cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN)
ISSN : 23374195     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
ANALISIS NILAI TUKAR NELAYAN PADA ALAT TANGKAP JUBI DI DESA BULUTUI KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Mumu, Nadya F.; Andaki, Jardie A.; Longdong, Florence V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.2.2019.28145

Abstract

AbstractResearch Objectives are determine the characteristics of fishing businesses with jubi fishing gear in Bulutui Village, West Likupang District, North Minahasa Regency. 2. Determine Exchange Rate of fishermen's business with jubi fishing gear in Bulutui Village, West Likupang District, North Minahasa RegencyThe research method used was a survey. The data collected is primary data and secondary data. Primary data is taken from traditional fishing respondents. Primary data is carried out with several data collection techniques commonly used, namely observation, questionnaire, interview and documentation. (Added data analysis is done descriptively with primary data) using the formulation of Fisherman Exchange Rate (NTN) according to Sugiarto (2009) and the Fisherman Exchange Rate Index ( INTN) according to Basuki, et al., (2001). The use of lifting equipment by hurting fish is a fishing technique that has been used for a very long time before the development of more modern equipment. Arrow or jubi in terms of many areas in North Sulawesi is a fishing technique that still survives until now. Bulutui Village, West Likupang Subdistrict, North Minahasa Regency is a fishing village where there are quite a lot of fishermen with arrows or jubi fishing and play an important role in capture fisheries production.In the sense of fishing activities with arrow or jubi fishing gear can cover the basic needs of fishermen. One measure of welfare for fishermen can be measured Fisherman Exchange Rate (NTN). This value can illustrate the ability of fishermen to meet basic needs in their lives, both from fishing activities, as well as businesses outside fishingKeywords: traditional fishermen, spear gun, subsistence, income, NTN AbstrakTujuan Penelitian yaitu menentukan karakteristik usaha nelayan dengan alat tangkap jubi yang ada di Desa Bulutui Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. 2. Menentukan Nilai Tukar Usaha nelayan dengan alat tangkap jubi yang ada di Desa Bulutui Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa UtaraMetode penelitan yang digunakan adalah survei. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diambil dari responden nelayan tradisional. Data primer dilakukan dengan beberapa teknik pengumpulan data yang biasa digunakan yaitu observasi, kuesioner, wawancara dan dokumentasi.(tambah Analisis data dilakukan secara deksriptif dengan  data primer) menggunakan rumusan Nilai Tukar Nelayan (NTN) menurut Sugiarto (2009) dan Indeks Nilai Tukar Nelayan (INTN) menurut Basuki, dkk., (2001). Penggunaan alat tangkat dengan cara melukai ikan, merupakan teknik penangkapan ikan yang sudah sangat lama dilakukan sebelum berkembangnya alat tangkat yang lebih modern. Panah atau jubi dalam istilah pada banyak daerah di Sulawesi Utara merupakan teknik penangkapan ikan yang masih bertahan sampai saat ini. Desa Bulutui Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara merupakan desa nelayan dengan keberadaan nelayan beralat tangkap panah atau jubi yang cukup banyak dan berperan penting dalam produksi perikanan tangkap.Dalam artian kegiatan penangkapan ikan dengan alat tangkap panah atau jubi dapat menutupi kebutuhan dasar dari nelayan. Salah satu ukuran kesejahteraan untuk nelayan dapat di ukur  Nilai Tukar Nelayan (NTN). Nilai ini dapat menggambarkan kemampuan nelayan memenuhi kebutuhan dasar dalam kehidupannya, baik dari kegiatan penangkapan ikan, maupun usaha di luar penangkapan ikan.Kata kunci: nelayan tradisional, jubi, subsisten, pendapatan, NTN
ANALISIS FINANSIAL USAHA PERIKANAN PANCING ULUR DI DESA BAJO KECAMATAN TILAMUTA KABUPATEN BOALEMO PROVINSI GORONTALO Yusuf, Andriyanto; Manoppo, Victoria E.N.; Rarung, Lexy K.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.2.2019.28136

