cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sistem Kesehatan
ISSN : 24608831     EISSN : 2460819X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sistem Kesehatan dibawah Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, merupakan sarana publikasi ilmiah yang terbit setiap empat bulan yang sudah memiliki nomor ISSN yang cetak maupun yang elektronik dengan nomor pISSN 2460-8831 dan eISSN 2460-819X. Terbitan pertama Jurnal Sistem kesehatan yaitu pada bulan September 2015. Jurnal Sistem Kesehatan menggunakan sistem peer review untuk seleksi artikel. Jurnal Sistem Kesehatan (JSK) dapat menerima artikel penelitian asli yang relevan pada bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat, Kedokteran Komunitas, Ilmu Kedokteran Keluarga/Kedokteran Layanan Primer (DLP), Manajemen Kesehatan dan berbagai artikel yang terkait dengan penguatan sistem kesehatan. Format artikel penelitian terdiri atas halaman judul, abstrak (Indonesia dan Inggris), pendahuluan (memuat latar belakang penelitian dan tujuan penelitian) metode, hasil, pembahasan (pembahasan, keterbatasan penelitian simpulan dan saran), dan daftar pustaka.
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KELUARGA DENGAN TERKENDALINYA KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 (Studi di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kediri) muhibuddin, nanang; Sugiarto, Sugiarto; Wujoso, Hari
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 September 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.287 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i1.10407

Abstract

Penyakit Diabetes Melitus  jumlahnya terus meningkat serta menjadi masalah kesehatan karena komplikasinya, terjadi akibat kurangnya pengetahuan maupun sikap Keluarga dalam kontrol gula darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap keluarga dengan terkendalinya kadar gula darah pada pasien DM tipe-2. Rancangan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel 46 Responden keluarga (extended) pasien diambil dengan accidental sampling. Dilaksanakan di RSUD Kabupaten Kediri Bulan Februari sampai Maret 2016. Variabel bebas pengetahuan skor 0-30 dan sikap skor 0-120 tentang terkendalinya kadar gula darah dengan lembar kuesioner, variabel terikat Terkendalinya kadar gula darah Glycohemoglobin (HbA1c) dalam % dengan lembar observasi Rekam Medis (HbA1c). Data  dinyatakan dalam skala interval dan di analisis menggunakan Regresi Linier berganda. Tingkat kesalahan (α) 5% (0,05). Hubungan pengetahuan keluarga dengan terkendalinya kadar gula darah (b= –0.29; CI 95%= -0.53 s/d -0.05; p=0.017 (30,1%)). Hubungan sikap keluarga dengan terkendalinya kadar gula darah (b= -0.125; CI 95%= -0.22 s/d -0.03; p=0,012 (31,1%)). Hubungan pengetahuan dan sikap keluarga dengan terkendalinya kadar gula darah p=0,001 (37%) terkendalinya kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus tipe-2 dipengaruhi oleh faktor pengetahuan dan sikap. Ada hubungan pengetahuan dan sikap keluarga dengan terkendalinya kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe-2.Kata Kunci : Pengetahuan Keluarga, Sikap Keluarga, Terkendalinya kadar gula darah
Deteksi Dini Pengalaman Kekerasan Pada Anak Di Tingkat Keluarga Di Kecamatan Jatinangor Dewi, Nurusofa Surti; Arisanti, Nita; Rusmil, Viramitha Kusnandi; Sekarwana, Nanan; Dhamayanti, Meita
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3 Maret 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.064 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i3.11956

Abstract

Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2014, menyatakan setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Kejadian  terbanyak  kekerasan  pada  anak  terjadi  di  tingkat  keluarga.  Penelitian dilakukan untuk mengetahui gambaran dan karakteristik kekerasan pada anak di tingkat keluarga di Kecamatan Jatinangor sebagai deteksi dini terhadap kekerasan. Penelitian ini dilakukan menggunakan studi desain deskriptif kuantitatif dengan rentang waktu pengambilan data September sampai November 2016 secara satu kali potong lintang pada siswa/i Sekolah Menengah Pertama (SMP) aktif berusia 13-15 tahun di Kecamatan Jatinangor, Kab. Sumedang dengan sampel valid diambil sebanyak 98 orang. Ditinjau dengan kejadian terbanyak berdasarkan pengalaman kekerasan di rumah dan lingkungan yaitu pernah melihat orang dewasa di rumah meneriaki dan berteriak yang membuat takut (37.8%), serta berdasarkan jenis pengalaman disiplin dan mendapatkan tindak kekerasan   yaitu   memberi   sesuatu   istimewa   atau   uang   (90.82%).   Berdasarkan pengalaman  pola  asuh  yaitu  terluka/jatuh  karena  tidak  ada  orang  dewasa  yang mengawasi (27.6%), berdasarkan pengalaman kejadian menakutkan yaitu seseorang masuk ke rumah untuk mencuri sesuatu (16.34%), dan berdasarkan pengalaman kekerasan  seksual  yaitu  menyuruh  melihat  organ  vital/pribadinya  atau  sebaliknya (8.2%). Sebagian besar anak pernah mengalami kekerasan di rumah dan sekitarnya.Kata Kunci: kekerasan pada anak, keluarga, pengalaman
PENGARUH PELATIHAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF TERHADAP PENGETAHUAN MENYUSUI KELOMPOK PENDUKUNG ASI DI DESA MEKARGALIH DAN CIPACING KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG astuti, sri; susanti, Ari indra; Judistiani, Tina Dewi
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 3 (2016): Volume 1 Nomor 3 Maret 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.027 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v1i3.10360

