cover
Contact Name
Cecilia Soeriawidjaja
Contact Email
cecilia.soeriawidjaja@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.fkg@unpad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
ISSN : 08546002     EISSN : 25496514     DOI : -
Core Subject : Health,
Bidang cakupan Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran adalah semua bidang ilmu kedokteran gigi, yaitu biologi oral; ilmu dan teknologi material gigi; bedah mulut dan maksilofasial; pedodonsia; ilmu kesehatan gigi masyarakat, epidemiologi, dan ilmu kedokteran gigi pencegahan; konservasi gigi, endodontik, dan kedokteran gigi operatif; periodonsia; prostodonsia; ortodonsia; ilmu penyakit mulut; radiologi kedokteran gigi dan maksilofasial; serta perkembangan dan ilmu kedokteran gigi dari pendekatan ilmu lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 503 Documents
Pengaruh penambahan nanoselulosa serat bambu betung pada bahan basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas terhadap kekuatan impak: studi eksperimental laboratoris Simanjuntak, Ribka Zonalia; Dahar, Eddy
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 38, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkg.v38i1.62466

Abstract

Introduction: Resin Heat-polymerized acrylic resin is commonly used to fabricate denture bases; however, it has several disadvantages, including low impact strength, which makes it more susceptible to fracture. This limitation may be addressed by adding betung bamboo fiber nanocellulose as a reinforcing material. Nanocellulose has smaller particle sizes and greater homogeneity. This study aimed to analyze the effect of adding betung bamboo fiber nanocellulose at concentrations of 0.5%, 0.75%, and 1% to heat-polymerized acrylic resin denture bases on impact strength. Methods: This was an experimental laboratory study. Heat-polymerized acrylic resin denture base specimens without added betung bamboo fiber nanocellulose served as the control group (Group A). Specimens with 0.5% (Group B), 0.75% (Group C), and 1% (Group D) betung bamboo fiber nanocellulose served as the treatment groups. A total of 32 specimens measuring 65 × 10 × 2.5 mm were prepared using a brass metal mold. The specimens were tested using the Charpy impact test to determine impact strength. Results: The mean ± standard deviation impact strength values were 9.99 ± 1.63 × 10⁻³ J/mm² for Group A, 12.05 ± 0.84 × 10⁻³ J/mm² for Group B, 13.8 ± 0.75 × 10⁻³ J/mm² for Group C, and 14.58 ± 0.88 × 10⁻³ J/mm² for Group D. One-way ANOVA showed a significant difference (p=0.0001; p<0.05), and the LSD test also showed a significant difference (p=0.0001; p<0.05). Conclusion: The addition of betung bamboo fiber nanocellulose to heat-polymerized acrylic resin denture base material had a significant effect on impact strength.Perbedaan efek penambahan nanoselulosa serat bambu betung pada bahan basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas terhadap kekuatan impak: studi eksperimentalPendahuluan: Resin akrilik polimerisasi panas sering digunakan untuk membuat basis gigi tiruan, namun RAPP memiliki kekurangan diantaranya kekuatan impak yang rendah sehingga lebih mudah terjadi fraktur. Hal ini dapat diatasi dengan menambahkan bahan penguat nanoselulosa serat bambu betung. Nanoselulosa memiliki ukuran partikel yang lebih kecil serta memiliki homogenitas yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan efek penambahan nanoselulosa serat bambu betung dengan konsentrasi 0,5%, 0,75%, dan 1% pada basis gigi tiruan RAPP terhadap kekuatan impak. Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratoris. Penelitian ini dilakukan pada sampel basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas dengan kelompok tanpa penambahan nanoselulosa serat bambu betung sebagai kelompok kontrol (kelompok A) dan dengan penambahan nanoselulosa serat bambu betung 0,5% (kelompok B), 0,75% (kelompok C) dan 1% (kelompok D) sebagai kelompok perlakuan. Sampel dibuat dengan ukuran 65×10×2,5 mm sebanyak 32 sampel, dan berbentuk logam kuningan. Sampel diuji dengan Uji impak charpy untuk menganalisis nilai kekuatan impak. Hasil: Nilai rata-rata dan standar deviasi kekuatan impak pada kelompok A sebesar 9,99 ± 1,63 x 10-3 J/mm2, kelompok B sebesar 12,05 ± 0,84 x 10-3 J/mm2, kelompok C sebesar 13,8 ± 0,75 x 10-3 J/mm2 dan kelompok D sebesar 14,58 ± 0,88 x 10-3 J/mm2. Hasil uji ANOVA satu arah diperoleh nilai signifikansi p=0,0001 (p<0,05) dan uji LSD yang signifikan dengan nilai p = 0,0001 (p<0.05). Simpulan: Terdapat perbedaan efek penambahan nanoselulosa serat bambu betung pada bahan basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas terhadap kekuatan impak.
Management of a previously treated trauma induced discolored tooth with inadequate root canal obturation: case report Haryanto, Viola Shelvannia; Iskandar, Bernard Ongkie; Stefani, Rosita; Lay, Sammy Henry
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 38, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkg.v38i1.58377

