cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN)
ISSN : 23374195     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
KONDISI SOSIAL EKONOMI NELAYAN PANCING TONDA DI DESA KAMPO-KAMPO KECAMATAN BINONGKO KABUPATEN WAKATOBI PROVINSI SULAWESI TENGGARA Hendri, Hendri; Pangemanan, Jeannette F.; Lumenta, Vonne
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 6, No 12 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.6.12.2018.22606

Abstract

AbstractThe purpose of this research was to reveal and study the socio-economic condition of using Tonda fishing rods (100%).The research method used descriptive with the census basic. The analytical method used is quantitative and qualitative descriptive analysis.In general, the education of the respondents was graduated from elementary and junior high school with a percentage of 30%, most of the dependents family were 3 people. The condition of fisherman Tonda housing that is as much as 50% has permanent, 10% semi-permanent and 40% non-permanent.The average production of each fishing Tonda fisherman is 684 kg per month. The income is IDR 102,600,000 per month, while other business income is IDR 5,300,000 with total revenue is IDR 107,900,000 per month. Expenditure is IDR 56,535,000 per month. The final income is IDR. 51,365,000 per month with the average is IDR. 5,136,500 each month.Key words : Socio economic, trolling fisheries AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan dan mengkaji kondisi sosial ekonomi nelayan yang menggunakan alat pancing Tonda di Desa Kampo-Kampo Kecamatan Binongko Kabupaten Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara.Metode penelitian yang digunakan, yaitu bersifat deskriptif dengan metode dasar sensus. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh nelayan yang menggunakan alat pancing Tonda (100%). Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif.Pada umumnya tingkat pendidikan responden adalah tamat SD dan SMP dengan persentase 30%, sebagian besar tanggungan keluarga berjumlah 3 orang. Dari segi kesehatan hampir semua responden menggunakan sarana pengobatan, yaitu puskesmas pembantu. Keadaan perumahan nelayan pancing Tonda, yaitu sebanyak 50% memilki rumah permanen, rumah semi permanen 10% dan non permanen 40%.Produksi rata-rata setiap nelayan pancing Tonda 684 kg/bulan. Pemasaran hasil tangkapan langsung dijual ke konsumen oleh istri nelayan. Tetapi apabila ikan tidak habis terjual langsung memasarkannya ke desa setempat atau desa-desa tetangga. Pendapatan usaha perikanan pancing Tonda sebesar Rp. 102.600.000 per bulan, sedangkan pendapatan usaha lainnya Rp. 5.300.000 dengan pendapatan total Rp. 107.900.000 per bulan. Pengeluaran nelayan pancing Tonda sebesar Rp. 56.535.000 per bulan. Pendapatan akhir nelaya pancing Tonda Rp. 51.365.000 dengan rata-rata setiap nelayan Rp. 5.136.500 per bulannya.Kata kunci : Sosial ekonomi, perikanan tangkap
PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA INDUSTRI PERIKANAN STUDI KASUS : PT. NICHINDO MANADO SUISAN Mapaliey, Trifosa; Mantjoro, Eddy; Wasak, Martha P
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 2, No 3 (2014): (April 2014)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.2.3.2014.13312

Abstract

Abstract The study conducted aims at to determine the level productivity of labour working in the fishing industry with particular reference of PT. Nichindo Manado Suisan. The study was performed on the case study method. Primary data were collected was working hours, productivity, and employment and work unit actively collected by means of active participation that involved collecting data while working. Secondary data was its historical notes and other data compiled by the company. The analysis was focused on factors which affected the company workers productivity and labour unit time was calculated by the equation; wt = (sx)/Ly, the labour productivity index is calculated by the equation; IP = (T /C)-1, and productivity labour from the actual results/total working days.   Key words: Productivity, Labour, Fishing Industry Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah tenaga kerja yang diserap pada industri perikanan dan unit kerja yang terdapat pada PT. Nichindo Manado Suisan, serta bagaimana tingkat produktivitas tenaga kerja pada sektor perikanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Data primer yang dikumpulkan yaitu jam kerja, produktivitas, jumlah tenaga kerja dan unit kerja dikumpulkan secara aktif dengan cara partisipasi aktif yaitu ikut mengumpulkan data sambil bekerja. Data sekunder yaitu sejarah perusahaan dan catatan yang tersimpan di perusahaan.Hal-hal yang dianalisis adalah faktor yang mempengaruhi produktivitas dan unit kerja perusahaan waktu tenaga kerja yang dihitung berdasarkan persamaan ; wt = (s-x)/Ly, indeks produktivitas tenaga kerja dihitung dengan persamaan ; IP =(T/C) - 1, dan produktivitas tenaga kerja dari hasil sebenarnya/total hari kerja. Kata Kunci : Produktivitas, Tenaga Kerja, Industri Perikanan
ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN EKSISTENSI USAHA OJEK PERAHU DI MUARA SUNGAI TONDANO KELURAHAN SINDULANG SATU KECAMATAN TUMINTING KOTA MANADO Aldy, Tampi; Andaki, Jardie A.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.1.2019.26059

