cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sistem Kesehatan
ISSN : 24608831     EISSN : 2460819X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sistem Kesehatan dibawah Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, merupakan sarana publikasi ilmiah yang terbit setiap empat bulan yang sudah memiliki nomor ISSN yang cetak maupun yang elektronik dengan nomor pISSN 2460-8831 dan eISSN 2460-819X. Terbitan pertama Jurnal Sistem kesehatan yaitu pada bulan September 2015. Jurnal Sistem Kesehatan menggunakan sistem peer review untuk seleksi artikel. Jurnal Sistem Kesehatan (JSK) dapat menerima artikel penelitian asli yang relevan pada bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat, Kedokteran Komunitas, Ilmu Kedokteran Keluarga/Kedokteran Layanan Primer (DLP), Manajemen Kesehatan dan berbagai artikel yang terkait dengan penguatan sistem kesehatan. Format artikel penelitian terdiri atas halaman judul, abstrak (Indonesia dan Inggris), pendahuluan (memuat latar belakang penelitian dan tujuan penelitian) metode, hasil, pembahasan (pembahasan, keterbatasan penelitian simpulan dan saran), dan daftar pustaka.
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
Tingkat Pengetahuan Anggota Bhayangkari Salah Satu Polda Tentang Radang Telinga Tengah pada Anak Arif Tria Novianto; Shinta Fitri Boesoirie; Nur Akbar Aroeman; Bambang Purwanto
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 6, No 2 (2021): Volume 6 Nomor 2 Desember 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v6i2.48528

Abstract

Radang telinga tengah atau otitis media adalah inflamasi atau peradangan sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah. Tingkat pengetahuan yang baik akan membantu mengurangi angka kejadian radang telinga tengah pada anak dan sekuelenya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan anggota Bhayangkari salah satu Polda tentang radang telinga tengah pada anak. Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan desain potong lintang melalui kuesioner daring google form. Responden diberikan 16 pertanyaan tentang radang telinga tengah pada anak. Terdapat 289 responden yang mengisi kuesioner sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil penilaian tingkat pengetahuan baik 60,6% (n=175), cukup 36,3% (n=105) dan kurang 3,1% (n=9). Skor rata-rata 79,4±9,4. Dari penelitian dapat disimpulkan tingkat pengetahuan anggota Bhayangkari salah satu tentang radang telinga tengah pada anak adalah baik. Edukasi yang masih diperlukan adalah tentang pengertian dan penyebab radang telinga tengah pada anak.Kata Kunci : Radang telinga tengah, Anak, Tingkat pengetahuan
Evaluasi Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Madani Kota Pekanbaru Alni Diniati; Endang Purnawati Rahayu; Doni Jepisah; Herniwanti Herniwanti; Muhammad Kamali Zaman
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 6, No 2 (2021): Volume 6 Nomor 2 Desember 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v6i2.48524

Abstract

Pemeriksaan radiologi dilakukan dengan menggunakan alat pencitraan diagnostik yang memancarkan sinar radiasi. Oleh karena itu instalasi radiologi harus memperhatikan aspek penerapan keselamatan dan kesehatan kerja pekerja. Keselamatan radiasi diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2007 dan Perka Bapeten No 4/2020. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi penerapan keselamatan radiasi pada instalasi radiologi Rumah Sakit Madani Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Informan penelitian sebanyak 8 orang, yang ditentukan berdasarkan teknik snowball sampling. Hasil penelitian yang diperoleh adalah beberapa persyaratan manajemen, beberapa persyaratan proteksi radiasi dan persyaratan teknik belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku, verifikasi keselamatan instalasi radiologi telah sesuai dengan persyaratan yang berlaku. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan keselamatan radiasi pada instalasi radiologi Rumah Sakit Madani belum sesuai dengan Peraturan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nomor 4 Tahun 2020.Kata Kunci : Penerapan  K3 Instalasi Radiologi, Radiasi, Rumah Sakit
Perbedaan Pengaruh Antara Akupresur pada Titik He ku (Li4) dan Musik Klasik Mozart terhadap Penurunan Skala Nyeri Haid (Dismenorea) Primer pada Remaja Putri SMPN 14 Kota Baubau Sulawesi Tenggara WaOde Nur Syuhada; Hidayat Wijayanegara; Herri Sastramihardja; Yeni Mahwati; Mamun Sutisna; Suryani Suryani
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 6, No 2 (2021): Volume 6 Nomor 2 Desember 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v6i2.48530

