cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sistem Kesehatan
ISSN : 24608831     EISSN : 2460819X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sistem Kesehatan dibawah Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, merupakan sarana publikasi ilmiah yang terbit setiap empat bulan yang sudah memiliki nomor ISSN yang cetak maupun yang elektronik dengan nomor pISSN 2460-8831 dan eISSN 2460-819X. Terbitan pertama Jurnal Sistem kesehatan yaitu pada bulan September 2015. Jurnal Sistem Kesehatan menggunakan sistem peer review untuk seleksi artikel. Jurnal Sistem Kesehatan (JSK) dapat menerima artikel penelitian asli yang relevan pada bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat, Kedokteran Komunitas, Ilmu Kedokteran Keluarga/Kedokteran Layanan Primer (DLP), Manajemen Kesehatan dan berbagai artikel yang terkait dengan penguatan sistem kesehatan. Format artikel penelitian terdiri atas halaman judul, abstrak (Indonesia dan Inggris), pendahuluan (memuat latar belakang penelitian dan tujuan penelitian) metode, hasil, pembahasan (pembahasan, keterbatasan penelitian simpulan dan saran), dan daftar pustaka.
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT SEBAGAI DETERMINAN KESEHATAN YANG PENTING PADA TATANAN RUMAH TANGGA DI KOTA BANDUNG raksanagara, ardini; Raksanagara, Ahyani
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 September 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.48 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v1i1.10340

Abstract

Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah upaya promosi kesehatan yang bertujuan agar orang-orang Indonesia tinggal di lingkungan yang bersih dan sehat. Program ini diimplementasikan dalam beberapa tatanan yaitu, Tatanan Fasilitas Kesehatan, Rumah Tangga, Tempat Kerja, Fasilitas Umum dan Sekolah. Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di tatanan rumah tangga memiliki peran yang sangat penting dalam kejadian penyakit menular dan penyakit tidak menular. Kota Bandung merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia. Saat ini, penyakit menular atau tidak menular baik di daerah perkotaan maupun kumuh perkotaan di Kota Bandung tetap tinggi. Pada Program PHBS terdapat 10 indikator yang dapat menjadi penyebab kejadian penyakit menular. Pada saat ini, di berbagai belahan bumi mengalami berbagai masalah akibat perubahan iklim. Dampak perubahan iklim terhadap masalah kesehatan adalah terjadinya penyaki tmenular. Dapat dikatakan bahwa perubahan iklim in imenjadi faktor risiko untuk terjadinya penyakit menular,  diantaranya diare dan penyakit tular vector seperti demam berdarah. Agar masyarakat terhindar dari penyakit menular ini, maka berbagai indikator yang terdapat pada Program PHBS perlu dilaksanakan. Dapat dikatakan bahwa PHBS merupakan determinan kesehatan yang penting pada tatanan rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan antara pelaksanaan Program PHBS di tatanan rumah tangga dengan kejadian penyakit diare dan demam berdarah yang diduga sebagai akibat dampak perubahan iklim di Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di wilayah Kota Bandung BagianBarat, program PHBS berhubungan dengan kejadian Diare, Demam Berdarah dan angka bebas larva dalam rumah tangga. Semakin tinggi nilai PHBS, semakin rendah kejadian penyakit diare, demam berdarah dan angka bebas larva. Hasil studi ini dapat digunakan oleh para pembuat kebijakan kesehatan untuk menempatkan Program PHBS sebagai faktor penentu dan menjadi program utama dalam pengendalian penyakit menular dan mitigasi dampak perubahan iklim terhadap kesehatan masyarakatKata kunci: Determinan Kesehatan, Perubahan Iklim, Perilaku Hidup Bersih dan   Sehat                   (PHBS)
PENGARUH MOTIVASI INTERNAL DAN EKSTERNAL TERHADAP DIABETES SELF MANAGEMENT DI WILAYAH KECAMATAN GOMBONG KABUPATEN KEBUMEN Ernawati, Ernawati; Setiawati, Elsa Pudji; Kurniawan, Titis
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Desember 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.863 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v1i2.13005