Abstract

Survei kesehatan (Riskesdas) tahun 2010 melaporkan bahwa ibu yang melakukan pemberian ASI eksklusif hanya sekitar 15,3% di Indonesia. Pada tahun 2013, ibu yang melakukan pemberian ASI eksklusif sebesar 25,4% di wilayah Jawa Barat. Angka ini semakin menurun terutama di tingkat kecamatan. Hal ini berperan dalam peningkatan prevalensi gizi buruk pada anak-anak di bawah usia 6 bulan yang akhirnya akan berdampak pada peningkatan angka kematian anak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan pemberian ASI Eksklusif terhadap pengetahuan menyusui Kelompok Pendukung ASI (KP-ASI) yang dilaksanakan di Desa Mekargalih dan Cipacing, Kecamatan Jatinangor kabupaten Sumedang. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental pretest posttest design yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2014. Pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik purposive sampling sebanyak 100 responden dari Desa Mekargalih dan Desa Cipacing. Penelitian ini menggunakan data primer dengan memberikan kuesioner kepada responden sebelum dan sesudah diberikan pelatihan dan pembentukan KP-ASI. Untuk menganalisis pengaruh (hubungan)  pelatihan pemberian ASI Eksklusif terhadap pengetahuan menyusui KP-ASI digunakan analisis T-Test dan Rank Spearman. Hasil penelitian didapatkan pengetahuan tentang pemberian ASI pada kelompok pendukung ASI di kedua desa sebelum dan setelah pelatihan terbanyak kurang, dan  menunjukkan pengaruh yang bermakna pelatihan pemberian ASI Eksklusif terhadap pengetahuan menyusui KP- ASI  (p<0.05). Pembentukan dan pelatihan KP-ASI dapat meningkatkan pengetahuan menyusui KP-ASI sehingga mendorong para ibu untuk melakukan pemberian ASI Eksklusif.Kata kunci: ASI eksklusif, pengetahuan, KP-ASI
Hubungan Aktifitas Fisik, Kepatuhan Mengkonsumsi Obat Anti Diabetik Dengan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus di Fasyankes Primer Klaten Widodo, Cahyono; Tamtomo, Didik; Prabandari, Ari Natalia
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Desember 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.723 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i2.11237

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan sekelompok penyakit metabolik  berkarakteristik hiperglikemia karena adanya kelainan sekresi insulin. Selain kematian, DM juga menyebabkan kecacatan pasien. 30% pasien DM mengalami kebutaan akibat komplikasi retinopati dan 10% amputasi tungkai kaki, sehingga penatalaksanaan DM sangatlah penting. Keberhasilan pengelolaan DM dapat dicapai melalui kepatuhan mengkonsumsi obat anti diabetik dan aktifitas fisik. Tujuan menganalisis hubungan aktifitas fisik, kepatuhan mengkonsumsi obat anti diabetik, dengan kadar gula darah penderita DM tipe 2 rawat jalan di Fasyankes Primer Klaten. Metode Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan desain cross sectional. Populasi adalah pasien DM yang berkunjung di Fasyankes Primer Klaten. Sampel 86 pasein, ditarik secara random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan uji Chi Square dan regresi logistik ganda.Hasil Aktifitas fisik berkategori tinggi berhubungan dengan kadar gula darah (p = 0,021), kategori rendah dan sedang tidak berhubungan dengan kadar gula darah (p=0,061 ). Kepatuhan mengkonsumsi obat anti diabetik berkategori  tinggi, berhubungan dengan kadar gula darah (p = 0,002 ), berkategori rendah dan sedang tidak berhubungan dengan kadar gula darah (p= 0,066). Secara simultan,  kepatuhan mengkonsumsi obat anti diabetik dan aktifitas fisik  berhubungan dengan  kadar gula darah. Kesimpulan kepatuhan mengkonsumsi obat anti diabetik dan aktifitas fisik  berhubungan dengan  kadar gula darah (p=0.001).Kata kunci: Aktifitas fisik, Gula Darah, Kepatuhan
Pengaruh Penyuluhan Mengenai Imunisasi terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu di Desa Sukarapih Kec. Sukasari Pramodya, Reizza Dwitara; susanti, Ari indra; Nirmala, Sefita Aryati
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Desember 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.795 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v1i2.10342

