cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sistem Kesehatan
ISSN : 24608831     EISSN : 2460819X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sistem Kesehatan dibawah Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, merupakan sarana publikasi ilmiah yang terbit setiap empat bulan yang sudah memiliki nomor ISSN yang cetak maupun yang elektronik dengan nomor pISSN 2460-8831 dan eISSN 2460-819X. Terbitan pertama Jurnal Sistem kesehatan yaitu pada bulan September 2015. Jurnal Sistem Kesehatan menggunakan sistem peer review untuk seleksi artikel. Jurnal Sistem Kesehatan (JSK) dapat menerima artikel penelitian asli yang relevan pada bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat, Kedokteran Komunitas, Ilmu Kedokteran Keluarga/Kedokteran Layanan Primer (DLP), Manajemen Kesehatan dan berbagai artikel yang terkait dengan penguatan sistem kesehatan. Format artikel penelitian terdiri atas halaman judul, abstrak (Indonesia dan Inggris), pendahuluan (memuat latar belakang penelitian dan tujuan penelitian) metode, hasil, pembahasan (pembahasan, keterbatasan penelitian simpulan dan saran), dan daftar pustaka.
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
Perbedaan Penggunaan Baby Massage Kit Dan Pijat Konvensional Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Dan Relaksasi Bayi Usia 6−12 Bulan Annesya Atma Battya; Ardini Saptaningsih Raksanagara; Suryani Soepardan; Hidayat Wijayanegara; Herry Garna; Roni Rowawi
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 5, No 4 (2020): Volume 5 Nomor 4 Juni 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v5i4.31284

Abstract

Stimulasi untuk merangsang pancaindera melalui pijat, musik, dan aromaterapi. Alat inovasi stimulasi yaitu Baby massage kit, alat alternatif meningkatkan perkembangan  motorik kasar dan relaksasi bayi. Tujuan penelitian, mengetahui perbedaan penggunaan baby massage kit dan pijat konvensional terhadap perkembangan motorik kasar dan relaksasi bayi usia 6−12 bulan. Metode penelitian quasi experimental, rancangan control time series design, 80 subjek penelitian bayi usia 6−12 bulan. Penelitian dilakukan di wilayah Puskesmas Sitopeng Kota Cirebon bulan November 2018 sampai Januari 2019. Analisis data, mengetahui perbedaan penggunaan baby massage kit dan pijat konvensional terhadap perkembangan motorik kasar dan relaksasi menggunakan Uji Mann-Whitney. Hasil penelitian, terjadi peningkatan lebih pada baby massage kit dibanding pijat konvensional. Nilai p baby massage kit untuk perkembangan motorik kasar 0,017, nilai p untuk relaksasi 0,001 maka terdapat perbedaan pada peningkatan perkembangan motorik kasar dan relaksasi. Perubahan motorik kasar dan relaksasi meningkat karena ketiga unsur dalam baby massage kit. Responden mengalami peningkatan dalam perkembangan motorik kasar, setelah dilakukan pijat menggunakan baby massage kit bayi dapat berguling secara cepat. Peningkatan relaksasi dilihat dari sebagian besar bayi tertidur sebelum pemijatan selesai dilakukan. Simpulan, terdapat perbedaan penggunaan baby massage kit dan pijat konvensional terhadap perkembangan motorik kasar dan relaksasi bayi usia 6−12 bulan.Kata kunci:  Baby massage kit, perkembangan, relaksasi, dan stimulasi.
Karakteristik OMSK Dengan Kolesteatoma Pada Pasien Rawat Inap di RS Hasan Sadikin Periode 2016-2017 Arif Tria; Lina Lasminingrum; Arif Dermawan
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 5, No 3 (2020): Volume 5 Nomor 3 Maret 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v5i3.28764