Abstract

AbstractThe purpose of this study, namely: 1) identifying the transportation activities of the "mining" ojek boat business in the Tondano River Estuary in Manado City, and 2) explaining the existence of the "mining" ojek boat transportation business and socioeconomic conditions in the Tondano River Estuary in Manado City. The basic research used is a case study. In this case the case study to be investigated is to reveal and study the existence and socio-economic conditions of the motorcycle taxi business in Muara Sungai Tondano, Sindulang Satu Village, Tuminting District, Manado City. The population in this study is the people who do boat taxi business. The number of people who run a motorcycle taxi business in Sindulang Satu, Tuminting District, Manado City is 20 people. The twenty people who run the motorcycle taxi business will be taken in a census, which is to take the whole motorcycle taxi entrepreneur as research respondents. Data on socioeconomic conditions of the people who run a motorcycle taxi business with respect to the generally accepted average size of education, ownership of goods, and participation in group activities of the community, while socioeconomic conditions relate to the socioeconomic status itself with living habits individual or group daily.Keywords: Sindulang Satu Village, ojek perahu, social aspects, existence AbstrakTujuan dari penelitian ini, yaitu: 1) mengidentifikasi aktivitas transportasi usaha ojek perahu “tambangan” di Muara Sungai Tondano Kota Manado, dan 2) menjelaskan eksistensi transportasi usaha ojek perahu “tambangan” dan kondisi sosial ekonomi di Muara Sungai Tondano Kota Manado. Dasar penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Dalam hal ini studi kasus yang akan diteliti adalah mengungkapkan dan mengkaji eksistensi dan kondisi sosial ekonomi usaha ojek perahu di Muara Sungai Tondano Kelurahan Sindulang Satu Kecamatan Tuminting Kota Manado. Populasi dalam penelitian ini ialah masyarakat yang melakukan usaha ojek perahu. Jumlah masyarakat yang menjalankan usaha ojek perahu di Kelurahan Sindulang Satu Kecamatan Tuminting Kota Manado berjumlah 20 Orang. Kedua puluh orang yang menjalankan usaha ojek perahu ini akan diambil secara sensus, yaitu mengambil keseluruhan pengusaha ojek perahu sebagai responden penelitian. Data kondisi sosial ekonomi dari masyarakat yang menjalankan usaha ojek perahu berkenaan dengan ukuran rata-rata yang berlaku umum tentang pendidikan, pemilikan barang-barang, dan partisipasi dalam aktivitas kelompok dari komunitasnya, sedangkan kondisi sosial ekonomi kaitannya dengan status sosial ekonomi itu sendiri dengan kebiasaan hidup sehari-hari individu atau kelompok.Kata kunci : Kelurahan Sindulang Satu, Ojek Perahu (Tambangan), Aspek Sosial, Eksistensi
PROFIL USAHA PERIKANAN PANCING FUNAE DI KELURAHAN BUNAKEN KOTA MANADO PROVINSI SULAWESI UTARA Karimba, Christian; Dien, Christian R.; Pontoh, Otniel
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 2, No 3 (2014): (April 2014)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.2.3.2014.13376

