cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan
ISSN : 14105020     EISSN : 24071781     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan is a peer-reviewed journal that publishes scientific articles from agricultural disciplines covering Plantation crops, Food crops and horticulture, food Technology, Agriculture biology and agribusiness. Articles published in the Journal of Applied Agriculture may be research results (original) and scientific review articles (review). Applied Journal of Agriculture is published by Research Unit and Community Service of Lampung State Polytechnic Society 3 edition one year, that is January, May, and September. JPPT was first published in January 2000. JPPT published a print version in 2007, then started the online version or Open Journal System (OJS) in 2014. Early online versions of JPPT or OJS editing have not yet been fully implemented online management and are beginning to make improvements Web Journal view and journal cover and OJS governance management on Volume 2 No. 2 of 2017. JPPT has been indexed on Google Scholar and Garuda IPI by 2015, and by 2017 it has indexed SINTA and registered DOAJ and Crossref in the same year. We accept submissions from all over Indonesia. All submitted articles will not be published elsewhere, original and not considered for other publications.
Arjuna Subject : -
Articles 759 Documents
Sensitivitas Bibit Jewawut (Setaria Italica (L.) P. Beauv) di Lahan Salin Pantai Cilacap Yugi R. Ahadiyat; Normawati Normawati; Totok Agung Dwi Haryanto
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 20 No 1 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v20i1.1427

Abstract

The objectives of this study were to determine the criteria of foxtail millet seedlings in coastal area and the effects of N, P, K fertilizer and water hyacinth ameliorant powder on growth characters of young foxtail millet plant in coastal saline land. The study was conducted at south coast, Bunton Village, Adipala District, Cilacap Regency in May-October 2019. Study in coastal saline land with factorial Randomized Complete Block Design with four replications. The treatment consisted of two factors, namely the dosage of N, P, K fertilizer (N, P, K = 25%, 50%, 75%, and 100% recommended dosage) and the water hyacinth powder ameliorant dose i.e.  0 t / ha, 1.5 t / ha and 2.5 t / ha. Observation variables on seedling morphology viz. seedling height, leaf length, stem diameter, number of leaf and leaf greenness, and on.the field viz. plant height, number of leaf, fresh and dry root weights, total root length, and fresh and dry shoot weights. The results showed that good seedling criteria was. Plant height  (24-26 cm), leaf length (15-17 cm), leaf number (3-6), stem diameter (3,2-3,6 cm) and leaf greeness (18,6-20,9 unit). Application of fertilizer dosages of N, P, K 50% + without ameliorant gained the greater plant height of 62.76 cm and number of leaf of 7.28 than other treatments
Pengaruh Pemberian Pupuk Limbah Organik Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.) Widiya Satriawi; Etik Wukir Tini; Achmad Iqbal
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 19 No 2 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v19i2.1407

Abstract

Cucumber is one of the choices of horticultural commodities for farming activities. To increase the production of cucumber can be done by using organic waste fertilizers, such as pineapple peel waste and rice washing water. This research aims: 1) to know the best concentration of liquid organic fertilizer of pineapple peel waste for growth and yield of cucumber; 2) to know the best concentration of liquid organic fertilizer of rice washing water for growth and yield of cucumber; and 3) to know the best combination of concentration of liquid organic fertilizer of pineapple peel waste and liquid organic fertilizer of rice washing water for growth and yield of cucumber. The research was conducted at screen house located in Tambaksogra Village, Sumbang Sub-district, Banyumas Regency and the Laboratory Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, on Januari until June 2019. The experiment design used was Completely Randomized Block Design with 2 factors and 3 replication. The first factor was the concentration of liquid organic fertilizer of pineapple peel waste, namely 0, 10, 20, and 30 ml/l. The second factor was the concentration of liquid organic fertilizer of rice washing water, namely 0, 10, 20, and 30 ml/l. The results showed that: 1) the concentration 30 ml/l of liquid organic fertilizer of pineapple peel waste increased fruit weight per plant compared to the control treatment of 606,02 g : 45,48%, fruit length 15,99 cm : 9,22%, and fruit volume 163,87 ml : 13,37%; 2) the concentration liquid organic fertilizer of rice washing water did not increased the growth and yield of cucumber plants; and 3) the combination of concentrations liquid organic fertilizer of pineapple peel waste and rice washing water gave the same response to plant growth and yield.
Hubungan Sifat Kewirausahaan dengan Kinerja Petani Sayur Organik di Kelompok Tani Tranggulasi Desa Batur Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang Angga Adi Prasetya; Yuliawati Yuliawati
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 19 No 3 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v19i3.1297