Abstract

Kegiatan imunisasi merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu, selain bermanfaat imunisasi juga memberikan efek samping yang dikenal dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Berdasarkan Riskesdas 2013 didapatkan bahwa dari 91,3% anak di Indonesia yang pernah diimunisasi, terdapat 33,4% yang pernah mengalami KIPI. Keluhan yang sering terjadi adalah kemerahan dan bengkak, sedangkan keluhan demam tinggi dialami 6,8% anak. Perlu penyuluhan pada masyarakat untuk mengerti akan terjadinya efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan mengenai imunisasi terhadap pengetahuan dan sikap ibu di Desa Sukarapih, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 0-10 buan. Sampel yang digunakan yaitu accidental sampling berjumlah 40 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukan pengetahuan responden sebelum diberikan penyuluhan imunsasi berada dalam kategori baik sebanyak 45,0%, sikap responden yang mendukung sebesar 67,5%. Setelah diberikan penyuluhan terdapat peningkatan pengetahuan dalam kategori baik menjadi 65,0%, sedangkan sikap responden setelah diberikan penyuluha 50,0% responden memiliki sikap mendukung. Hasil uji wilcoxon menunjukan terdapat pengaruh bermakna penyuluhan terhadap pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan (p<0,05%) tetapi tidak terdapat pengaruh bermakna penyuluhan terhadap sikap ibu sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan (p>0,05%).   Kata Kunci : imunisasi, pengetahuan, penyuluhan, sikap
Metode Pembelajaran Preceptorship Dibandingkan Dengan Konvensional Terhadap Keterampilan Pemeriksaan Kehamilan Mahasiswi Kebidanan susanti, ari indra; Wirakusumah, Firman; Garna, Herry
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 September 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.622 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i1.10417

Abstract

Salah satu kompetensi utama bidan dalam kurikulum D-III Kebidanan Tahun 2011 yaitu bidan sebagai care provider yang mampu memberikan asuhan kebidanan  secara efektif, aman, dan bermutu tinggi bagi perempuan dalam siklus reproduksinya secara komprehensif. Untuk mencapai kompetensi tersebut, maka metode pembelajaran konvensional perlu dikembangkan menjadi metode pembelajaran preceptorship. Tujuan penelitian ini untuk mengukur perbedaan metode pembelajaran preceptorship dengan konvensional terhadap keterampilan pemeriksaan kehamilan mahasiswi kebidanan. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental design dengan rancangan non randomized control group pretest postest design dengan jumlah sampel sebanyak 108 mahasiswi kebidanan di Prodi Kebidanan FK Unpad dan Poltekkes TNI AU Ciumbeleuit. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Desember 2013 sampai dengan Februari 2014. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Analisis uji beda menggunakan uji Z Mann Whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna keterampilan pemeriksaan kehamilan antara metode preceptorship dengan konvensional (p<0.005). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran preceptorship yang dilakukan di lahan praktik dapat meningkatkan keterampilan mahasiswa kebidanan.Kata Kunci: Keterampilan, konvensional, metode preceptorship
Hubungan antara Riwayat Status Gizi Ibu Masa Keha milan dengan Pertumbuhan Anak Balita di Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung Zaif, Ridha Mustika; Wijaya, Merry; Hilmanto, Dany
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3 Maret 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.396 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i3.11964

