cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sistem Kesehatan
ISSN : 24608831     EISSN : 2460819X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sistem Kesehatan dibawah Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, merupakan sarana publikasi ilmiah yang terbit setiap empat bulan yang sudah memiliki nomor ISSN yang cetak maupun yang elektronik dengan nomor pISSN 2460-8831 dan eISSN 2460-819X. Terbitan pertama Jurnal Sistem kesehatan yaitu pada bulan September 2015. Jurnal Sistem Kesehatan menggunakan sistem peer review untuk seleksi artikel. Jurnal Sistem Kesehatan (JSK) dapat menerima artikel penelitian asli yang relevan pada bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat, Kedokteran Komunitas, Ilmu Kedokteran Keluarga/Kedokteran Layanan Primer (DLP), Manajemen Kesehatan dan berbagai artikel yang terkait dengan penguatan sistem kesehatan. Format artikel penelitian terdiri atas halaman judul, abstrak (Indonesia dan Inggris), pendahuluan (memuat latar belakang penelitian dan tujuan penelitian) metode, hasil, pembahasan (pembahasan, keterbatasan penelitian simpulan dan saran), dan daftar pustaka.
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamildan Dukungan Suami Dengan Kepatuhan Melaksanakan Program Perencanaan Persalinan Dan Pencegahan Komplikasi (P4k) Di Kota Salatiga pramasanthi, riani isyana
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 4 (2016): Volume 1 Nomor 4 Juni 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.137 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v1i4.10379

Abstract

Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) merupakan suatu program pemerintah dalam rangka mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI).Cakupan pelaksanaan P4K di Kota Salatiga masih di bawah target yaitu 50% pada tahun 2013 dan 69,20% pada tahun 2014. Dari hasil survey didapatkan 30% ibu hamil dan pendampingnya belum  memahami tentang P4K serta manfaatnya.Tujuan: Menganalisis hubungan antara pengetahuan dan dukungan suami ibu hamil dengan kepatuhan melaksanakan  P4K di Kota Salatiga. Metode Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil Trimester III di Kota Salatiga sebanyak 204 orang pada bulan November 2015.Pengambilansampel dengan Total Sampling sebanyak 204 orang.Instrumenyang digunakan adalah kuesioner.Uji statistik yang di gunakan adalah Regresi Logistik Ganda. Hasil Ada hubungan sangat signifikan antara pengetahuan ibu hamil dengan kepatuhan melaksanakan  P4K (p<0,001). Ada hubungan yang sangat signifikan antara dukungan suami dengan kepatuhan melaksanakan P4K (p<0,01). Ada hubungan yang sangat signifikan antara pengetahuan ibu hamil dan  dukungan suami dengan kepatuhan melaksanakan P4K (p<0,01). Secara keseluruhan variabel  pengetahuan ibu hamil dan dukungan suami memberi pengaruh terhadap kepatuhan melaksanakan  P4K sebesar 64,6%. Kesimpulan Semakin tinggi pengetahuan ibu hamil dan dukungan suami maka semakin tinggi kepatuhan  melaksanakan P4K.Kata Kunci : Pengetahuan ibu hamil, dukungan suami, Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K).
Gambaran Status Nutrisi pada Pasien Tuberkulosis di Rumah Sakit Umum Pusat Hasan Sadikin Bandung Salsabela, Farah Eka; Suryadinata, Hendarsyah; Desy, Insi Farisa
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Desember 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.78 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i2.11257

Abstract

Proporsi gizi kurang pada pasien tuberkulosis (TB) dewasa masih tinggi di negara-negara berkembang. Hal ini akan menyebabkan permasalahan kesehatan yang lebih serius, jika tidak teridentifikasi dengan segera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status nutrisi berdasarkan karakteristik pasien TB dewasa rawat jalan di Klinik Directly Observed Treatment Short-course (DOTS) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS). Penelitian ini menggunakan metode potong lintang. Data diambil dari 107 rekam medis online (Sistem Informasi Rumah Sakit: Admission dan Klinik Rawat Jalan) dan Kartu Pengobatan Pasien TB (Formulir TB.01) pada pasien TB dewasa rawat jalan dalam periode Juni 2015 hingga Oktober 2016. Informasi mencakup identitas pasien (nama, nomor rekam medis, umur, pekerjaan, pendidikan, dan sistem pembayaran), diagnosis, serta berat dan tinggi badan yang diukur saat didiagnosa mengalami TB.Proporsi gizi kurang adalah tiga puluh lima persen (35 %). Enam puluh dua persen (62 %) pasien tidak bekerja dan sembilan puluh persen (90 %) pasien terdaftar sebagai pasien asuransi kesehatan. Enam puluh lima persen (65 %) pasien mengalami gizi kurang dan tidak bekerja. Proporsi gizi kurang masih cukup tinggi (35 %) pada pasien-pasien yang mengalami TB. Hasil dari penelitian ini dapat memberikan landasan penatalaksanaan yang lebih efektif dan meningkatkan angka kesembuhan pada pasien TB dewasa. Kata Kunci: Gizi kurang, pasien rawat jalan, tuberkulosis
ANALISIS PELAYANAN GIZI RUMAH SAKIT DENGAN PENDEKATAN HEALTH TECHNOLOGY ASSESSMENT (HTA) Diah, Dewi Marhaeni; Rafisa, Anggun; Yani, Ahmad
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Desember 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.183 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v1i2.10349

