cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sistem Kesehatan
ISSN : 24608831     EISSN : 2460819X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sistem Kesehatan dibawah Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, merupakan sarana publikasi ilmiah yang terbit setiap empat bulan yang sudah memiliki nomor ISSN yang cetak maupun yang elektronik dengan nomor pISSN 2460-8831 dan eISSN 2460-819X. Terbitan pertama Jurnal Sistem kesehatan yaitu pada bulan September 2015. Jurnal Sistem Kesehatan menggunakan sistem peer review untuk seleksi artikel. Jurnal Sistem Kesehatan (JSK) dapat menerima artikel penelitian asli yang relevan pada bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat, Kedokteran Komunitas, Ilmu Kedokteran Keluarga/Kedokteran Layanan Primer (DLP), Manajemen Kesehatan dan berbagai artikel yang terkait dengan penguatan sistem kesehatan. Format artikel penelitian terdiri atas halaman judul, abstrak (Indonesia dan Inggris), pendahuluan (memuat latar belakang penelitian dan tujuan penelitian) metode, hasil, pembahasan (pembahasan, keterbatasan penelitian simpulan dan saran), dan daftar pustaka.
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP DIMENSI KUALITAS PELAYANAN TENAGA PELAKSANA ELIMINASI MENGGUNAKAN PEMODELAN RASCH sari, dini riyantini; Sekarwana, Nanan; Hinduan, Zahrotur Rusyda; Sumintono, Bambang
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 September 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.047 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i1.10419

Abstract

Jenis penyakit filariasis limfatik telah lama menjadi masalah kesehatan khususnya daerah endemis filariasis di Indonesia. Tahun 2014 angka mikrofilaria rate (Mf rate) di Kelurahan Nibung Putih sebesar 2,08%. Tingginya prevalensi penyakit filariasis limfatik berhubungan dengan kualitas pelayanan Tenaga Pelaksana Eliminasi (TPE). Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kepuasan masyarakat terhadap dimensi kualitas pelayanan TPE di Kelurahan Nibung Putih Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner berupa formulir pengumpulan data hasil modifikasi dari penelitian yang dilakukan oleh Valarei dan Nasution D.C. Pemodelan Rasch digunakan untuk analisis data kuesioner, desain penelitian ini adalah observasional analitik kuantitatif dengan metode survei, pendekatan waktu cross sectional studies pada bulan April 2016 dengan subjek warga Kelurahan Nibung Putih yang berjumlah 103 orang. Item pada masing-masing konstruk didapati mempunyai daya diskriminasi yang beragam, yang menunjukkan instrumen mempunyai kemampuan mengukur. Hasil analisis keseluruhan responden bahwa sebanyak 103 berada di atas rata-rata logit item (+0,00 logit) yang menunjukkan persetujuan responden pada kualitas pelayanan. Hasil analisis univariat berdasarkan karakteristik responden dapat disimpulkan bahwa umur masa remaja akhir (42,9%), jenis kelamin laki-laki (55,2%), pendidikan tidak tamat SD (66,7%), pekerjaan buruh dan karyawan swasta (100%), memberikan penilaian sangat puas terhadap dimensi kualitas pelayanan TPE di Kelurahan Nibung Putih.Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Pemodelan Rasch, Tenaga Pelaksana Eliminasi
Karakteristik Luaran Kehamilan Dengan Ketuban Pecah Dini Di Rsup Dr. Hasan Sadikin Periode Tahun 20132015 Abrar, Nazila Maghfiratul; Handono, Budi; Triyanti, Gita Indah
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4 Juni 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.993 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i4.12499