Abstract

AbstractThis study aims to determine the profile of the business of fishing rods and analyze and explain the financial factors of fishing rods.The method used in this study is a survey method using structured questions in the form of questionnaires, questionnaires containing questions that will be given to respondents to measure variables, relate between existing variables and can be in the form of experiences and opinions of respondents. Data collected through 2 sources, namely primary data and secondary data. Data analysis of research results can be divided into two types, namely quantitative analysis and qualitative analysis.Based on the results of research into the fishing business of fishing rods in the early Bajomodal village of fishermen as many as 7 people namely Rp.10,000,000, - - Rp. 15,000,000, and for fishermen as many as 23 people, namely Rp. 16,000,000 - Rp. 25,000,000, - the number of fishermen according to distance of 15-18 miles there are 26 people and 19-21 miles there are 4 people, the number of fishermen according to the sale of tuna is Rp. 60,000, - there are 30 people. The number of fishermen according to fishing gear is 30 people fishing line. Financial analysis: Revenue (Operating Profit / OP) Rp.138,140,000 / year, Total Profit (Rp.134,311,700 / year, Benefit Cost Ratio (BCR) = 4.59 / year , Payback Period (PP) = 3.93, Break Event Point (BEP) Sales at Rp.4,988,374, and for BEP units 83.13kg.Keywords: fishing line, financial analysis, Bajo AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil usaha pancing ulur danmenganalisis serta menjelaskan factor-faktor finansial alat tangkap pancing ulur.Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan pertanyaan terstruktur yaitu berupa kuisioner, kuisioner berisi pertanyaan-pertanyaan yang akan diberikan kepada responden untuk mengukur variabel-variabel, berhubungan diantara variabel yang ada serta dapat berupa pengalaman dan pendapat dari responden. Data yang dikumpulkan melalui 2 sumber yaitu data primer dan data sekunder.Analisis data hasil penelitian dibedakan dalam dua macam, yaitu analisis kuantitatif dan analisis kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian usaha perikanan pancing ulur di Desa Bajomodal awal nelayan sebanyak 7 orang yaitu Rp.10.000.000,- - Rp.15.000.000,-dan untuk nelayan sebanyak 23 orang yaitu Rp. 16.000.000,- - Rp.25.000.000,-, jumlah nelayan menurut jarak tempuh yaitu 15-18 mil ada 26 0rang dan 19-21 mil ada 4 orang, jumlah nelayan menurut hasil penjualan ikan tuna yaitu Rp.60.000,- ada 30 orang. Jumlah nelayan menurut alat tangkap yaitu pancing ulur 30 orang. Analisisfinansial :Penerimaan (Operating Profit/OP) Rp.138.140.000,-/tahun, Total Keuntungan ( 12Ï€) "> Rp.134.311.700,-/tahun,Rasio Keuntungan terhadap Biaya (Benefit Cost Ratio /BCR) = 4,59/tahun, Jangka Waktu Pengembalian Modal (Payback Period/PP) = 3,93,Titik Impas (Break Event Point /BEP) Penjualan pada Rp.4.988.374,- dan untuk BEP satuan 83,13kg.Kata kunci : pancing ulur, analisis finansial, Bajo
PERAN ISTRI NELAYAN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA DI KELURAHAN PASIRPANJANG KECAMATAN LEMBEH SELATAN KOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA Bawolye, Noviana; Tambani, Grace O.; Manoppo, Victoria E.N.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.2.2019.28150

