cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN)
ISSN : 23374195     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
USAHA RUMAH TANGGA NELAYAN DI DESA KEMA III KECAMATAN KEMA KABUPATEN MINAHASA UTARA Djafar, Helmi S.; Rarung, Lexy K.; Dien, Christian R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 6, No 12 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.6.12.2018.22603

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine what business diversification was chosen by the fishing community of Kema III Village, Kema District, North Minahasa District in maintaining their lives and their families and also to determine the differences and implications of business diversification chosen by fishing communities in Kema III Village, Kema District, Minahasa Regency North.The method used in this study, namely survey. Survey research is used to collect data or information about large populations using relatively small samples. The population can be related to people, institutions, institutions, organizations and community units, etc., but the main source is people.To maintain the economic viability of fisherman households, one of the strategies undertaken is to diversify jobs, outside of activities as fishermen. Alternative efforts by fishermen in Kema III Village to increase their household income outside the fisheries sector include construction workers, shop stalls, workshops and shops. By diversifying jobs, the fishermen's family has a meaning that is very meaningful for the sustainability of the household economy. This is related to irregularities and instability of their income from the results of fishing.Keywords: fishermen, household businesses, household economic sustainability, diversification AbstrakTujuan penelitian ini adalah dapat menentukan diversifikasi usaha apa yang dipilih oleh masyarakat nelayan Desa Kema III Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara dalam mempertahankan hidup mereka dan keluarga dan juga untuk menentukan perbedaan dan implikasi dari diversifikasi usaha yang dipilih oleh masyarakat nelayan Desa Kema III Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara.Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu survey. Penelitian survey digunakan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang populasi yang besar dengan menggunakan sampel yang relatif kecil. Populasi tersebut bisa berkenaan dengan orang, instansi, lembaga, organisasi dan unit-unit kemasyarakatan dan lain-lain, tetapi sumber utamanya adalah orang.Untuk mempertahankan kelangsungan ekonomi rumah tangga nelayan, salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan melakukan diversifikasi pekerjaan, di luar kegiatan sebagai nelayan. Usaha alternatif yang dilakukan nelayan di Desa Kema III dalam meningkatkan pendapatan rumah tangganya di luar sektor perikanan antara lain buruh bangunan, usaha warung, bengkel dan toko. Dengan melakukan diversifikasi pekerjaan, bagi keluarga nelayan memiliki makna yang sangat berarti bagi kelangsungan ekonomi rumah tangganya. Hal ini terkait dengan ketidakteraturan dan ketidakstabilan penghasilan mereka dari hasil melaut.Kata kunci: nelayan, usaha rumah tangga, kelangsungan ekonomi rumah tangga, diversivikasi
ANALISIS RANTAI NILAI PEMASARAN IKAN LAYANG DI DESA KEMA III KECAMATAN KEMA KABUPATEN MINAHASA UTARA Wahiu, Marla; Suhaeni, Siti; Sondakh, Srie J.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 6, No 11 (2018): April (2018)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.6.11.2018.25023