Abstract

Ketuban Pecah Dini merupakan salah satu permasalahan obstetrik dan merupakan faktor yang menyebabkan morbiditas dan mortalitas perinatal. 4,5%-7,6% dari seluruh kehamilan di Indonesia mengalami ketuban pecah dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik luaran kehamilan dengan ketuban pecah dini. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan data cross sectional yang telah dilakukan sejak bulan Oktober sampai November 2016. Data diambil dari rekam medis pasien ketuban pecah dini di RSUP Dr. Hasan Sadikin tahun 2013-2015. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dan didapatkan sampel sebanyak 483. Ketuban pecah dini ≥37 minggu kehamilan terjadi 13,9% dari seluruh persalinan. Terjadi paling banyak pada wanita dengan rentang usia 20-35 (77,8%), dan multipara (54,4%). Luaran kehamilan pada ibu paling banyak terdapat hipertensi gestasional yaitu 3,9% pada ketuban pecah dini <6 jam dan 4,3% pada ketuban pecah dini ≥6 jam. Luaran bayi terdapat kejadian asfiksia sedang sebesar 2,6% pada ketuban pecah dini <6 jam dan 5,3% pada ketuban pecah dini ≥6 jam. Karakteristik luaran kehamilan pada ibu dengan ketuban pecah dini adalah tertinggi pada usia 20-35, multipara, dan terdapat kejadian hipertensi gestasional, sementara luaran bayi adalah terdapat asfiksia sedang, dan tidak ada infeksi.Kata Kunci: infeksi neonatus, ketuban pecah dini, luaran kehamilan, tanda vital
Karakteristik Penderita Presbiakusis Di Bagian Ilmu Kesehatan THT-KL RSUP DR. Hasan Sadikin Bandung Periode Januari 2012 - Desember 2014 fatmawati, rikha; Dewi, Yussy Afriani
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 4 (2016): Volume 1 Nomor 4 Juni 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.36 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v1i4.10381

Abstract

Presbiakusis adalah gangguan pendengaran sensorineural pada usia lanjut akibat proses degenerasi organ pendengaran yang terjadi secara perlahan dan simetris pada kedua sisi telinga. Di seluruh dunia diperkirakan sekitar 30-45% masyarakat di atas umur 65 tahun didiagnosis menderita presbiakusis terutama pria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik prebiakusis berdasarkan audiometri, usia, dan jenis kelamin. Metode penelitian yang dipergunakan adalah  deskriptif retrospektif. Subyek penelitian adalah data rekam medis penderita presbiakusis yang dilakukan pemeriksaan audiometri selama periode Januari 2012–Desember 2014 di Klinik Gangguan Dengar dan Bicara Bagian Ilmu Kesehatan THT-KL FK UNPAD/RS Umum Pusat dr. Hasan Sadikin Bandung. Didapatkan sebanyak 429 penderita presbiakusis terdiri dari 62,7% adalah laki-laki karena laki-laki umumnya sering terpapar bising ditempat kerja dibandingkan perempuan. Penderita presbiakusis terbanyak yaitu tipe neural 35,7%, pada tipe neural terjadi atrofi sel rambut pada kohlea yang dapat disebabkan oleh mikroangiopati pada kohlea. Berdasarkan usia, yang terbanyak yaitu usia >65 tahun sebanyak  60,4%, ini berhubungan dengan proses Reactiveoxygen Species (ROS) yang sering terjadi pada usia lanjut. Penderita presbiakusis yang datang ke Klinik Gangguan Dengar dan Bicara Bagian Ilmu Kesehatan THT-KL RS Hasan Sadikin, Bandung yang terbanyak adalah usia >65 tahun dan tipe neural.Kata kunci : Gangguan pendengaran, Neural, Presbiakusis
Karakteristik Trauma Siswa Sekolah Taman Kanak-kanak di Kecamatan Bandung Wetan Periode Agustus – Oktober 2016 Primagita, Fairuz; Chaidir, Rizal; Adrikni, Putri Halleyana
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3 Maret 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.479 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i3.11953

