaha perahu taksi, 2) Peningkatan standar kenyamanan dan keamanan perahu 3) Pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana usaha transportasi laut, 4) Kerjasama antar pemerintah dengan para usaha perahu taksi, 5) Perlu adanya standar muatan perahu berdasarkan kapasitas perahu harus terukur, 6) Kebijakan dari pemerintah untuk lebih meningkatkan peraturan-peraturan demi keselamatan penumpang untuk usaha transportasi yang lebih baik. Kata kunci : strategi pengembangan, usaha transportasi laut, SWOT, Papusungan
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENANGKAPAN IKAN NIKE (Ophieleotris aporos) DI DANAU TONDANO DESA KAIMA KECAMATAN REMBOKEN KABUPATEN MINAHASA Pieter, Sandi; Pangemanan, Jeannette F.; Dien, Christian R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.2.2019.28149

Abstract

AbstractThis study aims to determine the Lake Tondano nike fishing effort in Kaima Village is feasible or not feasible. This research was conducted in Kaima Village, Remboken District, Minahasa Regency. This research lasts for ± 6 months, starting from August 2019 until January 2020. Based on the results and discussion of the study, several conclusions can be obtained as follows: (1) The number of nike fishing fishermen in Kaima Village is 20 fishermen and has own fishing gear, with the following educational levels; There are 7 elementary schools (35%), 3 junior high schools (15%), 9 senior high schools (45%), and 1 graduate (15%) graduates. The nike fishermen in the village of Kaima with the youngest age are 21 years and the oldest is 61 years. (2) The results of the analysis of Lake Tondano nike fishing business in Kaima Village, Remboken District, Minahasa Regency, show that the fishing effort is feasible to be undertaken with an NPV value of Rp. 255,824,677.82. IRR obtained153%. BCR obtained 2.62 (B / R> 1). BEP production is 861 kg and BEP prices are Rp.7,751,328. With a return on investment of 0.31 or is 3 months 3 days.Keywords: nike fish; Tondano lake; fisibilty  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui usaha penangkapan ikan nikeDanau Tondano di Desa Kaima layak atau tidak layak. Penelitian ini  dilaksanakan di Desa Kaima Kecamatan Remboken Kabupaten Minahasa. Penelitian ini berlangsung selama ± 6 bulan, yaitu dimulai dari bulan Agustus 2019 sampai dengan bulan Januari 2020. Berdasarakan hasil dan pembahasan penelitian, dapat diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut yaitu (1) Jumlah nelayan penangkap ikan nike di Desa Kaima berjumlah 20 orang nelayan dan memiliki alat penangkapan sendiri, dengan tingkat pendidikan sebagai berikut; SD berjumlah 7 orang (35%), SMP berjumlah 3 orang (15%), SMA berjumlah 9 orang (45%), dan Sarjana berjumlah 1 orang (15%). Nelayan penangkap ikan nike di Desa Kaima dengan umur yang paling muda adalah 21 tahun dan yang paling tua 61 tahun. (2) Hasil dari analisis usaha penangkapan ikan nike Danau Tondano di Desa Kaima Kecamatan Remboken Kabupaten Minahasa, menunjukan usaha penangkapan tersebut layak untuk diusahakan dengan nilai NPV sebesar Rp. 255.824.677,82. IRR yang didapat315%. BCR yang didapat 2,62 (B/R>1). BEP produksi 861 kg dan BEP harga Rp.7.751.328. Dengan pengembalian investasi 0,31 atau adalah 3 bulan 3 hari.Kata kunci : ikan nike; danau Tondano; kelayakan
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PERAHU LAMPU OLEH NELAYAN DI KELURAHAN PAPUSUNGAN KECAMATAN LEMBEH SELATAN KOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA Masengi, Novita; Durand, Swenekhe S.; Manoppo, Victoria E.N.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.2.2019.28140