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit kronik, oleh karena itu peran self-management sangat penting dalam perawatan maupun pencegahan komplikasi. Salah satu faktor yang mempengaruhi diabetes self management yaitu motivasi. Tujuan menganalisis dimensi kebutuhan dan keyakinan yang menggambarkan motivasi internal, menganalisis dimensi penghargaan dan harga diri yang menggambarkan motivasi eksternal, menganalisis dimensi diet, aktivitas fisik, pemeriksaan rutin, konsumsi obat, perawatan kaki yang menggambarkan diabetes self management,  menganalisis pengaruh motivasi internal dan eksternal terhadap diabetes self management. Penelitian kuantitatif korelasional,dilaksanakan 12 Februari s.d 6 Juni 2015 di Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen, sampel 92 responden, teknik proporsional sampling, pendekatan cross sectional. Menggunakan kuesioner karakteristik demografi, Treatment Self-Regulation Questionnaire (TSRQ), The Summary of Diabetes Self Care Activities (SDSCA).  Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan software Smart-PLS. Hasil menunjukkan dimensi kebutuhan (0,989), keyakinan (0,989) mampu menggambarkan motivasi internal, dimensi penghargaan (0,925), harga diri (0,800) mampu menggambarkan motivasi eksternal. Dimensi diet, aktivitas fisik, pemeriksaan rutin, konsumsi obat,  perawatan kaki mampu menggambarkan diabetes self management. Ada pengaruh signifikan motivasi internal dan eksternal (t-statistik = 3,799 ; 3,117), memberikan pengaruh sebesar 43,10% terhadap diabetes self management (R²=0,431). Motivasi internal dan eksternal berpengaruh terhadap diabetes self management. Penting bagi perawat komunitas untuk melakukan pengkajian dan mengoptimalkan sumber motivasi internal dan eksternal dalam diabetes self management.                                 Kata kunci : Diabetes Mellitus Tipe 2, Diabetes Self Management, Motivasi Eksternal,  Motivasi Internal
EFEKTIFITAS DAN KEPUASAN PASIEN PADA PELAYANAN KEPERAWATAN MATERNITAS DI RSHS BANDUNG Rahayuwati, Laili; Ermiati, Ermiati; Trisyani, Mira
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 September 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.803 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i1.10414

Abstract

Meskipun secara global ada perubahan dalam tren epidemiologi dari penyakit menular ke penyakit kronis, prevalensi dan insiden penyakit menular serta MMR (Maternal Mortality Rate) atau AKI (Angka Kematian Ibu) dan AKB (Angka Kematian Bayi) di Indonesia masih tinggi. Tingginya angka kematian yang terjadi selama persalinan, diakibatkan faktor langsung seperti komplikasi kebidanan, perdarahan, dan eklampsia; atau faktor tidak langsung, seperti kekurangan gizi, penyakit menular dan tidak menular. Pada tahun 2000, Fakultas Keperawatan Unpad bekerja sama dengan RSHS membangun sebuah model dari ruang perawatan, yang berafiliasi dengan ruang ginekologi kebidanan. Model dibangun dengan tujuan untuk 1) meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan; 2) untuk mengembangkan pengalaman mahasiswa dengan pasien; 3) menyediakan pendidik perawat berkualitas untuk menunjang siswa; 4) mendorong mahasiswa untuk meningkatkan hasil praktek klinis. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan informasi dan gambaran tentang efektifitas dan tingkat kepuasan pasien pada pelayanan keperawatan maternitas. Hasil penelitian menunjukkan: di satu sisi, ada beberapa kekhawatiran berkaitan dengan efektivitas perawatan persalinan, yaitu: 1) rasio bidan dan pasien tidak ideal; 2) ada satu konsultan ginekolog obstetri dan satu dokter untuk setiap kamar. Delapan puluh persen lebih terapi delegasi untuk bidan dilakukan melalui komunikasi langsung, bukan melalui catatan medis. Di sisi lain, tingkat kepuasan pasien yang menerima perawatan bersalin adalah 58%, dan 42% tidak puas. Kesimpulan Penelitian ini merekomendasikan untuk mengambil perencanaan strategis yang komprehensif untuk meningkatkan pelayanan keperawatan dan kebidanan yang melibatkan semua pihak terkait di pemerintah, masyarakat sipil, pelayanan, pendidikan, dan organisasi profesiKata kunci: asuhan keperawatan maternitas, efektifitas, kepuasan pasien
Gambaran Penangkapan Edukasi yang Diberikan kepada Pasien Hipertensi di Ruang Konsultasi Puskesmas Jatinangor Putri, Helida Rahma; Sofiatin, Yulia; Roesli, Rully
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3 Maret 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.102 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i3.11962