Abstract

Berdasarkan World Report dari WHO pada tahun 2004, trauma pada anak cenderung mengalami kenaikan. Akibat yang ditimbulkan berupa cedera, disabilitas, kecacatan bahkan kematian. Di Indonesia, kasus terbanyak ditemukan pada anak usia 0-5 tahun (termasuk juga kelompok usia prasekolah). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik trauma yang terjadi di sekolah taman kanak-kanak (TK) berupa jenis, penyebab dan kehadiran siswa pasca trauma. Penelitian ini dilakukan di kecamatan Bandung Wetan pada bulan Agustus hingga Oktober menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Tiga TK dipilih sebagai objek penelitian. Data yang telah dikumpulkan merupakan data sekunder, berupa catatan kasus trauma di sekolah yang diperdalam menggunakan kuesioner dan wawancara kepada orang tua / pengasuh / guru dan disetujui perizinannya oleh pihak sekolah. Dari total 29 kasus trauma yang terjadi, 35% kasus cedera kepala, 24% kasus cedera ekstremitas juga luka dan 17% cedera di wajah. Penyebab trauma, 48% berkejar-kejaran dengan teman,  24% antri wahana permainan, 14% berkelahi dengan teman, dan dalam jumlah yang sama 7% dikarenakan bermain saat menunggu jemputan juga saat belajar. Tercatat 83% anak hadir setelah trauma dan 17% libur satu hari. Kasus trauma terbanyak yaitu cedera kepala. Penyebab terbanyak yaitu berkejar-kejaran dengan teman. Dari catatan kehadiran lebih dari 80% siswa hadir setelah mengalami trauma.Kata Kunci: anak TK, sekolah, trauma
Gambaran Pengetahuan Masyarakat mengenai Influenza pada Manusia di Kabupaten Indramayu dan Majalengka sebagai Wilayah Kejadian Luar Biasa H5N1 pada Unggas di Jawa Barat Tahun 2014 rahma, shofia safira; Mutiara, kuswandewi; Murad, Chrysanti
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 3 (2016): Volume 1 Nomor 3 Maret 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.935 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v1i3.10357

Abstract

Berdasarkan data WHO tahun 2015, Indonesia merupakan negara dengan kasus influenza A H5N1 pada manusia yang terbanyak kedua setelah Mesir. Virus H5N1 dikhawatirkan dapat menimbulkan pandemi berikutnya karena kemampuan virus dalam bermutasi secara cepat dan mengalami perubahan gen. Kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai flu burung dan kemungkinan risikonya perlu ditangani untuk mencegah terjadinya pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengetahuan masyarakat mengenai influenza pada manusia di Kabupaten Indramayu dan Majalengka. Penelitian ini menggunakan desain survei potong lintang deskriptif kuantitatif. Peneliti menggunakan data sekunder pada penelitian yang sudah dilaksanakan di Kabupaten Indramayu dan Majalengka pada Juli – Desember 2014. Subjek penelitian ini adalah penghuni rumah dengan kasus indeks di daerah KLB flu burung dan rumah tangga yang berada di area 200 meter dari rumah tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara terstruktur berdasarkan kuesioner pengetahuan mengenai influenza dan kuesioner pengetahuan mengenai flu burung pada manusia. Mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan kurang mengenai influenza (65,5%) dan flu burung pada manusia (74,5%). Banyak responden yang tidak mengetahui penyebab influenza dan flu burung pada manusia, serta gejala flu burung pada manusia. Pemerintah masih perlu meningkatkan pendidikan kesehatan mengenai influenza dan flu burung pada manusia melalui televisi dan penyuluhan.Kata kunci: flu burung, influenza, pengetahuan
Analisis Kolaborasi Antar Profesi Dalam Program Rujuk Balik Bpjs Kesehatan Di Kabupaten Kotawaringin Timur Sutriso, Tris; Setiawati, Elsa Pudji; Hilfi, Lukman
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4 Juni 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.956 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i4.12497