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine the role of the Fishermen's Wife in increasing family income in the village of Pasirpanjang District of South Lembeh, Bitung City, North Sulawesi Province. The research method used is a survey, namely research conducted by collecting, investigating and interpreting data in general as it is in the field that covers a certain unit of a particular area. The analysis used in this study is qualitative descriptive analysis and quantitative descriptive analysis. The domestic role of women is all the activities carried out by fishermen wives in the maintenance of fishermen's households which consist of jobs such as cooking, washing clothes, ironing, cleaning their homes, shopping and caring for children that are not measured by money. Women's public role which is the whole activity of the fishermen's wife who generates income outside her home. Fishermen's wives are required to play a role in finding income to meet family needs. So they not only stay at home to wait for the income their husbands get from fishing, but they are also involved in earning a living. The work done by fishermen's wives is like making shredded fish, farming and trading. Based on the calculation, it turns out that the contribution of the wife's income to the total income of the fishing families is IDR. 2,096,154 or 50.09% of the total family income of IDR. 4,184,615. The wife's income is greater than the husband's income because the wife works every day so that she gets income while the husband works as a fisherman that is not going to sea every day depending on the weather. If the weather is good, the husband works as a fisherman going to sea to catch fish.Keywords: Role of Fishermen's Wife, Income, Pasirpanjang AbstrakTujuan penelitian untuk mengetahui peran Istri Nelayan dalam meningkatkan pendapatan keluarga di Desa Pasirpanjang Kecamatan Lembeh SelatanKota Bitung Provinsi Sulawesi Utara.Metode penelitan yang digunakan adalah survey, yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, menyidik dan menafsirkan data secara umum sebagaimana adanya di lapangan yang mencakup satu satuan wilayah tertentu wilayah tertentu.Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis dekskriktif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif.Peran domestik perempuan yang merupaka seluruh aktivitas yang dilakukan istri nelayan dalam pemeliharaan rumah tangga nelayan yang terdiri dari perkerjaan seperti memasak,mencuci pakain,menyetrika, membersikan rumah mereka, berbelanja serta pengasuhan anak yang tidak terukur dengan nilai uang.Peran publik perempuan yang merupakan seluruh aktifitas istri nelayan yang menghasilkan pendapatan di luar rumahnya. Istri nelayan dituntut ikut berperan dalam mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sehinga mereka tidak hanya diam di rumah untuk menanti penghasilan yang diperoleh suami mereka dari melaut, namun mereka juga terlibat kegiataan mencari nafkah. Pekerjaan yang dilakukan istri nelayan serperti pembuatan ikan abon, bertani, berdagang.Berdasarkan hasil perhitungan  ternyata bahwa kontribusi pendapatan istri terhadap pendapatan total keluarga nelayan yaitu sebesar Rp. 2.096.154 atau 50.09% dari pendapatan total keluarga yang berjumlah Rp. 4.184.615. Pendapatan istri lebih besar dibandingkan dengan pendapatan suami karena istri berkerja tiap hari sehingga mendapatkan pemasukan sedangkan suami berkerja sebagai nelayan yaitu melaut tidak setiap hari tergantung cuaca. Jika cuaca baik maka suami berkerja sebagai nelayan akan melaut menangkap ikan.Kata kunci: Peran Istri Nelayan, Pendapatan, Pasirpanjang
AGROBISNIS PERIKANAN SOMA PAJEKO DI DESA BULAWAN II KECAMATAN KOTABUNAN KABUPATENBOLAANG MONGONDOW TIMUR Kansil, Trifaldo W.; Sondakh, Srie J.; Tambani, Grace O.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.2.2019.28141

Abstract

AbstractThe existence of fishing gear in North Sulawesi is growing rapidly with a variety of fishing gear circulating throughout the fishing villages in North Sulawesi, including Bulawan II Village, Kotabunan District, Bolaang Mongondow Regency East. One of them is Purse seine or trawl ring which is a fishing gear used by fishermen in the village of Bulawan II where this tool is included in the class of environmentally friendly tools.The purpose of this study was to determine the soma pajeko capture fisheries agribusiness in Bulawan II Village, Kotabunan District, Bolaang Mongondow Regency East. This research was conducted for 6 months, namely from August to November, with stages including consultation, field observations, writing final reports, and examinations of research results.The method in this study is a census using structured questions in the form of questionnaires, while the data collected is primary data and secondary data. The analysis in this research is quantitative and qualitative analysis.Research and discussion results: 1) Agribusiness of soma pajeko capture fisheries in Bulawan II Village, Kotabunan Subdistrict, Bolaang Mongondow Regency, East consisting of: production / capture (collecting catches); handling catches (sorting and packaging); and marketing (obtained fish is sold directly to buyers who will bring it to the company); and 2) the total cost for the Soma Pajeko capture fisheries business in Bulawan II Village, Kotabunan District, Bolaang Mongondow Timur Regency is Rp. 258,400,000 with income of Rp. 537,600,000, and a profit of Rp. 279,200,000./year.Keywords: Agribusiness, Soma Pajeko, Bulawaan Village AbstrakKeberadaan alat penangkapan ikan diSulawesi Utara berkembang pesat dengan berbagai macam alat tangkap yang beredar diseluruh desa nelayan di Sulawesi Utara, termasuk Desa Bulawan II Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Salah satunya Purse seineatau pukat cincin merupakan alat tangkap yang digunakan oleh nelayan di desa Bulawan II dimana alat ini termasuk dalam golongan alat yang ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui agrobisnis perikanan tangkap soma pajeko di Desa Bulawan II Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Penelitian ini dilakukan selama  6 bulan yaitu sejak bulan Agustus–November dengan tahapan-tahapan antara lain konsultasi, observasi lapangan, penulisan laporan akhir, hingga ujian  hasil penelitian. Metode dalam penelitian ini adalah sensus dengan menggunakan pertanyaan terstruktur yaitu berupa kuisioner, sedangkan data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Analisis dalam penelitian  ini yaitu analisis kuantitatif dan  kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan: 1) Agrobisnis perikanan tangkap soma pajeko di Desa Bulawan II Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur  terdiri atas :produksi/penangkapan (memungut hasil tangkapan); penanganan hasil tangkapan (sortir dan pengemasan); dan pemasaran (ikan yang diperoleh dijual langsung ke pembeli yang akan membawa ke perusahaan); dan 2) total biaya untuk usaha perikanan tangkap soma pajeko di Desa Bulawan II Kecamatan Kotabunan  Kabupaten  Bolaang Mongondow Timur sebesar Rp. 258.400.000,- dengan pendapatan sebesar Rp. 537.600.000, serta keuntungan sebesar Rp. 279.200.000. /tahun.Kata kunci : Agrobisnis, Soma Pajeko, Desa Bulawaan
KARAKTERISTIK ISTRI DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN RUMAH TANGGA NELAYAN TRADISIONAL DI DESA BULAWAN INDUK KECAMATAN KOTABUNAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR Onibala, Gabriel; Sondakh, Srie J.; Durand, Swenekhe S.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.2.2019.28132

