cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sistem Kesehatan
ISSN : 24608831     EISSN : 2460819X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sistem Kesehatan dibawah Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, merupakan sarana publikasi ilmiah yang terbit setiap empat bulan yang sudah memiliki nomor ISSN yang cetak maupun yang elektronik dengan nomor pISSN 2460-8831 dan eISSN 2460-819X. Terbitan pertama Jurnal Sistem kesehatan yaitu pada bulan September 2015. Jurnal Sistem Kesehatan menggunakan sistem peer review untuk seleksi artikel. Jurnal Sistem Kesehatan (JSK) dapat menerima artikel penelitian asli yang relevan pada bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat, Kedokteran Komunitas, Ilmu Kedokteran Keluarga/Kedokteran Layanan Primer (DLP), Manajemen Kesehatan dan berbagai artikel yang terkait dengan penguatan sistem kesehatan. Format artikel penelitian terdiri atas halaman judul, abstrak (Indonesia dan Inggris), pendahuluan (memuat latar belakang penelitian dan tujuan penelitian) metode, hasil, pembahasan (pembahasan, keterbatasan penelitian simpulan dan saran), dan daftar pustaka.
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
KONSEP PEMBUATAN OBAT TRADISIONAL YANG BAIK PADA PENGOBATAN TRADISIONAL DI PROVINSI JAWA BARAT guswan wiwaha; Diana Jasaputra; Niken Budiastuti; Sarifudin sarifudin
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 September 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.759 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v1i1.10337

Abstract

Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk mengatur pembuatan obat tradisional yang baik agar dapat menjamin pemanfaatannya di masyarakat. Perlu diketahui apakah pengobat tradisional yang juga membuat serta memperjualbelikan obat tradisional menguasai konsep pembuatan obat tradisional yang baik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menggali pengetahuan dasar dan ilmiah para pengobat tradisional yang selama ini menyediakan sendiri obat tradisional bagi pasien-pasiennya. Data yang dikumpulkan adalah data primer yang diperoleh dari focus groups discussion dengan responden pengobat tradisional dari eks-wilayah karesidenan Propinsi Jawa Barat yang ditentukan secara purposif. Hasil menunjukkan ada beberapa teknik pembuatan obat tradisional yang dijalankan tidak sesuai dengan Pedoman Pembuatan Obat Tradisional yang Baik. Disimpulkan bahwa masih ada penguasaan konsep pengobat tradisional yang salah mengenai pembuatan obat tradisional, untuk itu mereka harus dilibatkan dalam sosialisasi cara pembuatan obat yang baik.Kata kunci: pengobat tradisional, obat tradisional, cara pembuatan
Pengaruh Penggunaan Hypothermic Baby Blanket Dalam Meningkatkan Dan Menstabilkan Suhu Tubuh BBLR di RSU Dr. Slamet Garut Aam Maryamah; Ardini Saptaningsih Raksanagara; Adjat Sedjati Rasyad; Hidayat Wijayanegara; Herry Garna; Ma'mun Sutisna
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 September 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.012 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v5i1.23925

Abstract

Bayi berat lahir rendah  (BBLR) merupakan bayi dengan kondisi berat badan saat lahir <2.500 gram tanpa memandang umur kehamilan yang meliputi prematur murni, bayi small for date dan bayi dengan intra uterine growth retardation yang berisiko mengalami hipotermia dan menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan hypothermic baby blanket dalam meningkatkan dan menstabilkan suhu tubuh BBLR di RSU dr. Slamet Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah randomize controlled trial dengan subjek penelitian bayi BBLR dengan berat badan 1.500‒2.500 gram dan  bayi tanpa masalah kesehatan serius dengan jumlah sampel 84 BBLR. Pengambilan sampel menggunakan  consecutive sampling sehingga diperoleh 42 BBLR kelompok intervensi dan 42 BBLR kelompok kontrol. Analisis berat badan, suhu ruang perawatan, dan suhu tubuh BBLR menggunakan Uji Mann-Whitney, sedangkan analisis pengaruh diolah dengan uji parametrik, yaitu uji T berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu tubuh BBLR 1 jam setelah penggunaan hypothermic baby blanket dibanding perawatan standar 36,350C ± 0,350C vs 35,770C± 0,770C(p=0,001) dan setelah 6 jam 37,260C± 1,780C vs 36.510C± 1.220C (p=0,001).Berdasarkan hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan hypothermic baby blanket dalam meningkatkan dan menstabilkan suhu tubuh BBLR di RSU dr. Slamet Garut.Kata kunci : Baju Plastik, BBLR, Hipotermia, Hypothermic Baby Blanket
Manifestasi Erupsi Alergi Obat Antiretroviral Pada Pasien HIV/AIDS di Klinik Teratai Rsup Dr. Hasan Sadikin Bandung Periode 2005 – 2014 Siska Armeinesya; Rasmia Rowawi; Muhammad Ersyad Hamda
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 September 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.647 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v4i1.19186