Abstract

Dismenorea adalah nyeri yang terjadi sebelum dan selama menstruasi. Upaya yang dilakukan untuk mencegah atau mengurangi rasa nyeri saat menstruasi yaitu dengan cara farmakologi maupun non farmakologi. Salah satu cara nonfarmakologi yang dapat dilakukan yaitu dengan teknik akupresur dan terapi musik.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk membandingkan dan melihat pengaruh pemberian akupresur melalui penekanan pada titik He Ku (LI 4) dengan kombinasi pemberian akupresur melalui penekanan pada titk He Ku (LI 4) dan terapi musik klasik Mozart terhadap penurunan skala nyeri haid (dismenore) primer pada remaja putri. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan pendekatanpre posttest group design dengan jumlah sampel 74 siswi. Penelitian dilakukan bulan Juli sampai Agustus 2020 di SMPN 14 Kota Baubau Sulawesi Tenggara. Pengambilan sampel siswi dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kombinasi dari akupresur dan musik. Analisis perbedaan kedua kelompok diuji secara statistik dengan uji sampel T test. Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi dari akupresur dan musik terdapat penurunan yang signifikan dengan penurunan intensitas nyeri menstruasi (dismenore primer) dengan p value 0,000 (p<0,005). Simpulan dalam penelitian ini, bahwa kombinasi akupresur dan musik terdapat penurunan yang signifikan dibandingkan akupresur terhadap intensitas nyeri menstruasi (dismenore primer) pada siswi.Kata Kunci : Dismenore primer, Akupresur, Treatment musik.
Pengaruh Edukasi Personal Secara Langsung Terhadap Pengetahuan Masyarakat Mengenai Penyakit Ginjal Kronik Nida Dwi Nafisah; Rudi Supriyadi; Yenni Zuhairini
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 6, No 2 (2021): Volume 6 Nomor 2 Desember 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v6i2.48525

Abstract

Edukasi berhubungan dengan perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat. Tingkat pengetahuan masyarakat memengaruhi tingkat kesadaran untuk melakukan deteksi dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit ginjal kronik. Studi analitik komparatif dilakukan pada 70 data pre dan post tes dengan edukasi personal langsung mengenai ginjal dan penyakit ginjal kronik. Subjek penelitian adalah masyarakat Jawa Barat yang merupakan peserta acara World Kidney Day 2019, berusia ≥ 18 tahun, tidak memiliki riwayat penyakit ginjal, dan tidak berprofesi sebagai tenaga kesehatan. Pertanyaan terdiri dari 24 soal dan dikelompokan menjadi 6. Data dianalisis dengan menggunakan Kruskal Wallis, Mann Whitney, dan Wilcoxon Signed Rank test. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan nilai yang bermakna antara responden dengan perbedaan jenis kelamin (p=0.223), usia (p=0,553), tingkat pendidikan (p=0,709), adanya riwayat diabetes (p=0,087) dan hipertensi (p=0,292). Jawaban yang paling banyak benar ialah mengenai pencegahan penyakit ginjal kronik dengan mengonsumsi asupan cairan yang cukup (pre tes=90.0%; post tes=95.7%). Secara keseluruhan, nilai pre tes berbeda bermakna dengan nilai post tes (median pre tes=14.50; median post tes=19.00, p<0,001). Simpulan penelitian adalah terdapat pengaruh edukasi personal secara langsung terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit ginjal kronik.Kata Kunci : Edukasi, Pengetahuan, Penyakit Ginjal Kronik
Hubungan Ibu Bekerja di Luar Rumah yang Memiliki Bayi Dengan Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif di Klinik RB Hanum Tahun 2021 Riska Maulidanita; Zakiyah Zakiyah
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 6, No 2 (2021): Volume 6 Nomor 2 Desember 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v6i2.48532

