cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sistem Kesehatan
ISSN : 24608831     EISSN : 2460819X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sistem Kesehatan dibawah Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, merupakan sarana publikasi ilmiah yang terbit setiap empat bulan yang sudah memiliki nomor ISSN yang cetak maupun yang elektronik dengan nomor pISSN 2460-8831 dan eISSN 2460-819X. Terbitan pertama Jurnal Sistem kesehatan yaitu pada bulan September 2015. Jurnal Sistem Kesehatan menggunakan sistem peer review untuk seleksi artikel. Jurnal Sistem Kesehatan (JSK) dapat menerima artikel penelitian asli yang relevan pada bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat, Kedokteran Komunitas, Ilmu Kedokteran Keluarga/Kedokteran Layanan Primer (DLP), Manajemen Kesehatan dan berbagai artikel yang terkait dengan penguatan sistem kesehatan. Format artikel penelitian terdiri atas halaman judul, abstrak (Indonesia dan Inggris), pendahuluan (memuat latar belakang penelitian dan tujuan penelitian) metode, hasil, pembahasan (pembahasan, keterbatasan penelitian simpulan dan saran), dan daftar pustaka.
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
Manajemen Perubahan Organisasi Puskesmas dalam Revitalisasi Puskesmas di Kabupaten Sumedang triana, nina; Setiawati, Elsa Pudji; Desy, Insi Farisa; Sunjaya, Deni; Argadiredja, Dadi; Diah, Dewi Marhaeni
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 3 (2016): Volume 1 Nomor 3 Maret 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.854 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v1i3.10353

Abstract

Revitalisasi Puskesmas merupakan upaya Kementerian Kesehatan RI untuk meningkatkan kinerja Puskesmas melalui berbagai perubahan dalam penyelenggaraan Puskesmas. Perubahan-perubahan tersebut sejalan dengan semangat reformasi pembangunan khususnya reformasi otonomi daerah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi manajemen perubahan dalam revitalisasi Puskesmas yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan. Metode Desain penelitian yang dipergunakan adalah kualitatif dengan paradigma konstruktivism dan strategi studi kasus. Metode analisis yang digunakan adalah tematik. Subyek penelitian ini adalah kepala dinas kesehatan dan kepala Puskesmas. Hasil Model manajemen perubahan dalam sistem pengembangan manajemen kinerja klinis WHO SEA-NURS mendukung hasil yang menunjukkan bahwa fungsi-fungsi manajemen perubahan menjadi dasar konstruk perubahan penyelenggaraan Puskesmas oleh Dinas Kesehatan. Simpulan Manajemen perubahan dalam revitalisasi Puskesmas oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang fokus pada fungsi implementasi yang merupakan tahap penekanan terhadap masalah yang mulai muncul dalam tugas perubahan yang harus dilakukan.Kata kunci : manajemen perubahan, revitalisasi Puskesmas
Gambaran Pelayanan Terintegrasi dan Komprehensif Pada Balita Bawah Garis Merah di Puskesmas Soreang Laurentia, Lisbeth Maria; Setiawati, Elsa Pudji; Somasetia, dadang Hudaya; Hilmanto, Dany
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4 Juni 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.984 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i4.12493

Abstract

Pelayanan balita Bawah Garis Merah (BGM) seharusnya diberikan secara terintegrasi dan komprehensif supaya mencegah terjadinya gizi kurang/buruk berulang maupun penyakit infeksi pada anak. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi gambaran pelayanan terintegrasi dan komprehensif berdasarkan standar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta faktor yang memengaruhi pelayanan. Penelitian kualitatif: pelayanan terintegrasi dan komprehensif balita BGM berdasarkan standar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dilakukan mulai dari September sampai November 2016 di rumah responden, posyandu/polindes dan Puskesmas Soreang. Data diambil dari 18 responden (ibu balita BGM, kader, bidan, petugas gizi, dokter dan Kepala Puskesmas Soreang) dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Validasi data menggunakan teknik triangulasi data. Pelayanan terintegrasi dan komprehensif balita BGM di Puskesmas Soreang terdiri dari pelayanan promotif dan preventif. Pelayanan promotif berupa edukasi makanan dan kesehatan anak. Pelayanan preventif berupa pemberitahuan berat badan anak kurang, edukasi pola makanan, penimbangan, rujukan ke petugas kesehatan dan pemberian makanan tambahan. Namun belum semua ibu balita BGM menerima penyuluhan balita BGM dan konseling nutrisi dengan jelas dari petugas gizi/dokter karena belum sepenuhnya dilakukan rujuk dari posyandu ke puskesmas. Pelayanan kuratif di Puskesmas Soreang untuk balita BGM seperti dalam Bagan Tatalaksana Anak Gizi Buruk Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2011 belum berjalan.Kata kunci: Balita, Gizi Kurang, Pelayanan terintergrasi dan komprehensif, Preventif, Promotif
GAMBARAN MOTIVASI MENJADI DOKTER PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PADJADJARAN dewi, sari puspa; Arya, Insi Farisa; -, Achadiyani; Achmad, Tri Hanggono
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 September 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.133 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v1i1.10338