Abstract

AbstrakTujuan dari peneltian ini, yaitu: (1) Mengetahui saluran pemasaran ikan Layang di Desa Kema III. (2) Menganalisis perhitungan nilai tambah dan selisih margin pemasaran antar pelaku rantai nilai ikan Layang di Desa Kema III. (3) Menganalisis rantai nilai pada setiap saluran pemasaran ikan Layang di Desa Kema III.Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Deskriptif kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan dan memaparkan hasil analisis yang diperoleh dengan menggunakan kalimat yang mudah dimengerti. Deskriptif kuantitatif digunakan dalam penghitungan nilai tambah, biaya produksi, harga jual dan margin disetiap simpul pada mata rantai nilai.Hasil penelitian ini dapat disimpulkan : 1) Di Desa Kema III terdapat 3 saluran pemasaran, dan yang efektif adalah saluran pemasaran yang ke 3 karena merupakan saluran yang terpendek, yaitu nelayan menjual langsung ke UPI. 2) Margin pemasaran yang terkecil dari ketiga saluran pemasaran yang ada di Desa Kema III adalah saluran pemasaran yang ke 3 yaitu 0 karena yang diterima produsen sama dengan yang dibayarkan konsumen. 3) Rantai nilai yang diciptakan dari ketiga saluran pemasaran yang ada diperoleh nilai tambah yang terkecil pada saluran 2 yaitu sebesar Rp. 7.671/Kg dan yang terbesar pada saluran 1 yaitu Rp. 10.069,- per kg. Namun yang paling efektif dan efisien yaitu pada saluran ke tiga karena Farmer’s share (FS) lebih besar dari marjin pemasaran (MP) dengan proporsi marjin pemasaran sepenuhnya untuk UPI. Sedikitnya pelaku usaha yang terlibat akan membuat biaya transportasi dapat dikurangi sehingga marjin untuk UPI dan nilai FS memiliki nilai tertinggi dibandingkan rantai pemasaran lainnya.Kata Kunci: pemasaran, pedagang perantara, rantai nilai
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN EKOWISATA BAHARI DI DESA BAHOI, KECAMATAN LIKUPANG BARAT, KABUPATEN MINAHASA UTARA, PROVINSI SULAWESI UTARA Pangau, Ghea Meily Gloria; Andaki, Jardie A.; Lumenta, Vonne
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 6, No 11 (2018): April (2018)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.6.11.2018.19533

Abstract

AbstractThis study uses a descriptive approach, ie a study that leads to the disclosure of a problem or situation as it is and reveals the facts that exist, although sometimes given interpretation or analysis (Tika, 2005). According Kusmayadi (2000), descriptive research is research that try to describe or describe phenomena and relationship between phenomena studied with systematic, factual, and accurate.Based on population data in 2014 Bahoi Village population amounted to 439 inhabitants, consisting of 143 heads of household (KK) divided into 3 guard boundaries. Determination of the sample by purposive as much as 20% from 439 soul that is 90 villagers divided by marine ecotourism managers, managers of Marine Protected Areas, village apparatus and villagers who utilize the existence of marine ecotourism.Data collection techniques were conducted by observation, interview and questionnaire. While the data analysis technique used is descriptive analysis. The data obtained in the study is made in a simpler form for easy understanding. Data are presented in the form of frequency tables and percentages, then described.Overall, it can be concluded that community perception on marine ecotourism management in Bahoi Village, West Likupang District, and North Minahasa Regency North Sulawesi Province is good.Based on the results of research and discussion that has been done shows that community perception of marine ecotourism management planning of Bahoi Village West Likupang District North Mianahasa Regency North Sulawesi Province that most of respondents expressed very good on life support ability, both at source data and management information available SDA data and information, as well as regional characteristics.Public perceptions on the use of marine ecotourism that most of the respondents stated both on the sustainability of the function of sustainability, productivity and community welfare.Public perceptions of marine ecotourism control of Bahoi Village, West Likupang District, North Minahasa District, North Sulawesi Province, mostly respondents stated good prevention, preventive role, countermeasures and countermeasures. Public Perceptions of Marine Ecotourism Maintenance in Bahoi Village most of the respondents stated good.Public perceptions of law enforcement in marine ecotourism areas in Bahoi Village are the majority of respondents stated very well on the complaint, and stated both on the socialization of complaints, law enforcement.Keywords: management, marine ecotourism, community perception AbstrakPenelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif, yaitu suatu penelitian yang mengarah pada pengungkapan suatu masalah atau keadaan sebagaimana adanya dan mengungkapkan fakta-fakta yang ada, walaupun kadang-kadang diberikan interpretasi atau analisis (Tika, 2005). Menurut Kusmayadi (2000), penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena serta hubungan antar fenomena yang diteliti dengan sistematis, faktual, dan akurat.Berdasarkan data kependudukan tahun 2014 jumlah Penduduk Desa Bahoi berjumlah 439 jiwa, terdiri dari 143 kepala keluarga (KK) yang dibagi dalam 3 batas jaga. Penentuan sampel secara purposive sebanyak 20% dari 439 jiwa yaitu 90 warga desa yang dibagi atas pengelola ekowisata bahari, pengelola Daerah Perlindungan Laut, aparatur desa dan warga desa yang memanfaatkan keberadaan ekowisata bahari.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan kuesioner. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Data yang diperoleh dalam penelitian dibuat dalam bentuk yang lebih sederhana agar mudah dipahami. Data disajikan dalam bentuk tabel frekuensi dan persentase, kemudian dideskripsikan.Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa persepsi masyarakat terhadap pengelolaan ekowisata bahari di Desa Bahoi Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara tergolong baik.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan menunjukkan, bahwa persepsi masyarakat terhadap perencanaan pengelolaan ekowisata bahari Desa Bahoi Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Mianahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara yakni sebagian besar responden menyatakan sangat baik pada kemampuan mendukung kehidupan, baik pada sumber data dan informasi pengelolaan, sumber data dan informasi SDA yang tersedia, serta karakteristik wilayah.Persepsi masyarakat terhadap pemanfaatan ekowisata bahari yakni sebagian besar responden menyatakan baik pada keberlanjutan fungsi keberlanjutan, produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.Persepsi masyarakat terhadap pengendalian ekowisata bahari Desa Bahoi Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara yakni sebagian besar responden menyatakan baik pada upaya pencegahan, peran pencegahan, upaya penanggulangan dan peran penanggulangan. Persepsi Masyarakat terhadap Pemeliharaan Ekowisata Bahari di Desa Bahoi sebagian besar responden menyatakan baik.Persepsi masyarakat terhadap penegakan hukum pada kawasan ekowisata bahari di Desa Bahoi yakni sebagian besar responden menyatakan sangat baik pada pengaduan, dan menyatakan baik pada sosialisasi pengaduan, penegakan hukum.Kata kunci: pengelolaan, ekowisata bahari, persepsi masyarakat
KOMPARASI LAYANAN KULINER IKAN AIR TAWAR DI DESA WARUKAPAS KECAMATAN DIMEMBE KABUPATEN MINAHASA UTARA Polii, Valennia; Sondakh, Srie J.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.1.2019.24408

