cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sistem Kesehatan
ISSN : 24608831     EISSN : 2460819X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sistem Kesehatan dibawah Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, merupakan sarana publikasi ilmiah yang terbit setiap empat bulan yang sudah memiliki nomor ISSN yang cetak maupun yang elektronik dengan nomor pISSN 2460-8831 dan eISSN 2460-819X. Terbitan pertama Jurnal Sistem kesehatan yaitu pada bulan September 2015. Jurnal Sistem Kesehatan menggunakan sistem peer review untuk seleksi artikel. Jurnal Sistem Kesehatan (JSK) dapat menerima artikel penelitian asli yang relevan pada bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat, Kedokteran Komunitas, Ilmu Kedokteran Keluarga/Kedokteran Layanan Primer (DLP), Manajemen Kesehatan dan berbagai artikel yang terkait dengan penguatan sistem kesehatan. Format artikel penelitian terdiri atas halaman judul, abstrak (Indonesia dan Inggris), pendahuluan (memuat latar belakang penelitian dan tujuan penelitian) metode, hasil, pembahasan (pembahasan, keterbatasan penelitian simpulan dan saran), dan daftar pustaka.
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
Perbandingan Pengaruh Ikat Pinggang Relaksasi Dengan Kompres Air Hangat Dalam Menurunkan Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Arsita Pratiwi; Ardini Saptaningsih Raksanagara; Herri Sastramihardja; Hidayat Wijayanegara; Ma'mun Sutisna; Roni Rowawi
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 Desember 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v5i2.25657

Abstract

Nyeri persalinan merupakan sumber ketidaknyamanan selama melahirkan, sehingga menghasilkan tingkat rasa sakit yang sering melebihi batas ketahanan fisik. Tujuan penelitian menganalisis perbandingan pengaruh ikat pinggang relaksasi dengan kompres air hangat dalam menurunkan nyeri persalinan kala I fase aktif. Metode penelitian quasi experiment dengan rancangan penelitian pretest posttest control group design dengan sampel 80 ibu bersalin kala I fase aktif primigravida. Penelitian dilaksanakan bulan November sampai Desember 2018. Teknik pengambilan sampel non probability sampling secara consecutive sampling  dengan 40 responden kelompok intervensi (ikat pinggang relaksasi) dan 40 responden kelompok kontrol (kompres air hangat). Analisis karakteristik responden menggunakan uji Shapiro Wilk, perbedaan skor skala nyeri menggunakan uji Wilcoxon. perbandingan perbedaan rerata dua kelompok menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian nilai rerata kelompok intervensi 34,40 dan rerata kelompok kontrol 46,60 terdapat perbedaan skala nyeri persalinan kala I dimana kelompok intervensi skor penurunan nyeri 39,6% dengan kenyamanan 100% dan kelompok kontrol skor penurunan nyeri 29,8% dengan kenyamanan 87,5%. Nilai Z -2,763, nilai P 0,006 <  0,05 maka terdapat perbedaan pengaruh kelompok intervensi dengan kelompok kontrol dalam menurunkan nyeri persalinan kala I fase aktif. Simpulan penelitian ini ikat pinggang relaksasi lebih baik dibanding dengan kompres air hangat dalam menurunkan nyeri persalinan kala I fase Aktif.Kata kunci : Ikat Pinggang Relaksasi, Kompres Air Hangat, Nyeri Persalinan, Kala I Fase Aktif
Penatalaksanaan Angiofibroma Nasofaring Belia di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung I Putu Aditya Bawa; Yussy Afriani Dewi; Nur Akbar Aroeman
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 Desember 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v5i2.25662

Abstract

Angiofibroma nasofaring belia (ANB) merupakan tumor yang bersifat jinak secara histologis, namun ganas secara klinis. Sampai saat ini penatalaksanaan utama ANB adalah dengan pembedahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penatalaksanaan ANB di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung periode 2011-2017. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dan bersifat potong lintang menggunakan data rekam medik pasien rawat inap dengan diagnosis ANB pada periode tahun 2011-2017. Dalam rentang waktu tersebut didapatkan jumlah 87 sampel. Data rekam medik yang diambil antara lain usia, jenis kelamin, stadium, keluhan utama, dan jenis penatalaksanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 98,8% sampel berjenis kelamin laki-laki, dan 96,6% sampel berusia 10-20 tahun. Stadium ANB terbanyak yang ditemukan merupakan stadium IIB (40,2%). Tahap perioperatif yang terbanyak dilakukan adalah embolisasi (72,4%), dan tahap operatif yang terbanyak dilakukan adalah teknik transpalatal (90,8%). Tatalaksana pembedahan ANB di RSHS dilakukan dengan embolisasi sebagai tahap perioperatif dan teknik transpalatal sebagai tahap operatif. Kata kunci: Angiofibroma nasofaring belia, embolisasi, stadium, transpalatal.
Pengaruh Penerapan Pra Rujukan Menggunakan Lembar Balik Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Bidan Dalam Deteksi Dini Risiko Tinggi Maternal Di Beberapa Puskesmas Kabupaten Subang Fatmawati Karim; Suryani Soepardan; Sri Komalaningsih; Hidayat Wijayanegara; Herri Sastramihardja; Roni Rowawi
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 Desember 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v5i2.25658