Abstract

 Dalam upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan dan menghadapikemajuan jaman yang penuh persaingan, pelaku sektor pertanian semakin dituntut untuk memiliki sifat wirausaha (enterpreneurship) sehingga dapat diperoleh kinerja yang lebih besar dibandingkan usaha tani yang dilakukan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sifat kewirausahaan dengan kinerja petani sayur organik di kelompok tani Tranggulasi Dusun Selo Ngisor Desa Batur Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Sifat kewirausahaan dalam penelitian ini ditelaah dari empat indikator yaitu percaya diri, berani mengambil risiko, kepemimpinan dan keorisinilan. Penentuan sampel secara jenuh (sensus) sesuai dengan jumlah anggota kelompok tani Tranggulasi yaitu 32 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuisioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan korelasi rank Spearman (rs). Hasil penelitian menunjukkan sifat kewirausahaan berhubungan positif dan signifikan dengan kinerja petani sayur organik. Indikator sifat kewirausahaan percaya diri memiliki hubungan kuat dengan kinerja petani sayur organik, sedangkan keberanian mengambil risiko, kepemimpinan dan keorisinilan memiliki hubungan sedang dengan kinerja petani sayur organik. 
Faktor-Faktor Kesediaan Untuk Membayar Beras Kemasan Pada Pasar Swalayan Ismalia Afriani; Ainul Mardliyah; Supriyadi Supriyadi
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 19 No 2 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v19i2.1448

Abstract

The Change of people's shopping preference from traditional markets to shopping centers and modern markets are strongly facilitated by the development of modern markets (small, medium and large retail). This condition contributes the increasingly marketing of labeled packaged rice which offered by the modern market. The purpose of this study is to determine the factors that influence consumers' willingness to pay for packaged rice at supermarkets. The study was conducted for 4 months in June - September in the City of Bandar Lampung, Lampung Province, using the survey method. The research location was chosen purposively, at the Chandra supermarket and Giant Bandar Lampung. The sampling method used in this study is judgment sampling. The method of analysis has done using logistic regression analysis. The results showed that the factors that influence willingness to pay are bidding price, income and comfort factors. The highest value of odds ratio is owned by income factor which means that consumers who have higher income have the opportunity to buy packaged rice at supermarkets
Keberhasilan Aklimatisasi dan Pembesaran Bibit Kompot Anggrek Bulan (Phalaenopsis) Pada Beberapa Kombinasi Media Tanam Lisa Erfa; Desi Maulida; Rizka Novi Sesanti; Yuriansyah Yuriansyah
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 19 No 2 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v19i2.1420

Abstract

Aklimatisasi merupakan tahap yang kritis bagi plantlet. Pada lingkungan yang baru plantlet dapat mengalami cekaman lingkungan. Kondisi lingkungan seperti media yang tidak mendukung pada tahap aklimatisasi dapat menyebabkan kematian plantlet.  Penelitian ini bertujuan:  1)  Mendapatkan kombinasi  media yang paling baik bagi keberhasilan aklimatisasi plantlet anggrek Phalaenopsis; 2)Mengetahui apakah terdapat interaksi antara media bagian bawah dengan atas pot; 3) Mendapatkan kombinasi media yang paling baik bagi pertumbuhan bibit anggrek anggrek Phalaenopsis pada tahap pembesaran, dan 4) Melihat apakah media sabut kelapa dapat digunakan untuk aklimatisasi dan pembesaran anggrek Phalaenopsis.  Penelitian dilaksanakan di rumah jaring Politeknik Negeri Lampung dari bulan Maret hingga Agustus 2018.  Plantlet diaklimatisasikan 4 minggu.  Percobaan faktorial dilaksanakan dalam rancangan acak kelompok. Faktor A :  macam media bagian bawah (bata/arang).  Faktor B :  macam media bagian atas (moss sphagnum/pakis/sabut kelapa).  Enam kombinasi perlakuan dicobakan (masing-masing dengan 10 ulangan), yaitu:   P1 (bata+moss); P2 (bata+pakis); P3 (bata+sabut kelapa); P4 (arang+moss); P5 (arang+pakis); dan P6 (arang+sabut kelapa).  Peubah yang diamati: 1)  persen keberhasilan plantlet menjadi bibit, 2) tinggi bibit, 3) panjang daun, 4) lebar daun, dan 5) jumlah daun.   Data yang diperoleh dilakukan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji BNJ 5%.  Hasil penelitian menunjukkan: 1) Media moss atau pakis dikombinasikan dengan bata maupun arang memberikan persen keberhasilan aklimatisasi plantlet anggrek Phalaenopsis yang paling baik (100%); 2) Tidak terdapat interaksi antara media bagian atas dengan bagian bawah; 3) Kombinasi media yang paling baik bagi pertumbuhan bibit anggrek Phalaenopsis pada tahap pembesaran adalah moss baik dikombinasikan dengan bata ataupun arang, kemudian diikuti oleh pakis (dikombinasikan dengan bata ataupun arang); dan 4) Media sabut kelapa dapat digunakan untuk aklimatisasi dan pembesaran bibit anggrek Phalaenopsis bila  dilakukan penyiraman yang lebih intensif.
Keragaman Intensitas Serangan Hama Penggerek Buah Kopi (Hypothenemus Hampei Ferrari) Pada Beberapa Sentra Produksi Kopi Robusta Provinsi Lampung ovy erfandari; Hamdani Hamdani; Dedi Supriyatdi
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 19 No 3 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v19i3.1523