Abstract

Pertumbuhan saat balita memiliki dampak terhadap kehidupan selanjutnya karena masa balita merupakan masa kritis (golden period). Status gizi anak harus diperhatikan  sejak dalam kandungan. Asupan gizi yang baik pada saat kehamilan penting  untuk pertumbuhan janin sampai bayi dilahirkan. Bayi lahir dengan berat badan rendah dapat mengalami risiko gangguan pertumbuhan dengan gizi kurang, pendek dan kurus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat status gizi ibu masa kehamilan yang dinilai dengan pertambahan berat badan ibu trimester III dan ukuran LILA dengan pertumbuhan balita. Desain penelitian dengan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 109 ibu yang mempunyai balita di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung pada bulan Maret-November 2016. Pengambilan sample dengan multistage random sampling dan dianalisis dengan uji Gamma Chi-square. Tidak terdapat hubungan antara lingkar lengan atas (LILA) ibu saat hamil dengan pertumbuhan anak balita berdasarkan BB/U (p=0,065), TB/U (p=0,218) dan BB/TB (p=0,089). Dan juga tidak terdapat hubungan antara pertambahan berat badan ibu trimester III kehamilan dengan pertumbuhan balita berdasarkan BB/U (p=0,978), TB/U (p=0,678) dan BB/TB (p=0,724). Tidak terdapat hubungan antara riwayat status gizi ibu pada masa kehamilan berdasarkan ukuran LILA dan pertambahan berat badan ibu hamil trimester III dengan pertumbuhan anak balita.Kata Kunci: Masa Kehamilan, Pertumbuhan Balita, Status Gizi
Analisis Ketersediaan Obat pada era Jaminan Kesehatan Nasional di Apotek Wilayah Bojonegara Kotamadya Bandung Tahun 2015 nurtatinjo, aditya nugraha; Kuswinarti, Kuswinarti; Sunjaya, Deni
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 4 (2016): Volume 1 Nomor 4 Juni 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.409 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v1i4.10375

Abstract

Reformasi dalam bentuk sistem pembiayaan kesehatan di Indonesia diresmikan pada 1 Januari 2014. Asuransi kesehatan sosial berbentuk Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saat ini dianggap masih memiliki kekurangan, salah satunya adalah ketersediaan obat dalam sektor swasta, yaitu apotek. Sementara itu belum ada data mengenai ketersediaan obat JKN di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perubahan sistem pembiayaan kesehatan terhadap ketersediaan obat, serta faktor-faktor yang memengaruhinya di apotek rujukan. Penelitian menggunakan desain kualitatif yang diolah dengan proses pengkodean, kategorisasi, penyusunan tema, dan sintesis teori untuk mendapatkan informasi secara menyeluruh dari apotek dan pasien yang terkait dengan JKN. Subjek penelitian adalah 10 orang yang merupakan manajer, petugas pencatatan, asisten apoteker, dan pasien. Penelitian dilakukan di apotek rujukan JKN di wilayah Bojonegara Kotamadya Bandung pada tahun 2015. Hasil penelitian menunjukkan adanya dampak dari perubahan kebijakan sistem pembiayaan berupa ketidaksesuaian atau penyimpangan antara lain berupa ketidaktersediaan obat dan kerugian yang ditanggung apotek yang dipengaruhi oleh aspek regulasi, pengadaan obat, sosialisasi, dan manajemen. Ketidaktersediaan obat dalam penelitian ini memberikan gambaran mengenai respon dalam reformasi. Aspek penting dalam perubahan adalah persiapan, serta respon dari pelaksana perubahan tersebut. Keterbatasan penelitian ini adalah jumlah apotek dan subjek yang terbatas.Kata Kunci : Apotek, Jaminan Kesehatan Nasional, Ketersediaan Obat
Penyakit Kimura Parotis Harsarapama, Pandu Putra; Dewi, Yussy Afriani; Purwanto, Bambang; Permana, Agung Dinasti
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Desember 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.085 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i2.11263