Abstract

Upaya penurunan angka kematian ibu (AKI) sudah dilakukan seoptimal mungkin oleh tenaga kesehatan seperti upaya peningkatan kualitas pelayanan, cakupan layanan, pemantapan kerjasama lintas program maupun lintas sektoral sampai dengan peningkatan kapasitas manajemen pengelola program. Rasio kematian Ibu di Indonesia tahun 2015, 305 per 100.000 kelahiran hidup. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan pra rujukan menggunakan lembar balik terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap bidan dalam deteksi dini risiko tinggi maternal. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pretest postest control group design untuk menganalisis penggunaan lembar balik pra rujukan maternal. Subjek penelitian adalah bidan di wilayah kerja Puskesmas Legonkulon dan Puskesmas Binong sebanyak 100 bidan yang terdiri dari 50 kelompok intervensi dan 50 kelompok kontrol. Uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov, selanjutnya karena data distribusi tidak normal maka digunakan uji Wilcoxon. Pada kelompok intervensi setelah perlakuan menggunakan lembar balik terdapat peningkatan pengetahuan (p=0,001), peningkatan sikap (p=0,001) dan kelompok kontrol menggunakan buku KIA  terdapat peningkatan pengetahuan   (p=0,019), dan peningkatan sikap (p=0,001). Simpulan menunjukan terdapat pengaruh pra rujukan menggunakan lembar balik terhadap pengetahuan dan sikap dengan nilai p=0,001.Kata Kunci: Lembar balik pra rujukan,  pengetahuan, sikap bidan
Evaluasi Pascaimplantasi Koklea di Bandung Roland Lallo Mangontan; Lina Lasminingrum; Sally Mahdiani
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 Desember 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v5i2.25665

Abstract

Implantasi koklea adalah terobosan dalam bidang kedokteran untuk tatalaksana gangguan dengar sensorineural derajat berat atau sangat berat. Pasien dengan implan koklea dilakukan evaluasi sebelum dan sesudah implantasi koklea dengan tujuan menilai perkembangan kemampuan komunikasi. Evaluasi pascaimplantasi koklea dapat dilakukan dengan berbagai metode, diantaranya Categories of Auditory Performance (CAP)-II dan Free Field Test (FFT). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hasil evaluasi pasien pascaimplantasi koklea di Bandung periode Januari 2012-Desember 2016. Penelitian dilakukan secara deskriptif dari pasien yang dilakukan implantasi koklea di Bandung periode Januari 2012-Desember 2016. Pasien dilakukan evaluasi menggunakan metode Categories of Auditory Performance-II sesuai usia dan lama penggunaan alat serta Free Field Test. 34 pasien telah dilakukan implantasi koklea: 11 pasien (32,3%) bilateral, 23 pasien (67,6 %) unilateral, 22 pasien (64,7%) dilakukan evaluasi dengan CAP-II, 9 pasien (26,4%) dilakukan evaluasi dengan FFT, 3 pasien (8,8%) tidak mengikuti evaluasi CAP-II ataupun FFT, 22 pasien (100%) mengalami peningkatan level CAP-II setelah penggunaan implan koklea. 9 pasien (100%) memberikan respon pada FFT setelah pemakaian implan koklea. Usia, lama penggunaan implan dan gangguan kongenital penyerta lain merupakan faktor penting yang mempengaruhi hasil CAP-II. Respon pada FFT juga muncul setelah penggunaan implan koklea.Kata kunci: CAP, FFT, implantasi koklea.
EFEKTIVITAS KANTUNG PENAMPUNG DARAH DIBANDINGKAN DENGAN ALAT PENAMPUNG DARAH KONVENSIONAL DALAM UPAYA PENAMPUNGAN DARAH PADA PERSALINAN Anita Fitriaturohmah; Ruswana Anwar; Ma&#039;mun Sutisna; Hidayat Wijayanegara; Adjat Sedjati Rasyad; Herri Sastramihardja
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 Desember 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v5i2.25659