Abstract

Dokter adalah profesi yang luhur dan dibutuhkan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Pendidikan kedokteran merupakan pendidikan yang tidak mudah dan membutuhkan motivasi yang kuat untuk menyelesaikannya. Motivasi internal maupun eksternal telah diketahui dapat memengaruhi proses belajar maupun hasil belajar mahasiswa. Dengan mengetahui motivasi mahasiswa maka program studi dapat merancang kegiatan pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi mahasiswa kedokteran memilih pendidikan dokter dan persepsinya terhadap profesi dokter. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi. Seluruh mahasiswa yang masuk tahun 2014, pada bulan pertamanya ditugaskan menuliskan motivasi memilih program pendidikan dokter. Esai tersebut lalu dianalisis untuk mendapatkan kesamaan tema. Seluruh mahasiswa sebanyak 281 orang (209 perempuan, 72 laki-laki) menyatakan bahwa motivasi menjadi dokter terutama adalah untuk menolong dan menjaga kesehatan masyarakat. Motivasi lain adalah ingin mempelajari tubuh manusia lebih mendalam. Yang lain menyatakan faktor agama dan dorongan keluarga. Hampir semua mahasiswa memandang profesi kedokteran adalah profesi yang selalu dibutuhkan. Beberapa mahasiswa memandang profesi dokter masih menjanjikan kesejahteraan secara finansial. Data ini menunjukkan bahwa mahasiswa tahun pertama masih memiliki motivasi yang luhur untuk menjadi dokter. Hal ini akan dapat membantu mereka dalam menempuh pendidikan. Penelitian lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui perubahan motivasi mereka setelah lulus dokter.Kata kunci: motivasi, mahasiswa, profesi dokter
GANGGUAN GIZI BALITA DI DESA MEKARGALIH KECAMATAN JATINANGOR - SUMEDANG: MASALAH KESEHATAN MASYARAKAT Judistiani, Tina Dewi; Fauziah, Annisa; Astuti, Sri; Yuliani, Anita; Sari, Puspa
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Desember 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.373 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v1i2.12830

Abstract

Penanggulangan gangguan gizi balita membutuhkan tindak lanjut yang terencana hingga level layanan primer. Data dasar dibutuhkan untuk menilai besarnya beban masalah tersebut. Penelitian deskriptif  potong lintang  dilakukan  bulan Maret 2015  di Desa Mekargalih Kecamatan Jatinangor, yang termasuk wilayah asuhan Program Studi Diploma 4 Kebidanan Fakultas Kedokteran Unpad.    Telah dikumpulkan data primer antropometri, usia dan jenis kelamin balita usia 3-5 tahun. Analisis indikator merujuk pada kurva World Health Organization-National Center for Health Statistics (WHO-NCHS) sesuai SK Menkes RI no 1995/Menkes/SK/XII/2010.Hasil penelitian menunjukkan komposisi balita 3-5 tahun  di Desa Mekargalih terdiri atas 65 (38,9%) anak laki laki dan 102 (61,1%) anak perempuan. Besar masalah gizi buruk-kurang mencapai 10,8%,  wasting  7,8% dan  stunting sebesar 16,2%.  Perbandingan proporsi  balita yang mengalami gangguan gizi  antara balita  perempuan terhadap laki-laki adalah : 12,8% vs 7,7% (gizi buruk-kurang),  18,6% vs 12,3% (stunting). Proporsi wasting  pada balita perempuan lebih rendah   (7,9% vs 9,2%). Simpulan :   Gangguan gizi balita usia 3-5 tahun di Desa Mekargalih Kecamatan Jatinangor merupakan masalah kesehatan masyarakat tingkat sedang. Balita perempuan lebih rentan mengalami gangguan gizi. Perlu diupayakan  perbaikan gizi  terpadu bagi tiap individu dengan pendampingan tenaga kesehatan.Kata Kunci :  Balita, masalah kesehatan masyarakat, status gizi
Jumlah Pemenuhan dan Pola Penggunaan Obat Program Rujuk Balik di Apotek Wilayah Gedebage Kota Bandung sembada, surya dwi; Kuswinarti, Kuswinarti; Arisanti, Nita
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 September 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.328 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i1.10410