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi berbagai layanan kuliner dan mengetahui serta menganalisa variabel yang mempengaruhi kepuasan konsumen yang ada di rumah makan ikan air tawar Desa Warukapas Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara. Metode dasar dalam penelitian ini adalah metode survey. Jumlah responden adalah sebanyak 50 0rang yang terbagi masing-masing 25 responden di rumah makan Terapung dan 25 responden di rumah makan Dewe dengan menggunakan metode Accidental sampling, jenis data yang diambil adalah data primer dan data sekunder kemudian analisis menggunakan aplikasi pengolahan data (exel 2007) memanfaatkan menu add-ins Analysis Toolpak dan Analysis Toolpak-VBA. Hasil akhir pengumpulan data berupa gambaran lengkap permasalahan yang disajikan dalam bentuk table-tabel data dan variabel-veriabel yang dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan : 1) Layanan yang diberikan pada rumah makan ikan air tawar yaitu : jaminan kenyamanan, waktu layanan yang ideal, keunikan cita rasa, kelengkapan fasilitas dan kombinasi pelengkap makanan, 2) Secara umum dari hasil analisis menunjukkan bahwa kelengkapan fasilitas, kombinasi pelengkap makanan utama dan cita rasa ada pada rumah makan Terapung dan Dewe tidak berbeda secara nyata, namun dilihat dari variabel layanan rumah makan dan lama waktu layanan berbeda nyata, hal mana layanan RM. Terapung lebih tinggi.
ANALISIS FINANSIAL USAHA PERAHU LAMPU DI KELURAHAN PAPUSUNGAN KECAMATAN LEMBEH SELATAN KOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA Gea, Fotarius; Manoppo, Victoria E.N.; Wasak, Martha P.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.2.2019.28151