Abstract

World Health Organization mendefinisikan perdarahan pascasalin yaitu ≥ 500 mL pada persalinan normal, pengukuran jumlah darah pada proses persalinan sangat sulit dilakukan, karena belum terdapat alat yang tepat untuk menampung jumlah darah pada proses persalinan. Kantung penampung darah merupakan alternatif alat untuk menampung jumlah darah lebih akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas kantong penampung darah dibandingkan dengan alat konvensional. Metode penelitian menggunakan Quasi Experiment dengan rancangan penelitian posttest only with two group design untuk melihat hasil observasi keefektifan dan kepraktisan alat. Subjek I penelitian adalah ibu bersalin yang melahirkan di ruang ponek RSUD Kelas B Kabupaten Subang sebanyak 60 responden dan subjek II penelitian ini adalah bidan yang bertugas di ruang ponek RSUD Kelas B Kabupaten Subang. Hasil penelitian menunjukan rata-rata jumlah darah yang ditampung oleh kantung penampung darah pada persalinan normal yaitu, sebanyak 360.6 mL sedangkan dengan cara konvensional rata-rata 214.5 mL. Simpulan, Penggunaan kantong penampung darah lebih efektif secara signifikan dibandingkan dengan alat konvensional dengan Nilai p-value 0,000 < 0,05.Kata kunci: Efektivitas, Kantung penampung darah, Kepraktisan, Penggunaan alat konvensional
Pengaruh Ekstrak Air Kunyit Putih (Curcuma Zedoaria Roscoe) Pada Pengurangan Dismenore Primer Dewi Nawang Sari; Ruswana Anwar; Adjat Sedjati Rasyad; Hidayat Wijayanegara; Hadi Supriadi; Achmad Suardi
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 5, No 3 (2020): Volume 5 Nomor 3 Maret 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v5i3.28771

Abstract

 Dismenore primer merupakan keluhan ginekologi yang sering memengaruhi menstruasi perempuan. Penemuan pengobatan yang lebih sederhana sangat diperlukan seperti produk herbal kunyit putih (Curcuma Zedoaria Roscoe) yang diketahui memiliki kandungan minyak atsiri.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh ekstrak air kunyit putih (Curcuma Zedoaria Roscoe) pada pengurangan nyeri dismenore primer. Subyek penelitian ini adalah mahasiswi tingkat 1 dan 2 Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Respati Indonesia dengan dismenore primer yang berjumlah 37 orang. Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi eksperimen dengan desain one group pre-test post test, dilaksanakan di Cipayung, Jakarta Timur pada bulan Juni-Juli 2019. Data diolah dengan uji parametik paired t test dan uji non parametik Wilcoxon.        Hasil penelitian terdapat pengaruh yang bermakna derajat dismenore sebelum dan sesudah diberikan ekstrak air kunyit putih (p<0,05). Derajat nyeri sebelum dan sesudah pemberian ekstrak air kunyit putih yang pertama adalah 4.700±1,244 vs 3.620±1,341 (p=0,003), derajat nyeri sebelum dan sesudah pemberian ekstrak air kunyit putih yang kedua adalah 4.700±1,244 vs 2.350±1,358 (p=0,000).Simpulan penelitian ini menyebutkan bahwa ekstrak air kunyit putih efektif dalam menangani nyeri dismenore primer, oleh karena itu dapat dijadikan salah satu alternatif dalam penatalaksanaan dismenore primer.Kata Kunci: Dismenore , Ekstrak Air, NRS, Remaja.
Penerapan Precision medicine pada Rinitis Alergi di Poliklinik T.H.T.K.L. RS Dr. Hasan Sadikin Bandung Pudyastuti Rachyanti; Teti Madiadipoera; Arif Dermawan; Sally Mahdiani
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 5, No 4 (2020): Volume 5 Nomor 4 Juni 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v5i4.31283