Abstract

AbstractThe purpose of this study is to determine the characteristics of the wife in an effort to increase the income of traditional fishermen households in Bulawan Induk Village, Kotabunan District, Bolaang Mongondow Regency, East Sulawesi Province. Data collection was carried out on fishermen's wives and the contribution of traditional fishermen family income in Bulawan Induk Village, Kotabunan Subdistrict, Bolaang Mongondow Regency, North Sulawesi Province, by observation, interview and questionnaire. The data obtained were processed and analyzed descriptively. Descriptive analysis is intended to provide a discussion or interpretation of the data to obtain conclusions. Descriptive data analysis will provide a description of the information with sentences associated with existing theories, through simple calculations such as; addition, average and percentage. Research and discussion can be concluded, as follows: 1) the characteristics of the fishermen's wife, in this case the fisherman's wife, chooses to work because it helps support the family economy. most fishermen wives work at the age range of 51-60 because at this age the respondents of fishermen wives are wiser in taking initiatives to do work. However, education is not a major factor for work because in the work carried out by the fishermen's wives only attitudes and skills are needed in doing the work of the respondents of the fishermen's wives; 2) contributions can be seen from the various types of work done by fishermen's wives that is equal to 36.29% of the total family income of fishermen.Keywords: characteristics, fishermen's wife, contributions, Bulawan Induk AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik istri dalam upaya meningkatkan pendapatan rumah tangga nelayan tradisional di Desa Bulawan Induk Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Provinsi Sulawesi Utara. Pengumpulan data dilakukan pada istri nelayan yangberkontribusi pend padaapatan keluarga nelayan tradisional dengan cara observasi, wawancara, dan kuisioner. Data dianalisis secara deskriptif dengan memberikan bahasan atau penafsiran terhadap data-data untuk memperoleh kesimpulan. Hasil penelitian menyatakan sebagai berikut : 1) karakteristik istri nelayan dalam hal ini istri nelayan tersebut, memilih bekerja karena untuk membantu menopang perekonomian keluarga. istri nelayan kebanyakan bekerja pada kisaran umur 51-60 karena pada umur dewasa ini responden istri nelayan lebih bijak dalam mengambil inisiatif untuk melakukan suatu pekerjaan. Namun pendidikan tidak menjadi faktor utama untuk bekerja karena dalam pekerjaan yang dilakukan oleh istri nelayan hanya diperlukan sikap dan keterampilan dalam melakukan pekerjaan responden istri nelayan; 2) kontribusi dapat dilihat dari berbagai jenis pekerjann yang dilakukan istri nelayan yaitu sebesar 36,29% dari total pendapatan keluarga nelayan.Kata kunci : karakteristik, istri nelayan, kontribusi, Bulawan Induk
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEMBENIHAN IKAN MAS (Cyprinus carpio L) PADA USAHA PERIKANAN RAKYAT (UPR) SYARIAH MANDIRI DI KELURAHAN MOTOBOI KECIL, KOTA KOTAMOBAGU PROVINSI SULAWESI UTARA Pomuri, Ciputra; Suhaeni, Siti; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28332