Abstract

AbstractThe purpose of this study, namely: 1) To find out and describe how the profile of light boat fishermen, 2) To find out, analyze and explain the financial situation of the light boat business. Research methods using the census method. Primary data collection is data obtained directly from respondents in the Papusungan Village, District of Lembeh Selatan, Bitung City, through filling out questionnaires by asking questions to respondents and using a recording device, as well as using documentation tools such as photo cameras, videos. The analysis used in this study is the financial analysis which is further explained through quantitative descriptive qualitative descriptive analysis. Based on the results of the study showed that the financial analysis of the light boat business in Papusungan Village had an average investment of Rp. 43.431.500,-., Fixed Cost Rp. 9.753.500,-., Variable Cost Rp. 194.550.000,- Rp. 255.450.000,-., Total Profit Rp. 245.696.500, BCR 1,8 and Payback Period 0,17/year or 2 months 12 days.Keywords: Financial analysis, Light boat business, Papusungan Village AbstrakTujuan dari penelitian ini, yaitu : 1) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana profil nelayan perahu lampu. 2) Untuk mengetahui, menganalisis dan menjelaskan keadaan finansial usaha perahu lampu. Metode penelitian menggunakan metode sensus. Pengumpulan data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari responden yang ada di Kelurahan Papusungan Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung melalui pengisian kuisioner dengan cara tanya jawab kepada responden dan menggunakan alat perekam, serta menggunakan alat dokumentasi seperti kamera foto, video. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis finansial yang selanjutnya di jelaskan melalui analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis finansial, usaha perahu lampu di Kelurahan Papusungan memiliki rata-rata Investasi Rp. 43.431.500,- Biaya Tetap Rp.9.753.500,- Biaya Tidak Tetap Rp.194.550.000,-. Operating Profit Rp. 255.450.000,-.Total Profit Rp.245.696.500, BCR 1,8 dan Payback Period 0,17/Tahun atau 2 bulan 12 hari.Kata Kunci : Analisis Finansial, Usaha Perahu Lampu, Kelurahan Papusungan
PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA TIWOHO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA Sondakh, Juwita M.; Suhaeni, Siti; Wasak, Martha P.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.1.2019.24398

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengetahuan masyarakat tentang fungsi dan manfaat hutan mangrove, melihat peran Pemerintah dalam pengelolaan hutan mangrove dan menganalisis bentuk kearifan lokal masyarakat Desa Tiwoho dalam mengelola hutan mangrove. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat di Desa Tiwoho. Pengambilan data menggunakan metode sampling, sedangkan cara mengambilan sampel menggunakan cara purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 33 orang. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara yang dipandu dengan kuesiner, data sekunder diambil dari instansi terkait. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa: (1). Masyarakat Desa Tiwoho 86,67% mengetahui fungsi dan manfaat hutan mangrove, hanya 13,33% yang belum mengetahui manfaat dan fungsi hutan mangrove, (2). Peran pemerintah terhadap pengelolaan hutan mangrove sangat baik, dengan hasil 4,07; (3). Masyarakat Desa Tiwoho memiliki kearifan lokal yang sangat baik dalam mendukung pengelolaan hutan mangrove, dengan hasil 4,19.
KAJIAN SOSIAL EKONOMI USAHA PERIKANAN TANGKAP BAGAN DI DESA PARIGIKECAMATAN TALIABU TIMUR KABUPATEN PULAU TALIABU PROVINSI MALUKU UTARA Buton, Hardin; Manoppo, Victoria E.N.; Tambani, Grace O.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.2.2019.28142