Abstract

Kasus human immunodeficiency virus/acquired immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS) telah menjadi masalah kesehatan dunia. High active antiretroviral therapy (HAART) telah menurunkan angka kematian dan kesakitan pada pasien HIV. Pasien HIV memilki risiko tinggi mengalami erupsi alergi obat dibandingkan masyarakat umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi manifestasi erupsi alergi obat ARV pada pasien HIV/AIDS periode 2005–2014 di Klinik Teratai RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan dari rekam medis pasien HIV/AIDS dengan erupsi alergi obat ARV di Klinik Teratai RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung tahun 2005–2014. Dalam penelitian ini didapatkan sebanyak 111 pasien HIV/AIDS mengalami erupsi alergi obat karena ARV. Erupsi alergi obat ARV banyak terjadi pada wanita (55%) dan pada rentang usia 20-29 tahun (55%). Jumlah CD4 pada pasien HIV/AIDS dengan erupsi alergi obat saat pertama kali terdiagnosis HIV terbanyak adalah <200 sel/mm3 (55%). Manifestasi kulit yang paling umum terjadi adalah ruam makulopapular (89,7%). Reaksi erupsi alergi obat umumnya disebabkan oleh nevirapin (82,5%). Dari penelitian ini didapatkan bahwa ruam makulopapular merupakan manifestasi erupsi alergi obat ARV yang paling sering muncul. Obat yang paling banyak ditemukan menyebabkan erupsi alergi obat adalah nevirapin. Kata kunci: erupsi alergi obat, HIV/AIDS, obat ARV
Gambaran Karakteristik Ibu Menyusui Tidak Memberikan Asi Eksklusif Di Desa Cikeruh Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang Tahun 2015 Silva Agustini Hanifah; Sri Astuti; Ari Indra Susanti
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 September 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.803 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v3i1.13960

Abstract

     Pemberian ASI banyak manfaatnya, baik untuk ibu maupun untuk bayinya, namun kecenderungan untuk ibu menyusui bayinya secara ekslusif masih rendah. Riset WHO pada tahun 2011 di seluruh dunia menyatakan kurang dari 40% bayi menyusu eksklusif. Rendahnya pemberian ASI ekslusif dapat disebabkan oleh faktor karakteristik, internal, dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik yang dapat menyebabkan ibu tidak memberikan ASI ekslusif di Desa Cikeruh pada bulan Agustus 2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Data yang diperoleh adalah data primer yang diperoleh dari kuesioner. Dengan sampel sebanyak 36 orang responden. Analisis statistik yang digunakan adalah univariat. Hasil penelitian ini adalah rendahnya pemberian ASI ekslusif oleh ibu menyusui berdasarkan karakteristik yaitu ibu berusia 20-35 tahun (80,6%), tidak bekerja (66,7%), multipara  (66,7%), motivasi ibu dalam menyusui (50%), ibu dengan pengetahuan kurang (41,7%), dukungan keluarga mengenai ASI eksklusif yang rendah (55,6%), dan waktu awal pemberian susu formula diberikan kepada bayi saat usia 0-1 bulan (91,7%). Simpulan penelitian ini adalah gambaran karakteristik ibu menyusui yang tidak memberikan ASI eksklusif yaitu usia ibu 20-35 tahun, dan waktu ibu memberikan susu formula saat bayi berusia 0-1 bulan.Kata Kunci : ASI eksklusif, ibu menyusui, karakteristik
Gambaran Lama Waktu Pelepasan Plasenta Dengan Manajemen Aktif Kala Iii Dan Masase Fundus Setelah Bayi Lahir Di Rsud Kelas B Kabupaten Subang Euis Sisca Alviani; Merry Wijaya; Irna Kurnia Aprilliani
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 3, No 4 (2018): Volume 3 Nomor 4 Juni 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.442 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v3i4.18496

