cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Indonesian History
ISSN : 22526633     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Journal of Indonesia History merupakan jurnal yang memuat artikel hasil penelitian atau artikel konseptual tentang pendekatan kajian sejarah dan sejarah Indonesia. Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial UNNES dan dikelola oleh Tim Jurnal Jurusan Sejarah FIS-UNNES. Jurnal ini terbit 2 kali setiap tahunnya pada bulan Juli dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 278 Documents
BENTUK PERJUANGAN LASKAR HIZBULLAH KARESIDENAN KEDU DALAM PERANG KEMERDEKAAN TAHUN 1944-1947 Hidayat, Lukman
Journal of Indonesian History Vol 9 No 2 (2020): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v9i2.46533

Abstract

Terbentuknya Laskar Hizbullah pada masa pendudukan Jepang, adalah salah satu bentuk perlawanan Umat Islam yang bersifat kooperatif untuk melindungi kepentingan Umat Islam yang lebih besar. Pembentukan Laskar Hizbullah tidak bisa lepas dari kalangan pesantren, begitu juga munculnya Laskar Hizbullah Kedu. Pondasi pembentukan Laskar Hizbullah menentukan arah bentuk perjuangan yang berbeda dengan barisan pejuang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bagaimana bentuk perjuangan Laskar Hizbullah Karesidenan Kedu? (2) Bagaimana perjuangan Laskar Hizbullah Karesidenan Kedu dalam Perang Kemerdekaan?. Untuk merekontruksi permasalahan ini, penulis menggunakan metode penelitian sejarah meliputi Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa bentuk perlawanan Laskar Hizbullah Kedu dipengaruhi oleh konsep- konsep Perang Sabil atau Jihad fi- Sabilillah. Konsep ini tidak bisa lepas dari unsur Ulama, kiai pimpinan pesantren, pimpinan tarekat, dan santri sebagai pondasi utama pembentukan laskar. Unsur-unsur inilah yang kemudian melahirkan Fatwa Jihad Kedu yang menjadi sumbu ledak perlawanan di wilayah Karesidenan Kedu bahkan seluruh pulau Jawa. The formation of the Hizbullah Army during the Japanese invasion, was a form of cooperative Islamic resistance to protect the interests of the larger Moslems. The formation of the Hizbullah Army could not be separated from the pesantren circles, so did the emergence the Hizbullah Army of Kedu. The foundation of the Hizbullah Army formation determines the direction of the form of the struggle which is different from the of other fighters. This study aims to know (1) How the form of the struggle of The Residency’s Kedu Hizbullah Armi (2) How the struggle of The Residency’s Kedu Hizbullah in the war for independent?. In order the reconstruct the problem, this study uses history methodology, that is Heuristic, Criticsm, Interpretation, and Historiografi. The results of this study reveal that the form of Kedu’s Hizbullah Army resistance is influenced by the concepts of the Sabil War or Jihad fi Sabilillah. This concept cannot be separated from the elements of Ulama, Kiai as a pesantren leaders, tarekat leaders, and santri as the main foundation for the army formation. These elements then form the Kedu’s Fatwa Jihad which became the axis of the explosive resistance in the Kedu Residency region and even the entire island of Java.
Iksan Skuter: Perjalanan Karir Bermusik Dan Kontribusinya Dalam Bidang Sosial Budaya Di Indonesia Tahun 2000-2018 Cahyani, Fitri Dwi Nur; Witasari, Nina
Journal of Indonesian History Vol 10 No 1 (2021): Journal Of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v10i1.46911