Abstract

Hama penggerek buah kopi (Hypothenemus hampei Ferrari) merupakan salah satu hama utama pada tanaman kopi.  Hama ini dapat menimbulkan kerusakan seperti buah menjadi tidak berkembang, berubah warna menjadi kuning kemerahan dan akhirnya gugur, serta buah berlubang yang pada akhirnya mengakibatkan penurunan kuantitas dan kualitas produksi.  Dalam rangka merumuskan dan menerapkan konsep pengendalian hama H. hampei secara terpadu, informasi keragaman tingkat serangan perlu diketahui agar dapat diprioritaskan dan dipetakan teknik pengendalian yang akan diterapkan.  Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai “Keragaman Intensitas Serangan Hama Bubuk Buah Kopi (H. hampei) pada Beberapa Sentra Produksi Kopi Robusta Provinsi Lampung.  Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Lampung Barat, Tanggamus, Lampung Utara, dan Way Kanan, pada bulan April sampai September 2019.  Pengambilan sampel dilaksanakan dengan metode acak berdasarkan wilayah (Area Random Sampling).  Sampel diambil berdasarkan masa panen pada kecamatan terpilih dalam wilayah kabupaten yang telah ditetapkan.  Pengambilan sampel diulang sebanyak tiga kali.  Pada setiap Kabupaten dipilih tiga petani di tiga kecamatan yang sedang melakukan panen.  Pada tumpukan hasil panen petani terpilih diambil sampel buah kopi dengan menggunakan mangkuk.  Buah kopi yang terambil dihitung jumlah biji berlubang (A) dan tidak berlubang (B).  Kemudian persentase atau tingkat serangan dihitung dengan menggunkan rumus sebagai berikut: 16A A + B x 100%"> .  Pengambilan sampel pada petani terpilih dilakukan tiga kali.  Data hasil penelitian diolah dengan sidik ragam menggunakan uji Fisher. Nilai tengah perlakuan dibandingkan dengan uji BNT dengan a = 0,05.  Selain itu dihimpun data suhu serta tinggi tempat lokasi penelitian yang bersumber dari BMKG Lampung, kemudian dilakukan analisis regresi untuk mengetahui kecenderungan hubungan tingkat serangan dengan tinggi tempat serta suhu lingkungan.
Sifat Fisik dan Sensori Flakes Pati Garut dan Kacang Merah dengan Penambahan Tiwul Singkong sussi astuti; Suharyono A. S.; ST Aisah Anayuka
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 19 No 3 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v19i3.1440

