cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sistem Kesehatan
ISSN : 24608831     EISSN : 2460819X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sistem Kesehatan dibawah Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, merupakan sarana publikasi ilmiah yang terbit setiap empat bulan yang sudah memiliki nomor ISSN yang cetak maupun yang elektronik dengan nomor pISSN 2460-8831 dan eISSN 2460-819X. Terbitan pertama Jurnal Sistem kesehatan yaitu pada bulan September 2015. Jurnal Sistem Kesehatan menggunakan sistem peer review untuk seleksi artikel. Jurnal Sistem Kesehatan (JSK) dapat menerima artikel penelitian asli yang relevan pada bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat, Kedokteran Komunitas, Ilmu Kedokteran Keluarga/Kedokteran Layanan Primer (DLP), Manajemen Kesehatan dan berbagai artikel yang terkait dengan penguatan sistem kesehatan. Format artikel penelitian terdiri atas halaman judul, abstrak (Indonesia dan Inggris), pendahuluan (memuat latar belakang penelitian dan tujuan penelitian) metode, hasil, pembahasan (pembahasan, keterbatasan penelitian simpulan dan saran), dan daftar pustaka.
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
Harapan Polisi di Kota Bandung Terhadap Pembuatan Visum Klinik Saptadirja, Fadly Aufar; Syukriani, Yoni Fuadah; Mayasari, Wulan
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 September 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.802 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v3i1.13957

Abstract

Visum et Repertum (VeR) merupakan salah satu dari lima alat bukti yang sah dalam pembuktian hukum. Pembuatan VeR sampai sekarang belum mempunyai standardisasi yang jelas, sehingga dibutuhkan adanya evaluasi pembuatan VeR. Evaluasi pembuatan VeR berdasarkan dari masalah-masalah yang ditemukan polisi dalam permintaan pembuatan VeR yang kemudian digunakan sebagai saran perbaikan pembuatan VeR terutama pembuatan VeR klinik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui harapan polisi di Kota Bandung terhadap pembuatan VeR klinik. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan cara wawancara mendalam kepada enam orang polisi yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi di Kepolisian Wilayah Kota Besar (Polwiltabes) Kota Bandung sejak bulan Agustus sampai Desember 2016. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa polisi mengalami kesulitan dalam memahami bahasa yang digunakan dalam visum, dokter kurang responsif dalam pembuatan visum, dan tidak terdapat standar waktu untuk memproses pembuatan visum. Temuan lainnya adalah  terdapat penolakan visum dari pihak rumah sakit karena korban sudah mendapatkan pengobatan di tempat lain dan keterlambatan surat izin serta tidak jelasnya alur pendanaan permintaan visum. Berdasarkan hasil tersebut, polisi berharap dokter dan instansi kesehatan dapat memperbaiki masalah yang ditemukan. Perbaikan tersebut berdasarkan standar operasional prosedur (SOP), panduan World Health Organization (WHO) dan hukum yang berlaku di Indonesia.Kata kunci: dokter, harapan polisi, visum
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA MENGENAI HIV/AIDS SETELAH MENGIKUTI PROGRAM HEBAT DI SMP NEGERI KOTA BANDUNG Hidayah, Ulfa; Sari, Puspa; Susanti, Ari Indra
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3 Maret 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.139 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v3i3.16984

Abstract

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (KEMENKES RI) sejak tahun 2005hingga tahun 2015 mencatat 68.917 kasus HIV/AIDS. Berdasarkan kelompok umur, presentase kasus tertinggi HIV/AIDS tahun 2015 terjadi pada remaja. Rendahnya pengetahuan remaja mengenai HIV/AIDS menyebabkan tingginya angka HIV/AIDS pada remaja. Upaya yang dilakukan untuk mencegah meningkatnya angka kejadian HIV/AIDS dengan meningkatkan pengetahuan remaja melalui program Hidup Sehat Bersama Sahabat (HEBAT). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja mengenai HIV/AIDS setelah mengikuti program HEBAT di 4 SMP Negeri Kota Bandung. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri Kota Bandung pada tanggal 25 Juli sampai 3 Agustus 2016. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan teknik cluster sampling serta stratified random sampling yang berjumlah 297 orang yang berasal dari empat sekolah dan menggunakan analisis univariat. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa 54,9 % remaja mempunyai pengetahuan yang baik mengenai HIV/AIDS, 43,8 % berpengetahuan cukup dan 1,3 % berpengetahuan kurang. Remaja perempuan memiliki pengetahuan yang lebih baik disbanding remaja laki-laki sebesar 57,8 %, sedangkan laki-laki cenderung berpengetahuan cukup dibandingkan dengan perempuan sebesar 46,0%. Sedangkan untuk remaja yang berpengetahuan buruk laki-laki cenderung lebih besar yaitu 2,0 % dibanding perempuan yang hanya 0,7 %. Simpulan dalam penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan pada remaja cenderung lebih baik setelah remaja mengikuti program HEBAT. Oleh karena itu dengan adanya program HEBAT diharapkan dapat menurunkan angka kejadian HIV/AIDS seiring dengan meningkatnya pengetahuan remaja.Kata Kunci : HIV/AIDS, Pengetahuan, Program HEBAT.
Evaluasi Kegiatan Utama Pelayanan Posyandu Di Kecamatan Jatinangor Fani, Regina Chintya; Nirmala, Sefita Aryuti; Judistiani, Tina Dewi
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 September 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.523 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v3i1.13966