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perjalanan karir bermusik Iksan Skuter serta kontribusinya dalam bidang sosial budaya di Indonesia. Di sisi lain penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana latar belakang kehidupan Iksan Skuter yang pada akhirnya mempengaruhi musikalitasnya. Iksan Skuter merupakan seorang musisi yang telah malang melintang dalam blantika musik Indonesia. Ia mengawali karirnya sebagai seorang gitaris serta pencipta lagu hingga dalam perjalanannya ia memutuskan untuk bersolo karir dalam jalur independent. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yakni heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Iksan Skuter mengenal musik sejak ia duduk di bangku Sekolah Dasar. Karir bermusiknya dimulai pada tahun 2000 dengan bergabung bersama homeband Universitas Brawijaya, Malang. Tahun 2002 ia bergabung dengan Draf Band yang dalam perjalanannya berhasil masuk dalam pentas musik nasional dan berganti nama menjadi Putih Band di bawah naungan label Alfa Record. Tahun 2012 Iksan memulai babak baru dalam karir bermusiknya dengan menjadi solois yang ada di jalur independent yang konsisten menciptakan lagu yang meupakan kritik sosial politik dan penuh pesan moral. Selama bersolo karir inilah Iksan membangun Institut Musik Jalanan, Warung Srawung, hingga menciptakan album khusus untuk anak-anak sebagai bentuk kontribusinya dalam bidang sosial budaya di Indonesia. Kata Kunci: Iksan Skuter, Perjalanan Karir, Kontribusi
EKSISTENSI KI ENTHUS SEBAGAI DALANG EDAN TAHUN 1984-2018 DI KABUPATEN TEGAL Affuan, Febri Dwi Haryanto
Journal of Indonesian History Vol 9 No 2 (2020): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v9i2.46912

Abstract

In 1984, various puppet arts emerged. One of them is in the north coast area which creates its own style in puppetry. One of them is the puppeteer Ki Enthus Susmono, who has his own characteristics compared to other puppeteers. This style can be seen from the performance of the typical Tegalan puppet. The uniqueness of Ki Enthus Susmono is that he develops puppets with the contents of the stories that he makes himself out of the norms of Yogyakarta and Surakarta with the contents of the stories adjusting to current issues, making Wayang Rai Wong with the faces of important figures, Ki Enthus Susmono often criticizes Government policies. Based on this background, the writer wants to know the existence of Wayang Wong and how dim it was when Ki Enthus Susmono died. This study uses a historical methodology. Beginning with collecting sources or what are known as heuristics. Consists of primary sources, consisting of newspapers, pictures of his time, documents, or live witness interviews. Secondary sources consist of books, previous research, and articles. The next step is source criticism, not only external criticism of the shape of the archive itself, I also do it regarding the suitability of the contents of the archive or source with what the writer will later narrate. Furthermore, the authors do historiography or write down what has been obtained from the process of searching for research sources. The results of the study discussed the existence of Ki Enthus Susmono in developing Ki Enthus Susmono's works, for example, such as the Rai Wong puppet and Wayang Santri in Tegal Regency. Ki Enthus Susmono created a puppet concept with a face similar to that of a cleric and political figure called the Rai Wong puppet. Ki Enthus Susmono also made puppets with the theme of Islamic da'wah which were called puppets. Ki Enthus Susmono changed the wayang santri to the Yogyakarta and Surakarta standard to become the typical Tegalan standard. In addition, in the development of Wayang Santri, it uses wayang kulit and puppet show Wayang santri functions as a medium of preaching to the community, social criticism of the problems that are developing in society. The conclusion is that Ki Enthus Susmono used Wayang Rai Wong and Wayang Santri as performances and education for critics of the government. Seeing this, Wayang Rai Wong and Wayang Santri have a major influence on the development of the Tegal Regency government. After his death, Tegalan's grip receded in his performance. Pada tahun 1984 muncul berbagai kesenian wayang. Salah satunya didaerah pesisir utara melahirkan corak tersendiri dalam pedalangan. Salah satunya adalah dalang Ki Enthus Susmono sebagai dalang yang memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan dengan dalang lainnya. Corak tersebut dapat dilihat dari pementasan wayang khas Tegalan. Keunikan Ki Enthus Susmono yaitu mengembangkan wayang dengan isi ceritanya di buat sendiri keluar dari pakem Yogyakarta dan Surakarta dengan isi ceritanya menyesuaikan isu terkini. Ki Enthus Susmono Sering mengkritik kebijakan Pemerintah. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis ingin mengetahui eksistensi Ki Enthus Susmono sebagai dalang edan di Kabupaten Tegal Penelitian ini menggunakan metodologi sejarah. Diawali dengan mengumpulkan sumber atau yang dikenal sebagai heuristik. Terdiri dari sumber primer, terdiri dari koran, gambar pada masanya, dokumen, atau wawancara saksi hidup. Sumber sekunder terdiri dari buku, penelitian terdahulu, serta artikel. Langkah selanjutnya adalah kritik sumber, tak hanya kritik eksternal mengenai wujud dari arsip itu sendiri, juga saya lakukan mengenai kesesuaian isi arsip atau sumber dengan apa yang nanti penulis narasikan. Setelah itu, penulis membuat gagasan untuk menghidupkan kembali cerita sejarah. Selanjutnya penulis melakukan historiografi atau menulis apa yang sudah didapatkan dari proses pencarian sumber penelitian. Hasil penelitian membahas eksistensi Ki Enthus Susmono dalam mengembangkan karya Ki Enthus Susmono contohnya seperti wayang Rai Wong dan Wayang Santri di Kabupaten Tegal. Ki Enthus Susmono membuat konsep wayang dengan wajah yang mirip dengan seorang tokoh ulama maupun tokoh politik yang disebut dengan wayang Rai Wong. Ki Enthus Susmono juga membuat wayang dengan tema dakwah islam yang dinamakan dengan wayang santri. wayang santri yang awalnya masih menggunakan pakem Yogyakarta dan Surakarta diubah oleh Ki Enthus Susmono menjadi pakem khas Tegalan. Selain itu dalam pengembangannya Wayang Santri menggunakan wayang kulit dan wayang golek. Wayang santri berfungsi sebagai media dakwah kepada masyarakat, kritik sosial terhadap permasalahan yang sedang berkembang di masyarakat. Kesimpulannya adalah Ki Enthus Susmono menggunakan Wayang Rai Wong dan Wayang Santri sebagai pertunjukan serta edukasi kritik terhadap pemerintah. Melihat hal tersebut, Wayang Rai Wong dan Wayang Santri memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan pemerintah Kabupaten Tegal. Sepeninggalnya beliau, pakem Tegalan surut dalam pementasan.
Perkembangan Konveksi Jilbab Wafda Collection Di Desa Pasir Kecamatan Mijen Kabupaten Demak Tahun 1991-2016 Anis, Anis Nurul Chabibah; Suryadi, Andy
Journal of Indonesian History Vol 10 No 1 (2021): Journal Of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v10i1.46913