Abstract

AbstractThis study examines the feasibility analysis of a carp hatchery business in the Syariah Mandiri UPR business in Motoboi Kecil Village, Kotamobagu City, North Sulawesi Province. The research method uses a case study and in this case the UPR Syariah Mandiri case located in Motoboi Kecil, Kotamobagu, is examined.Based on the results of the study showed that (1) Carp (C Carpio. L) hatchery business at UPR Syariah Mandiri was profitable, with a net profit of Rp. 1,411,726,300. per year. (2) The carp hatchery business at UPR Syariah Mandiri is feasible because it has a profit of Rp. 1,411,726,300; the value of the profit rate is positive at 1135.98%; ; Its profitability> 100% is 541%; BCR value> 1 is 12.36; sales revenue of Rp1,536,000,000 and production results (1,920,000 head) above the sales BEP (Sales BEP = Rp.82,869,656,51) and unit BEP (BEP Unit = 103,587 tails) and the Payback Period is less than one year which is 2 months 7 days.Keywords: carp hatchery, Syariah Mandiri, business feasibility AbstrakPenelitian ini mengkaji tentang analisis kelayakan usaha pembenihan ikan mas pada usaha UPR Syariah Mandiri di Kelurahan Motoboi Kecil, Kota Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara. Metode penelitian menggunakan studi kasus dan dalam hal ini yang di teliti adalah kasus di UPR Syariah Mandiri yang terletak di Kelurahan Motoboi Kecil Kotamobagu.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Usaha pembenihan ikan Mas (C. carpio L) pada UPR Syariah Mandiri menguntungkan, dengan keuntungan bersih sebesar Rp . per tahun. (2) Usaha pembenihan ikan mas di UPR Syariah Mandiri ini layak dijalankan karena mendapatkan keuntungan sebesar ; nilai profitrate-nya positif yaitu 1135,98 %; ; Rentabilitasnya > 100% yaitu 541%; nilai BCR > 1 yaitu ; hasil penjualan dan hasil produksinya (1.920.000 ekor) diatas BEP penjualan ( maupun BEP satuan ( 103.587 ekor) dan Payback Period-nya kurang dari satu tahun yaitu 2 bulan 7 hari.Kata Kunci: pembenihan ikan mas, Syariah Mandiri, kelayakan usaha
ANALISIS FINANSIAL USAHA BUDIDAYA IKAN NILA(Oreochromis niloticus) PADA KARAMBA JARING TANCAP DI DESA ERIS KECAMATAN ERIS KABUPATEN MINAHASA PROVINSI SULAWESI UTARA Selaindoong, Gabrielle F.; Jusuf, Nurdin; Rarung, Lexy K.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.1.2019.24403