Abstract

Abstract Funae fishery using fishing technology modified from skipjack pole-line fishery. However, the target of fishing remains similar i.e. Skipjack Tuna. The modification purpose is to reduce cost according to the financial capital owned by the local small-scale fisherman. How far this modification was done by the fisherman is the question which needs answer through this study. The study performed at Bunaken fishing base aimed at to learn and describe profile of funae fishery in term of boat performance, fishing gear, fishing operation process, income share system and financial analysis. Study performed based on survey method was primary data collected using interview with boat owners and his crews. While secondary data gathered from related institutions. The result of study indicated that the funae fishery is typical of small-scale fishery in term of smaller boat performance compared those of pole-line fishery, small size of gear, daily operation process mixed income share system and financially profitable fishery. Keywords: Profile, Business, Funae, Fishery Abstrak Usaha perikanan funae merupakan hasil modifikasi dari alat tangkap usaha perikanan Huhate. Walau demikian, target operasi penangkapan tetap sama yaitu ikan Cakalang dan Tuna. Tujuan modifikasi adalah penghematan biaya sesuai dengan kemampuan modal yang dimiliki oleh nelayan lokal. Sampai berapa jauh modifikasi itu dilakukan oleh nelayan merupakan pertanyaan yang membutuhkan jawaban melalui penelitian ini. Penelitian telah dilaksanakan di pangkalan perikanan desa Bunaken bertolak dari tujuan untuk mempelajari dan mengkaji proil perikanan funae melalui telaah beberapa variabel seperti penampilan perahu dan alat tangkap, proses operasi penangkapan, sistem bagi hasil, dan analisis keuangan. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode survei dimana data primer dikumpulkan langsung dari pemilik dan awak perahu. Sedangkan data sekunder diambil dari berbagai instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perikanan funae adalah khas usaha perikanan skala kecil. Hal ini nampak dari penampilan perahu dan alat tangkap yang lebih kecil dibandingkan dengan usaha perikanan Huhate. Di samping alat tangkap kecil juga proses penangkapan harian, sistem bagi hasil campuran dan secara finansial memberi laba. Kata Kunci : Profil, Usaha Perikanan, Pancing, Funae
MAIROKANG BEACH GAME (MBG) SEBAGAI POTENSI PARIWISATA PESISIR DI DESA BENTUNG, KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Tatali, Aldi
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 6, No 11 (2018): April (2018)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.6.11.2018.21517

Abstract

AbstractSangihe Islands Regency which is a maritime district has several Tourism Strategic Areas which have the main function of tourism or have the potential for tourism development and have an important influence in one or more aspects such as economic, social and cultural growth, empowerment of natural resources, environmental carrying capacity, defense and security. Bentung Village in South Tabukan is one of the villages in the Sangihe Islands Regency which has potential in coastal tourism. Mairokang Beach Game (MBG) is a traditional boat race that is one of the potential of coastal tourism in Bentung Village. This research focuses on tourism potential embedded in the attractions of Mairokang Beach Game (MBG). The study was conducted in conjunction with the time of the MBG implementation, on 20 – 26 October 2016. General public of Sangihe has conducted the MBG competition as a regular local cultural activity and has become an attraction for coastal tourism in the Sangihe Islands Regency but comprehensive planning needs to be made that is not only focused on tourists but also to stakeholders, local government and the general public. Therefore, government support in the development of coastal tourism in MBG is very necessary. The inclusion of MBG activities in the Pesona Sangihe tourism calendar is one of the steps taken by the Government of the Sangihe Islands Regency.Keyword : Mairokang Beach Game, Bentung, Coastal Tourism AbstrakKabupaten Kepulauan Sangihe yang merupakan kabupaten bahari memiliki beberapa Kawasan Strategis Pariwisata yang memiliki fungsi utama pariwisata atau memiliki potensi untuk pengembangan pariwisata dan berpengaruh penting dalam satu atau lebih aspek seperti pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya, pemberdayaan sumber daya alam, daya dukung lingkungan hidup, pertahanan dan keamanan. Desa Bentung di Kecamatan Tabukan Selatan adalah salah satu desa di Kabupaten Kepulauan Sangihe yang mempunyai potensi dalam pariwisata pesisir. Atraksi wisata Mairokang Beach Game (MBG) merupakan lomba perahu tradisonal yang menjadi salah satu potensi pariwisata pesisir di Desa Bentung. Penelitian ini terfokus pada potensi pariwisata yang tersemat pada atraksi – atraksi yang ada di Mairokang Beach Game (MBG). Penelitian dilakukan bersamaan dengan waktu pelaksanaan MBG yaitu pada tanggal 20 – 26 Oktober 2016. Masyarakat Sangihe telah melakukan lomba MBG sebagai kegiatan - kegiatan budaya lokal yang teratur dan menjadi daya tarik pariwisata pesisir di Kabupaten Kepulauan Sangihe namun perlu dibuat perencanaan menyeluruh yang tidak hanya terfokus pada turis tetapi juga pada stakeholder, pemerintah daerah dan masyarakat umum. Oleh karena itu, dukungan pemerintah dalam pengembangan pariwisata pesisir lomba MBG sangat diperlukan. Pemasukan kegiatan MBG dalam kalender pariwisata Pesona Sangihe merupakan salah satu langkah yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe.Kata Kunci : Mairokang Beach Game, Bentung, Pariswisata Pesisir
KARAKTERISTIK PENGELOLAAN EKOWISATA DI KELURAHAN KASAWARI KECAMATAN AERTEMBAGA KOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA Pontoan, Karen A.; Rantung, Steelma V.; Jusuf, Nurdin
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.1.2019.24411