Abstract

Prevalensi malnutrisi di rumah sakit masih sangat tinggi, diduga pelayanan gizi menjadi salah satu penyebabnya. Penelitian bertujuan untuk melakukan asesmen pelayanan gizi rumah sakit dengan pendekatan HTA. Desain penelitian studi kasus dengan pendekatan mixed method concurrent embedded. Pemilihan sampel kualitatif secara purposive sampling, sedang kuantitatif dengan total sampling. Penelitian dilakukan pada bulan September-Desember 2014 di RS vertikal (Situs 1) dan RS skunder swasta  (Situs 2). Analisis data kuantitatif dilakukan secara deskriptif sedang kualitatif secara content analysis. Peran manajer pada kedua situs cukup baik, hal ini dapat dilihat dari dibentuknya tim terapi gizi rumah sakit dan peningkatan kualitas SDM. Teknologi pelayanan gizi pada kedua situs belum  memenuhi standar Kemenkes. Persepsi pasien terhadap mutu pelayanan makanan pada Situs 1 belum baik sedang pada situs 2 sudah baik. Asupan nutrisi pasien Situs 1 lebih rendah dibanding kebutuhan pasien, sedang pada Situs 2 lebih tinggi dari pada kebutuhan.  Kerugian ekonomi akibat sisa makanan pada Situs 1 lebih tinggi dibanding Situs 2. Pelayanan gizi rumah sakit belum berjalan optimal,  kerugian ekonomi akibat sisa makanan pasien masih tinggi. Rumah sakit diharapkan membuat kebijakan operasional pelayanan gizi rumah sakit agar pasien mendapat pelayan yang  lebih adekuat.Kata Kunci: pelayanan gizi, pendekatan HTA, rumah sakit.
Identifikasi Parasit Intestinal Penyebab Infeksi Oportunistik dengan Studi Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Mengenai Hygiene pada Penderita HIV/AIDS desy, insi farisa; pratiwi, ajeng
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 September 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.132 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v1i1.10306

Abstract

Jumlah temuan kasus HIV/ AIDS Jawa Barat semakin meningkat.Salah satu infeksi oportunistik yang menyebabkan morbiditas dan mortalitas adalah diare yang disebabkan oleh parasit intestinal. Transmisi parasit intestinal secara fekal oral mempermudah penularan dari satu orang ke orang lain. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan cross sectional design yang bertujuan untuk memperoleh gambaran pola infeksi parasit intestinal dengan gejala diare dan jumlah CD4, serta mengukur tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku pasien HIV/ AIDS terhadap hygiene dan pencegahan infeksi parasit intestinal. Pengambilan sampel dilakukan dengan consecutive sampling pada bulan Oktober-November 2012, berupa pengambilan data dengan menggunakan instrumen kuisioner dan pemeriksaan sampel feses secara makroskopis dan mikroskopis dengan metode wet mount,modifiedZN, dan biakan Harada-Mori. Hasil pemeriksaan ditemukan 7 (22.58%) parasit intestinal yaitu Cryptosporidium sp (3; 42.85%) dan Entamoeba colli (4; 57.15%) pada berbagai level jumlah CD4.Hasil analisis data kuisioner menunjukkan tingkat pengetahuan yang cukup baik (87.1%), namun sikap dan perilaku yang masih kurang baik (64.52% dan 58.06%).Penelitian ini merekomendasikan untuk dilakukan penelitian yang lebih besar dengan teknik pemeriksaan feses secara serologis maupun molekular untuk meningkatkan presisi dan mengurangi subjektivitas pemeriksaan, serta mengusulkan peningkatan upaya promosi kesehatan kepada pihak-pihak terkait.Kata Kunci: HIV/AIDS, parasit intestinal, pengetahuan, praktik, sikap
Gambaran Pelayanan Konseling Gizi dan Olahraga pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Kota Bandung Rofi, Faizah; Setiawati, Elsa Pudji; Wiramihardja, Siska
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4 Juni 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.325 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i4.12491