Abstract

    Penyebab AKI di Indonesia yaitu perdarahan saat persalinan, MAK III terbukti mengurangi perdarahan, MAK III yaitu suntik oksitosin 1 menit setelah bayi lahir ketika tidak ada janin ke dua, penegangan tali pusat terkendali, masase fundus uteri setelah plasenta lahir, dengan MAK III dapat mengurangi perdarahan namun, penelitian lain menyebutkan masase fundus uteri sebelum plasenta lahir dapat mengurangi kehilangan darah, waktu pengeluaran plasenta berpengaruh terhadap pengeluaran darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui lamanya waktu pelepasan plasenta dengan MAK III dan masase fundus uteri setelah bayi lahir di RSUD Subang. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan secara Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling sebanyak 66 ibu bersalin di RSUD Subang dengan menggunakan lembar observasi dan dilaksanakan pada 29 April – 3 Juli 2015.   Hasil penelitian diperoleh gambaran lama waktu pelepasan plasenta dengan MAK III dari 33 responden 87,9% dan 33 responden masase fundus uteri 81,8% terbanyak dalam waktu <15 menit untuk usia, paritas yang dilakukan dengan MAK III <15 menit adalah usia 20-35 tahun 60,6% dan 2-4 (multipara) 48,4% untuk masase 20-35 tahun 36,3% dan 1 (primipara) 54,5%. Simpulan dari penelitian adalah lama pelepasan plasenta dengan MAK III dan masase fundus uteri setelah bayi lahir terbanyak <15 menit.Kata Kunci: Manajemen Aktif Kala III, Masase fundus uteri, Pelepasan Plasenta, Waktu
PENGARUH PERMAINAN KARTU KASUGI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA SISWA Kristyawan Sutriyanto; Ardini Septianingsih Raksanagara; Merry Wijaya
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 4 (2016): Volume 1 Nomor 4 Juni 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.005 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v1i4.12828

Abstract

Penyuluhan kesehatan dengan metode yang menarik dapat meningkatkan pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh permainan kartu Kasugi terhadap peningkatan pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa Sekolah Dasar. Metode penelitian menggunakan pendekatan Quasi Experimental dengan Non-Equivalent Control Group Design. Subyek penelitian adalah siswa kelas 5 sekolah dasar di Kabupaten Bandung Barat. Data kuantitatif diperoleh dari nilai pretest-posttest pada kelompok eksperimen yang mendapat permainan kartu Kasugi maupun kelompok kontrol dengan ceramah.  Hasil analisis dengan uji Repeated Anova menunjukkan terdapat perbedaan bermakna nilai pretest dan posttest pengetahuan setelah siswa mendapat 1 kali permainan kartu Kasugi (p=0,021) dengan kenaikan sebesar 0,62, setelah 2 kali permainan kartu Kasugi (p=0,001) dengan kenaikan 22,24, dan setelah 3 kali permainan kartu Kasugi (p=0,001) dengan kenaikan 32,40. Tidak terdapat perbedaan bermakna peningkatan pengetahuan antara siswa yang mendapat 3 kali permainan kartu Kasugi dengan siswa yang mendapat 3 kali ceramah (p=0,831). Penyuluhan kesehatan melalui permainan kartu Kasugi sebanyak 1 kali atau lebih berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa. Penyuluhan kesehatan melalui permainan kartu Kasugi sebanyak 3 kali berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat yang sama dengan siswa yang mendapatkan 3 kali penyuluhan kesehatan melalui metode ceramah.Kata Kunci: Kartu Kasugi, Pengetahuan, Permainan, PHBS
Gambaran Perilaku Masyarakat dalam Pencarian Pengobatan Infeksi Saluran Pernapasan Akut di Wilayah Kejadian Luar Biasa Avian Influenza Pada Unggas di Jawa Barat Tahun 2014 widyani rachim; kuswandewi Mutiara; Chrysanti Murad
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 September 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.01 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i1.10408