Abstract

Peningkatan penyakit kronis pada usia lanjut berdampak pada peningkatan pembiayaan kesehatan, termasuk pembiayaan kesehatan yang harus ditanggung oleh BPJS. Sejak tahun 2014 BPJS melaksanakan program rujuk balik sebagai upaya efisiensi biaya kesehatan, namun dalam pelaksanaannya tidak sesuai harapan. Beberapa faktor mempengaruhinya, salah satunya adalah kolaborasi antar profesi. Tujuan penelitian menganalisis kolaborasi antar profesi dalam program rujuk balik BPJS di Kabupaten Kotawaringin Timur. Metode penelitan adalah kualitatif, dengan pendekatan studi kasus, paradigma konstruktivisme. Penelitian dilakukan dengan observasi lapangan dan data pelaksanaan program rujuk balik BPJS di Kabupaten Kotawaringin Timur, serta wawancara. Wawancara mendalam terhadap dua dokter spesialis, dua dokter umum, satu apoteker dan satu pegawai BPJS. Penelitian dilakukan di bulan Januari dan Februari 2017. Data dianalisis secara kualitatif, berdasarkan tema-tema sesuai kerangka pemikiran. Analisis data mendasarkan proposisi teoritis. Hasil penelitian: program rujuk balik BPJS di Kabupaten Kotawaringin Timur tidak mencapai target (< 5 kasus/minggu), kolaborasi antar profesi dalam program rujuk balik kurang berfungsi karena beberapa faktor: pertimbangan sosial dan intrapersonal, lingkungan kerja, intitusi, kelembagaan serta interpersonal, perilaku dan sikap para profesi serta tidak adanya leader atau penengah dalam pelaksanaan kolaborasi antar profesi. Simpulan penelitian ini adalah pelaksanaan kolaborasi antar profesi kurang berfungsi, yang berdampak target Program Rujuk Balik BPJS di Kabupaten Kotawaringin Timur tidak mencapai target.Kata kunci: BPJS Kesehatan, Kolaborasi Antar Profesi, Program Rujuk Balik
DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP KEJADIAN DEMAM BERDARAH DI JAWA-BARAT raksanagara, ardini; arisanti, nita; Rinawan, Fedri
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 September 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.711 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v1i1.10339

Abstract

Lingkungan merupakan determinan kesehatan yang dapat memengaruhi kesehatan masyarakat selain faktor perilaku, pelayanan kesehatan dan genetik serta kependudukan. Pada saat terjadi perubahan lingkungan termasuk perubahan iklim global yang menjadi isu sangat penting. Perubahan iklim tersebut dipicu oleh terjadinya pemanasan global (global warming) dan efek rumah kaca (greenhouse effect). Perubahan iklim yang terjadi dapat berupa peningkatan suhu, kelembaban, peningkatan curah hujan yang menjadi faktor risiko terhadap derajat kesehatan masyarakat karena timbulnya  penyakit menular yang ditularkan melalui udara, air dan vektor. Penyakit Demam Berdarah merupakan penyakit menular yang ditularkan melalui perantara vektor nyamuk dan erat kaitannya dengan perubahan iklim. Tempat perindukan nyamuk ini sangat dipengaruhi oleh ketinggian tempat (altitude), kemiringan lereng (slope) dan penggunaan lahan (land use), sedangkan unsur cuaca memengaruhi metabolisme, pertumbuhan, perkembangan dan populasi nyamuk tersebut. Curah hujan dengan penyinaran yang relatif panjang turut memengaruhi habitat perindukan nyamuk. Tujuan penelitian ini adalah mengumpulkan informasi awal untuk mengukur keterkaitan perubahan iklim khususnya perubahan curah hujan dengan terjadinya demam berdarah di Jawa Barat.  Metode yang digunakan untuk analisis kerentanan masalah kesehatan yang disebabkan oleh perubahan iklim ini (curah hujan) yang merupakan faktor determinan kesehatan yang berpengaruh terhadap kejadian penyakit tular vektor (demam berdarah). Data yang didapat dianalisis berdasarkan teori derajat kesehatan masyarakat (Henrik L Blum) yang menyatakan bahwa lingkungan, dalam hal ini adalah perubahan suhu, curah hujan, kelembaban akan memengaruhi kejadian penyakit yang ditularkan oleh vektor seperti  demam berdarah. Dari data awal yang dikumpulkan dapat dikatakan  bahwa Curah hujan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian DBD, di mana curah hujan mempunyai nilai prediksi yang berhubungan dengan terjadinya demam berdarah. Walaupun demikian, terdapat perbedaan waktu (time lag) antara peningkatan curah hujan dan peningkatan kasus. Perubahan  iklim berpengaruh terhadap kerentanan kesehatan, sehingga perubahan iklim ini harus dihadapi. Oleh karena itu, melindungi diri dari perubahan iklim dibagi atas upaya mitigasi (minimalisasi penyebab dan dampak) dan adaptasi (menanggulangi risiko kesehatan). Early warning system terhadap kejadian luar biasa DBD harus dilaksanakan di setiap daerah dengan memperhatikan kecenderungan perubahan faktor iklim. Selain itu diperlukan perbaikan lingkungan yang harus disertai dengan perubahan faktor lain seperti perilaku dan pelayanan kesehatan.Kata kunci: Curah Hujan, Demam Berdarah, Perubahan Iklim, Penyakit Tular, Vektor
Perbedaan Perhitungan Unit Cost dengan Menggunakan metode Activity Based Costing (ABC) dan Metode Doubel Distribution (DD) Untuk Pasien TB Paru Kategori 2 di Instalasi Rawat Jalan Dan Rawat Inap Rumah Sakit Paru Hilfi, Lukman; Setiawati, Elsa Pudji; Djuhaeni, Henni; Paramita, Sekar Ayu; Komara, Ratna
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Desember 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.113 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v1i2.12835