Abstract

AbstractThe purpose of this study, namely: 1) to find out, analyze and explain the strategy of developing a light boat business by fisherman in Papusungan Village, South Lembeh District, Bitung City. The method used is the census method.Primary data collection is done through observation and interviews dan filling out.Whereas secondary data obtained from the southern Lembeh sub-district office and the Papusungan sub-district office.Data collection techniques are through observation interviews and filling out questionnaires with 10 respondents who have a light boat bussines.in papusungan village. The analysis used in this study is the SWOT (strenghts,weaknesses, opportunities and threats) analysis to determine the strengths, weaknesses, opportunities and threats to the light boat business. Based on the SWOT analysis there is a vision, mission of the value of innovation and strategies contained in 16 which are spelled out in the SWOT Matrix and then determined the key success factors in the light boat bussines.Keywords: development strategy, lamp boat business, SWOT, Papusungan AbstrakTujuan dari penelitian ini, yaitu : 1) Untuk mengetahui, menganalisis serta menjelaskan Strategi Pengembangan Usaha Perahu Lampu Oleh Nelayan Di Kelurahan Papusungan Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung. Metode yang digunakan yaitu metode sensus. Pengumpulan data melalui data primer dilakukan melalui observasi dan wawancara serta pengisisian kuisioner. Sedangkan untuk data sekunder diperoleh dari Kantor Kecamatan Lembeh Selatan dan Kantor Kelurahan Papusungan. Teknik pengumpulan data yaitu melalui Observasi,Wawancara dan pengisian Kuisioner dengan 10 responden yang memiliki usaha perahu lampu di Kelurahan Papusungan. Analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis SWOT (Strength, Weeakness, Opportunity, Threats) untuk mengetahui kekuatan, kelemahan,peluang serta ancaman pada usaha perahu lampu. Berdasarkan analisis SWOT terdapat Visi, Misi, Nilai Inovasi Serta Strategi-Strategi yang terdapat 16 yang dijabarkan dalam matriks SWOT dan selanjutnya ditentukan Faktor Kunci Keberhasilan Pada Usaha Perahu Lampu. Kata kunci : Strategi Pengembangan, Usaha Perahu Lampu, SWOT, Papusungan
NILAI EKONOMI TIDAK LANGSUNG EKOSISTEM MANGROVE DI KELURAHAN TONGKAINA KECAMATAN BUNAKEN KOTA MANADO Polii, Vira Deivy; Durand, Swenekhe S.; Andaki, Jardie A.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28331

Abstract

AbstractThis study aims to identify the indirect benefits and calculate the indirect economic value of the mangrove ecosystem in the Tongkaina Village, Bunaken District, Manado City, which uses the concept of economic valuation to calculate the value of the benefits of the mangrove ecosystem. This research was conducted in August 2019 to December 2019. Indirect benefits were approached by the Replacement Cost method, the approach was to estimate the value of physical benefits in the form of wave holders, sea water intrusion restraints, and abrasion prevention. Based on the results of the study showed that 1) the indirect benefits of mangrove ecosystems in the Tongkaina Village, Bunaken Regency, Manado City in the form of physical functions, namely wave surges, sea water intrusion restraints and abrasion prevention, 2) The indirect economic value of mangrove ecosystems in the Tongkaina Village, Bunaken District, Manado City; for anchoring waves of Rp. 439,200,000 / year or Rp. 4,392,000,000/10 years, for Retaining Sea Water Intrusion amounting to Rp.1,781,200,000 / year or Rp.17,812,000,000 / 10 years, for Prevention of Abrasion amounting to Rp. 210,310,215,000 / year or Rp. 2,103,102,150,000 / 10 years. The total is Rp. 212,530,615,000 / year or Rp. 2,125,306,150,000 / 10 years.Key Words: Economic value, Mangrove, indirect benefitsAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi manfaat tidak langsung dan menghitung nilai ekonomi tidak langsung ekosistem mangrove di Kelurahan Tongkaina Kecamatan Bunaken Kota Manado, yang menggunakan konsep valuasi ekonomi untuk menghitung nilai manfaat dari ekosistem mangrove tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2019 sampai Desember 2019. Manfaat tidak langsung didekati dengan metode Replacement Cost (metode biaya pengganti), pendekatan tersebut untuk mengestimasi nilai manfaat fisik yakni berupa penahan gelombang air laut, penahan intrusi air laut, dan pencegah abrasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) manfaat tidak langsung ekosistem mangrove di Kelurahan Tongkaina Kabupaten Bunaken Kota Manado berupa fungsi fisik yaitu penahan gelombang, penahan intrusi air laut dan pencegah abrasi, 2) Nilai ekonomi tidak langsung ekosistem mangrove di Kelurahan Tongkaina Kecamatan Bunaken Kota Manado; untuk penahan gelombang berjumlah Rp. 439.200.000/tahun atau Rp. 4.392.000.000/10 tahun, untuk Penahan Intrusi Air Laut berjumlah Rp.1.781.200.000/tahun atau Rp.17.812.000.000/10 tahun, untuk Pencegah Abrasi berjumlah Rp. 210.310.215.000/tahun atau Rp. 2.103.102.150.000/ 10 tahun. Total nya Rp. 212.530.615.000/tahun atau Rp. 2.125.306.150.000/10 tahun.Kata Kunci: Nilai Ekonomi, Mangrove, Manfaat Tidak Langsung