Abstract

Penelitian kualitatif terhadap pasien dan tenaga kesehatan di Jatinangor memperlihatkan bahwa proses penegakkan diagnosis dan penatalaksanaan hipertensi belum sesuai protokol, termasuk pemberian edukasi. Pemberian edukasi kepada pasien hipertensi penting dalam pengendalian tekanan darah. Edukasi kesehatan melibatkan dua pihak, tenaga kesehatan dan pasien. Sebelum materi edukasi dapat diterapkan, pasien harus merasa sudah menerima edukasi tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran penangkapan edukasi yang diberikan kepada pasien hipertensi di ruang konsultasi Puskesmas Jatinangor. Suatu studi deskriptif kuantitatif, dilakukan dari Desember 2015 – Juli 2016 di Puskesmas Jatinangor. Responden adalah pasien yang berobat ke Balai Pengobatan Puskesmas Jatinangor dengan diagnosis hipertensi. Data yang dicari adalah kesesuaian pemberian dan penangkapan edukasi mengenai penegakkan diagnosis, modifikasi gaya hidup dan farmakologi antara tenaga kesehatan dan pasien hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan edukasi penegakkan diagnosis berupa konfirmasi tekanan darah dan edukasi modifikasi gaya hidup berupa penurunan asupan garam merupakan edukasi yang paling banyak ditangkap oleh pasien, berturut-turut (79%) dan (34%). Lebih dari (90%) pasien merasa tidak diberi edukasi farmakologi dan modifikasi gaya hidup lainnya. Simpulan penelitian ini adalah banyak pasien hipertensi yang tidak menerima edukasi mengenasi penegakkan diagnosis dan terapi untuk penyakitnya sehingga diperlukan sarana lain untuk memberikan edukasi di luar ruang konsultasi.Kata Kunci: hipertensi, penangkapan edukasi, puskesmas
Dampak Implementasi Jaminan Kesehatan Nasional terhadap ketersediaan Obat di Apotek Rujukan Wilayah Cibeunying Kotamadya Bandung Tahun 2015 gauthfa, algiza; Kuswinarti, Kuswinarti; Sunjaya, Deni
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 4 (2016): Volume 1 Nomor 4 Juni 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.703 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v1i4.10374