Abstract

Latar Belakang Indonesia menduduki rangking ke-5 dari 22 negara-negara yang mempunyai beban tinggi untuk TB dan memberikan kontribusi jumlah kasus TB di dunia sebesar 4,7%. Penatalaksanaan TB tidak mudah, membutuhkan waktu yang lama dan membutuhkan biaya yang besar. Saat ini berbagai rumah sakit menentukan tarif pelayanan berdasarkan metode DD. Perhitungan biaya satuan pada pelayanan kesehatan dapat juga dilakukan dengan menggunakan metode Activity Based Costing (ABC) yang didasarkan pada aktivitas. Tujuan mengetahui perhitungan unit cost dengan metode ABC dan metode DD di Instalasi Rawat Jalan dan Rawat Inap TB Paru Kategori 2 di Rumah Sakit Paru. Metode Penelitian deskriptif analitik menggunakan data sekunder dan metoda Pusposive Sample. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Paru Bandung selama bulan September sampai dengan Desember 2013 dengan menggunakan data rekam medis dalam kurun waktu 2 tahun yaitu pada bulan Januari 2011 sampai dengan Desember 2012. Hasil dan Diskusi perhitungan biaya satuan rata-rata dengan metode ABC untuk pasien rawat jalan TB kategori 2 sebesar Rp 611.321; untuk pasien rawat darurat TB kategori 2 sebesar Rp 713.852; untuk pasien rawat inap yang masuk melalui instalasi rawat jalan sebesar Rp 5.037.309 dan instalasi rawat darurat sebesar Rp 4.398.415. Biaya satuan rata-rata dengan metode DD untuk pasien rawat jalan TB kategori 2 sebesar Rp 421.621; untuk pasien rawat darurat TB kategori 2 sebesar Rp 734.170; untuk pasien rawat inap yang masuk melalui instalasi rawat jalan sebesar Rp 1.727.213 dan instalasi rawat darurat sebesar Rp 1.846.337. Banyak nya obat yang diberikan untuk pasien rawat jalan yaitu untuk 2 minggu sedangkan ALOS untuk pasien rawat inap yaitu 9,2 hari. Kesimpulan dan Saran perhitungan biaya satuan dengan menggunakan metode ABC lebih menguntungkan secara financial bagi Rumah Sakit dibandingkan dengan metode DD. Manajemen rumah sakit sebaiknya memiliki sistem pencatatan dan pelaporan yang rapih, terintegrasi antar unit pelayanan dan unit penunjang untuk dapat melakukan perhitungan biaya satuan dengan baik. Manajemen rumah sakit melakukan evaluasi berkala terhadap kepatuhan SOP dan penggunaan obat rasional. Kata Kunci : Activity Based Costing, Biaya Satuan, DD
GAMBARAN PAPARAN ASAP ROKOK PADA IBU HAMIL BERDASARKAN USIA KEHAMILAN DI DESA CINTAMULYA KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG astuti, sri; susanti, Ari indra; Elista, Rica
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 September 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.172 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i1.10413