Abstract

AbstractThe purpose of this study aims to explain and discuss the socio-economic study of bagan capture fisheries in Parigi Village, Taliabu Timur District, Pulau Taliabu Regency, North Maluku Province.The research method used is the number of chart fishermen in Parigi Village, only 10 people, the research will use the census method. So all the fisherman chart members are investigated one by one. This census is intended where all fishermen in Parigi Village have the same opportunity to become respondents where a questionnaire will be filled in as a systematic structured guide and interview. Data collection is carried out directly in the field by collecting both primary and secondary data. The analytical method used is quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive.Socially this business really helps them with the existence of a semi-permanent home. They can send their children to high school and even some can continue their studies. There are family dependents who have 9 dependents, but in terms of meeting the needs of life can still be overcome by the head of the family. The age of the fishermen varies, but their age is still relatively productive and still strong to stay at sea overnight or at night to get good results.Economically, this business does require an initial funding of almost Rp. 30,000,000 and apparently there are capable fishermen. This business gives good results because there is definitely a buyer for marketing. As a suggestion that this chart business should have attention or government intervention to shoot the number of fishermen who are trying and increase production capacity through additional capital for investment.Keywords: Socio-Economic Study, Chart Business, Deskrptif, Parigi Village. AbstrakTujuan penelitian bertujuan untuk menjelaskan dan membahas tentang kajian sosial ekonomi usaha perikanan tangkap bagan di Desa Parigi Kecamatan Taliabu Timur Kabupaten Pulau Taliabu Provinsi Maluku Utara.Metode penelitian yang digunakan adalah jumlah nelayan bagan di Desa Parigi hanya 10 orang maka penelitian akan menggunakan metode sensus. Jadi semua anggota nelayan bagan diselidiki satu persatu. Sensus ini dimaksudkan dimana semua nelayan Desa Parigi mendapat kesempatan yang sama untuk dijadikan responden dimana akan dilaksanakan pengisian kuisioner sebagai panduan dan wawancara terstruktur secara sistematis. Pengumpulan data dilakukan secara langsung di lapangan dengan pengambilan data baik data primer maupun data sekunder.Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif.Secara sosial usaha ini sangat membantu mereka dengan adaya keberadaan rumah yang semi permanen.Mereka dapat menyekolahkan anak sampai di SMA bahkan ada yang bisa melanjutkan kuliah.Tanggungan keluarga memang ada yang memiliki tanggungan 9 orang namun dalam hal pemenuhan kebutuhan hidup masih bisa teratasi oleh kepala keluarga.Umur nelayan bervariasi namun umur mereka masih tergolong produktif dan masih kuat untuk bertahan dilaut selama semalam ataupun beberpa malam demi mendapatkan hasil yang baik.Secara ekonomi, usaha ini memang memerlukan dana awal hampir Rp. 30.000.000 dan ternyata ada nelayan yang mampu. Usaha ini memberikan hasil yang baik karena pemasaran sudah pasti ada pembelinya.Sebagai saran bahwa usaha bagan ini sebaiknya ada perhatian atau campur tangan pemerintah untuk penembahan jumlah nelayan yang berusaha dan peningkatan kapasitas produksi melalui penambahan permodalan untuk investasi.Kata kunci: Kajian Sosial Ekonomi, Usaha Bagan, Deskrptif, Desa Parigi
PERBANDINGAN KEADAAN SOSIAL EKONOMI NELAYAN KELOMPOKDAN MANDIRI DI DESA TATELI WERU KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA PROVINSI SULAWESI UTARA Konore, Gabrila; Manoppo, Victoria E.N.; Lumenta, Vonne
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 6, No 12 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.6.12.2018.22608