Abstract

Pendahuluan : Otitis Media Supuratif Kronik merupakan infeksi kronik telinga tengah dengan perforasi membran timpani dan keluarnya sekret dari telinga tengah disertai gangguan pendengaran. Kolesteatoma adalah salah satu komplikasi utama OMSK. Makalah ini bertujuan menggambarkan karakteristik OMSK dengan kolesteatoma pada pasien rawat inap di RSHS pada tahun 2016-2017.Metode : Penelitian deskriptif observasional potong lintang menggunakan data sekunder rekam medis pasien rawat inap RSHS pada tahun 2016-2017 dengan diagnosis OMSK dengan kolesteatoma.Hasil : Pada periode 2016-2017 jumlah pasien OMSK dengan kolesteatoma sebanyak 116 pasien, terdiri dari 86 pasien (74%) dewasa, 30 pasien (26%) anak-anak, 66 pasien (57%) perempuan, 50 pasien (43%) laki-laki, gangguan pendengaran konduktif (43%)., pembentukan kolesteatoma pada cavum timpani dan mastoid (89, 77%) dan 22 pasien (18.9%) dengan komplikasi OMSK.Diskusi : Insidensi OMSK berulang pada pasien dewasa cukup tinggi. Karena itu, pasien disarankan untuk menuntaskan pengobatan dan melakukan pemeriksaan penunjang guna mengetahui kemungkinan terjadinya komplikasi.Kesimpulan : Penderita OMSK kolesteatoma terbanyak adalah dewasa perempuan. dengan gangguan pendengaran konduktif dan lokasi pembentukan kolesteatoma terbanyak adalah pada cavum timpani dan mastoid. Terdapat 22 pasien dengan komplikasi OMSKKata Kunci : kolesteatoma, konduktif, OMSK, perforasi
Penatalaksanaan Aktinomikosis Oroservikofasial dengan Berbagai Faktor Risiko Tita Puspitasari; Sinta Sari Ratunanda; Ratna Anggraeni Poerwana; Wijana Wijana
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 5, No 4 (2020): Volume 5 Nomor 4 Juni 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v5i4.31289

Abstract

Aktinomikosis merupakan penyakit kronis granulomatosa yang jarang terjadi, berkembang lambat, dan disebabkan bakteri Gram positif anaerob famili Actinomycetaceae. Tujuan penelitian untuk melaporkan dan menganalisis kasus penatalaksanaan aktinomikosis oroservikofasial dengan berbagai faktor risiko. Metode penelitian laporan kasus pasien aktinomikosis oroservikofasial yang berobat ke poliklinik THT-KL, RSUP Dr. Hasan Sadikin, Bandung pada tahun 2016 dan 2017 serta dilakukan telaah kritis literatur mengenai penatalaksanaan aktinomikosis oroservikofasial. Pencarian literatur melalui situs Pubmed, Clinical Key, Proquest, Google Scholar. Berdasarkan kriteria tertentu, didapatkan lima artikel yang dilakukan penilaian critical appraisal. Dilaporkan 3 kasus dengan hasil biopsi ketiga pasien berupa peradangan kronis disebabkan Actinomyces. Antibiotik yang digunakan adalah Amoksisilin, kombinasi Amoksisilin dengan Klavulanat per oral, serta Seftriakson intra vena. Penatalasanaan  faktor risiko sebagian besar berupa pembedahan selain pemberian anti retroviral pada pasien HIV. Terdapat perbaikan pada pasien yang dievaluasi pada minggu ke-2 paska pengobatan, berupa berkurangnya keluhan dan tidak ditemukannya jaringan patologis pada pemeriksaan rinolaringoskopi serat lentur. Sebagai kesimpulan penatalaksanaan pasien aktinomikosis oroservikofasial mendapatkan hasil yang baik dengan pemberian antibiotik golongan Penisilin, kombinasi Penisilin dengan Anti Beta Laktamase atau dengan antibiotik golongan Sefalosporin disertai  penatalaksanaan terhadap faktor risiko yang melatarbelakangi. Penatalaksanaan  faktor risiko sebagian besar berupa pembedahan.Kata kunci: Aktinomikosis oroservikofasial, faktor risiko, Penisilin, pembedahan
Pengaruh Aplikasi Deteksi Dini Risiko Kehamilan (DDILAN) Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Tentang Risiko Kehamilan Devie Ismayanty; Siti Sugih; Alamsyah Aziz; Herri Sastramihardja; Herry Garna; Hidayat Wijayanegara
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 5, No 3 (2020): Volume 5 Nomor 3 Maret 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v5i3.28773