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi penyebab utama morbiditas pada anak di dunia, dengan insidensi sebesar 17% pertahun di Indonesia. Virus utama penyebab ISPA adalah virus Influenza, yang memiliki daya mutasi yang cepat dan dapat menyebabkan penyakit endemik seperti infeksi Avian Influenza. Cara masyarakat dalam mencari pengobatan berpengaruh terhadap morbiditas dan mortalitas penyakit ini, sehingga penting untuk diketahui agar dapat dilakukan intervensi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pemilihan pengobatan pada masyarakat dengan ISPA di daerah endemik Avian Influenza pada unggas. Penelitian ini menggunakan desain survey potong lintang deskriptif kuantitatif dengan wawancara menggunakan kuesioner. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder pada penelitian di Kabupaten Indramayu dan Majalengka bulan Juli-Desember 2014. Pola pengobatan responden sangat bervariasi. Lebih dari setengah responden (50-70%) memilih mengobati sendiri penyakit mereka dan ke tenaga medis saat penyakit tidak sembuh atau gejala yang dirasakan berat. Pengobatan tahap pertama yang paling banyak dipilih adalah pengobatan sendiri menggunakan obat bebas. Sebagian besar (±80%) mengakhiri pengobatan setelah menemui tenaga medis. Tidak terdapat perbedaan dalam pola pengobatan antar kategori umur balita, anak, dan dewasa. Faktor yang mempengaruhi pemilihan pengobatan antara lain faktor biaya, jarak, dan kondisi sakit keluarga.Kata Kunci. Avian Influenza, Infeksi Saluran Pernapasan Akut, pola pencarian pengobatan.
Determinan Kepemilikan Sumber Air Minum Rumah Tangga di Jawa Barat (Analisis Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 2012) Pipit Herawati; Kurnia Wahyudi; Irvan Afriandi
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3 Maret 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.064 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v3i3.16988

Abstract

Kekurangan air bersih merupakan salah satu faktor munculnya penyakit diare yang menjadi penyebab terbesar kedua terhadap kematian anak di bawah usia lima tahun. Terdapat banyak faktor yang memengaruhi kepemilikan sumber air bersih yang digunakan. Penelitian ini menggunakan data sekunder Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 di wilayah Provinsi Jawa Barat (n= 2.264) yang diperoleh secara umum melalui situs resmi DHS. Data yang digunakan merupakan data nominal dan ordinal, Beberapa variabel dikategorisasi ulang, kemudian seluruh variabel dianalisis menggunakan regresi logistik. Hasil yang didapatkan, variabel yang memiliki hubungan signifikan dengan kepemilikan SAM yang aman adalah jenis permukiman, jenis fasilitas sanitasi, pendidikan terakhir KK dan indeks kekayaan keluarga. Disamping itu, masih ditemukan disparitas antara rumah tangga yang tinggal di perkotaan dan pedesaan, di perkotaan masyarakat lebih mudah mengakses sumber air minum (SAM) yang aman sebesar 2 kali dibandingkan dengan masyarakat yang tinggal di pedesaan [AOR=1,97(IK 95% 1,53;2,53)]. Hasil penelitian ini mendapatkan informasi bahwa Indeks kekayaan keluarga dan pendidikan memiliki hubungan yang positif dengan kepemilikan SAM. Semakin tinggi indeks kekayaan keluarga semakin dapat mengakses SAM yang aman.Kata Kunci : Air Minum, Diare, Sanitasi, SDKI.
Analisis Sensorik Dengan Model Rasch Dan Standarisasi Nilai Gizi Makanan Selingan Berbasis Pangan Lokal Dedeh Dedeh; Dewi Marhaeni Diah; Lulu Eva Rakhmilla
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3 Maret 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.179 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i3.11957