Abstract

Indonesia memberlakukan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) awal tahun 2014 yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan). Salah satu program JKN adalah Program Rujuk Balik (PRB), yang diperuntukkan bagi pasien penyakit kronis dengan keadaan stabil yang masih memerlukan pengobatan jangka panjang. Semua peserta PRB berhak mendapatkan pengobatan untuk 30 hari penuh dari Apotek yang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, namun ternyata masih ada pasien yang tidak mendapatkan obat secara penuh. Penelitian ini bertujuan untuk melihat jumlah pemenuhan dan pola penggunaan obat PRB di Apotek wilayah Gedebage. Penelitian kuantitatif ini dilakukan di Wilayah Gedebage. Dua Apotek telah dipilih sebagai objek penelitian. Data berasal dari form resep obat bulan Oktober 2015, yaitu nama obat, indikasi (sesuai Formularium Nasional), jumlah obat, dan frekuensi penggunaan obat dari kedua Apotek. Lebih dari 95% semua pelayanan obat PRB telah dilakukan oleh pihak Apotek yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dengan pola penggunaan obat terbanyak yaitu untuk hipertensi sebanyak 84,09%, disusul diabetes melitus (37,52%) dan penyakit jantung (12,72%). Secara umum, jumlah pemenuhan obat PRB untuk kebutuhan selama 30 hari dapat terpenuhi di kedua apotek dengan penggunaan obat terbanyak untuk penyakit hipertensi.Kata Kunci: Apotek, BPJS Kesehatan, Obat PRB
Pelayanan Preventif Terhadap Pasien Anak Yang Diberikan Oleh Dokter Praktek Umum Mandiri Di Kecamatan Soreang Mushlih, Abdullah; Arisanti, Nita; Mutyara, Kuswandewi
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3 Maret 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.414 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i3.11959

Abstract

Pelayanan preventif dapat menghemat biaya kesehatan dan sesuai dengan masalah kesehatan yang banyak terjadi pada anak, namun pelaksanaan pelayanan ini masih rendah. Pelayanan preventif yang menjadi kompetensi dokter umum antara lain imunisasi, skrining dan pengurangan risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi jenis dan faktor yang memengaruhi perilaku pemberian pelayanan preventif pada pasien anak. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dilakukan terhadap dokter praktik umum mandiri di Kecamatan Soreang. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam kepada dokter mengenai pelayanan preventif yang diberikan kepada pasien anak dan faktor yang memengaruhinya sampai didapat jawaban pertanyaan yang jenuh. Analisis data dilakukan dengan transkripsi, reduksi dan kategorisasi. Penelitian ini dilakukan dari September sampai Desember 2015. Penelitian ini telah mendapat persetujuan etik dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Hasil wawancara mendalam dilakukan kepada 5 orang informan. Dua dari lima informan melakukan pelayanan imunisasi, namun hanya jenis imunisasi dasar. Seluruh informan tidak melaksanakan skrining, identifikasi risiko, dan pengurangan risiko secara rutin hanya yang menjadi bagian dari proses pengobatan pasien yang dilakukan. Perilaku pemberian pelayanan preventif dipengaruhi oleh, motivasi dan pengetahuan dokter, sosial ekonomi pasien, waktu pelayanan, fasilitas, permintaan pasien, pedoman dan peraturan. Kesimpulan perilaku pemberian pelayanan preventif terhadap pasien anak yang diberikan oleh dokter umum praktek mandiri belum menjadi kegiatan yang rutin diberikan. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhinya antara lain motivasi dan pengetahuan dokter, waktu pelayanan, fasilitas, sosial ekonomi pasien, permintaan pasien, pedoman, dan peraturan.Kata Kunci: Anak, dokter umum, pelayanan preventif
Korelasi Nilai Komunikasi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran pada OSCE Tahap Akademik dengan OSCE UKMPPD lestari, qori; Dewi, Sari Puspa; Desy, Insi Farisa
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 3 (2016): Volume 1 Nomor 3 Maret 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.689 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v1i3.10363