Abstract

Tahun 2014 Pemerintah Indonesia melakukan perubahan sistem pembiayaan kesehatan yang disebut dengan Jaminan Kesehatan Nasional. Salah satu faktor penting yang harus diperhatikan untuk mencapai tujuan Jaminan Kesehatan Nasional adalah ketersediaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengeksplorasi dampak perubahan sistem pembiayaan kesehatan terhadap ketersediaan obat Jaminan Kesehatan Nasional di apotek rujukan. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan grounded theory. Pengambilan data menggunakan wawancara mendalam terhadap 8 informan yang dianggap memiliki pengalaman dalam perubahan sistem pembiayaan kesehatan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Desember tahun 2015. Tempat yang dijadikan objek penelitian adalah 2 apotek di Wilayah Cibeunying Kotamadya Bandung. Hasil Perubahan pembiayaan kesehatan berdampak pada 4 aspek, yaitu: (1) regulasi terkait obat; (2) manajemen apotek dan BPJS Kesehatan; (3) penyediaan obat; dan (4) permintaan obat. Keempat hal tersebut kemudian berdampak kepada ketersediaan obat, yang akan mempengaruhi:(1) kepuasan peserta Jaminan Kesehatan Nasional dan apotek; dan (2) keuntungan apotek.Perubahan sistem pembiayaan kesehatan dapat berdampak pada apotek yang belum disiapkan untuk berubah. Apotek akan mampu beradaptasi apabila memiliki komitmen untuk terus belajar dan memiliki sumber daya yang memadai. Kesimpulan: Dampak dari perubahan sistem pembiayaan kesehatan perlu disertai dengan kesiapan sektor pemerintah maupun swasta.Kata kunci: apotek, Jaminan Kesehatan Nasional, obat, sistem kesehatan
Gambaran Status Nutrisi pada Pasien Tuberkulosis di Rumah Sakit Umum Pusat Hasan Sadikin Bandung Adiningrum, Farida; Sukandar, Hadyana; Wijaya, Merry
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Desember 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.904 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i2.11258

Abstract

Proporsi gizi kurang pada pasien tuberkulosis (TB) dewasa masih tinggi di negara-negara berkembang. Hal ini akan menyebabkan permasalahan kesehatan yang lebih serius, jika tidak teridentifikasi dengan segera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status nutrisi berdasarkan karakteristik pasien TB dewasa rawat jalan di Klinik Directly Observed Treatment Short-course (DOTS) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS). Penelitian ini menggunakan metode potong lintang. Data diambil dari 107 rekam medis online (Sistem Informasi Rumah Sakit: Admission dan Klinik Rawat Jalan) dan Kartu Pengobatan Pasien TB (Formulir TB.01) pada pasien TB dewasa rawat jalan dalam periode Juni 2015 hingga Oktober 2016. Informasi mencakup identitas pasien (nama, nomor rekam medis, umur, pekerjaan, pendidikan, dan sistem pembayaran), diagnosis, serta berat dan tinggi badan yang diukur saat didiagnosa mengalami TB.Proporsi gizi kurang adalah tiga puluh lima persen (35 %). Enam puluh dua persen (62 %) pasien tidak bekerja dan sembilan puluh persen (90 %) pasien terdaftar sebagai pasien asuransi kesehatan. Enam puluh lima persen (65 %) pasien mengalami gizi kurang dan tidak bekerja. Proporsi gizi kurang masih cukup tinggi (35 %) pada pasien-pasien yang mengalami TB. Hasil dari penelitian ini dapat memberikan landasan penatalaksanaan yang lebih efektif dan meningkatkan angka kesembuhan pada pasien TB dewasa.Kata Kunci: Gizi kurang, pasien rawat jalan, tuberkulosis
Perubahan Individu Dalam Organisasi Puskesmas Studi Kasus Revitalisasi Puskesmas di Kabupaten Sumedang triana, nina; Setiawati, Elsa Pudji; Desy, Insi Farisa; Sunjaya, Deni; Argadiredja, Dadi; Diah, Dewi Marhaeni
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 3 (2016): Volume 1 Nomor 3 Maret 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.717 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v1i3.10351

Abstract

Revitalisasi Puskesmas merupakan upaya Kementerian Kesehatan RI untuk meningkatkan kinerja Puskesmas melalui berbagai perubahan dalam penyelenggaraan Puskesmas. Perubahan-perubahan tersebut sejalan dengan semangat reformasi pembangunan khususnya reformasi otonomi daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen perubahan oleh individu Puskesmas. Metode Desain penelitian yang dipergunakan adalah kualitatif dengan paradigma konstruktivism dan strategi studi kasus. Metode analisis yang digunakan adalah tematik. Subyek penelitian ini adalah kepala dinas kesehatan dan kepala Puskesmas. Hasil model manajemen perubahan ADKAR mendukung hasil yang menunjukkan bahwa konstruk perubahan individu Puskesmas didasari oleh tahap-tahap yang harus berurutan. Simpulan Perubahan oleh individu dalam revitalisasi Puskesmas tidak terbangun secara utuh sehingga memengaruhi pencapaian perubahan yang diharapkan.Kata kunci : ADKAR,manajemen perubahan, revitalisasi Puskesmas
GAMBARAN PEMANFAATAN UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM) DI KECAMATAN JATINANGOR arisanti, nita; Sunjaya, Deni
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 September 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.89 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v1i1.10336

