cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN)
ISSN : 23374195     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
POLA PEMASARAN IKAN TUNA (Thunnus albacores) STUDI KASUS DI PASAR BERSEHATI, KELURAHAN CALACA, KOTA MANADO Pamikiran, Aprilia; Pontoh, Otniel; Aling, Djuwita R.R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 1, No 2 (2013): (Oktober 2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.1.2.2013.13324

Abstract

Abstract The objectives of this research were to study on tuna (Thunnus albacores) marketing which included the marketing agencies and marketing channels and to study on how to minimized the risk due to a nonperishable characteristic of the product (tuna). The resarch was carry out during 3 months (October to December 2012) at Bersehati market, Manado City of North Sulawesi Province. This research was a descriptive with a study case. A purposive sampling methode was used to collect data from one person of fish traders who have been sell tuna in ten years. Production of tuna sold in the market of Bersehati has increased from year to year. Tuna catches not only from the city of Manado, but come from other regions, namely, Sangihe, Talaud, Bolaang Mongondow, Gorontalo, Buton and Ternate. However, the important role of marketing agencies are wholesalers. Tuna prices vary according to the Grade A, B, C, D from the lowest to the highest Rp.27.500/Kg to Rp.42.500/Kg with price is always determined by fish wholesalers. Keywords: Marketing, Production, Tuna, Bersehati Market.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pemasaran ikan tuna (Thunnus albacores) yang meliputi lembaga pemasaran dan saluran pemasaran dan, mempelajari bagaimana memperkecil resiko karena sifat produk hasil perikanan terutama ikan tuna (T. albacores) ini yang mudah busuk. Waktu penelitian ini adalah selama 3 bulan (Oktober - Desember 2012) berlokasi di Pasar Bersehati, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian dilakukan bersifat deskriptif dengan dasar penelitian studi kasus. Pengambilan data dilakukan secara non random sampling (tidak secara acak), dengan metode purposive sampling (sampling bertujuan atau sampling sengaja) yaitu diambil 1 orang pedagang ikan yang dalam 10 (sepuluh) tahun belakangan ini selalu berjualan ikan tuna (T. albacores). Produksi ikan tuna yang dipasarkan di pasar bersehati dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Hasil tangkapan ikan tuna bukan hanya dari wilayah Kota Manado, tapi berasal dari wilayah lain yaitu, Sangihe, Talaud, Bolaang Mongondow, Gorontalo, Buton dan Ternate. Lembaga pemasaran yang sangat berperan adalah pedagang besar. Harga ikan tuna bervariasi sesuai dengan Grade A,B,C,D dari yang terendah Rp.27.500/Kg sampai yang tertinggi Rp.42.500/Kg. Harga ikan ditentukan oleh pedagang besar. Kata Kunci : Pemasaran, Produksi, Tuna, Pasar Bersehati.
PERANAN PEREMPUAN PADA PENGELOLA EKOWISATA BAHARI Usia, Ayu; Andaki, Jardie A.; Sondakh, Srie J.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 10 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.10.2017.18829