Abstract

Prevalensi keberhasilan pemberian Asi Eksklusif di Indonesia pada tahun 2020 mencapai 89,4% hal tersebut diperoleh berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Peneliti Health Collaborative Centre (HCC) dengan menunjukkan bahwa ibu bekerja di luar rumah memiliki angka keberhasilan pemberian Asi Eksklusif hanya berkisar 19-47%. Berdasarkan survei awal pada tanggal 04 Januari 2021 yang dilakukan peneliti di klinik RB.Hanum diperoleh data ibu bekerja di luar rumah yang memiliki bayi sebanyak 35 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan ibu bekerja yang memiliki bayi dengan keberhasilan pemberian ASI Eksklusif di Klinik RB Hanum tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode desain penelitian survei nalitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bekerja di luar rumah yang memiliki bayi yang datang di klinik Rb Hanum sebanyak 35 orang. Berdasarkan hasil jumlah sampel total population sebanyak 35 orang. Data penelitian adalah data primer. Pengelola data menggunakan uji statistik chi-square pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian dengan uji statistik chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% dimana α=0,05 dan keberhasilan ASI Eksklusif sebanyak 34,3% dan yang tidak berhasil sebanyak 65.7% dan nilai p = 0,003 (<0,05). Simpulan dalam penelitian ini ada hubungan antara ibu bekerja di luar rumah yang memiliki bayi dengan keberhasilan pemberian ASI Eksklusif di Klinik Rb Hanum Tahun 2021.Kata Kunci : Asi Eksklusif, Ibu Bekerja di luar rumah
Peningkatan Pengeluaran ASI Dilihat Dari Indikator Kenaikan Berat Badan Bayi Pada Ibu Nifas Dengan Menggunakan Baju Pijat Oksitosin di Bidan Praktik Mandiri Hj. Siti Aisyah SG., M.Tr.Keb., CHE Delvira Andini; Udin Sabarudin; Leri Septiani
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 6, No 2 (2021): Volume 6 Nomor 2 Desember 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v6i2.48526

Abstract

Beratnya keluhan, ketidak percayaan diri, dan perasaan khawatir mengakibatkan hormon oksitosin terhambat. Upaya yang dilakukan untuk melancarkan pengeluaran ASI di antaranya adalah metode Pijat Oksitosin. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengeluaran ASI dilihat dari indikator kenaikan berat badan bayi dengan melakukan pijat oksitosin pada ibu nifas yang menggunakan baju pijat oksitosin. Metode penelitian pre eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Jumlah sampel 30 ibu nifas primipara. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 01 Juni sampai 03 Juli 2020 di Bidan Praktik Mandiri Hj. Siti Aisyah SG.,M.Tr.Keb., CHE Jakarta Timur. Pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Variabel pengeluaran ASI dilihat dari indikator kenaikan berat badan bayi. Analisis perubahan dan selisih berat badan bayi terhadap peningkatan pengeluaran ASI menggunakan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan berat badan bayi pada hari ke-4 sebesar 2,23% dan mengalami kenaikan pada hari ke-7 sebesar 2,61% dari berat badan hari ke-1. Selisih rerata perubahan berat badan bayi hari ke-1 dengan hari ke-7 sebesar 98,667g dengan standar deviasi 58,689g, hasil uji statistik didapat p 0,00. Pijat oksitosin dengan baju pijat oksitosin menunjukkan t hit sebesar 9,224 g dan ttab sebesar 1,699 g (thit > ttab). Simpulan, penggunaan baju pijat oksitosin pada ibu nifas dapat mengakibatkan pengeluaran ASI lebih banyak dilihat dari indikator kenaikan berat badan bayi pada hari ke-7.Kata Kunci : Baju pijat oksitosin, Berat badan bayi, Pengeluaran ASI
Hubungan Personal Hygiene Dengan Kejadian Penyakit Skabies Pada Santri di Pondok Pesantren Al-Hikam Bangkalan Retna Gumilang; Noer Farakhin
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 6, No 2 (2021): Volume 6 Nomor 2 Desember 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v6i2.48527