Abstract

Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat bukan hanya tugas pemerintah saja tetapi diperlukan juga partisipasi masyarakat dengan memberdayakan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat adalah upaya untuk memampukan masyarakat sehingga mampu mengenali dan menyelesaikan permasalahan. Berbagai upaya kesehatan yang bersumberdaya masyarakat telah dikembangkan di Indonesia seperti Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), Pondok Bersalin Desa (Polindes), Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), pos obat desa POD), dana sehat, dll, tetapi pemanfaaranya masih kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat di Kecamatan Jatinangor, Sumedang, Indonesia.Metode penelitian ini adalah survei deskriptif dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 820 responden. Data disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya sekitar 46% yang memanfaatkan posyandu. Alasan mereka tidak memanfaatkannya adalah tidak perlu. Hanya 28,5% penduduk yang memanfaatkan polindes. Alasan tidak memanfatkannya adalah sebagian besar merasa tidak membutuhkan dan sebagian besar penduduk menggunakan polindes untuk mendapatkan pengobatan (53,3%) bukan pemeriksaan kehamilan dan persalinan. Tidak ada Pos Obat Desa dan Pos Kesehatan Desa yang dikembangkan di Kecamatan Jatinangor. Perlu adanya revitalisasi untuk UKBM, sehingga UKBM dapat menjadi ujung tombak dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat.Kata kunci: bersumberdaya masyarakat, penggunaan, upaya kesehatan
Keinginan untuk Membayar Pembiayaan Kesehatan Pemerintah Kota pada Masyarakat Mampu di Kota Bandung arisanti, nita; Djuhaeni, Henni; Gondodiputro, Sharon; Setiawati, Elsa Pudji; Wiwaha, Guswan; Arya, Insi Farisa; Rinawan, Fedri
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4 Juni 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.16 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i4.12487

Abstract

Pembiayaan kesehatan diselenggarakan dengan prinsip ekuitas, artinya penduduk yang mampu akan membayar iuran/ premi secara penuh, dan masyarakat miskin dibayarkan oleh pemerintah. Banyak faktor yang memengaruhi keinginan untuk membayar (WTP). Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran keinginan masyarakat mampu membayar pembiayaan kesehatan dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian kuantitatif dilakukan pada Agustus – September 2011 terhadap 303 kepala keluarga yang tergolong  masyarakat mampu di Kota Bandung. Mampu dalam penelitian ini adalah penduduk tinggal di perumahan elite. Kriteria inklusi yaitu kepala keluarga, memiliti KTP Kota Bandung, bersedia diwawancara. Teknik pemilihan sampel menggunakan cluster sampling, dengan klaster adalah perumahan elit di Kota Bandung. Subjek di tiap klaster ditentukan secara proporsional systematic sampling. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan regresi logistik. Dari 303 responden, 54,9% yang memiliki asuransi, tidak ingin membayar dan 60% yang belum memiliki, ingin membayar pembiayaan kesehatan Pemkot Bandung. Sebagian besar masyarakat mampu hanya ingin membayar premi kurang dari Rp. 25.000 dengan berharap mendapatkan semua jenis pelayanan kesehatan. Agama dan pendidikan terakhir merupakan faktor yang menentukan secara bermakna keinginan membayar pembiayaan kesehatan. Rendahnya kesadaran responden untuk ikut serta program pembiayaan kesehatan Pemkot Bandung harus dapat diantisipasi pemerintah dengan lebih mendorong masyarakat dari semua golongan status sosial – ekonomi untuk mengikuti program pembiayaan kesehatan.Kata kunci: Keinginan, Kesehatan, Pembiayaan, Masyarakat mampu
Persepsi Dokter Puskesmas di Kota Bandung Terhadap Implementasi Sistem Jaminan Kesehatan Nasional Ramdani, Aldi Harry; Setiawati, Elsa Pudji; Herawati, Dewi Marhaeni
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 4 (2016): Volume 1 Nomor 4 Juni 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.694 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v1i4.12804