Abstract

AbstractThis study aims to 1). Identify forms of marine ecotourism management conducted in Bahoi Village, West Likupang District, North Minahasa District, 2). Determine the various roles of women in marine ecotourism management in Bahoi Village, West Likupang District, North Minahasa District. This research was conducted in Bahoi Village, Likupang Barat District, North Minahasa District, North Sulawesi Province. The method used in this research is qualitative descriptive. The data collected in this descriptive qualitative research is data that is generally in the form of words images, and most are not numeric. The data referred to is including interview transcripts, field observation notes, documentation of photographs, and other documents. Includes a description of the situation of the research area in it (Dewi, 2015).The results of the study as follows: 1). The forms of marine ecotourism management in Bahoi Village are done well by by men and women according to their respective ability and skill specifications, namely the role of men in the supervision and care of coastal ecosystems, while women play a role in supporting activities of marine ecotourism management, 2). The role of women in the management of marine ecotourism, namely as managers of home stay, culinary tours, websites and marketing, and managers handycraft.Keywords: management, marine ecotourism, women role, family economy AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk 1). Mengidentifikasi bentuk-bentuk pengelolaan ekowisata bahari yang dilakukan di Desa Bahoi Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara, 2). menentukan berbagai peranan perempuan pada pengelola ekowisata bahari di Desa Bahoi Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bahoi, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Data yang dikumpulkan dalam penelitian kualitatif deskriptif ini ialah data yang umumnya berbentuk kata-kata, gambar, dan sebagian besar bukan berbentuk angka.Data tersebut yang dimaksud adalah meliputi transkip wawancara, catatan observasi di lapangan, dokumentasi foto-foto, serta dokumen lainnya. Termasuk deskripsi mengenai situasi wilayah penelitian di dalamnya (Dewi, 2015)Ada pun hasil penilitian sebagai berikut :1). Bentuk-bentuk pengelolaan ekowisata bahari di Desa Bahoi dilakukan baik oleh laki-laki dan perempuan menurut spefisikasi kemampuan dan keterampilan masing-masing, yaitu peran laki-laki pada pengawasan dan perawatan ekosistem wilayah pesisir, sedangkan perempuan berperan pada kegiatan penunjang pengelolaan ekowisata bahari, 2). Peranan perempuan pada pengelolaan ekowisata bahari, yaitu sebagai pengelola home stay, wisata kuliner, website dan marketing, serta pengelola handycraft.Kata kunci: pengelolaan, ekowisata bahari, peran perempuan, ekonomi keluarga
KONTRIBUSI PEKERJAAN SAMBILAN TERHADAP KESEJAHTERAAN NELAYAN PANCING ULUR DI DESA TATELI WERU KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA Rondonuwu, Rendi; Manoppo, Victoria E.N.; Tambani, Grace O.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.1.2019.24407

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah 1) untuk menganalisis bagaimana kontribusi pekerjaan sambilan terhadap pendapatan nelayan pancing ulur dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga; 2) untuk mengkaji berapa besar kontribusi pekerjaan sambilan terhadap pendapatan nelayan pancing ulur dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga di Desa Tateli Weru Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu kualitatif.  Pendekatan kualitatif merupakan prosedur penelitian dengan menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.  Populasi dalam penelitian ini dalah nelayan pancing ulur yang berada di Desa Tateli Weru yang terdiri atas nelayan penuh, nelayan sambilan utama dan nelayan sambilan tambahan.  Hasil penelitian terhadap responden di Desa Tateli Weru menunjukkan alat tangkap yang digunakan adalah jaring, pancing dan bagan serta perahu pelang dan motor tempel. Diversifikasi pekerjaan nelayan antara lain tukang ojek sebanyak 10 orang, petani sebanyak 3 orang, buruh bangunan sebanyak 16 orang dan usaha warung sebanyak 1 orang. Pendapatan per kapita sebagai buruh tani Rp.6.525.555 per tahun, buruh bangunan, Rp.3.205.062, tukang ojek Rp.4.400.000, dan usaha warung Rp.13.200.000.
MANAJEMEN PEMASARAN IKAN MARLIN HITAM (MAKAIRA INDICA) DI PASAR BERSEHATI KELURUHAN CALACA KOTA MANADO Harefa, Zevri; Durand, Swenekhe S; Kotambunan, Olvie V
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 4, No 7 (2016): (April 2016)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.4.7.2016.12991