Abstract

Konseling gizi dan olahraga pada pasien DM Tipe 2 ( DMT2 ) diperlukan untuk mengontrol glukosa darah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran keberlangsungan program pelayanan konseling gizi dan olahraga pada pasien DMT2 di Puskesmas Kota Bandung. Penelitian deskriptif kualitatif dilakukan dari bulan Agustus-November 2016 di tiga Puskesmas Kota Bandung. Responden penelitian terdiri dari 3 dokter umum, 3 ahli gizi, dan 18 pasien DMT2. Data diambil dengan wawancara mendalam dan observasi. Alur konseling meliputi pendaftaran, pemeriksaan, cek laboratorium, dan pemeriksaan kembali oleh dokter disertai konseling yang kemudian pasien disarankan untuk rujukan ke ahli gizi dan mengikuti Prolanis. Proses konseling gizi oleh ahli gizi meliputi inisiasi, pengkajian, diagnosis gizi, intervensi, dan evaluasi. Berdasarkan wawancara yang dilakukan dari 24 responden, 18 responden menyatakan konseling gizi oleh dokter dilakukan tanpa tahapan diagnosis gizi. Konseling olahraga meliputi pengkajian dan intervensi olahraga memenuhi 2 dari 7 protokol konseling olahraga. Pengetahuan dokter mengenai penyakit DM lebih lengkap dibandingkan ahli gizi. Fasilitas konseling meliputi ruangan dan food model telah tersedia. Konseling gizi dan olahraga pada pasien diabetes melitus tipe 2 oleh petugas kesehatan telah  diimplementasikan di Puskesmas Kota Bandung tetapi masih perlu ditingkatkan karena faktor-faktor berupa faktor dari pasien, petugas kesehatan, dan prosedur.Kata Kunci: Diabetes melitus tipe 2, konseling
Analisis Kebijakan Dana Desa Untuk Pembangunan Kesehatan Di Kabupaten Malinau Dengan Pendekatan Segitiga Kebijakan Suarsih, Santi; Sunjaya, Deni Kurniadi; Setiawati, Elsa Pudji; Wiwaha, Guswan; Herawati, Dewi Marhaeni; Rinawan, Fedri
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4 Juni 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.886 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i4.12500

Abstract

Desa-desa di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara mempunyai sumber dana untuk pembangunan kesehatan bersumber APBD dan APBN, namun masalah kesehatan di Kabupaten Malinau masih tinggi. Pada tahun 2015, AKB yaitu 25 per 1000 kelahiran hidup dan AKI yaitu 229 per 100.000 kelahiran hidup. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis kebijakan dana desa untuk pembangunan kesehatan di Kabupaten Malinau dari aspek konten, konteks, proses dan aktor.  Desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus di 4 desa. Penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap 26 responden yang terlibat dalam kebijakan dana desa. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2016 sampai januari tahun 2017.Kondisi geografis, mata pencaharian, kekerabatan dan status desa memengaruhi perspektif masyarakat dalam melaksanakan pembangunan kesehatan. Tidak adanya regulasi dan petunjuk teknis mengenai pelaksanaan pembangunan kesehatan di desa menyebabkan ketimpangan pembangunan kesehatan di Kabupaten Malinau. Tenaga kesehatan harus mampu mengidentifikasi dan merumuskan masalah kesehatan di desa. Prinsip swakelola dalam pelaksanaan kebijakan dana desa meningkatkan ekonomi masyarakat dan mengurangi pengangguran. Kebijakan dana desa telah dilaksanakan di Kabupaten Malinau, tetapi pemanfaatan untuk pembangunan kesehatan belum optimal. Diperlukan advokasi kepada pemerintah pusat untuk membuat regulasi alokasi dana desa untuk kesehatan. Tenaga kesehatan harus pro aktif dalam proses penyusunan kebijakan untuk mengungkit pembangunan kesehatan di desa.Kata Kunci : dana desa, Kabupaten Malinau,  segitiga analisis kebijakan
Persepsi Mahasiswa Profesi Kesehatan Universitas Padjadjaran Terhadap Interprofessionalism Education Wahyudi, Kurnia; hakiman, assica permata; Dewi, Sari Puspa; Sayusman, Chevi
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 4 (2016): Volume 1 Nomor 4 Juni 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.226 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v1i4.10382