Abstract

Introduction: The goal of endodontic treatment is to obtain a three-dimensional seal, which relies on the proper preparation and obturation of the root canal system. One of the most common complications that occur during instrumentation is the formation of endodontic ledges, which can potentially lead to poor treatment outcomes. The procedure of bypassing a ledge in endodontic treatment, followed by intracoronal bleaching, is an option for improving the aesthetics of a discolored tooth. This case report aimed to present management of previously treated trauma induced discolored tooth with inadequate root canal obturation. Case report: A 24-year-old male presented with discoloration of the maxillary right central incisor. Radiographic examination revealed improper obturation, and the presence of a ledge was suspected. After complete removal of the previous root filling material, a pre-curved K-file #8 was used to negotiate the physiologic terminus until the tip of the file reached the original canal. Glide path preparation was then performed. A new working length was measured, followed by biomechanical preparation and obturation. After a three-dimensional seal was successfully obtained, intracoronal bleaching was performed. After satisfactory shade matching was achieved, both maxillary central incisors were restored. Conclusion: Initial canal negotiation with hand files is recommended and essential to avoid further procedural errors during root canal preparation, thereby facilitating disinfection to the apical terminus and contributing to improved endodontic treatment outcomes.Manajemen perawatan ulang saluran akar pada gigi diskolorasi karena trauma dengan obturasi inadekuat: laporan kasusPendahuluan: Perawatan endodontik bertujuan untuk mendapatkan kekedapan secara tiga dimensi yang bergantung pada preparasi dan obturasi saluran akar yang tepat. Salah satu komplikasi yang paling sering terjadi selama instrumentasi adalah terbentuknya ledge yang dapat menyebabkan hasil perawatan yang buruk. Prosedur melakukan bypass ledge pada saluran akar diikuti dengan bleaching intrakoronal adalah pilihan perawatan untuk meningkatkan estetika pada gigi diskolorasi. Laporan kasus ini bertujuan untuk memaparkan manajemen perawatan ulang saluran akar pada gigi yang mengalami diskolorasi akibat trauma dengan obturasi saluran akar yang inadekuat. Laporan Kasus: Seorang pasien pria berusia 24 tahun dengan keluhan perubahan warna pada gigi depan kanan rahang atas. Pada pemeriksaan radiografi, ditemukan obturasi inadekuat dan diasumsikan adanya ledge. Setelah semua bahan obturasi dibersihkan, pre-curved K-file #8 digunakan untuk menegosiasikan ujung fisiologis sampai ujung file masuk ke apical terminus, kemudian glide path dapat dilanjutkan. Diikuti oleh pengukuran panjang kerja, preparasi biomekanik, dan obturasi. Ketika kekedapan tiga dimensi telah diperoleh, bleaching intrakoronal dilakukan. Setelah warna telah sesuai, dua gigi insisivus sentral rahang atas direstorasi. Simpulan: Negosiasi saluran awal dengan hand file direkomendasikan untuk menghindari kesalahan prosedural lebih lanjut selama preparasi, sehingga memfasilitasi desinfeksi sampai ujung apikal dan meningkatkan keberhasilan perawatan endodontik.
The effect of toothpaste containing gambier (Uncaria gambir Roxb.) 10% extract on decreasing dental plaque index Tuzzahra, Aquila Haya; Puspa Dewi, Siti Rusdiana; Meiliyanawaty, Rina
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 38, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkg.v38i1.63633