Abstract

Abstract The objectives of this research were to study marketing management fish Black Marlin (Makaira indica) and marketing channels that are in the market Bersehati Manado City as well as to learn how to minimize the risk due to the nature of fishery products, especially fish Black Marlin (Makaira indica) is perishable. From the results of research in the field, it appears that the marketing management of fish Marlin in Pasar Bersehati had good views of the marketing department, storage and production of Marlin fish which is increasing every month. Marlin fish catches come from other areas, namely, Sanger, Talaud, Ternate, Manado Tua, Likupang, Aer Copper Bitung, and Nain Island. Marketing of fishery products, especially fish Black Marlin (Makaira indica) have a substantial risk of one of them caused by the fish is perishabel or nonperishable. To overcome the decay required proper storage and careful where trader’s owner uses dry storage techniques by providing a small hole under the cool box so that water is not stagnant during the storage process is done. Keyword : black marlin, marketing chain, trader’s   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari manajemen pemasaran ikan Marlin Hitam (Makaira indica) dan saluran pemasaran yang berada di Pasar Bersehati Kota Manado serta untuk mempelajari bagaimana cara memperkecil resiko karena sifat produk hasil perikanan terutama ikan Marlin Hitam (Makaira indica) ini yang mudah busuk. Dari hasil penelitian di lapangan, terlihat bahwa manajemen pemasaran ikan Marlin yang ada di Pasar Bersehati sudah baik dilihat dari bagian pemasaran, penyimpanan dan produksi ikan Marlin yang setiap bulannya semakin meningkat. Hasil tangkapan ikan marlin berasal dari berbagai wilayah lain yaitu, Sanger, Talaud, Ternate, Manado Tua, Likupang, Aer Tembaga Bitung, dan Pulau Nain. Pemasaran hasil perikanan khususnya ikan Marlin Hitam (Makaira indica) mempunyai resiko yang cukup besar salah satunya disebabkan oleh ikan bersifat perishabel atau mudah busuk. Untuk mengatasi pembusukan tersebut diperlukan penyimpanan yang tepat dan cermat dimana pedagang pemilik menggunakan penyimpanan teknik kering dengan memberikan lubang kecil dibawah cool box agar air tidak tergenang selama proses penyimpanan dilakukan. Kata kunci: marlin hitam, saluran pemasaran, pedagang
ANALISIS FINANSIAL USAHABUDIDAYA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DI KARAMBA JARING TANCAP DI DESA SINUIANKECAMATAN REMBOKEN Sambuaga, Omega V.; Rarung, Lexy K.; Durand, Swenekhe S.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 4, No 8 (2016): Oktober (2016)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.4.8.2016.14964

Abstract

Abstract This study aims to review knowing the state of the District Sales Manager village Sinuian Remboken And find out if the fish farming in net cages step feasible OR feasible for the review run. The basic method basis Of Research Singer Namely Studies CASE, data retrieval is done Operates census where respondents Its taken is 100% of a population of Fishermen fish of tilapia in the village Sinuian, data collected is data primary data the collected with how to observe and secondary data in the form evidence, notes OR statements of historical Yang has arranged hearts archives for review analyzing fish farming with analysis methods operating profit data such as net income, the rate of profit, benefit cost ratio, profitability, break-even point, the payback period, net present value, internal rate and returns. Based on the analysis in the financial, fish farming in net cages step in the Village Sinuian eligible to run because the value of a positive operating profit, profit rate of fish farming reached 57.23%, 92.22% profitability, the value of the benefit cost ratio> 1 namely 1.57; BEP or break-even point is BEP sales of Rp. 24,562,016 and BEP 982.48kg unit further investment return rate of tilapia fish farming are 1 year 1 month, with a 92.09% IRR, NPV 329,059,572.14. Keywords: cage nets step, financial analysis, tilapia Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui keadaan umum Desa Sinuian Kecamatan Remboken dan mengetahui apakah usaha budidaya ikan di karamba jaring tancap layak atau tidak layak untuk dijalankan. Metode dasar dari penelitian ini yaitu studi kasus, pengambilan data dilakukan secara sensus dimana responden yang diambil adalah 100% dari populasi nelayan pembudidaya ikan nila di Desa Sinuian, data yang dikumpulkan adalah data primer yaitu data yang terkumpul dengan cara observasi dan data sekunder berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip untuk menganalisis usaha budidaya ikan dengan metode analisis data seperti operating profit, net profit, profit rate, benefit cost ratio, rentabilitas, break event point, payback period, net present value, dan internal rate of return. Berdasarkan hasil analisis secara finansial, usaha budidaya ikan di karamba jaring tancap di Desa Sinuian layak untuk dijalankan karena nilai operating profit positif, profit rate dari usaha budidaya ikan ini mencapai 57,23%, rentabilitas 92,22%, nilai benefit cost ratio  >1 yaitu 1,57; BEP atau titik impas yaitu BEP penjualan Rp. 24,562,016dan BEP satuan 982.48kg selanjutnya tingkat pengembalian investasi dari usaha budidaya ikan nila ini adalah 1 tahun 1 bulan, dengan IRR 92,09%, NPV 329,059,572.14. Kata Kunci : Karamba jaring tancap, analisis finansial, ikan nila
POTENSI PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA IKAN PATIN (Pangasius SP) DI DESA TATELU KABUPATEN MINAHASA UTARA Rumimpunu, Agus; Andaki, Jardie A.; Manoppo, Victoria E.N.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 9 (2017): (April 2017)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.9.2017.17006