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dengan adanya peraturan diperbolehkkannya penggunaan jilbab di Indonesia salah satunya dengan berkembangnya konveksi jilbab di Indonesia khususnya di Desa Pasir Kecamatan Mijen Kabupaten Demak. Pengguna jilbab yang semakin hari semakin banyak membuat konveksi jilbab memiliki inovasi baru untuk terus mengikuti tren yang sedang terjadi di masyarakat. Berbagai macam jilbab yang diproduksi oleh Wafda Collection yang tetap mengikuti tren yang ada di masyarakat. Konveksi jilbab Wafda Collection hanya memproduksi jilbab saja yang sudah berdiri sejak tahun 1991. Perkembangan konveksi jilbab Wafda Collection dari tahun 1991 hingga 2016 tentu saja mengalami pasang surut, selain itu perjalanannya setiap tahun yang tetap memiliki peningkatan dan juga naik turun baik dalam produksi maupun penghasilan. Meskipun kompetitor diluar sana banyak, Wafda Collection tetap bisa bersaing dan tetap bisa mengembangkan produksi jilbab setiap tahunnya. Ketika menghadapi krisis moneter konveksi jilbab Wafda Collection mengalami masa kejayaan, produksi jilbab yang meningkat dan penghasilan yang meningkat juga. Kata kunci: Konveksi jilbab, Wafda Collection, Demak
Era Kejayaan Angkutan Umun Di Kota Semarang Tahun 1990-1999 Aljusta, Berliana Winalda Dhifal
Journal of Indonesian History Vol 9 No 2 (2020): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v9i2.46920

Abstract

Artikel ini membas mengenai sebuah transportasi yang berkembang di Kota Semarang yaitu angkot. Permasalahan utama dalam artikel ini adalah problema angkot yang terjadi sepanjang tahun 1990-1999 serta pandangan masyarajatterhadap angkot di Kota Semarang pada tauhun 1990-1999. Padat tahun 1975 berkembang transportasi umum di kota Semarang berupa kendaraan berjenis Daihatsu, Suzuki dan Kijang atau masyarakat Semarang menyebutnya dengan sebutan angkot. Hinggga pada tahun 1990, jumlah angkot di kota ini mencapai 1.379. Tinggiya jumlah angkot yang masuk, dipandang sebagai akar permasalahan yang perlu diurai sehingga jumlahnya perlu dikurangi. Melalui kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah seperti program massalisasi angkot. Dalam perkembanganya timbul masalah baru yaitu adanya angkot illegal dan tarif yang terus berbubah membuat kondisi semakin merugikan para pengemudi angkot. Menarik untuk mengangkat tema ini menjadi tulisan sejarah yang dituangkan dalam artikel ini. Artikel ini sendiri menggunakan metode penelitian sejarah dengan diperkaya sumber-sumber primer dan sumber lain yang relevan. Kata Kunci: Angkot, Massalisasi, Angkot Ilegal, Semarang.
Penanggulangan Kemiskinan Di Kabupaten Bojonegoro Tahun 1982-2008 Armylia, Manzila; Wasino, Wasino
Journal of Indonesian History Vol 10 No 1 (2021): Journal Of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v10i1.46944