Abstract

Makanan selingan merupakan bagian dari pemberian makanan selama dirawat. Makanan berfungsi untuk menunjang perbaikan kondisi kesehatan pasien sehingga dibutuhkan variasi supaya tidak membosankan, dapat mengurangi terjadinya sisa makanan dan dapat meningkatkan asupan. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya terima makanan selingan berbasis pangan lokal dan menyusun standar nilai gizi makanan selingan yang dihasilkan. Metode penelitian menggunakan pendekatan cross sectional dengan subyek penelitian adalah  17 orang ahli gizi dan 16 orang pasien gagal ginjal kronik yang diambil secara consecutive addmission di instalasi gizi dan di ruang rawat RSUP dr Hasan Sadikin pada bulan Januari 2016. Data kuantitatif hasil uji organoleptik/ sensorik dianalisis dengan Rasch Model dan standarisasi nilai gizi menggunakan software nutrisurvey. Hasil analisis Multi Facet Rasch Measurement menunjukkan dari 12 macam makanan selingan berbasis pangan lokal diperoleh 8 makanan selingan berbasis pangan lokal yang dapat diterima oleh ahli gizi maupun oleh pasien gagal ginjal kronik dari seluruh aspek yang dinilai yaitu rasa,warna/ penampilan, aroma,tekstur dan besar porsi. Hasil analisis uji t-independent menunjukkan terdapat perbedaan bermakna uji sensorik makanan selingan berbasis pangan lokal oleh ahli gizi dan oleh pasien gagal ginjal kronik (p=0,003). Nilai kalori makanan selingan ada pada kisaran 95 kkal sampai 125 kkal sehingga dapat digunakan untuk penyediaan snack di rumah sakit.Kata Kunci: evaluasi sensorik, pangan lokal, rasch model.
Perbandingan Kepuasan Pasien Eks ASKES dan Non-ASKES di Puskesmas Pada Implementasi Jaminan Kesehatan Nasional nastiti yusrin husnati; Elsa Pudji Setiawati; Deni Sunjaya
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 3 (2016): Volume 1 Nomor 3 Maret 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.735 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v1i3.10361

Abstract

Perubahan yang terjadi pada Sistem Kesehatan Nasional sejak diberlakukannya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan dampak terhadap penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Salah satu tujuan adanya JKN adalah memberikan layanan kesehatan yang bermutu tanpa adanya risiko finansial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kepuasan pasien eks ASKES dan non-ASKES terhadap pelayanan puskesmas. Desain penelitian ini adalah kuantitatif,  cross-sectional. Populasi adalah pasien eks ASKES dan non-ASKES yang berobat di puskesmas Kota Bandung. Ukuran sampel 90 pasien eks ASKES dan 90 pasien non-ASKES. Teknik pengambilan sampel dengan consecutive sampling, menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Kepuasan pasien diukur menggunakan variabel lima dimensi mutu yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Sebagian besar (72,2%) pasien eks ASKES maupun non-ASKES (80%) menyatakan tidak puas terhadap pelayanan di puskesmas. Ditinjau dari dimensi mutu, tidak terdapat perbedaan bermakna pada tangible, reliability, responsiveness antara pasien eks ASKES dan non-ASKES. Pada dimensi assurance dan empathy terdapat perbedaan bermakna antara pasien eks ASKES dan non-ASKES, pasien eks ASKES lebih puas dibanding pasien non-ASKES. Mutu pelayanan puskesmas pada masa implementasi Jaminan JKN masih rendah karena sebagian besar pasien eks ASKES dan non-ASKES merasa tidak puas. Ketidakpuasan terbesar terdapat pada dimensi tangible, diikuti oleh reliability, responsiveness, assurance, dan empathy.Katakunci: Jaminan Kesehatan Nasional, kepuasan, puskesmas

Filter by Year

2015 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2021): Volume 6 Nomor 2 Desember 2021 Vol 6, No 1 (2021): Volume 6 Nomor 1 September 2021 Vol 5, No 4 (2020): Volume 5 Nomor 4 Juni 2020 Vol 5, No 3 (2020): Volume 5 Nomor 3 Maret 2020 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 Desember 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 September 2019 Vol 4, No 4 (2019): Volume 4 Nomor 4 Juni 2019 Vol 4, No 3 (2019): Volume 4 Nomor 3 Maret 2019 Vol 4, No 2 (2018): Volume 4 Nomor 2 Desember 2018 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 September 2018 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 September 2018 Vol 3, No 4 (2018): Volume 3 Nomor 4 Juni 2018 Vol 3, No 4 (2018): Volume 3 Nomor 4 Juni 2018 Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3 Maret 2018 Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3 Maret 2018 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Desember 2017 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Desember 2017 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 September 2017 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 September 2017 Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4 Juni 2017 Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4 Juni 2017 Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3 Maret 2017 Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3 Maret 2017 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Desember 2016 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Desember 2016 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 September 2016 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 September 2016 Vol 1, No 4 (2016): Volume 1 Nomor 4 Juni 2016 Vol 1, No 4 (2016): Volume 1 Nomor 4 Juni 2016 Vol 1, No 3 (2016): Volume 1 Nomor 3 Maret 2016 Vol 1, No 3 (2016): Volume 1 Nomor 3 Maret 2016 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Desember 2015 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Desember 2015 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 September 2015 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 September 2015 More Issue