Abstract

AbstractThe objective of this research was to study the potential business development  of Channel catfish farming  (Pangasius sp) in Tatelu Village North Minahasa regency.  This research was a case study and the data collected was analyzed qualitatively and quantitative. Observation and interview to Tatelu village community were used to gather the primary and secondary data. The results of the research showed that the land, fries, and feed can be used for the potential businnes development of farming  channel catfish  in Tatelu village of North Minahasa Regency. The problems faced by fish culturist included  cost, fish disease, level of community education and market demand. The skill of fish culturist needed to be develop through education , training and socialization about the benefits of fish culture. This was important due to the development of channel catfish farming had positive impact  increasing people welfare. This is important because the development of channel catfish farming has a positive impact on improving people's economi Key words : channel catfish, tatelu village, business development
KONDISI SOSIAL EKONOMI KELUARGA NELAYAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI DESA BULAWAN INDUK KECAMATAN KOTABUNAN KABUPATEN BOLAANG MOGONDOW TIMUR Moha, Indra; Sondakh, Srie J.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.1.2019.24397

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan keadaan sosial ekonomi keluarga nelayan di Desa Bulawan Induk terhadap tingkat pendidikan anak. Metode digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, dan yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah orang tua dari keluarga nelayan yang memiliki anak sedang sekolah. Pengambilan sampel menggunakan teknik puroposive sampling, yaitu mengambil 25 orang atau 20% dari 121 populasi yang ada di lokasi penelitian. Desa Bulawan Induk Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur memiliki jumlah penduduk kurang lebih 1.167 jiwa, laki-laki 613 jiwa dan perempuan 554 jiwa dengan 309 Kepala Keluarga. Desa Bulawan Induk terdapat beragam suku antara lain: suku Mongondow, Gorontalo, Sanger dan Minahasa. Kondisi sosial nelayan di Desa Bulawan Induk sangat berpengaruh dilihat dari segi pendidikan paling banyak berpendidikan SD, terdapat 2 agama responden yaitu Islam dan Kristen Protestan, umur nelayan berada pada kisaran umur produktif sebanyak 8 orang, sebagian besar responden tanggungan keluarga rata – rata 1 – 5 orang per kepala keluarga dan kodisi rumah sebagian besar (44%) responden memiliki jenis rumah dari papan/triplex.
KONTRIBUSI WANITA PENJUAL IKAN TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI PASAR BAHU KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO Musa, Wanda Ester Tika; Pontoh, Otniel; Lumenta, Vonne
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 3, No 5 (2015): (April 2015)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.3.5.2015.13404