Abstract

Rinitis alergi adalah suatu proses inflamasi pada mukosa hidung yang diperantarai oleh imunoglobulin E (IgE) setelah pajanan alergen. Gejalanya terdiri dari hidung tersumbat, hidung berair, hidung gatal dan bersin. Saat ini paradigma baru dalam perawatan medis adalah precision medicine yang terdiri dari 4 prinsip yaitu penatalaksanaan secara personal, prediksi kesuksesan, pencegahan perkembangan penyakit serta partisipasi pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil penerapan precision medicine pada rinitis alergi dengan melakukan penelitian observasional  retrospektif pada 120 pasien rinitis alergi di Poliklinik Rinologi-Alergi Departemen/KSM Ilmu Kesehatan T.H.T.K.L. RS Dr. Hasan Sadikin, periode 1 Januari 2017 – 31  Desember 2017. Diagnosis berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dengan nasoendoskopi, pemeriksaan penunjang berupa tes kulit tusuk dengan ekstrak alergen ALK-Abello, penilaian kualitas hidup dengan rhinoconjuctivitis quality of life questionaire (RQLQ). Penerapan precision medicine dinilai berdasarkan penegakan diagnosis dan tatalaksana per individu, pengukuran nilai skala analog visual total gejala hidung dan kepatuhan pasien kontrol. Efektivitas pengobatan pada rinitis alergi dinilai setelah pengobatan selama 4 minggu. Penerapan precision medicine diperoleh hasil bahwa rinitis alergi terkontrol dan tidak terkontrol sesuai skala analog visual total gejala hidung adalah sebesar 71,7% dan 28,3%, serta angka kepatuhan pasien kontrol adalah 100%. Didapatkan kesimpulan bahwa penerapan precision medicine pada rinitis alergi menghasilkan efektivitas yang baik.Kata Kunci: Precision medicine Rinitis alergi, Skala analog visual.
Gambaran Malnutrisi Pasien Anak Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung Periode Agustus 2019 Syifa Rahma Septiani; Dida Akhmad Gurnida; Siska Wiramihardja
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 5, No 3 (2020): Volume 5 Nomor 3 Maret 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v5i3.28765

Abstract

Kondisi malnutrisi pada pasien anak yang menjalani rawat inap turut berkontribusi dalam peningkatan morbiditas, mortalitas, lama perawatan, serta biaya kesehatan.Hal ini akan berdampak pada pasien dan sistem kesehatan. Tujuan penelitian adalah mengetahui gambaran malnutrisi pasien anak di ruang rawat inap RSUP Dr. Hasan Sadikin. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif potong lintang yang dilaksanakan pada periode Agustus 2019 di ruang rawat inap Kenanga RSHS Bandung terhadap 168 pasien anak. Kriteria inklusi penelitian ini adalah pasien anak yang menjalani rawat inap pada periode Agustus 2019 dan dieksklusi pada pasien dengan penyakit hemato-onkologi. Data sekunder berat badan dan tinggi badan anak akan diplot dalam kurva pertumbuhan menggunakan aplikasi WHO Anthro. Hasil penelitian menunjukkan proporsi malnutrisi pasien usia 1- 5 tahun mencakup 47,9% dan pasien usia 5-10 tahun mencakup 40,8%. Proporsi malnutrisi tertinggi berasal dari pasien dengan penyakit metabolik, neurologi, dan infeksi. Pasien malnutrisi lebih banyak ditemukan pada pasien dengan durasi rawat inap >7 hari (47,3%) dibandingkan pasien dengan durasi rawat inap  ≤7 hari (40,5%). Kondisi malnutrisi anak di RS pusat rujukan memiliki proporsi tinggi, terutama yang memiliki underlying disease dan masa rawat inap lebih lama.Kata Kunci: Malnutrisi Rumah Sakit, Sistem Kesehatan, Status Gizi Anak
Hubungan Shift Kerja Dengan Tingkat Kelelahan Pada Cleaning Service Di Terminal 2d Bandar Udara Soekarno-Hatta Asmani Asmani; Ardini Saptaningsih Raksanagara; Siska Wiramihardja
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 5, No 4 (2020): Volume 5 Nomor 4 Juni 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v5i4.31288