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pengelolaan ekowisata pantai dan bahari di Kelurahan Kasawari Kecamatan Aertembaga Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara. Metode yang digunakan adalah metode survei. Survei merupakan salah satu jenis studi deskriptif yang melibatkan observasi secara langsung oleh peneliti. Metode pengambilan sampel adalah purposive sampling yaitu teknik untuk menentukan sampel penelitian dengan beberapa pertimbangan tertentu yang bertujuan agar data yang diperoleh nantinya bisa lebih representatif. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Karakteritik Pengelolaan Ekowisata di Taman Wisata Alam Batuangus memenuhi prinsip konservasi karena memiliki sumberdaya alam yang masih terjaga dan alami. Konservasi lingkungan dilakukan oleh wisatawan dan masyarakat Kelurahan Kasawari di awasi oleh Balai Konservasi Sumberdaya Alam sedangkan Pantai Kasawari dilihat dari konservasi lingkungan dilakukan oleh pengelola dan masyarakat sekitar dan sudah memenuhi prinsip konservasi. Faktor edukasi di TWA Batuangus berupa papan informasi dan ada petugas yang memberi penjelasan bagi wisatawan yang berkunjung, sedangkan faktor edukasi di Pantai Kasawari masih berupa Papan informasi.  Faktor peran serta masyarakat di TWA Batuangus melibatkan masyarakat Kelurahan Kasawari untuk membuka usaha warung, dan dijadikan sebagai petugas, sedangkan Pantai Kasawari sepenuhnya melibatkan masyarakat didalam pengelolaan.
PENGARUH KUALITAS LAYANAN PENGUSAHA MANDIRI “YUSUF KASIM” TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DALAM USAHA PERDAGANGAN IKAN DEMERSAL ANTAR KOTA MANADO Daud, Juan Romel; Andaki, Jardie A.; Dien, Christian R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 4, No 7 (2016): (April 2016)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.4.7.2016.13007