Abstract

Abstract The Woman’s participation in working is not only for equality of rights but generally the reason why the woman is looking for a job is family need. This Research aims to know social economy condition of woman who sells fish depend on their age, education, experiences, and kinds of fish, fish handling, marketing, venture capital for woman income level, husband income level and how far influence the woman income for the family. This research has done in Bahu market, Malalayang District Manado City. The Researcher used study case and for the collecting data by survey and the data has taken by purposive sampling method. The result refers to social aspect of the woman who has dominant age around 25-50 and the highest formal education in senior high school are 7 people and the lowest formal education is elementary school are 7 people. The experience of working is 2-45 years old and skilled. Their houses are semi permanent. The sources of fish are bersehati market, Karombasan market, TPI Jati, Pantai Bahu, Pantai Malalayang, and Pantai Tanawangko with 9 kinds of fish and non fish. They use ice and salt for fish handling. For the capital they need Rp. 300,000-500,000 a day, Income for the woman who sells the fish is around Rp. 5,257,955 a month, whereas husband’s income is around Rp. 2,862,727 a month. Contribution of the woman who sells fish is 64.75% and the husband’s contribution is 35.25% Key words: contribution, woman, sells the fish, income Abstrak Partisipasi wanita tidak hanya menuntut persamaan hak, akan tetapi secara umum alasan perempuan bekerja adalah untuk membantu ekonomi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui sosial ekonomi wanita penjual ikan seperti umur, pendidikan, pengalaman, perumahan, sumber dan jenis ikan, penanganan ikan, pemasaran, modal usaha, tingkat pendapatan wanita penjual ikan dan tingkat pendapatan suami serta berapa besar kontribusi wanita penjual ikan terhadap pendapatan rumah tangga. Penelitian dilaksanakan di Pasar Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado. Metode penelitian yang digunakan dengan dasar studi kasus, pengumpulan data dilakukan dengan cara survei dan data diambil menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian dilihat dari aspek sosial wanita penjual ikan memiliki umur dominan 25 - 50 tahun dengan pendidikan tertinggi yaitu SMA berjumlah 7 orang dan terendah yaitu SD berjumlah 7 orang. Pengalaman kerja 2 - 45 tahun dan cukup terampil, tipe rumah dominan semi permanen. Sumber ikan dari beberapa tempat yaitu Pasar Bersehati, Pasar Karombasan, TPI Jati, Pantai Bahu, Pantai Malalayang, dan Pantai Tanawangko dengan 9 jenis ikan dan non ikan. penanganan ikan menggunakan es dan garam. Dalam menjual ikan modal yang diperlukan Rp.300.000 - Rp.5.000.000 per hari, hasil pendapatan keseluruhan wanita penjual ikan rata-rata Rp.5.257.955 per bulan, sedangkan pendapatan suami rata-rata Rp.2.862.727 per bulan. Kontribusi wanita penjual ikan terhadap pendapatan rumah tangga sebesar 64,75% sedangkan kontribusi suami terhadap pendapatan rumah tangga sebesar 35,25%. Kata Kunci : kontribusi, wanita, penjual ikan, pendapatan
MANAJEMEN USAHA IKAN CAKALANG ASAP DI KELURAHAN GIRIAN BAWAH KECAMATAN GIRIAN KOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA Kairupan, Dewinta; Jusuf, Nurdin; Londong, Florence V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 2, No 4 (2014): (Oktober 2014)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.2.4.2014.13403