Abstract

Perkembangan jumlah tenaga kerja terus meningkat, jumlah tersebut harus diimbangi dengan penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja dengan tujuan mencegah angka kelelahan kerja. Kelelahan bagi setiap pekerja dapat bersifat objektif dan subyektif. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif untuk mengetahui hubungan shift kerja dengan tingkat kelelahan. Jumlah sampel sebanyak 30 orang responden cleaning sevice di Terminal 2D  Bandar Udara Soekarno Hatta Tahun 2019, dengan menggunakan metode purposive sampling, pengukuran tingkat kelelahan subjektif dengan KAUPK2 (Kuesioner Alat Ukur Perasaan Kelelahan Kerja) dan kelelahan objektif dengan digital reaction timer. Untuk analisa hubungan menggunakan olah data SPSS metode chi-square. Hasil penelitian menunjukan signifikan dengan nilai kelelahan subjektif (p< 0,01) dan nilai kelelahan objektif (P< 0,024). Pada masing-masing shift kerja mempunyai tingkat kelelahan yang berbeda, dengan mengetahui tingkat kelelahan diharapkan pekerja di terminal 2D dapat mengantisipasi kelelahan nya secara efektif dengan pengaturan giliran kerja, memberikan durasi waktu kerja lebih pendek pada shift III, dan memberikan waktu libur lebih panjang.Kata kunci: Shift kerja; Tingkat kelelahan cleaning service Bandar Udara
Perbandingan Efektivitas Terapi Akupresur Sanyinjiao Point Dengan Teknik Relaksasi Nafas Dalam Untuk Menurunkan Nyeri Menstruasi Pada Putri Remaja Di Pesantren Asshiddiqiyah 3 Karawang Widia Natalia; Sri Komalaningsih; Osman Syarief; Firman Wirakusumah; Achmad Suardi
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 5, No 3 (2020): Volume 5 Nomor 3 Maret 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v5i3.28772

Abstract

Angka kejadian dismenore di dunia sangat besar yaitu 60%-90% perempuan di setiap negara mengalami dismenore dan berdampak pada remaja usia sekolah yang  menyebabkan terganggunya aktivitas sehari-hari. Jika seorang siswi mengalami dismenore, aktivitas belajar siswi di sekolah terganggu dan tak jarang hal ini membuat mereka tidak masuk sekolah. Selain itu kualitas hidup remaja menurun. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis terapi akupresur lebih efektif dibandingkan teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan tingkat nyeri haid (dismenore) primer pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi eksperimental dengan two group comparasion pre-post test design. Subjek penelitian yaitu remaja putri yang mengalami dismenore primer sebanyak 78 orang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok terapi akupresur sanyinjiao point dan teknik relaksasi nafas dalam. Pengambilan sampel berdasarkan teknik purposive sampling. Analisis data  menggunakan uji Maan-Whitney dan uji Wilcoxon dengan kemaknaan hasil ujian ditentukan berdasarkan nilai p <0,05. Hasil penelitian menunjukan terapi akupresur dan teknik relaksasi nafas dalam dapat menurunkan tingkat nyeri haid (dismenore) primer pada remaja putri dengan hasil p=0,000 (p <0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah terapi akupresur lebih efektif 15 kali menurunkan nyeri haid (dismenore) primer dibandingkan teknik relaksasi nafas dalam.Kata kunci : Akupresur sanyinjiao point, dismenore primer, relaksasi nafas dalam.

Filter by Year

2015 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2021): Volume 6 Nomor 2 Desember 2021 Vol 6, No 1 (2021): Volume 6 Nomor 1 September 2021 Vol 5, No 4 (2020): Volume 5 Nomor 4 Juni 2020 Vol 5, No 3 (2020): Volume 5 Nomor 3 Maret 2020 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 Desember 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 September 2019 Vol 4, No 4 (2019): Volume 4 Nomor 4 Juni 2019 Vol 4, No 3 (2019): Volume 4 Nomor 3 Maret 2019 Vol 4, No 2 (2018): Volume 4 Nomor 2 Desember 2018 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 September 2018 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 September 2018 Vol 3, No 4 (2018): Volume 3 Nomor 4 Juni 2018 Vol 3, No 4 (2018): Volume 3 Nomor 4 Juni 2018 Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3 Maret 2018 Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3 Maret 2018 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Desember 2017 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Desember 2017 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 September 2017 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 September 2017 Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4 Juni 2017 Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4 Juni 2017 Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3 Maret 2017 Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3 Maret 2017 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Desember 2016 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Desember 2016 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 September 2016 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 September 2016 Vol 1, No 4 (2016): Volume 1 Nomor 4 Juni 2016 Vol 1, No 4 (2016): Volume 1 Nomor 4 Juni 2016 Vol 1, No 3 (2016): Volume 1 Nomor 3 Maret 2016 Vol 1, No 3 (2016): Volume 1 Nomor 3 Maret 2016 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Desember 2015 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Desember 2015 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 September 2015 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 September 2015 More Issue