Abstract

Kurangnya kemampuan komunikasi dokter dalam menyampaikan informasi kepada pasien masih menjadi masalah yang sering dikeluhkan. Objective Stuctured Clinical Examination (OSCE) merupakan salah satu alat evaluasi kemampuan komunikasi. OSCE diterapkan mulai tahap akademik dan berlanjut sampai tahap Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD). Penelitian ini bermaksud melihat korelasi nilai komunikasi mahasiswa pada tahap akademik dengan UKMPPD untuk mengevaluasi kurikulum komunikasi yang dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FKUP). Metode Studi potong lintang dilakukan pada nilai OSCE tahap akademik dan UKMPPD dari 264 data mahasiswa FK Unpad angkatan 2009 dan 2010 pada September – November 2015. Rerata nilai OSCE untuk komunikasi maupun nilai komponen anamnesis dan komunikasi (communication skills, drug education, breaking bad news, informed concent) dianalisis dengan uji korelasi Spearman. Hasil Rerata nilai OSCE komunikasi tahap akademik dan UKMPPD secara berurutan  adalah  88,77 (+2,21)  dan  86,33 (+6,74)  dengan  koefisien  korelasi r=0,158 (p< 0,05). Untuk komponen anamnesis dan komunikasi diperoleh koefisien korelasi secara berurutan adalah r=0,131 (p<0,05) dan r= 0,181 (p>0,05). Simpulan Terdapat korelasi positif lemah antara nilai komunikasi OSCE tahap akademik dengan OSCE UKMPPD. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pendidikan dan penilaian komunikasi yang berlangsung selama proses pendidikan profesi dokter.Kata kunci : komunikasi, OSCE
Luaran Maternal Dan Neonatal Pada Ibu Bersalin dengan Riwayat Kekurangan Energi Kronik di Wilayah Kecamatan Jatinangor Tahun 2015 Wulan, Desti Ratna; Susanti, Ari indra; Sari, Puspa
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Desember 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.982 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i2.11246

Abstract

Salah satu masalah gizi pada ibu hamil di Indonesia yaitu kekurangan energi kronik (KEK). Ibu hamil dengan KEK dapat berpengaruh terhadap ibu dan janin. Cara untuk mengetahui kondisi ibu dan bayi pada ibu bersalin dengan riwayat KEKdengan melihat luaran maternal dan neonatal. Tujuan penelitian untuk mengetahui luaran maternal dan neonatal pada ibu bersalin dengan riwayat KEK di wilayah Kecamatan Jatinangor.Metode penelitian adalah survey dengan pendekatan deskriptif. Populasi dan sampel adalah seluruh ibu bersalin dengan riwayat KEK. Teknik sampel adalah total sampling dengan jumlah sampel 84 orang menggunakan data kohort periode dari 01 Januari 2015 sampai 31 Desember 2015.Pengambilan data dilakukan tanggal 02 Agustus 2016 sampai 20 Agustus 2016 di wilayah kecamatan Jatinangor. Analisis data secara univariat.Hasil penelitian luaran maternal pada ibu bersalin dengan riwayat KEK dengan anemia 1,20%, dan persalinan premature 4,76%. Luaran neonatal pada ibu bersalin dengan riwayat KEK dengan bayi lahir mati 3,57%, asfiksia 4,76%, dan bayi berat lahir rendah 13,09%.  Simpulan penelitian ini, luaran maternal pada ibu bersalin dengan riwayat KEKadalah anemia, dan persalinan premature. Luaran neonatal pada ibu bersalin dengan riwayat KEKadalahbayi berat lahir rendah.Kata Kunci :Ibu bersalin dengan riwayat KEK, luaran maternal, luaran neonatal
Perspektif Mahasiswa: Evaluasi Program Pendidikan Profesi Dokter Rotasi Kedokteran Keluarga di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung Indonesia arisanti, nita; Setiawati, Elsa Pudji
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Desember 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.336 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v1i2.10348

Abstract

Berbagai inovasi dalam pendidikan kedokteran harus selalu dilakukan. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah pengembangan Kurikulum PSPD Kedokteran Keluarga. Evaluasi program sangat diperlukan agar dapat diterapkan dengan baik. Evaluasi merupakan bagian integral pelaksanaan dan pengembangan kegiatan pendidikan, Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran evaluasi Program PSPD dari perspektif mahasiswa yang telah melakukan rotasi. Disain penelitian adalah deskriptif kuantitatif terhadap seluruh mahasiswa FK Unpad yang telah melakukan rotasi di PSPD Kedokteran Keluarga selama 6 bulan program diterapkan yaitu Januari – Agustus 2011. Tehnik pengambilan sampling secara total sampling terhadap 68 mahasiswa yang telah melakukan rotasi. Pengambilan data dengan kuesioner dan dianalisis dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menggambarkan penilaian peserta didik terhadap tujuan, metode pembelajaran, modul, lembar kerja, metode asesmen, wahana pendidikan, pembimbing dan pendukung program. Gambaran tentang tujuan pendidikan didapatkan sebagian besar (96%) responden menyatakan program sudah sesuai kompetensi dan dapat dicapai melalui metode pembelajaran yang diberikan. Kompetensi juga dapat dicapai melalui alokasi waktu yang tersedia. Sebanyak 57% mahasiswa memberikan penilaian positif terhadap bahan ajar, terutama penilaian mengenai referensi dan tugas yang diberikan. Penilaian untuk lembar kerja mahasiswa, didapatkan ketidaksesuaian antara tugas pada lembar kerja dan pembekalan. Perlu evaluasi berkala untuk menilai pelaksanaan program dan beberapa hal perlu diperbaiki sesuai dengan umpan balik peserta didik.Kata kunci: evaluasi, profesi dokter, program pendidikan
Gambaran Rencana Masa Depan Pemilihan Bidang Profesi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Angkatan 2007 Fedrian, Dani; Gondodiputro, Sharon; Dewi, Sari Puspa
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 September 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.593 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v1i1.10303