Abstract

AbstractThe aims of this research to explain and compared the socioeconomic condition of fishermen group and independently in Tateli Weru Village, Mandolang District.This research to add the information and knowledge about socio economic as well as the issue of fisheries developing.Method to be usedis survey method by using questioner sampling uses is purposive sampling namely fisheries group and independently.Fishermen in Tateli Weru Village were 105 because all of them lived and activities in coastal closed to mooring boat and fishing equipment. If the fisherman not makes activity, they usually do such as farming, repairing a boat or helpinghis wife. The comparison of two groups were the fisheries group do not go fishing togetheraccordance who needs of each member because the equipment are given by the government but the independly group they fishing depended on climate.Keywords: Socioeconomic, fishermen group, independently group  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan membandingkan keadaan sosial ekonomi nelayan kelompok dan mandiri di Desa Tateli Weru Kecamatan Mandolang, menambah informasi dan pengetahuan mengenai keadaan sosial ekonomi nelayan kelompok dan mandiri selain itu sebagai hal-hal yang dapat menjadi bahan untuk membangun perikanan melalui pekerjaan peneliti di kemudian hari.Metode Penelitian menggunakan metode survei, yaitu berupa pertanyaan-pertanyaan terstruktur berupa kuisioner.Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling yaitu nelayan yang tergabung dalam kelompok dan mandiri.Nelayan yang ada di Desa Tateli Weru berjumlah 105 orang nelayan karena suatu kelompok masyarakat yang kehidupannya berada di pesisir pantai dan mata pencahariannya tergantung pada aktivitas penangkapan ikan di laut, serta pemukiman berada di pesisir pantai yang dekat dengan tambatan perahu dan peralatan tangkap. Peralatan kelengkapan yang dibawa responden untuk melaut berupa jerigen bensin, dayung, jangkar, serok.Jika responden tidak melakukan aktivitas melaut, mereka biasanya melakukan aktivitas lain, seperti bertani, memperbaiki perahu, dan ada yang membantu istri.Jika dilihat dari kelompok nelayan, mereka tidak pergi menangkap ikan secara bersama-sama, hanya peralatan yang diberikan pemerintah digunakan sesuai dengan keperluan dari setiap anggota, jadi para anggota bergantian menggunakan alat tersebut.Kata kunci: Sosial ekonomi, nelayan kelompok, nelayan mandiri
AGROBISNIS PERIKANAN TANGKAP SERO DI DESA JAYAKARSA KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Arnoldus, Pangalila J.B.; Andaki, Jardie A.; Rantung, Steelma V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.2.2019.28133

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to find out how Sero Capture Fisheries Agribusiness in Jayakarsa Village, West Likupang District, North Minahasa Regency. This research was carried out in Jayakarsa Village, Likupang Barat District, North Minahasa Regency, North Sulawesi Province for approximately 5 months, from August to December 2019.The method used in this study is the census method using structured questions in the form of questionnaires containing questions that will be given to respondents to measure variables, relate between existing variables and can be in the form of experiences and opinions of respondents. Data collected through 2 sources, namely primary data and secondary data. Data analysis of the results of this study is quantitative and qualitative analysis and simple financial analysis.The results of the research and discussion can be concluded: 1) Ago business in sero capture fisheries in Jayakarsa Village, West Likupang District, North Minahasa Regency consists of: pre-production (building sero fishing gear); production (preparing everything before the sero fisherman goes down to the sea including checking the completeness of the equipment to get to the location); production / capture (collect catches); handling catches (sorting and packaging); and marketing (the fish obtained are sold directly to buyers who have been waiting at the pier, selling to consumers in the Jayakarsa Village and consumers of neighboring villages); and 2) The total cost for sero capture fisheries in Jayakarsa Village, Likupang Barat District, North Minahasa Regency is Rp. 8,552,000, - with revenues of Rp. 28,080,000, - and a profit of Rp. 19,528,000 per year.Keywords: fisheries agribusiness, sero, income, profit, marketing AbstrakTujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana Agrobisnis Perikanan Tangkap Sero di Desa Jayakarsa Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Jayakarsa Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara kurang lebih 5 bulan, yaitu dari bulan Agustus-Desember 2019.Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode sensus dengan menggunakan pertanyaan terstruktur yaitu berupa kuisioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang akan diberikan kepada responden untuk mengukur variabel-variabel, berhubungan diantara variabel yang ada serta dapat berupa pengalaman dan pendapat dari responden. Data yang dikumpulkan melalui 2 sumber yaitu data primer dan data sekunder. Analisis data hasil penelitian ini yaitu analisis kuantitatif dan kualitatif serta analisis keuangan secara sederhana.Hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan: 1) Agrobisnis perikanan tangkap sero di Desa Jayakarsa Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara terdiri atas: pra-produksi (membangun alat tangkap sero); produksi (menyiapkan segala sesuatu sebelum nelayan sero turun ke laut meliputi pemeriksaan kelengkapan alat untuk menuju lokasi); produksi/penangkapan (memungut hasil tangkapan); penanganan hasil tangkapan (sortir dan pengemasan); dan pemasaran (ikan yang diperoleh dijual langsung ke pembeli yang sudah menunggu di Dermaga, menjual ke konsumen Desa Jayakarsa dan konsumen desa tetangga); dan 2) Biaya Total untuk usaha perikanan tangkap sero di Desa Jayakarsa Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara sebesar Rp. 8.552.000,- dengan pendapatan sebesar Rp. 28.080.000,- serta keuntungan sebesar Rp. 19.528.000,- per-tahun.Kata kunci : Agrobisnis perikanan, sero, pendapatan, keuntungan, pemasaran
PENGEMBANGAN PRODUKSI MINUMAN RUMPUT LAUT EUCHEMA COOTONII DI DESA TATELI TIGA KECAMATAN MANDOLANG, KABUPATEN MINAHASA Rarung, Lexy Karel; Kaseger, Berty E.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 6, No 12 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.6.12.2018.22328