Abstract

Introduction: Dental plaque is a major etiological factor in various oral diseases, including dental caries and periodontitis, which are highly prevalent in Indonesia. Toothbrushing can reduce dental plaque accumulation through mechanical and chemical mechanisms. Gambier (Uncaria gambir Roxb.) has potential as an antibacterial agent in toothpaste because it contains catechins and tannins, which exhibit bacteriolytic and bacteriostatic activities. This study aimed to determine the effect of toothpaste containing 10% gambier (Uncaria gambir Roxb.) extract on the dental plaque index. Methods: This experimental study employed a pretest-posttest control group design and was conducted from January to March 2023. Sixty dental students from Sriwijaya University participated. The subjects were divided into two groups: a gambier toothpaste group and a fluoride toothpaste control group, with 30 subjects in each group. The subjects underwent a 21-day toothbrushing adaptation period using the Bass technique, after which the pretest plaque index was measured. Subjects then brushed their teeth for 2 minutes with either gambier toothpaste or fluoride toothpaste and fasted for 4 hours before the posttest plaque index was measured. The plaque index was assessed using the Turesky modification of the Quigley-Hein Plaque Index. We analyzed the data using paired and independent t-tests. Result: Both groups showed a significant reduction in the dental plaque index (p < 0.05). The mean difference between the pretest and posttest plaque indices was 0.677 in the 10% gambier extract toothpaste group and 0.270 in the fluoride toothpaste control group. The reduction in the dental plaque index was significantly greater in the gambier toothpaste group than in the fluoride toothpaste control group (p < 0.05). Conclusion: Toothpaste containing 10% gambier (Uncaria gambir Roxb.) extract significantly reduced the dental plaque index and demonstrated greater plaque-reducing effectiveness than the fluoride toothpaste used as the control.Efek penggunaan pasta gigi ekstrak Gambir (Uncaria gambir Roxb.) 10% terhadap penurunan indeks plak gigi: studi eksperimentalPendahuluan: Plak gigi merupakan penyebab utama berbagai penyakit rongga mulut, seperti karies dan periodontitis, yang merupakan penyakit rongga mulut dengan prevalensi tertinggi di Indonesia. Menyikat gigi dengan pasta gigi dapat mengurangi akumulasi plak gigi melalui metode mekanis dan kimiawi. Gambir (Uncaria gambir Roxb.) berpotensi sebagai antibakteri pada pasta gigi karena memiliki kandungan utama katekin dan tanin, yang bersifat bakteriolisis dan bakteriostatik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek penggunaan pasta gigi ekstrak gambir (Uncaria gambir Roxb.) 10% terhadap penurunan indeks plak gigi. Metode: Penelitian eksperimental dengan desain pretest-postest with control group, dilaksanakan bulan Januari – Maret 2023, dengan subjek sebanyak 60 orang mahasiswa Kedokteran Gigi Universitas Sriwijaya. Subjek dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok pasta gigi gambir dan kelompok kontrol fluoride, dengan subjek sebanyak 30 orang untuk tiap kelompok. Subjek melakukan adaptasi cara menyikat gigi menggunakan teknik Bass selama 21 hari, lalu dilakukan pengukuran skor indeks plak pretest. Subjek menyikat gigi selama 2 menit menggunakan pasta gigi ekstrak gambir 10% atau fluoride, lalu berpuasa selama 4 jam sebelum dilakukan pengukuran skor indeks plak posttest. Skor indeks plak diukur menggunakan indeks plak Turesky-Glimore-Glickman modifikasi Quigley-Hein, dengan analisis data menggunakan uji t-test berpasangan & tidak berpasangan Hasil: Terdapat penurunan indeks plak gigi (p<0,05) pada kedua kelompok, dengan rerata penurunan 0,677 untuk kelompok pasta gigi gambir, dan 0,27 untuk kelompok pasta gigi kontrol fluoride. Penurunan indeks plak gigi pada kelompok pasta gigi gambir lebih besar dibandingkan dengan kelompok kontrol fluoride. Simpulan: Pasta gigi ekstrak gambir (Uncaria gambir Roxb.) 10% dapat menurunkan indeks plak gigi.