Abstract

Tujuan penelitian ini: (1) mengetahui upaya pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro pada Tahun 1982-2008. (2) mengetahui dampak penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro pada tahun 1982-2008. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, yang meliputi empat tahap yaitu: heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiogafi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemerintah Kabupaten Bojonegoro melakukan upaya penanggulangan kemiskinan difokuskan pada bidang pendidikan, ketahanan pangan dan kesehatan. Pelaksanaan kebijakan dengan dibuatnya beberapa program sangat berperan dalam perbaikan tingkat kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro. Dalam usaha menanggulangi kemiskinan melalui bidang pendidikan, ketahanan pangan dan kesehatan menjadikan penduduk di Kabupaten Bojonegoro keluar dari angka kemiskinan karena sudah mempunyai kualitas pendidikan yang baik sehingga penduduk mempunyai mutu prestasi yang berkompeten, dalam masalah ketahanan pangan penduduk miskin mampu keluar dari rawan pangan dan kelaparan, dan penduduk miskin mempunyai kesehatan yang baik karena penduduk miskin dengan mudah mendapatkan pelayanan kesehatan secara murah, mudah, cepat dan berkualitas.Kata Kunci: Kemiskinan, Penanggulangan, Kebijakan.
Peran Kabupaten Lahat dalam Revolusi Fisik di Sumatera Selatan Tahun 1947-1949 Pahlevi, Muhammad Reza
Journal of Indonesian History Vol 9 No 2 (2020): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v9i2.46967

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk merekonstruksi kembali bagaimana situasi di Sumatera Selatan, khususnya di Kabupaten Lahat pada masa Revolusi Fisik tahun 1947-1949. Rumusan permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana peran Kabupaten Lahat dalam Revolusi Fisik tahun 1947-1949. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Kabupaten Lahat dalam Revolusi Fisik tahun 1947-1949. Metode yang digunakan adalah metode sejarah (historis) yang dilakukan melalui tahapan-tahapan seperti heuristik (pengumpulan sumber-sumber), kajian terhadap literatur yang berkaitan dengan objek penelitian, verifikasi data, interpretasi, dan terakhir penulisan sejarah itu sendiri (historiografi). Sumber data yang digunakan di dalam penelitian ini yaitu sumber primer dan sumber sekunder yang diperoleh dari buku maupun informan yang berkaitan dengan pemasalahan. Perjuangan rakyat Lahat merupakan rangkaian dari perjuangan rakyat Sumatera Selatan dalam menghadapi Belanda setelah berakhirnya Pertempuran Lima Hari Lima Malam di Palembang. Setelah pertempuran itu, Belanda melancarkan Agresi Militer I tanggal 21 Juli 1947 yang kemudian disusul dengan Agresi Militer kedua pada tanggal 19 Desember 1948. Kabupaten Lahat memegang peran yang penting pada masa awal kemerdekaan karena pernah menjadi pusat pemerintahan sipil pada masa Kereseidenan Palembang dan sekaligus menjadi salah satu Markas Divisi TKR di Sumatera Selatan ketika itu.
Intangible Conservation: Keberadaan Wingko Babat Kuliner Khas Semarang Tahun 1946-2019 Sarwopeni, Suwati Dwi; Saraswati, Ufi
Journal of Indonesian History Vol 10 No 1 (2021): Journal Of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v10i1.47029