Abstract

Abstract In carrying out the demersal fish trading business between cities many owners of capital or entrepreneurs who are less concerned about the quality of services provided to customers in various aspects. The problem formulation in this study, namely how to influence the quality of inter-city services independent entrepreneurs "Yusuf Kasim" to customer satisfaction demersal fish in Manado City? The purpose of this study was to determine the variables that affect what services the customer satisfaction demersal fish in the city of Manado. The method used in this study is a survey method. Survey method is a study that takes a sample of the population and the questionnaire as a data collection tool that principal (Singarimbun and Effendi, 1995). The final result of the data collection form a complete picture of the issues presented in the form of tables of data and variables were analyzed quantitatively. The variables measured in this study are: 1) timeliness in deliveries of fish, namely the difference between the time of booking and arriving fish were booked (the day), 2) the stability of the price of fish, namely fluctuations in the price of fish were booked (RM), 3 ) quality of the fish is requested, namely the level of freshness of the fish orders, and 4) the suitability of fish products, which match the ordered fish and fish received. In order to determine the model of customer satisfaction, which marked a long time consumers patronize demersal fish, used multiple regression analysis. Based on the results and discussion can be concluded as follows: 1) customer satisfaction products demersal fish between cities is generally determined by the stability of prices and quality of fish order, 2) linear regression equation for inventory decisions demersal fish in the city of Manado, namely: Y = 1, 40 to 1.15 X1 + 0.875 X2 + 1.28 + 0.25 X3 X4 with the relationship (R2 = 0.84), 3) the variable X1 (Timeliness), X2 (price stability), X3 (Fish Quality) and X4 (Product Conformity) jointly affect Y, 4) partial effect variables are variables X2 and X3, namely price stability and the quality of fish order to customer satisfaction. Keyword: demersal, trade, service, satisfaction Abstrak Dalam menjalankan usaha perdagangan ikan demersal antar kota banyak pemilik modal atau pengusaha yang kurang memperhatikan mengenai kualitas layanan yang diberikan kepada para pelanggan dalam berbagai aspek. Perumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu bagaimana pengaruh kualitas layanan antar kota pengusaha mandiri “Yusuf Kasim” terhadap kepuasan pelanggan ikan demersal di Kota Manado? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variable-variabel layanan apa saja yang berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan ikan demersal di kota Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Metode survei merupakan penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang pokok (Singarimbun dan Effendi, 1995). Hasil akhir pengumpulan data berupa gambaran lengkap permasalahan yang disajikan dalam bentuk tabel-tabel data dan variabel-variabel yang dianalisis secara kuantitatif. Variabel-variabel yang diukur dalam penelitian ini ialah : 1) ketepatan waktu dalam mengantar pesanan ikan, yaitu selisih waktu pemesanan dan waktu tiba ikan yang dipesan (hari), 2) kestabilan harga ikan, yaitu fluktuasi harga ikan yang dipesan (Rp), 3) kualitas ikan yang diminta, yaitu tingkat kesegaran ikan pesanan, dan 4) kesesuaian produk ikan, yaitu kecocokan ikan yang dipesan dan ikan yang diterima. Guna menentukan model kepuasan konsumen, yang ditandai lama waktu berlanggan konsumen ikan demersal, digunakan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1) kepuasan pelanggan produk ikan demersal antar kota pada umumnya ditentukan oleh kestabilan harga dan kualitas ikan pesanan, 2) persamaan regresi linear untuk keputusan persediaan ikan demersal di Kota Manado, yaitu : Y = 1,40 - 1,15 X1 + 0,875 X2 + 1,28 X3 + 0,25 X4 dengan keeratan hubungan (R2 = 0,84), 3) variabel X1 (Ketepatan Waktu), X2 (Kestabilan Harga), X3 (Kualitas Ikan) dan X4 (Kesesuaian Produk) secara bersama-sama mempengaruhi Y, 4) variabel yang berpengaruh secara parsial adalah variable X2 dan X3, yaitu kestabilan harga dan kualitas ikan pesanan terhadap kepuasan pelanggan. Kata kunci : demersal, perdagangan, layanan, kepuasan
ANALISIS KEPUTUSAN PERSEDIAAN ES BALOK DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TUMUMPA KOTA MANADO Hutagalung, Derma; Durand, Swenekhe S.; Rarung, Lexy K.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 9 (2017): (April 2017)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.9.2017.16966