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini menganalisis secara finansial dan menentukan usaha budidaya ikan nila di Karamba Jaring TancapDesa Eris Kecamatan Eris Kabupeten Minahasa layak atau tidak. Desa Eris Kecamatan Eris Kabupaten Minahasa salah satu desa yang terletak disekitar Danau Tondano yang menjadi tempat usaha pembesaran budidaya ikan nila(Oreochromis niloticus) dengan menggunakan media karamba jaring tancap. Usaha ini sudah berkembang dan berjalan cukup lama hingga sekarang. Sehubungan dengan semakin meningkatnya produksi ikan maka para pembudidaya perlu mengembangkan usaha budidaya ikan nila tersebut dengan sebaik mungkin agar pembudidaya tidak mengalami kerugian, untuk itu diperlukan suatu analisis kelayakan usaha tersebut.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, dimana pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel data dengan pertimbangan pembudidaya adalah pemilik usaha yang bekerja langsung dalam usaha tersebut. Responden yang diambil adalah 25 orang.Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan Observasi, wawancara dan studi pustaka.Analisis finansial yang digunakan yaitu,Operating profit, Net profit, Profit Rate, Benefit Cost Ratio, Rentabilitas, Break Even Point, dan Payback Period.Berdasarkan hasil analisis secara finansial dari usaha karamba jaring tancap mendapatkan bahwa usaha layak dijalankan karena nilai operating profit yaituRp. 419.900.000. Profit rate dari usaha tersebut mempunyai kemampuan untuk menghasilkan keuntungan mencapai 40% dari seluruh biaya yang dikeluarkan. BCR > 1 yaitu, BCR 1,40 yang artinya usaha tersebut layak untuk dijalankan. Rentabilitas termasuk dalam kategori sangat baik  > 100 yaitu 245%. BEP atau titik impas untuk penjualanRP. 103.968.539 dan satuan 4.332 kg.Payback period, yaitu 4,8 bulan. Net profit sebesar Rp. 386.631.010.Saran yang dapat diberikan sebaiknya membuat pakan sendiri untuk menghemat biaya pengeluaran dan untuk mendapatkan harga yang lebih baikperlu melakukan promosi dan bisa mencari pasar untuk diekspor.lexyrarung@unsrat.ac.id
PERANAN ANGGOTA KELUARGA NELAYAN TERHADAP PENINGKATAN EKONOMI DI BAHOWO KELURAHAN TONGKAINA KECAMATAN BUNAKEN KOTA MANADO Vindi, Alessandro C.; Durand, Swenekhe S.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.2.2019.28146

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to know the social situation of the fishing community in Bahowo and to know the role of the fishermen's family in improving the economy in Bahowo, Tongkaina Village, Bunaken District, Manado City. The method used in this study is the census method. The data collected consists of primary data and secondary data. Data were then analyzed descriptively quantitative and descriptive qualitative. Quantitative descriptive analysis is data processing using simple mathematical calculations such as addition, subtraction, multiplication, average numbers and so on. Whereas qualitative descriptive analysis is data processing which is done through logical considerations with the writer's systematic language. Based on research by the fishing community Bahowo is not new if the husband and wife both feel responsible for the economic survival of the household. The husband is fully responsible for meeting the needs of his family, including in providing family income because he is the head of the family. In fact the wives and other family members also helped according to their abilities. Other businesses of fishermen respondents in Bahowo are as head of the environment and gardening.Keywords: role, fishing families, economic improvement, Bahowo AbstrakTujuan penelitian yaitu mengetahui keadaan sosial masyarakat nelayan di Bahowo dan mengetahui peranan keluarga nelayan dalam peningkatan ekonomi di Bahowo Kelurahan Tongkaina Kecamatan Bunaken Kota Manado.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus.Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder.Data selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif.Analisis deskriptif kuantitatif merupakan pengolahan data dengan menggunakan perhitungan matematis sederhana seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, angka rata-rata dan sebagainya.Sedangkan analisis deskriptif kualitatif adalah pengolahan data yang dilakukan melalui pertimbangan-pertimbangan logika dengan bahasa-bahasa penulis yang sistematis.Berdasarkan penelitian masyarakat nelayan Bahowo bukanlah hal baru apabila suami dan istri sama-sama merasa bertanggung jawab terhadap kelangsungan ekonomi rumah tangganya. Suami yang bertanggung jawab penuh dalam memenuhi kebutuhan keluarganya, termasuk juga dalam memberikan pendapatan keluarga karena ia berstatus sebagai kepala keluarga. Kenyataannya para isteri dan anggota keluarga lainnya juga ikut membantu sesuai dengan kemampuan masing-masing. Usaha lain nelayan responden di Bahowo adalah sebagai kepala lingkungan dan berkebun.Kata kunci: peran, keluarga nelayan, peningkatan ekonomi, Bahowo
STRATEGI AGROBISNIS BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI DESA BUKU UTARA KECAMATAN BELANG KABUPATEN MINAHASA TENGGARA PROVINSI SULAWESI UTARA Himo, Romario; Durand, Swenekhe S.; Dien, Christian R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.1.2019.24394