Abstract

AbstractThe target of this program is located in Tateli Tiga Village, Mandolang District, Minahasa Regency, which is geographically very strategic for developing seaweed beverage processing industries. This village is a culinary tourism area, where there are many food and beverage entrepreneurs. North Sulawesi, is a large producer of seaweed, thus the availability of raw materials is easy to obtain and adequate for industrial processing. Processing of seaweed drinks consisting of syrup, juice and instant powder, is very easy and the marketing is not difficult, can be reached by the upper and lower economic class communities. The aim of this program is to develop new business fields to improve the economy of the community and increase the selling value and economy of seaweed. The specific target of this PKM program is 1. producing seaweed drinks to meet sanitary and hygienic requirements, packaged and labeled well / attractively 2. Developing seaweed syrup beverage industry business. The implementation methods agreed with partners are: 1. Problems in the production of seaweed syrup drinks, product marketing and finance 2. Methods for solving problems with counseling, training, mentoring and evaluation. 3 Work procedures for solving problems through surveys, counseling, training, mentoring, evaluation, reporting and journals.Keywords: Euchema cootonii, syrup, processing industry Abstrak        Sasaran program ini berlokasi di Desa Tateli Tiga Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa, yang secara geografi sangat strategis untuk dikembangkan industri pengolahan  minuman rumput laut. Desa ini merupakan daerah wisata kuliner, dimana terdapat banyak pengusaha makanan dan minuman. Sulawesi utara, merupakan penghasil rumput laut yang besar, dengan demikian ketersediaan bahan baku mudah diperoleh dan memadai untuk pengolahan secara industri.  Pengolahan minuman rumput laut yang terdiri dari sirup, sari dan serbuk instant, sangat mudah serta pemasarannya  tidak sukar, dapat dijangkau oleh masyarakat kelas ekonomi  atas maupun bawah. Tujuan program ini yaitu pengembangan lapangan usaha baru untuk meningkatkatkan ekonomi masyarakat serta meningkatkan nilai jual dan ekonomi rumput laut. Target khusus program PKM ini  yaitu 1. memproduksi minuman  rumput laut memenuhi syarat sanitasi dan higienis, dikemas dan dilabel dengan baik/menarik  2.  Mengembangkan usaha  industri minuman sirup rumput laut . Adapun metoda pelaksanaan yang disepakati dengan mitra yaitu: 1. Masalah produksi minuman sirup rumput laut, pemasaran produk dan keuangan 2. Metoda untuk menyelesaikan masalah dengan penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan evaluasi. 3 Prosedur kerja untuk menyelesaikan masalah melalui survey, penyuluhan, pelatihan, pendampingan, evalusi, pelaporan dan jurnal.Kata kunci: Euchema cootonii, sirup, industri pengolahan