Abstract

Interprofessional Collaboration (IPC) yang buruk menjadi faktor penting dalam kesalahan medis. IPC dapat ditingkatkan sejak masa pendidikan melalui Interprofessionalism Education (IPE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa program studi rumpun ilmu kesehatan Universitas Padjadjaran (Unpad) terhadap IPE. Metode Penelitian analitik komparatif menggunakan kuesioner Interdisciplinary Education Perception Scale (IEPS) yang diterjemahkan dan divalidasi dibagikan kepada mahasiswa Program Studi Kedokteran, Pendidikan Kedokteran Gigi, Farmasi, Keperawatan, Diploma Kebidanan, serta Profesi Dokter, Dokter Gigi, Apoteker, dan Ners Unpad sejumlah 252 mahasiswa meliputi 28 mahasiswa dari setiap program studi. Persepsi mahasiswa dikategorikan menjadi baik, cukup baik, dan kurang baik. Uji t independen dilakukan untuk membandingkan kelompok sarjana dan diploma dengan profesi, sedangkan One way Anova dan Post Hoc Tukey digunakan untuk membandingkan antar program studi pada kelompok sarjana dan diploma serta profesi. Hasil Persepsi 98% responden masuk ke dalam kategori baik. Uji Anova menunjukkan perbedaan signifikan antar program studi pada kelompok sarjana dan diploma (p = 0,004) serta pada kelompok profesi (p < 0,001). Komponen IPE “Kebutuhan yang dirasakan untuk kerjasama profesional” memiliki persepsi baik yang lebih rendah dibandingkan dengan komponen “Kompetensi dan otonomi” dan “Persepsi kerjasama aktual”. Diskusi Mahasiswa sudah memahami mengenai peran dan kompetensi masing-masing profesi. Namun, pemahaman mengenai profesi tenaga kesehatan lain dan pentingnya kerjasama antar profesi masih kurang, sehingga perlu diadakan IPE di Unpad.Kata Kunci: Interprofessional collaboration, interprofessional education, mahasiswa, persepsi
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kadar Kolesterol Total, Kolesterol Low-Density Lipoprotein, dan Kolesterol High-Density Lipoprotein pada Masyarakat Jatinangor Zuhroiyyah, Siti Fatimah; Sukandar, Hadyana; Sastradinanja, Sunaryo Barki
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3 Maret 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.261 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i3.11954

Abstract

Saat ini aktivitas fisik pada masyarakat semakin menurun. Untuk melakukan aktivitas fisik, manusia memerlukan energi yang didapat dari makanan. Jika pemakaian energi menurun, maka makanan yang harusnya dibentuk menjadi energi akan diubah menjadi kolesterol. Sudah banyak penelitian yang dilakukan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kadar kolesterol, namun hasil penelitiannya beragam. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kadar kolesterol total, Low Denstiy Lipoprotein (LDL), dan High Density Lipoprotein (HDL) pada masyarakat Jatinangor. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian “Epidemiologi Hipertensi dan Albuminuria di Jatinangor”. Metode penelitian analitik dengan desain potong lintang melibatkan 120 orang dari 3 strata desa, yaitu urban, semirural, dan rural, di Jatinangor. Variabel yang diteliti terdiri dari jenis kelamin, usia, indeks massa tubuh, aktivitas fisik, kadar kolesterol total, LDL, dan HDL. Data dianalisis dengan menggunakan perhitungan korelasi rank Spearman. Hasil aktivitas fisik memiliki hubungan terbalik yang bermakna dengan kadar kolesterol total dan LDL dengan nilai r= -0,302(p=0,001) dan r= -0,288(p=0,001). Sedangkan aktivitas fisik tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kadar kolesterol HDL r = 0,090 (p=0,328).  Simpulan aktivitas fisik memiliki hubungan dengan kadar kolesterol total dan LDL. Sedangkan aktivitas fisik tidak memiliki hubungan dengan kadar kolesterol HDL pada masyarakat Jatinangor.Kata kunci: Aktivitas fisik; Kolesterol HDL; Kolesterol LDL; Kolesterol Total
SKRINING THALASSEMIA BETA MINOR PADA SISWA SMA DI JATINANGOR alyumnah, putri; Ghozali, Mohammad; Dalimoenthe, Nadjwa Zamalek
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 3 (2016): Volume 1 Nomor 3 Maret 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.88 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v1i3.10358