Abstract

Risiko kehamilan merupakan keadaan ibu hamil yang dapat menyebabkan bahaya kemungkinan terjadi komplikasi bahkan kematian pada ibu dan janin. Hasil studi pendahuluan di Puskesmas Ibrahim Adjie Kota Bandung, dari sepuluh ibu hamil seluruhnya belum mengetahui mengenai risiko kehamilan. Upaya yang dilakukan adalah memberikan pendidikan kesehatan pada ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh aplikasi deteksi dini risiko kehamilan (DDILAN) terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang risiko kehamilan. Metode penelitian adalah quasi eksperimen dengan pendekatan pre - post test control group design. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei  ̶ Juli 2019 di Puskesmas Ibrahim Adjie Kota Bandung. Pengambilan sampel ibu hamil menggunakan consecutive sampling dengan jumlah sample 78 orang ibu hamil trimester 1-3 yang memenuhi kriteria inklusi, terdiri dari 39 orang kelompok intervensi dan 39 orang kelompok kontrol. Analisis data dilakukan dengan menggunakan chi square dan uji-t. Hasil penelitian didapatkan terdapat pengaruh aplikasi deteksi dini risiko kehamilan (DDILAN) terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang risiko kehamilan (p=0,000). Simpulan, penggunaan aplikasi deteksi dini risiko kehamilan (DDILAN) dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang risiko kehamilan.Kata kunci: DDILAN, faktor risiko kehamilan, KSPR, pengetahuan, sikap
Pengaruh Media Booklet Dan Metode Ceramah Tanya Jawab Terhadap Pengetahuan Keluarga Tentang Dukungan Pada Lansia Dona Tri Subdari; Ruswana Anwar; Adjat Sedjati Rasyad; Hidayat Wijayanegara; Roni Rowawi; Sri Komalaningsih
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 5, No 4 (2020): Volume 5 Nomor 4 Juni 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v5i4.31285

Abstract

Dukungan keluarga merupakan bagian dari dukungan sosial. Kehidupan lansia kurang berkualitas dipengaruhi oleh pengetahuan keluarga yang kurang baik. Salah satu upaya meningkatkan pengetahuan keluarga adalah dengan penyuluhan menggunakan media booklet dan metode ceramah tanya jawab. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis pengaruh media booklet dan metode ceramah tanya jawab terhadap pengetahuan keluarga tentang dukungan pada lansia.Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperrimen dengan pendekatan pretest-posttest control group design dengan jumlah sampel 38 orang setiap kelompok di wilayah kerja Puskesmas Ibrahim Adjie Kota Bandung. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juni sampai Juli 2019. Pengambilan sampel dengan menggunakan consecutive sampling. Pengumpulan data diperoleh melalui kuesioner secara pretest dan posttest, kemudian data diolah dan dianalisis secara deskriptif analitik menggunakan Mann Whitney, Wilcoxone dan Chi Square.Hasil penelitian pada kelompok intervensi menunjukkan bahwa media booklet disertai metode ceramah tanya jawab lebih meningkatkan pengetahuan keluarga dibandingkan hanya diberikan metode ceramah tanya jawab sebesar 28,62±9,923 berbanding 10,53±5,260 dengan nilai p<0,001.Simpulan, terdapat pengaruh yang signifikan pemberian informasi kesehatan menggunakan media booklet dan metode ceramah tanya jawab dibandingkan hanya dengan metode ceramah tanya jawab.Kata kunci : Dukungan Keluarga Lansia, Metode Ceramah Tanya Jawab, Media Booklet
Prevalensi Underweight, Stunting, Dan Wasting Prevalensi Underweight, Stunting, Dan Wasting Pada Anak Usia 12-18 Bulan Di Kecamatan Jatinangor Rahimah Nur Hanifah; Julistio Djais; Siti Nur Fatimah
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 5, No 3 (2020): Volume 5 Nomor 3 Maret 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v5i3.28768