Abstract

Flakes merupakan produk sarapan siap saji yang dapat memenuhi kebutuhan kalori karena mengandung karbohidrat cukup tinggi. Perpaduan umbi garut dan kacang merah serta penambahan tiwul singkong sebagai sumber serat dapat digunakan sebagai bahan baku produk flakes yang kaya gizi dan menyehatkan. Penelitian disusun secara tunggal dalam  Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan satu faktor yaitu formulasi pati garut dan kacang merah dengan enam perlakuan dan empat  ulangan. Perlakuan faktor tunggal yaitu formulasi pati garut dan kacang merah dengan perbandingan 100% : 0% (F1); 90% : 10 % (F2); 80% : 20% (F3); 70% : 30% (F4); 60% : 40% (F5); dan 50% : 50% (F6). Data dianalisis sidik ragam dan dilanjutkan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi flakes terbaik adalah formulasi F6 (50% pati garut dan 50% kacang merah) yang menghasilkan tekstur (fisik) sebesar 1,47 kgf, sifat sensori flakes dengan skor tekstur sebesar 4,32 (renyah), skor warna sebesar 2,67 (coklat muda), skor rasa dan aroma sebesar 3,47 (agak berasa langu), dan skor penerimaan keseluruhan sebesar 3,87 (suka).  Flakes formulasi terbaik memiliki kadar air sebesar 5,17%, kadar abu sebesar 2,81%, kadar protein sebesar 11,53%, kadar lemak sebesar 1,25%, kadar karbohidrat sebesar 79,24%, dan kadar serat kasar sebesar 2,55%.Flakes is a ready to eat product for breakfast that only needs less than 3 minutes to serve.  Flakes can supply calories need because it contains high carbohydrates.  Combination from roots that contains carbohydrates such as arrowroot and beans which are protein sources such as red beans, with “tiwul” cassava addition as fiber source can be used as raw material for flakes that nutrient rich and healthy.  The research was a single factor, arranged in a Complete Randomized Design with sixreplications. The factor was the formulation of arrowroot starch and red beans flour consisted of sixlevels, i.e. 100% : 0% (F1); 90% : 10 % (F2); 80% : 20% (F3); 70% : 30% (F4); 60% : 40% (F5); dan 50% : 50% (F6). The data were analyzed by using ANOVA and weretested with LSD test at 5% level of significant. The best formulation was found onflakes produced from 50% arrowroot starch and 50 % red beans flour (F6) with physic properties (texture) was 1,47 kgf, the colorscore of 2,67 (light brown), the flavour and aroma score of 3,47 (little rotten taste), and the overall acceptance score at 3,87 (like).  The best flakes has moisture content of 5,17%, ash content of 2,81%, protein content of 11,53%, fat content of 1,25%, carbohydrate content of 79,24%, and crude fiber content of 2,55%. Keywords : arrowroot, red beans, tiwul cassava, flakes
Pendapatan Petani Padi Varietas Hasil Iradiasi Badan Tenaga Nuklir nila suryati; Zaini Amin; Andry Andry; Edy Humaidi
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 19 No 3 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v19i3.1287

Abstract

Pada saat ini Badan Tenaga Nuklir sendiri telah menghasilkan 20 varietas baru, 10 diantaranya di kembangkan di Kabupaten Musi Rawas, namun penggunaan benih yang unggul ini cenderung masih rendah, rendahnya penggunaan benih unggul dikalangan petani dikarenakan sebagian besar masyarakat masih mempunyai persepsi yang negatif terkait dengan istilah “nuklir”,Tujuan penelitian ini mengetahui karakteristik petani dan membandingkan pendapatan sebelum dan setelah petani menggunakan benih padi hasil iradiasi BATAN, penelitian ini dilaksanakan selama 4  bulan pada bulan Januari – April 2019 di Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan, dengan menggunakan metode survei. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive yaitu anggota kelompok tani yang menggunakan benih padi hasil iradiasi. Untuk penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan metode proportionate random sampling dengan proporsi 10%  untuk masing-masing kelompok tani ,sehingga diperoleh jumlah sample penelitian sebanyak 139 responden. Teknik Analisis dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan untuk mengetahui karakteristik petani yang menggunakan benih padi hasil iradiasi. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan alat analisis usahatani dan analisis uji beda. Hasil penelitian menunjukan bahwa Karakteristik petani yang menggunakan padi varietas iriadisasi rata-rata pada umur 46 tahun, dengan pendidikan terbanyak yakni Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 58 orang atau 41,72 %, dengan luasan lahan terbanyak pada rentang <0,25 – 0,5 hektar sebanyak 75 orang atau 53,96 %, serta rata-rata pengalaman usahatani yang dimiliki 20 tahun, pendapatan petani sebelum menggunakan varietas hasil iriadisi BATAN sebesar Rp. 8.318.020 per musim panen, setelah menggunakan benih varietas hasil iradiasi meningkat menjadi Rp. 12.430.018 per musim panen, dengan hasil uji beda t hitung -3,105, dan t table 1,68 serta p-value 0,001<0,05, artinya pendapatan sebelum dan setelah menggunakan benih padi varietas hasil iradiasi BATAN berbedanyata 
Penerapan Irigasi Tetes Emiter Tali Dengan Bebagai Selang Waktu Irigasi Pada Tanaman Semangka Muhammad Idrus Idrus; Surya Surya
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 19 No 2 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v19i2.1447