Abstract

AbstrakSektor kelautan dan perikanan memiliki potensi besar sebagai sektor unggulan dan penggerak utama pembangunan perekonomian daerah menuju Sulawesi Utara yang maju, mandiri dan sejahtera. Hal ini disebabkan karena sektor ini memiliki keunggulan komparatif dibanding sektor lainnya berupa ketersediaan sumberdaya alam yang sangat besar dan mempunyai potensi ekonomi yang luar biasa, yang mampu menghasilkan produk dan jasa dengan daya saing tinggi, sepanjang dapat mengelolanya dengan tepat. Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), ketersediaan sumberdaya alam yang ada di daratan semakin terbatas, khususnya yang berbasiskan lahan, sejalan dengan bertambahnya penduduk dan berkembangnya kegiatan ekonomi sebagai dampak dari pelaksanaan pembangunan. Tujuan penelitin  untuk mengetahui bagaimana pengambilan   keputusan dari persediaan es balok dan untuk mengidentifikasi hal apa saja yang mepengaruhi keputusan persediaan es balok di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tumumpa Kota Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei dan metode partisipatif. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder serta analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif.Pelabuhan  perikanan adalah pelabuhan khusus yang dipergunakan sebagai pangkalan kegiatan penangkapan ikan dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas sejak ikan didaratkan sampai didistribusikan. Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) terletak di Kelurahan Tumumpa II Kecamatan Tuminting  Kota Manado mempunyai letak geografis 1°31’21” LU dan 124°50’28” BT, dengan  jarak lokasi dari pusat kota kurang lebih 7 km. Lokasi seluas 4 (empat) Ha di bangun sejak tahun 1993 yang di kenal dengan nama Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) dengan dana bantuan luar negeri (BLN-OECF INP-22) untuk kegiatan awal seperti survei, penahan tanah dan pengerukan.  Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tumumpa merupakan salah satu fasilitas penunjang yang di sediakan unit pelaksana teknis dinas (UPTD) balai pengembangan dan pembinaan penangkapan ikan (BP3I), berdasarkan surat keputusan peraturan daerah (PERDA) Provinsi Sulawesi Utara Nomor 3 Tahun 2008 tentang organisasi dan tata kerja Dinas Kelauan dan Perikanan dipimpin oleh seorang kepala balai yang dalam  pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara.Dalam kegiatan penjualan es balok, pabrik es balok yang ada di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tumumpa hanya dapat menjual es per balok di karenakan belum mempunyai mesin penghancur es, es balok yang akan di jual kepada nelayan dengan berukuran 80 kg per balok dan dijual seharga Rp 23.000,-/balok.Kata Kunci : es balok, pengambilan keputusan, metode survey
KARAKTERISTIK BURUH WANITA DI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) DISTRIK KLALIGI KOTA SORONG PROVINSI PAPUA BARAT Naa, Apia; Rantung, Steelma V.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 10 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.10.2017.17825