Abstract

Status gizi rendah di Indonesia merupakan masalah kesehatan yang belum teratasi. Sumedang termasuk kabupaten di Jawa Barat yang masuk dalam daftar 100 kabupaten prioritas penanganan stunting karena memiliki angka prevalensi stunting yang tinggi. Ketika anak berusia 12-18 bulan kebutuhan nutrisinya akan meningkat dan anak sudah mengenali selera lidahnya, sehingga cenderung menjadi pemilih makanan. Hal ini dapat meningkatkan risiko anak mengalami malnutrisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi underweight, stunting dan wasting pada anak usia 12-18 bulan di Kecamatan Jatinangor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif potong lintang. Penilaian status gizi dilakukan pada bulan Juli hingga Agustus tahun 2019 di Posyandu Desa Hegarmanah dan Cipacing menggunakan pengukuran antropometri berat dan panjang badan anak, kemudian hasilnya akan dipetakan kedalam kurva pertumbuhan WHO. Dari 99 anak yang diteliti, terdapat 4 anak underweight (4%), 11 anak stunting (11%), dan 5 anak wasting (5%). Ketika data dibagi berdasarkan kelompok usia, terdapat peningkatan prevalensi stunting pada kelompok anak usia 15-≤18 bulan. Pada usia ini kebutuhan nutrisi utama anak didapatkan dari MP-ASI. Dapat disimpulkan bahwa prevalensi malnutrisi pada anak usia 12-18 bulan di Jatinangor masih tergolong sedang, namun terdapat peningkatan prevalensi malnutrisi pada kelompok anak usia 15-≤18 bulan. Perlu adanya sosialisasi dan pelatihan praktik pemberian MP-ASI pada anak.Kata Kunci:Prevalensi, Status Gizi, Stunting,  Underweight, Wasting
Efektivitas Digitasi Deteksi Dini Penyimpangan Perkembangan Anak usia 3 bulan− 2 tahun di Puskesmas Cipayung Jakarta Timur Tahun 2019 Lina Herlina; Ma&#039;mun Sutisna; Roni Rowawi; Hidayat Wijayanegara; Herry Garna; Herri Sastramihardja
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 5, No 3 (2020): Volume 5 Nomor 3 Maret 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v5i3.28774

Abstract

Latarbelakang: Pemantauan perkembangan anak umumnya dilakukan di fasilitas kesehatan (puskesmas) menggunakan lembar pemantauan manual. dalam  Pelaksanaannya mengalami keterbatasan akan  jumlah tenaga kesehatan (bidan), kendala  orangtua sibuk bekerja. Digitasi merupakan proses mengubah informasi grafis yang tersedia dalam kertas ke format digital, sehingga dapat menjadi solusi mengatasi keterbatasan.Metode: Penelitian kuasi eksperimen ini menganalisis efektivitas digitasi deteksi dini penyimpangan perkembangan anak usia 3 bulan−2 tahun menggunakan rancangan post test control group design. Responden 37 ibu balita yang mempunyai anak usia 3 bulan s/d 2 tahun sesuai kriteria inklusi. Pengambilan sampel dengan purposive sampling.  Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni‒Juli 2019 di Puskesmas Cipayung Jakarta Timur. Analisis uji beda menggunakan Uji Mann Whitney.Hasil: berdasarkan hasil pengujian efektivitas penggunaan digitasi, jumlah responden menyatakan efektif sebanyak 35 orang dan kelompok manual 31 orang dengan selisih mean 15,68 (p=0,001). Responden menyatakan praktis pada kelompok digitasi dan manual masing-masing 34 dan 27 responden dangan selisih mean 19,7 (p=0,000) berarti terdapat perbedaan signifikan antara kelompok digitasi dan kelompok yang menggunakan lembar manual.Simpulan: Penggunaan digitasi lebih efektif dan lebih praktis untuk deteksi dini penyimpangan perkembangan anak.Kata kunci: Digitasi deteksi dini penyimpangan perkembangan, efektivitas, Kepraktisan
Pengaruh Kalender Penanda Menstruasi Terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Perubahan Perilaku Wanita Usia Subur Dalam Menandai Tanggal Hari Pertama Haid Terakhir Nike Arta Puspitasari; Herri Sastramihardja; Yeni Mahwati; Hidayat Wijayanegara; Suryani Soepadan; Ma&#039;mun Sutisna
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 5, No 4 (2020): Volume 5 Nomor 4 Juni 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v5i4.31286