Abstract

Abstract Bitung city consists of 8 sub-districts and 69 villages, Girian Bawah Satu village under some people have a job that is entrepreneurship. Business activities are producing smoked tuna; these efforts are made to develop the processing of fish that meets the needs of the family, and create additional jobs for the local community. This study aims to determine the business management of tuna smoked, knowing the marketing chain, workforce and how the remuneration, and analyzing the feasibility of smoked tuna. Data collection techniques used in this study is the Census is a business owner smoked tuna in the Girian Bawah village totaled 10 business owners. Results showed generally smoked tuna business in the Lower Girian Bawah village still in the stage of "home industry". Management used to be very simple. Marketing in traditional markets and supermarkets. The processing of tuna smoked an average of seven times a month the number of the fish is processed daily 300 kg to 500 kg. This can be said to be well worth the effort because of the acquisition value of the benefit cost ratio of 1.34 times. Keywords: management, marketing, business. Abstrak Kota Bitung terdiri dari 8 Kecamatan dan 69 Kelurahan, salah satunya Kelurahan Girian Bawah beberapa masyarakatnya memiliki pekerjaan yaitu berwirausaha. Kegiatan usahanya adalah memproduksi ikan cakalang asap, usaha ini dilakukan untuk mengembangkan proses pengolahan ikan sehingga memenuhi kebutuhan keluarga, dan menciptakan lapangan kerja tambahan bagi masyarakat sekitar.Penelitian ini bertujuan untukmengetahui manajemen usaha ikan cakalang asap, mengetahui rantai pemasaran, tenaga kerja dan cara pengupahan, dan menganalisis kelayakan usaha ikan cakalang asap.Teknik pengambilan data digunakan dalam penelitian ini adalah Sensus yaitu pemilik usaha ikan cakalang asap di Kelurahan Girian Bawah berjumlah 10 pemilik usaha. Hasil menunjukkan bahwa usaha ikan cakalang asap di Kelurahan Girian Bawah masih dalam tahap “Home Industry”. Manajemen yang digunakan masih sangat sederhana. Pemasarannya di pasar tradisional dan supermarket. Proses pengolahan ikan cakalang asap yang dilakukan oleh pemilik usaha rata-rata 7 kali sebulan, dimana dalam sehari banyaknya ikan yang diolah oleh pemilik usaha bervariasi antara 300 kg sampai 500 kg. Usaha ini dapat dikatakan layak karena perolehan nilai benefit cost ratio1,34 kali. Kata kunci: Manajemen, Pemasaran, Usaha
ANALISIS DISTRIBUSI PEMASARAN IKAN CAKALANG ASAP DI KELURAHAN GIRIAN ATAS KECAMATAN GIRIAN KOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA Onu, Reka D.; Rarung, Lexy K.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 9 (2017): (April 2017)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.9.2017.16987

Abstract

AbstrakDistribusi merupakan suatu penyampaian barang atau jasa dari produsen ke konsumen dan para pemakai, sewaktu dan dimana barang atau jasa tersebut diperlukan. Proses distribusi tersebut menciptakan waktu, tempat, dan pengalihan hak milik ( Vitasari imam 2010).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menegetahui efisiensi saluran pemasaran ikan cakalang asap di Kecamatan Girian Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara dan untuk menghitung dan menjelaskan besaran margin pada setiap rantai produk ikan cakalang.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah semua produsen ikan cakalang asap, pedagang pengecer dan konsumen cakalang asap yang berada di Keluarahan Girian Atas Kota Bitung . Pengambilan sample yaitu  dengan cara purpossive sampling dilanjutkan ke  snowball sampling. Jadi, purpossive sampling dalam penelitian ini yaitu pengambilan sampel sebagai sumber data dengan pertimbangan tertentu yaitu kriteria-kriteria yang melekat pada sampel  tersebut yaitu kriteria sebagai produsen, pedagang pengecer dan sebagai konsumen.Hasil penelitian diketahui bahwa di Kelurahan Girian Atas terdapat 40 tempat usaha ikan cakalang asap , Setiap usaha mempunyai saluran pemasaran sendiri-sendiri tetapi hanya ada dua macam saluran pemasaran  ikan cakalang asap di Kelurahan Girian Atas. Pertama  dari produsen langsung ke konsumen kedua dari produsen melalui pedagang pengecer di pasar tradisional kemudian ke konsumen akhir. Adapun yang paling bagus yaitu saluran I karena mempunyai margin sama dengan nol, sebab produsen mejual langsung kepada konsumen sehingga yang diterima produsen sama dengan yang dibayarkan oleh konsumen. Adapun saluran II produsen menjual ke pedagang pengecer  dengan ukuran 500 gram Rp.35.000/jepit dan ukuran 900 gram Rp 70.000/jepit sedangkan pedagang pengecer menjual kembali ke konsumen akhir dengan ukuran 500 gram Rp. Rp.50.000/jepit dan Rp. 80.000/jepit Dari kedua saluran pemasaran yang ada di Kelurahan Girian Atas yang terbaik pemasarannya yaitu saluran 1, karena produsen memasarkannya langsung ke konsumen sehingga marginnya sama dengan nol, Walaupun pedagang pengecer menetapkan harga jual yang lebih tinggi di bandingkan dengan harga di tingkat produsen.Kata kunci: ikan asap, pemasaran, pengecer, konsumen

Page 9 of 30 | Total Record : 298