Abstract

Salah satu komponen menjalankan sistem kesehatan nasional secara optimal adalah ketersediaan sumber daya manusia antara lain adalah dokter. Dengan banyaknya pilihan lapangan pekerjaan, menyebabkan tidak semua dokter mau bekerja di sarana pelayanan kesehatan primer. Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran rencana masa depan pemilihan bidang profesi mahasiswa FK Unpad Angkatan 2007 beserta faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Suatu survey deskriptif dilakukan terhadap 182 mahasiswa Program Pendidikan Sarjana Kedokteran FK Unpad Angkatan 2007 dengan menggunakan self-administered questionnaire. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (70,3%) responden berencana langsung bekerja setelah lulus dokter, untuk selanjutnya akan melanjutkan pendidikan (96,9%). Mayoritas responden memilih sarana pelayanan kesehatan primer & sekunder (praktik sendiri dan rumah sakit pemerintah) sebagai rencana kerja. Selanjutnya responden yang berencana langsung melanjutkan pendidikan setelah lulus dokter ialah sebanyak 29,7%. Setelah lulus, mayoritas responden memilih sarana pelayanan kesehatan sekunder yaitu praktik sendiri dan rumah sakit swasta. Dosen/Akademisi  menjadi rencana kerja yang paling banyak dipilih pada bidang kerja non klinisi. Karakteristik pribadi yaitu minat, antusias, dan harapan pada bidang profesi merupakan faktor dominan yang melatarbelakangi rencana masa depan dalam pemilihan bidang profesi. Simpulan penelitian ini adalah sebagian besar responden memilih bekerja di sarana pelayanan primer hanya untuk sementara, sehingga akan berdampak terhadap kesinambungan pelaksanaan sistem kesehatan nasional. Untuk itu, sosialisasi akan pentingnya bekerja di sarana pelayanan primer menjadi kewajiban FK.Kata kunci: Klinisi, non klinisi, pemilihan profesi, pendidikan dokter, SDM kesehatan

Page 2 of 28 | Total Record : 277


Filter by Year

2015 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2021): Volume 6 Nomor 2 Desember 2021 Vol 6, No 1 (2021): Volume 6 Nomor 1 September 2021 Vol 5, No 4 (2020): Volume 5 Nomor 4 Juni 2020 Vol 5, No 3 (2020): Volume 5 Nomor 3 Maret 2020 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 Desember 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 September 2019 Vol 4, No 4 (2019): Volume 4 Nomor 4 Juni 2019 Vol 4, No 3 (2019): Volume 4 Nomor 3 Maret 2019 Vol 4, No 2 (2018): Volume 4 Nomor 2 Desember 2018 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 September 2018 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 September 2018 Vol 3, No 4 (2018): Volume 3 Nomor 4 Juni 2018 Vol 3, No 4 (2018): Volume 3 Nomor 4 Juni 2018 Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3 Maret 2018 Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3 Maret 2018 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Desember 2017 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Desember 2017 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 September 2017 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 September 2017 Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4 Juni 2017 Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4 Juni 2017 Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3 Maret 2017 Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3 Maret 2017 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Desember 2016 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Desember 2016 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 September 2016 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 September 2016 Vol 1, No 4 (2016): Volume 1 Nomor 4 Juni 2016 Vol 1, No 4 (2016): Volume 1 Nomor 4 Juni 2016 Vol 1, No 3 (2016): Volume 1 Nomor 3 Maret 2016 Vol 1, No 3 (2016): Volume 1 Nomor 3 Maret 2016 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Desember 2015 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Desember 2015 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 September 2015 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 September 2015 More Issue