Abstract

Umur kehamilan dapat ditentukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan mengetahui hari pertama haid terakhir (HPHT), namun di lapangan tidak sedikit wanita usia subur (WUS) yang tidak ingat tanggal HPHT karena tidak pernah mencatat/menandai tanggal HPHT. Survei yang dilakukan di Klinik Pratama Sahabat Ibu dan Anak Kota Bandung hampir seluruh wanita yang disurvei tidak ingat tanggal HPHT-nya dan tidak pernah mencatat tanggal HPHT-nya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kalender penanda menstruasi terhadap peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku WUS dalam menandai tanggal HPHT. Untuk mengetahui pengaruh terhadap pengetahuan, digunakan rancangan one group pretest-posttest design, sedangkan untuk mengetahui pengaruh terhadap perilaku digunakan rancangan posttest only design (deskriptif). Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampel dengan 32 responden dan dilaksanakan pada bulan Januari-April Tahun 2019 di Klinik Pratama Sahabat Ibu dan Anak Kota Bandung.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan skor pengetahuan yang signifikan dari 6 (median pretest) menjadi 8 (median posttest), (p<0,05). Terdapat juga peningkatan perubahan perilaku dari 0% menjadi 81,3%  (secara deskriptif) setelah mendapat intervensi. Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh kalender penanda menstruasi terhadap peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku WUS dalam menandai tanggal HPHT.Kata Kunci : Hari Pertama Haid Terakhir, Kalender, Pengetahuan,  Perilaku, Wanita Usia Subur
Perbedaan Tingkat Pengetahuan Petugas Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung mengenai Penyakit Ginjal Kronik Angela Ferdina Claresta; Rudi Supritadi; Yenni Zuhairini
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 5, No 3 (2020): Volume 5 Nomor 3 Maret 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v5i3.28769

Abstract

Latar Belakang: Penyakit ginjal kronik (PGK) adalah salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia dan mengambil pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang besar di Indonesia karena pravalensinya yang tinggi. Pengetahuan mengenai PGK dianggap penting karena diharapkan dapat memengaruhi angka pravalensi PGK. Petugas kebersihan adalah salah satu kelompok yang memiliki risiko PGK yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan tingkat pengetahuan mengenai  PGK pra dan pasca edukasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan analisis komparatif berpasangan secara potong lintang. Subjek yang terlibat penelitian ini adalah 64 petugas kebersihan Kota Bandung yang mengikuti acara World Kidney Day 2019 pada bulan Maret 2019 di kantor PD Kebersihan Kota Bandung. Perbedaan nilai pre dan pasca edukasi dianalisis dengan Uji Wilcoxon signed-rank test. Hasil: Data penelitian ini adalah 78.1% laki-laki dan 21.9% perempuan dengan rentang usia 17 – 66 tahun, pendidikan terakhir sekolah dasar dan menengah. Ditemukan adanya perbedaan tingkat pengetahuan pra edukasi (median=13.50) dan pasca edukasi (median=17.00) dengan  perbedaan yang signifikan (p=0.000).Simpulan: Ditemukan adanya pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan mengenai PGK pada petugas PD Kebersihan Kota Bandung secara bermakna.Kata Kunci: Pengetahuan, Penyakit Ginjal Kronik (PGK), Petugas PD Kebersihan
Tingkat Pengetahuan Kesehatan Telinga Dan Pendengaran Siswa Smp Di Kecamatan Muara Gembong Kabupaten Bekasi Ilman Fathony Martanegara; Wijana Wijana; Sally Mahdiani
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 5, No 4 (2020): Volume 5 Nomor 4 Juni 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v5i4.31281