Abstract

Jenis Thalassemia yang paling banyak ditemukan adalah Thalassemia beta. Tercatat 10% penduduk Indonesia merupakan pembawa gen Thalassemia beta. Thalassemia beta minor sulit dideteksi karena bersifat asimtomatik sehingga peranan skrining sebagai deteksi dini sangat diperlukan. Sampai dengan saat ini di Indonesia belum dilakukan program skrining rutin Thalassemia.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui frekuensi Thalassemia beta minor pada siswa- siswi SMA di Jatinangor. Metode Penelitan deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengambilan data cross sectional telah dilakukan sejak bulan September sampai dengan Oktober 2015. Subyek penelitian terdiri dari siswa-siswi di 5 SMA kelas 10 dan 11 yang terregistrasi di Jatinangor. Hasil Dari seluruh siswa-siswi kelas 10 dan 11 SMA di Jatinangor, hanya ada 292 yang hadir saat penyuluhan, dan hanya 130 orang di antaranya yang bersedia mengikuti penelitian. Pada penelitian ini ditemukan 12 (9,3%) orang sebagai thalassemia beta minor. Pembahasan pada penelitian ini ditemukan 12 (9,3%) orang sebagai thalassemia beta minor. Pada penelitian lain di Banyumas didapatkan 8%.Kata kunci: Skrining,Thalassemia,Thalassemia beta minor
GAMBARAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN SAAT PROSES RUJUKAN DARI TINGKAT PRIMER KE TINGKAT SEKUNDER DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SUMEDANG wulandari, atikah putri; Susanti, Ari indra; Mandiri, Ariyati
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Desember 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.826 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i2.11230

Abstract

Sebanyak 85% ibu hamil atau bersalin mengalami proses normal dan 15 % mengalami komplikasi. Jika ibu bersalin mengalami komplikasi dan tidak segera ditangani akan berdampak terhadap Angka Kematian Ibu (AKI). Penyebab tidak langsung salah satunya 4 Terlambat telah menyumbangkan AKI cukup besar. Salah satu dari 4T tersebut adalah terlambat mengambil keputusan setuju merujuk. Maka dari itu peneliti melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui gambaran pengambilan keputusan saat proses rujukan dari tingkat primer ke tingkat sekunder di RSUD Sumedang. Metode yang dilakukan adalah metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling. Data diambil dari kuesioner yang dibagikan pada 90 ibu yang dirujuk dari tingkat primer ke tingkat sekunder di RSUD Sumedang pada bulan September-Desember 2015. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa pengambilan keputusan yang dipegang oleh keluarga cenderung mengambil keputusan dengan lambat sebesar 16,1 % dan mengalami keterlambatan merujuk sebanyak 17,2%. Pengambilan keputusan diambil dengan cepat baik penyulit dari ibu sebanyak 57,6%  maupun janin sebanyak 42,4%. Kesimpulan penelitian ini adalah pengambilan keputusan lebih banyak oleh suami, namun pengambilan keputusan oleh keluarga lebih lambat dan mengakibatkan keterlambatan merujuk. Kemudian, pengambilan keputusan pun lebih cepat baik dari penyulit ibu maupun janinKata Kunci : keterlambatan merujuk, merujuk, pengambilan keputusan, penyulit

Page 4 of 28 | Total Record : 277


Filter by Year

2015 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2021): Volume 6 Nomor 2 Desember 2021 Vol 6, No 1 (2021): Volume 6 Nomor 1 September 2021 Vol 5, No 4 (2020): Volume 5 Nomor 4 Juni 2020 Vol 5, No 3 (2020): Volume 5 Nomor 3 Maret 2020 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 Desember 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 September 2019 Vol 4, No 4 (2019): Volume 4 Nomor 4 Juni 2019 Vol 4, No 3 (2019): Volume 4 Nomor 3 Maret 2019 Vol 4, No 2 (2018): Volume 4 Nomor 2 Desember 2018 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 September 2018 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 September 2018 Vol 3, No 4 (2018): Volume 3 Nomor 4 Juni 2018 Vol 3, No 4 (2018): Volume 3 Nomor 4 Juni 2018 Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3 Maret 2018 Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3 Maret 2018 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Desember 2017 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Desember 2017 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 September 2017 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 September 2017 Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4 Juni 2017 Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4 Juni 2017 Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3 Maret 2017 Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3 Maret 2017 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Desember 2016 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Desember 2016 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 September 2016 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 September 2016 Vol 1, No 4 (2016): Volume 1 Nomor 4 Juni 2016 Vol 1, No 4 (2016): Volume 1 Nomor 4 Juni 2016 Vol 1, No 3 (2016): Volume 1 Nomor 3 Maret 2016 Vol 1, No 3 (2016): Volume 1 Nomor 3 Maret 2016 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Desember 2015 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Desember 2015 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 September 2015 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 September 2015 More Issue