Abstract

Merokok selama kehamilan dapat berbahaya terhadap tumbuh kembang janin dalam kandungan. Ibu hamil yang merokok atau terpapar asap rokok akan dapat menimbulkan berbagai komplikasi seperti kelahiran sebelum waktunya (prematur), berat badan lahir kurang, mortalitas perinatal dan gangguan-gangguan perkembangan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran paparan asap rokok pada ibu hamil berdasarkan usia kehamilan di Desa Cintamulya. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan secara Cross Sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Data diambil dari kuesioner yang dibagikan kepada 30 ibu hamil di Desa Cintamulya. Hasil penelitian ini menunjukkan Ibu hamil yang terpapar asap rokok suami yang merokok di dalam rumah berdasarkan usia kehamilan paling besar didapatkan pada usia kehamilan 13-28 minggu sebanyak 9 orang. Paparan jumlah batang rokok per hari sebanyak >10 batang paling besar didapatkan pada usia kehamilan 13-28 minggu sebesar 5 orang. Ibu hamil yang terpapar asap rokok dalam setiap hari selama hamil selain di rumah paling besar didapatkan pada usia kehamilan 13-28 minggu sebesar 3 orang. Simpulan dari penelitian ini adalah ibu hamil yang lebih sering terpapar asap rokok dari suami maupun dari orang lain adalah ibu hamil dengan usia kehamilan13-28 minggu.Kata Kunci : Ibu hamil, paparan asap rokok
Perbedaan Pengetahuan Dan Sikap Remaja Sebelum Dan Sesudah Diberikan Promosi Kesehatan Mengenai Bahaya Seks Bebas Di Desa Cilayung Zayanti, Nina; Nopiantini, Rima; Susanti, Ari Indra
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3 Maret 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.624 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i3.11960

Abstract

Perilaku seks bebas dapat menimbulkan berbagai dampak negatif pada remaja seperti kehamilan yang tidak diinginkan dan aborsi. Kurangnya informasi yang baik dan benar dapat mempengaruhi pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi. Faktor lainnya yang dapat mempengaruhi pengetahuan remaja, salah satunya dengan pendidikan kesehatan yang diberikan oleh sekolah maupun tenaga kesehatan setempat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan remaja sebelum dan sesudah mendapatkan promosi kesehatan mengenai bahaya seks bebas di desa Cilayung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pengambilan sampel secara potong lintang (cross sectional). Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data diambil dari 7 kuesioner yang dibagikan kepada 69 remaja laki-laki dan perempuan di desa Cilayung. Penelitian ini dilaksanakan di desa Cilayung dengan waktu penelitian pada bulan April 2015-Januari 2016. Pengambilan data dilakukan pada bulan Agustus 2015. Hasil penelitian ini menunjukan pengetahuan remaja sebelum diberikan promosi kesehatan cukup (56,5%) dan sesudah diberikan promosi kesehatan menjadi baik (91,3%). Sikap remaja sebelum diberikan promosi kesehatan memiliki sikap positif (55,1%) dan sesudah diberikan promosi kesehatan meningkat (71,0%). Simpulan dari penelitian ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap pada remaja setelah diberikan promosi kesehatan mengenai bahaya seks bebas.Kata Kunci : pengetahuan, promosi kesehatan, remaja, seks bebas, sikap

Page 3 of 28 | Total Record : 277


Filter by Year

2015 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2021): Volume 6 Nomor 2 Desember 2021 Vol 6, No 1 (2021): Volume 6 Nomor 1 September 2021 Vol 5, No 4 (2020): Volume 5 Nomor 4 Juni 2020 Vol 5, No 3 (2020): Volume 5 Nomor 3 Maret 2020 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 Desember 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 September 2019 Vol 4, No 4 (2019): Volume 4 Nomor 4 Juni 2019 Vol 4, No 3 (2019): Volume 4 Nomor 3 Maret 2019 Vol 4, No 2 (2018): Volume 4 Nomor 2 Desember 2018 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 September 2018 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 September 2018 Vol 3, No 4 (2018): Volume 3 Nomor 4 Juni 2018 Vol 3, No 4 (2018): Volume 3 Nomor 4 Juni 2018 Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3 Maret 2018 Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3 Maret 2018 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Desember 2017 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Desember 2017 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 September 2017 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 September 2017 Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4 Juni 2017 Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4 Juni 2017 Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3 Maret 2017 Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3 Maret 2017 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Desember 2016 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Desember 2016 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 September 2016 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 September 2016 Vol 1, No 4 (2016): Volume 1 Nomor 4 Juni 2016 Vol 1, No 4 (2016): Volume 1 Nomor 4 Juni 2016 Vol 1, No 3 (2016): Volume 1 Nomor 3 Maret 2016 Vol 1, No 3 (2016): Volume 1 Nomor 3 Maret 2016 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Desember 2015 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Desember 2015 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 September 2015 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 September 2015 More Issue