Abstract

Semarang merupakan tempat pendatang bagi warga asing maupun warga lokal pulau Jawa sendiri, sehingga memunculkan akulturasi dan asimilasi dari berbagai aspek, tak terkecuali kuliner. Salah satu hasil budaya kulinernya yaitu wingko babat. Wingko babat merupakan kuliner khas Semarang yang semakin berkembang dan diminati oleh masyarakat dari tahun ke tahun. Hal ini menjadi sebab munculnya wingko-wingko merek lain. Namun, seiring berjalannya waktu, kuliner tradisional mulai kurang diminati. Sehingga perlu adanya upaya konservasi agar keberadaan wingko sebagai makanan tradisional tetap eksis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah: Heuristik, Kritik Sumber, Interpretasi dan Historiografi.Hasil penelitian dapat diketahui bahwa sejarah awal kuliner wingko di Semarang telah ada sejak tahun 1946. Keberadaan wingko babat sejak tahun 1946 merupakan awal pemicu berdirinya produsen-produsen wingko babat di Semarang. Namun, seiring dengan perkembangan selera makan masyarakat, hal tersebut mendorong upaya pemerintah, wirausahawan, lingkungan akademisi serta masyarakat lokal Semarang untuk melestarikan wingko babat agar tetap eksis di kalangan millenial. Upaya tersebut, antara lain: mengadakan event kuliner, inovasi pada produksi wingko, mengadakan program penelitian, serta lebih mengutamakan mengkonsumsi wingko.
PERKEMBANGAN INDUSTRI JENANG MUBAROK FOOD DI DESA GLANTENGAN TAHUN 1980-1998 Susanti, Salma Hanifah Putri; WijayatI, Putri Agus
Journal of Indonesian History Vol 9 No 2 (2020): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v9i2.47091

Abstract

Pada tahun 1980-1997, seiring dengan berkembangnya ekonomi industri di dalam masyarakat, membuat salah satu industri Jenang di Kudus meroket. Namun, ditengah perkembangan tersebut, terjadinya krisis ekonomi yang melanda di Indonesia memberikan dampak bagi sektor industri. Salah satunya adalah industri Jenang Mubarokfood. Industri Jenang Mubarokfood berada di Desa Glantengan. Penelitian ini membahas tentang sejarah industri jenang di Kudus dan peran industri Jenang Mubarokfood. Terutama terkait perkembangan Mubarokfood dan dampak yang diberikan kepada masyarakat sekitar industri. Penelitian ini berkonsentrasi di sepanjang tahun 1980-1998, ketika perkembangan industri Jenang Mubarokfood semakin berkembang. Penelitian ini mengambil satu lingkup spasial yang terjadi di Kabupaten Kudus. Lebih lanjut penelitian ini mencoba melihat sejarah awal terbentuknya industri Jenang di Kabupaten Kudus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri Jenang Mubarokfood menjadi cikal bakal berkembangnya industri jenang yang lain. Tak hanya itu, sejarah jenang di Kudus tidak lepas dari perkembangan tradisi yang ada di masyarakat, khususnya masyarakat di Desa Glantengan. Saat terjadi perkembangan industri jenang, memberikan banyak hal bagi masyarakat di Kudus. Hal tersebut terlihat setelah adanya industri Jenang Mubarokfood, yang memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, khususnya penduduk Glantengan
Dari Perizinan Hingga Pelarangan: Perjudian Di Kota Semarang Tahun 1970-1997 prabowo, dwi hendro; Wijayati, Putri Agus
Journal of Indonesian History Vol 10 No 1 (2021): Journal Of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v10i1.47197

Abstract

Perkembangan kota Semarang sebagai sebuah kota modern dapat dilihat dari penduduknya yang terdiri dari beragam etnis, profesi, dan struktur sosial. Secara historiografis perkembangan etnis di Semarang dijelaskan oleh De Graaf menyatakan bahwa sudah lama terjadi interaksi pertukaran komoditas barang dagangan dan hasil kebudayaan, antara orang Jawa dan Tionghoa yang terjadi di Kota Semarang. Pokok permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini meliputi, (1) Bagaimana perjudian muncul dari sekedar permainan biasa dari hiburan masyarakat, berubah menjadi permainan yang diatur pemerintah kota Semarang, (2) Bagaimana perjudian di kota Semarang diatur dan diarahkan sehingga menjadi sumber dana pendapatan bagi pemerintah kota, (3) Bagaimana wacana perjudian dibentuk dan dilarang keberadaannya, serta dicitrakan sebagai kegiayan yang mengancam moralitas masyarakat. Metode penelitian yang dilakukan dalam proses penelitian ini menggunakan metode sejarah. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa perjudian di Kota Semarang berhubungan dengan berbagai pihak baik pemain, oknum tertentu, dan juga pemerintah.