Abstract

Kesehatan telinga dan pendengaran merupakan hal penting yang perlu perhatian khusus. Gangguan pada telinga dan pendengaran dapat mengakibatkan beberapa kelainan, seperti penyakit infeksi telinga, masalah keseimbangan hingga gangguan pendengaran permanen. Kesehatan telinga dan pendengaran yang baik dapat dicapai dengan melakukan kebiasaan dan sikap yang sehat dengan didasari pengetahuan yang baik dalam hal kesehatan telinga dan pendengaran. Penelitian dilakukan secara deskriptif  menggunakan kuesioner. Subjek penelitian sebanyak 714 siswa yang terbagi dalam empat desa di Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Pengetahuan siswa mengenai kesehatan telinga dan pendengaran secara umum masih rendah. Pada tingkat pengetahuan mengenai kebersihan telinga, >80% siswa tidak mengetahui mengenai kebiasaan yang baik untuk kebersihan telinga. Sebanyak >60% siswa tidak mengetahui penyebab infeksi telinga, dan >70% mengetahui mengenai komplikasi infeksi telinga. Pada tingkat pengetahuan mengenai kesehatan pendengaran, lebih dari 60% siswa memiliki kebiasaan memakai earphone dengan durasi penggunaan kurang dari 1 jam, namun lebih dari 80% siswa tidak mengetahui bahwa gangguan pendengaran karena bising bersifat permanen. Pembahasan lebih dari 90% siswa membutuhkan informasi mengenai kesehatan telinga dan pendengaran. Tingkat pengetahuan siswa mengenai kesehatan telinga dan pendengaran siswa di Kecamatan Muara Gembong Kabupaten Bekasi masih rendah sehingga dibutuhkan upaya pemberian informasi dan pemeriksaan berkala mengenai kesehatan telinga dan pendengaran bagi siswa secara umum.Kata Kunci : Tingkat pengetahuan, kesehatan telinga, kesehatan pendengaran.

Filter by Year

2015 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2021): Volume 6 Nomor 2 Desember 2021 Vol 6, No 1 (2021): Volume 6 Nomor 1 September 2021 Vol 5, No 4 (2020): Volume 5 Nomor 4 Juni 2020 Vol 5, No 3 (2020): Volume 5 Nomor 3 Maret 2020 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 Desember 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 September 2019 Vol 4, No 4 (2019): Volume 4 Nomor 4 Juni 2019 Vol 4, No 3 (2019): Volume 4 Nomor 3 Maret 2019 Vol 4, No 2 (2018): Volume 4 Nomor 2 Desember 2018 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 September 2018 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 September 2018 Vol 3, No 4 (2018): Volume 3 Nomor 4 Juni 2018 Vol 3, No 4 (2018): Volume 3 Nomor 4 Juni 2018 Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3 Maret 2018 Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3 Maret 2018 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Desember 2017 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Desember 2017 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 September 2017 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 September 2017 Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4 Juni 2017 Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4 Juni 2017 Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3 Maret 2017 Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3 Maret 2017 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Desember 2016 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Desember 2016 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 September 2016 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 September 2016 Vol 1, No 4 (2016): Volume 1 Nomor 4 Juni 2016 Vol 1, No 4 (2016): Volume 1 Nomor 4 Juni 2016 Vol 1, No 3 (2016): Volume 1 Nomor 3 Maret 2016 Vol 1, No 3 (2016): Volume 1 Nomor 3 Maret 2016 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Desember 2015 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Desember 2015 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 September 2015 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 September 2015 More Issue