Abstract

Perubahan pembayaran pelayanan kesehatan dari sistem fee for service menjadi sistem kapitasidan perubahan potensi pendapatan dokter puskesmas menimbulkan berbagai persepsi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsi dokter puskesmas tentang sistempembiayaan kapitasi dan potensi pendapatan yang diterima pada era implementasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Desain penelitian adalah kualitatif, purposive sampling. Penelitian dilakukan pada bulan September – November 2015 dengan populasi dokter puskesmas di Provinsi Jawa Barat. Kriteria inklusi adalah dokterpuskesmas yang bekerja di puskesmas dengan gawat darurat 24 jam, sudah bekerja minimal 2 tahun di puskesmas, dan bersedia diwawancara. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam semi terstruktur. Analisis data dengan teknik content analysis. Persepsi dokter puskesmas tentang sistem JKN meliputi tiga hal, sistem JKN merupakan sistem denganmekanisme asuransi sosial, bermanfaat dalam perlindungan kesehatan masyarakat, dan sosialisasi yang masih minim. Pembayaran kapitasi yang diterima tidak mengubah pelayanan yang diberikan oleh dokter puskesmas. Semakin besar jumlah pasien yang dirujuk akan mengurangi besarnya kapitasi yang diterima. Pembayaran yang diterima oleh dokter puskesmas mengalami keterlambatan. Persepsi dokter puskesmas telah memahami tentang sistem JKN, masih terdapat keluhan, yaitu sosialisasiyang kurang dan keterlambatanpembayaran kapitasi. Permasalahan ini membutuhkanpeningkatan sosialisasi dan pengkajian ulang tentang sistem kapitasi.Kata Kunci: dokter puskesmas, persepsi, potensi pendapatan, sistem kapitasi

Page 5 of 28 | Total Record : 277


Filter by Year

2015 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2021): Volume 6 Nomor 2 Desember 2021 Vol 6, No 1 (2021): Volume 6 Nomor 1 September 2021 Vol 5, No 4 (2020): Volume 5 Nomor 4 Juni 2020 Vol 5, No 3 (2020): Volume 5 Nomor 3 Maret 2020 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 Desember 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 September 2019 Vol 4, No 4 (2019): Volume 4 Nomor 4 Juni 2019 Vol 4, No 3 (2019): Volume 4 Nomor 3 Maret 2019 Vol 4, No 2 (2018): Volume 4 Nomor 2 Desember 2018 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 September 2018 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 September 2018 Vol 3, No 4 (2018): Volume 3 Nomor 4 Juni 2018 Vol 3, No 4 (2018): Volume 3 Nomor 4 Juni 2018 Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3 Maret 2018 Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3 Maret 2018 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Desember 2017 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Desember 2017 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 September 2017 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 September 2017 Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4 Juni 2017 Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4 Juni 2017 Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3 Maret 2017 Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3 Maret 2017 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Desember 2016 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Desember 2016 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 September 2016 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 September 2016 Vol 1, No 4 (2016): Volume 1 Nomor 4 Juni 2016 Vol 1, No 4 (2016): Volume 1 Nomor 4 Juni 2016 Vol 1, No 3 (2016): Volume 1 Nomor 3 Maret 2016 Vol 1, No 3 (2016): Volume 1 Nomor 3 Maret 2016 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Desember 2015 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Desember 2015 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 September 2015 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 September 2015 More Issue