Abstract

The objectives of the research were (1) To know watermelon yield and irrigation water productivity of watermelon by used drip irrigation with nylon rope emitter on various time irrigation intervals, (2) To determined the good time irrigation interval for watermelon production by using the drip irrigation with nylon rope emitter. The research was conducted at the research field with four-time irrigation intervals were 1,2,3, and 4 days of time irrigation interval. The research was arranged in Completely Randomized Block Design. The result of the research showed that the time irrigation interval was not significantly affected yield and irrigation water productivity of watermelon. The soil moisture in the root zone at 30 cm depth of 23,23—23,88% before irrigation still in range of the available soil moisture content for plants. The average of watermelon yield and irrigation water productivity of watermelon were 5,07—5,45 kg/plant and 115,15—123,79 kg/m3. The good time interval of irrigation for watermelon production by using drip irrigation with rope emitter was 4 days time interval of irrigation.
Analisis Keberlanjutan Agribisnis Paprika di Bandung Barat Aji Nursidiq; Trisna Insan Noor; Lucyana Trimo
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 19 No 3 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v19i3.1317

Abstract

Kabupaten Bandung Barat merupakan wilayah sentra produksi paprika. Penurunan kualitas dan kuantitas produksi, ketergantungan benih impor serta sulitnya akses terhadap lembaga keuangan dapat berimplikasi terhadap keberlanjutan agribisnis paprika. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja keberlanjuntan agribisnis paprika di Kabupaten Bandung Barat. Berdasarkan pengambilan sampel secara sensus, penelitian ini menggunakan kuesioner dan diskusi dengan pihak terkait dalam pengambilan data. Dimensi ekonomi, sosial, lingkungan, teknologi dan kelembagaan dianalisis dengan menggunakan indeks rata-rata persepsi petani. Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja keberlanjutan agribisnis paprika di Kabupaten Bandung Barat secara umum termasuk kategori cukup dengan nilai tertinggi dimensi sosial dan terendah dimensi teknologi. Kinerja keberlanjutan ini dapat meningkat dengan perbaikan setiap dimensi. Oleh karena itu di dalam perencanaan kebijakan untuk pengembangan keberlanjutan agribisnis paprika sebaiknya memprioritaskan pada peningkatan indikator yang berpengaruh besar terhadap dimensinya. 

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 26 No 1 (2026) Vol 25 No 4 (2025) Vol 25 No 3 (2025) Vol 25 No 2 (2025) Vol 25 No 1 (2025) Vol 24 No 4 (2024) Vol 24 No 3 (2024) Vol 24 No 2 (2024) Vol 24 No 1 (2024) Vol 23 No 4 (2023) Vol 23 No 3 (2023) Vol 23 No 2 (2023) Vol 23 No 1 (2023) Vol 22 No 3 (2022) Vol 22 No 2 (2022) Vol 22 No 1 (2022) Vol 21 No 3 (2021) Vol 21 No 2 (2021) Vol 21 No 1 (2021) Vol 20 No 3 (2020) Vol 20 No 2 (2020) Vol 20 No 1 (2020) Vol 19 No 3 (2019) Vol 19, No 3 (2019) Vol 19, No 2 (2019) Vol 19 No 2 (2019) Vol 19 No 1 (2019) Vol 19, No 1 (2019) Vol 18, No 3 (2018) Vol 18 No 3 (2018) Vol 18, No 2 (2018) Vol 18 No 2 (2018) Vol 18, No 2 (2018) Vol 18, No 1 (2018) Vol 18 No 1 (2018) Vol 18, No 1 (2018) Vol 17, No 3 (2017) Vol 17 No 3 (2017) Vol 17 No 2 (2017) Vol 17, No 2 (2017) Vol 17 No 1 (2017) Vol 17, No 1 (2017) Vol 16, No 3 (2016) Vol 16 No 3 (2016) Vol 16, No 3 (2016) Vol 16 No 2 (2016) Vol 16, No 2 (2016) Vol 16, No 1 (2016) Vol 16 No 1 (2016) Vol 15 No 3 (2015) Vol 15, No 3 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol 15 No 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15 No 1 (2015) Vol 14, No 3 (2014) Vol 14 No 3 (2014) Vol 14, No 2 (2014) Vol 14 No 2 (2014) Vol 14 No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol 13 No 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13 No 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 13 No 1 (2013) Vol 12 No 3 (2012) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12 No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12 No 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11 No 3 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11 No 2 (2011) Vol 11 No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10 No 3 (2010) Vol 10, No 3 (2010) Vol 10 No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10 No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) More Issue