Abstract

AbstractWomen have the potential of a large workforce, willing and crave for work, and if the time comes to accelerate the transformation toward the industrialization of their services can be mobilized. According to (Leovandritos 2011) the role of women in the household indirectly as a form of support to family members who work actively in making a living. In addition to being a housewife, women can also play a role in helping to improve household income by participating in active work such as farming, trading and other things. The position of women in the household is multifunctional ie socially, economically and biologically, so the role of women in the family more than other family members.The purpose of this study is to find out the characteristics of female workers consisting of: Age, education, regional origin, number of family dependents, length of work, husband's job, other occupations in addition to being fish laborers, the number of working hours, wages of workers, workload, work motivation women laborers transporting fishery products. The method used in this research is survey method. The data taken are primary and secondary data. Data collection is done by sampling. Sampling is done by accidental sampling method. Data analysis used in this research is descriptive qualitative analysis and quantitative descriptive analysis.The age of female laborers is 51-60 years old (36.67%) with 11 people. Most female laborers carrying fish in Sorong City TPI have the highest educational background of SD, 13 people (43.4%). The highest number of laborers from West Papua is 17 people, it is because the location of TPI Kota Sorong is located in West Papua. The number of family dependents is 25 respondents who have the number of dependents 1-5 people (83.4%). In general the explanation of the working duration of respondents as 14 years of transport workers (76.7). Husband's work as fisherman 11 people (36.67%).It can be seen that those who do not have other work and only as a carrier at Sorong Fish Sailing Place, amounted to 21 people (70%). Time of working hours owned by female laborers carrier in TPI Sorong for one day, which is 10 hours. In the morning they work from 05:00 to 10:00 and continue in the afternoon at 15:00 to 20:00 night. Based on the results of the research that in one day as many as 23 respondents (76.7%), earn income Rp. 100.000-200.000 in one day.Working burden is one aspect that must be considered by every woman who work as laborer at Sorong Fish Auction Place and destination for woman work as labor is to increase income in the household. The results of the study are 23 female workers (76.67%) who claimed they work as women laborers because they want to increase family income and to maintain family economic stability.Keywords: Characteristics, Female Workers AbstrakPerempuan memiliki potensi angkatan kerja yang besar, yang bersedia dan mendambakan pekerjaan, dan jika tiba waktunya untuk mempercepat transformasi menuju industrialisasi jasa-jasa mereka dapat dikerahkan. Menurut (Leovandritos 2011) peranan wanita dalam rumah tangga secara tidak langsung sebagai bentuk dukungan kepada anggota keluarga yang bekerja aktif dalam mencari nafkah. Selain sebagai ibu rumah tangga, para wanita dapat pula berperan dalam membantu memperbaiki pendapatan rumah tangga dengan turut bekerja aktif seperti bertani, berdagang dan hal lainnya. Kedudukan wanita dalam rumah tangga merupakan multifungsi yaitu secara sosial, ekonomi dan biologis, sehingga peran wanita dalam keluarga lebih banyak dibandingkan anggota keluarga lainnya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik buruh perempuan yang terdiri dari: Umur, pendidikan, asal daerah, jumlah tanggungan keluarga, lama bekerja, pekerjaan suami, pekerjaan lain selain menjadi buruh pengangkut ikan, jumlah jam kerja, upah pekerja, beban kerja, motivasi kerja buruh perempuan pengangkut hasil perikanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Data yang diambil berupa data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan cara sampling. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif.            Umur tenaga kerja buruh perempuan adalah 51-60 tahun (36,67%) dengan jumlah 11 orang. Sebagian besar buruh wanita pengangkut ikan di TPI Kota Sorong memiliki latar belakang pendidikan paling banyak SD yakni 13 orang (43;4%). Tenaga kerja yang paling banyak berasal dari Papua Barat yaitu 17 orang, itu dikarenakan lokasi TPI Kota Sorong berada di Papua Barat. Jumlah tanggungan keluarga yaitu 25 responden yang memiliki jumlah tanggungan 1-5 orang (83,4%). Secara umum penjelasan mengenai lama bekerja responden sebagai buruh angkut 14 tahun (76,7). Pekerjaan suami sebagai nelayan 11 orang (36,67%). Dapat di ketahui bahwa yang tidak memiliki pekerjaan lain dan hanya sebagai pengangkut di Tempat Pelelangan Ikan Kota Sorong, berjumlah 21 orang (70%). Waktu jam kerja yang dimiliki oleh para buruh wanita pengangkut di TPI Kota Sorong selama sehari, yaitu 10 jam. Pada pagi hari mereka bekerja mulai jam 05.00-10.00 dan di lanjutkan pada sore hari jam 15.00-20.00 malam. Berdasarkan hasil penelitian bahwa dalam satu harinya sebanyak 23 responden (76,7%), memperoleh pendapatan Rp. 100.000–200.000 dalam satu harinya. Beban kerja merupakan salah satu aspek yang harus diperhatikan oleh setiap perempuan yang bekerja sebagai buruh di Tempat Pelelangan Ikan Kota Sorong dan tujuan untuk perempuan bekerja sebagai buruh adalah untuk menambah pendapatan didalam rumah tangga. Hasil penelitian terdapat 23 buruh perempuan (76,67%) yang mengaku mereka bekerja sebagai buruh perempuan karena ingin menambah pendapatan keluarga dan untuk menjaga kestabilan ekonomi keluarga.Kata Kunci : Karakteristik, Buruh Perempuan
ANALISIS SENSITIVITAS USAHA ‘SOMA PAJEKO’ DARI NELAYAN YANG MENDARATKAN IKANNYA DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TUMUMPA DI KELURAHAN TUMUMPA II, KECAMATAN TUMINTING, KOTA MANADO Kalahatu, Gruimaldy; Manoppo, Victoria E.N.; Rantung, Steelma V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.1.2019.24402

Abstract

AbstrakTujuan dari dari penelitian ini adalah: 1. Untuk menganalisis kelayakan dan sensitivitas usaha ‘soma pajeko’ dari Nelayan yang mendaratkan ikannya di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tumumpa, Kelurahan Tumumpa II, Kecamatan Tuminting, Kota Manado. 2. Untuk mengidentifikasi dan menganalisis kendala-kendala usaha ‘soma pajeko’ dari Nelayan yang mendaratkan ikannya di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tumumpa, Kelurahan Tumumpa II, Kecamatan Tuminting, Kota Manado. Metode dalam penelitian ini adalah metode survei. Data yang akan dikumpulkan berasal dari data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang akan diperoleh dari wawancara pengisian kuisioner, observasi, foto dan video selanjutnya data sekunder berasal dari kantor Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tumumpa di Kelurahan Tumumpa II dan DKP Provinsi Sulut dan Studi Pustaka yaitu  berupa  penelitian-penelitian sebelumnya  yang berkaitan baik yang sudah  dan belum dijurnalkan. Penelitian akan dianalisis secara analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Untuk menjawab tujuan penelitian maka akan digunakan analisis sensitivitas dengan menggunakan perhitungan NPV, B/C Ratio dan IRR.

Page 7 of 30 | Total Record : 298