Abstract

Pondok pesantren di Indonesia yang memiliki prevalensi scabies cukup tinggi sebanyak 14.798 pondok pesantren, dengan banyak kerugian yang ditimbulkan, baik dari segi kesehatan, ekonomi dan kualitas SDM. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan Personal hygiene dengan kejadian penyakit skabies pada santri di Pondok Pesantren Al-Hikam Bangkalan. Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Al-Hikam Bangkalan pada bulan Agustus 2019 dengan menggunakan desain penelitian observasional analitik pendekatan cross sectional. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar check list observasi dan lembar wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah santri yang berada di Ponpes Al-Hikam Bangkalan selama penelitian berlangsung, yaitu sebanyak 84 santri dengan penentuan sampel menggunakan teknik total populasi. Analisis data menggunakan analisis univariat untuk melihat proporsi dan bivariate dengan uji statistik chi square (X2) untuk melihat hubungan antara kejadian scabies denganpersonal hygieneresponden. Hasil penelitian didapatkan karakteristik dominan dengan usia 15 tahun (22,6%), jenjang Pendidikan SMP dan SMA sederajat yang imbang, jenis kelamin perempuan (57,1%), personal hygiene tinggi (81%) dan kejadian scabies (66,7%). Dari keseluruhan responden terdapat 56 orang (66,7%) positif skabies dan 28 orang (33,3%) negatif skabies. Hasil uji statistik chi square (X2) analisis bivariate Personal hygiene dengan kejadian skabies (p = 0,011, PR = 41,555 (CI = 1,232-79,204)) ada hubungan Personal hygiene dengan kejadian skabies. Kesimpulan penelitian adalah ada hubungan Personal hygiene dengan kejadian skabies di Pondok Pesantren Al Hikam Bangkalan. Diharapkan pihak pengasuh dan pengurus pondok pesantren dapat mengagendakan lomba kebersihan kamar dan kerja bakti bersama setiap bulan sebagai salah satu upaya peningkatan personal hygiene santri.Kata Kunci : Personal hygiene, Pondok pesantren, Skabies.

Filter by Year

2015 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2021): Volume 6 Nomor 2 Desember 2021 Vol 6, No 1 (2021): Volume 6 Nomor 1 September 2021 Vol 5, No 4 (2020): Volume 5 Nomor 4 Juni 2020 Vol 5, No 3 (2020): Volume 5 Nomor 3 Maret 2020 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 Desember 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 September 2019 Vol 4, No 4 (2019): Volume 4 Nomor 4 Juni 2019 Vol 4, No 3 (2019): Volume 4 Nomor 3 Maret 2019 Vol 4, No 2 (2018): Volume 4 Nomor 2 Desember 2018 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 September 2018 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 September 2018 Vol 3, No 4 (2018): Volume 3 Nomor 4 Juni 2018 Vol 3, No 4 (2018): Volume 3 Nomor 4 Juni 2018 Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3 Maret 2018 Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3 Maret 2018 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Desember 2017 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Desember 2017 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 September 2017 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 September 2017 Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4 Juni 2017 Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4 Juni 2017 Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3 Maret 2017 Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3 Maret 2017 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Desember 2016 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Desember 2016 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 September 2016 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 September 2016 Vol 1, No 4 (2016): Volume 1 Nomor 4 Juni 2016 Vol 1, No 4 (2016): Volume 1 Nomor 4 Juni 2016 Vol 1, No 3 (2016): Volume 1 Nomor 3 Maret 2016 Vol 1, No 3 (2016): Volume 1 Nomor 3 Maret 2016 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Desember 2015 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Desember 2015 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 September 2015 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 September 2015 More Issue