Abstract

AbstrakKKP telah menetapkan antara lain menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang bertanggung jawab, berdaya saing, dan berkelanjutan. Salah satu langkah operasional yang perlu dilakukan adalah mengembangkan budidaya rumput laut. Tujuan  penelitian ini untuk mengetahui strategi agrobisnis budidaya rumput laut di Desa Buku Utara Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara Provinsi Sulawesi Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, dengan cara mempelajari/mendalami suatu kasus tertentu dengan mengumpulkan beragam sumber informasi (Raco, 2010). Data dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Analisis data hasil penelitian dibedakan dalam dua macam, yaitu analisis kuantitatif dan analisis kualitatif (Fathoni, 2006). Hasil penelitian bahwa rumput laut jenis Eucheuma cottonii yang dibudidayakan, secara geografis perairan memiliki tingkat keterlindungan arus yang baik dan tingkat kadar garam bagus. Penggunaan metode rawai (long line) yang paling baik, karena dasar perairan yang tidak cocok dengan metode lain. Penyediaan benih sudah dipisahkan ± 500 kg bibit dalam satu kali penanaman, untuk penanaman sampai pemanenan rumput laut yaitu 45 hari, sedangkan pemasaran dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi membeli langsung di lokasi pembudidaya rumput laut. Keuntungan yang diperoleh dari usaha budidaya rumput yaitu Operation Profit (OP) = Rp 106.160.000,- dan Keuntungan π =   Rp 101.688.000,-, dengan jangka waktu pengembalian kuarang lebih 3 tahun 4 bulan.
PENGEMBANGAN USAHA PANCING ULUR DI DESA BOLANGITANG KECAMATAN BOLANGITANG BARAT KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA Tegila, Garry; Manoppo, Victoria E.N.; Sondakh, Srie J.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.2.2019.28137

Abstract

AbstrackThis study aims to determine, analyze and discuss about the development of the business of fishing line, with the time to carry out research starting from consultation, field observations, preparation of Research Work Plans, data collection, data analysis, writing final reports, until the exam, approximately 5 months, namely from August-December 2019.The method used in this study is the method of consensus, while the data collected are primary data and secondary data. While the analysis uses SWOT which is further explained through quantitative descriptive and qualitative descriptive analysis.Based on the SWOT analysis, there are 4 alternative models of business development of fishing rods in the village of Bolangitang that can be done for fishermen, namely: 1) developing information and technology in the fishing rod business because there is no resistance from the community, 2) developing fish processing techniques and utilizing fish catching, 3) cooperation between the government and fishermen, 4) Need government supervision to increase fuel prices. Supervision at this time is very necessary because the fuel price increase is too high greatly affecting fishing activities. The increase in fuel in the District of West Bolangitang occurred in agents because of a shortage of fuel supplies at gas stations.Keywords: Development, Ulur Fishing Line, SWOT Analysis, Bolangitang Village AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisa serta membahas tentang pengembangan usaha pancing ulur, dengan waktu melaksanakan penelitian dimulai dari konsultasi, observasi lapangan, penyusunan Rencana Kerja Penelitian, pengumpulan data, analisis data, penulisan laporan akhir, sampai pada ujian, kurang lebih 5 bulan, yaitu dari bulan Agustus-Desember 2019.Metode yang dipakai dalam penelitian ini yaitu metodesensus, sedangkan data yang dikumpulkan berupa dataprimer dan data sekunder. Sedangkan analisis menggunakan SWOT yang selanjutnya di jelaskan melalui analisa deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif.Berdasarkan analisis SWOT terdapat 4 alternatif model pengembangan usaha pancing ulur di Desa Bolangitang yang dapat dilakukan bagi nelayan pancing ulur, yaitu: 1) mengembangkan informasi dan teknologi dalam usaha pancing ulur karena tidak adanya penolakan dari masyarakat, 2) mengembangkan tentang tekhnik pengolahan ikan dan memanfaatkan penampungan ikan, 3) kerjasama antar pemerintah dengan para nelayan pancing ulur, 4) Perlu pengawasan pemerintah untuk kenaikan harga BBM. Pengawasan saat ini sangatlah diperlukan karena kenaikan BBM yang terlalu tinggi sangat mempengaruhi aktivitas penangkapan. Kenaikan BBM di Kecamatan Bolangitang Barat terjadi di agen-agen karena kekurangan pasokan BBM di SPBU.Kata Kunci: Pengembangan, Pancing Ulur, Analisis SWOT, Desa Bolangitang