Abstract

Penyakit kimura adalah kelainan inflamasi kronis, ditandai adanya limfadenopati atau massa jaringan lunak subkutan, tanpa nyeri, sering mengenai daerah kepala dan leher. Pertama kali dilaporkan di Cina pada 1937, disebut limfogranuloma hiperplastik eosinofilik. Tahun 1948, ditemukan keterlibatan komponen vaskular oleh Kimura, sehingga disebut Penyakit Kimura. Rasio perbandingan laki-laki dibandingkan wanita adalah 3.5-9 : 1. Insidensi usia adalah 20-30 tahun. Kasus Remaja laki-laki berusia 17 tahun datang ke Poliklinik THT-KL RSHS Bandung dengan keluhan benjolan leher sebelah kiri, daerah parotis, kelenjar getah bening level Ib dan II. Keluhan dirasakan sejak 2 bulan sebelumnya. Awalnya benjolan berukuran diameter 5 mm, membesar sampai sebesar 90 mm, mudah bergerak dan tidak nyeri pada perabaan. Metode Pemeriksaan laboratorium darah menunjukkan nilai eosinofil 22%, protein 9.4 gr/dL, dan serum IgE 3,8 mg/dL. Ultrasonografi leher menunjukkan massa solid yang dominan dengan bagian kistik di dalamnya yang mengobliterasi sebagian kelenjar parotis kiri. Pemeriksaan biospi jarum halus menunjukkan karsinoma parotis kemungkinan suatu mukoepidermoid. CT-Scan menunjukkan gambaran massa solid di daerah pre-parotis kiri dan lesi hipodens multipel bulat di daerah pre-parotis dan pre-aurikula kiri. Hasil Pemeriksaan histopatologis pasca operasi menunjukkan gambaran penyakit kimura parotis. Diskusi Pasca operasi, diberikan radioterapi dengan dosis 30 Gy, dilakukan kontrol selama satu tahun, tanpa terapi farmakologis, tidak ditemukan angka kekambuhan penyakit.Kata Kunci : Kimura, Parotis, Radioterapi
Studi Kualitas Air Reverse Osmosis Secara Mikrobiologi pada Dua Unit Hemodialisis di Kota Bandung cahyadi, adi imam; Ruslami, Rovina; Sudigdoadi, Sumaryati
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 3 (2016): Volume 1 Nomor 3 Maret 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.453 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v1i3.10352

Abstract

Kontaminasi bakteri pada air reverse osmosis (RO) yang digunakan untuk hemodialisis (HD) dapat menyebabkan respon inflamasi, termasuk inflamasi kronis. Pasien HD memiliki risiko kematian yang tinggi akibat kejadian kardiovaskular yang berkaitan erat dengan inflamasi kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas air RO dan jenis bakteri kontaminan pada saluran distribusi unit HD di Kota Bandung secara mikrobiologi. Enam belas sampel air diambil dari unit HD di dua rumah sakit (RS) pada bulan September 2014, sebelas sampel dari unit HD di RS A dan lima dari unit HD di RS B, secara langsung pada titik sebelum dan sesudah proses RO. Sampel air diinokulasi pada Reasoner’s agar (R2A), koloni bakteri yang tumbuh kemudian diisolasi dan diidentifikasi di laboratorium Mikrobiologi Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Unpad. Sampel air dari RS A menunjukkan pertumbuhan koloni bakteri 213-1473 cfu/mL. Sampel dari RS B menunjukkan pertumbuhan koloni 0-99 cfu/mL. Pada identifikasi didapatkan 12 spesies bakteri yang terdiri dari 8 spesies batang gram negatif, 3 spesies kokus gram positif, dan 1 spesies batang gram positif. Kualitas air RO unit HD RS A masih rendah karena hitung koloni yang tinggi dan perlu segera diperbaiki, pada RS B masih dalam batas yang diperbolehkan.Kata kunci: Hemodialisis; kontaminasi bakteri; reverse osmosis

Page 6 of 28 | Total Record : 277


Filter by Year

2015 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2021): Volume 6 Nomor 2 Desember 2021 Vol 6, No 1 (2021): Volume 6 Nomor 1 September 2021 Vol 5, No 4 (2020): Volume 5 Nomor 4 Juni 2020 Vol 5, No 3 (2020): Volume 5 Nomor 3 Maret 2020 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 Desember 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 September 2019 Vol 4, No 4 (2019): Volume 4 Nomor 4 Juni 2019 Vol 4, No 3 (2019): Volume 4 Nomor 3 Maret 2019 Vol 4, No 2 (2018): Volume 4 Nomor 2 Desember 2018 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 September 2018 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 September 2018 Vol 3, No 4 (2018): Volume 3 Nomor 4 Juni 2018 Vol 3, No 4 (2018): Volume 3 Nomor 4 Juni 2018 Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3 Maret 2018 Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3 Maret 2018 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Desember 2017 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Desember 2017 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 September 2017 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 September 2017 Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4 Juni 2017 Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4 Juni 2017 Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3 Maret 2017 Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3 Maret 2017 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Desember 2016 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Desember 2016 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 September 2016 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 September 2016 Vol 1, No 4 (2016): Volume 1 Nomor 4 Juni 2016 Vol 1, No 4 (2016): Volume 1 Nomor 4 Juni 2016 Vol 1, No 3 (2016): Volume 1 Nomor 3 Maret 2016 Vol 1, No 3 (2016): Volume 1 Nomor 3 Maret 2016 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Desember 2015 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Desember 2015 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 September 2015 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 September 2015 More Issue