Abstract

Posyandu adalah Pos Pelayanan Terpadu yang merupakan bentuk peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan yang dibentuk oleh dan untuk masyarakat itu sendiri. Pelayanan Posyandu dilaksanakan kader dan saat ini seluruh desa di wilayah Provinsi Jawa Barat telah memiliki kader kesehatan, hanya saja dalam pelaksanaannya masih terdapat kegiatan utama pelayanan Posyandu yang tidak dilaksanakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kegiatan utama pelayanan di Posyandu Kecamatan Jatinangor. Metode Penelitian ini menggunakan metode obsevasional bersifat kuantitif dengan pendekatan potong lintang. Penelitian dilaksanakan di Posyandu pada tanggal 05 Agustus - 20 Agustus 2016. Pengumpulan data dlakukan dengan menggunakan daftar tilik dan teknik consecutive sampling yang berjumlah 14 Posyandu dari 10 Desa di kecamatan Jatinangor dan menggunakan analisis Univariat. hasil penelitian ini menunjukan 15,9% ibu hamil yang periksa mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan, 27,8% pelayanan yang dibutuhkan, konseling akseptor KB dilaksanakan dan 0.31% pemberian oralit yang dilaksanakan. Simpulan penelitian ini adalah kegiatan utama pelayanan Posyandu masih belum terlaksana dengan baik, sehingga masih perlu evaluasi dan tindak lanjut secara berkala terhadap kegiatan utama yang telah dikerjakan di posyandu.Kata Kunci : Kegiatan utama, Pelayanan, Posyandu
Hubungan pemberian ASI Eksklusif dan Makanan Pendamping ASI terhadap Balita Pendek Usia 2 sampai 5 tahun di Kecamatan Jatinangor Subandra, Yogi; Zuhairini, Yenni; Djais, Julistio
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3 Maret 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.698 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v3i3.16990

Abstract

Balita pendek masih menjadi masalah generasi di Indonesia. Balita pendek disebabkan oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI (MP-ASI) terhadap kejadian balita pendek usia 2 sampai 5 tahun. Penelitian analitik observasional ini dilakukan dengan pendekatan potong lintang. Subjek sebanyak 65 balita usia 2 sampai 5 tahun dengan kriteria inklusi memiliki riwayat berat lahir dan usia kehamilan normal di Kecamatan Jatinangor pada bulan Juni-Agustus 2017. Pengambilan sampel dilakukan dengan sampling acak bertahap. Pengambilan data karakteristik, pemberian ASI, dan MP-ASI dilakukan dengan cara wawancara. Pengukuran status gizi dilakukan berdasarkan TB/U. Analisis statistik yang digunakan adalah uji statistik Chi square dan Fisher. Angka kejadian balita pendek pada penelitian ini sebesar 40%. Pola menyusui ASI parsial memiliki proporsi paling banyak dibandingkan ASI eksklusif. Jenis pemberian MP-ASI umumnya diberikan dari pabrik (usia 6-9 bulan) dan buatan sendiri (usia 9-24 bulan). Pada usia 12 s.d. 24 bulan, seluruh balita diberikan jenis MP-ASI dari buatan sendiri. Hubungan antara pemberian ASI eksklusif dan MP-ASI dengan balita pendek masing-masing p<0,05 dan p>0,05. Terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dan balita pendek, tetapi tidak terdapat hubungan antara MP-ASI dan balita pendek.Kata Kunci: ASI eksklusif, Jatinangor, MP-ASI, pendek
Hubungan antara Karakteristik Klinis Pasien Mola Hidatidosa dengan Performa Reproduksi Pascaevakuasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung Harjito, Vanessa Natasha; Hidayat, Yudi Mulyana; Amelia, Indah
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 September 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.166 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v3i1.13958

Abstract

Pada penderita mola hidatidosa terdapat beberapa karakteristik klinis yang dapat memengaruhi performa reproduksi, yaitu gambaran histopatologi proliferasi berlebih, besar uterus≥20minggu, kadarβ–hCG>100.000mIU/mL, dan kista lutein praevakuasi.Banyak penderita mola hidatidosa merasa khawatir kondisinya dapat memengaruhi fungsi reproduksinya di kemudian hari.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik klinis pasien mola hidatidosa dengan luaran kehamilan pascaevakuasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Penelitan analitik komparatif ini menggunakan desain kohort retrospektif. Subjek penelitian adalah penderita mola hidatidosa di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung pada periode 1 Januari 2010-31 Desember 2015 yang memenuhi kriteria penerimaan penelitian. Penelitian mencari hubungan antara variabel karakteristik klinis risiko tinggi (gambaran histopatologi proliferasi berlebih, besar uterus, kista lutein, dan kadar β-hCG) dengan variabel luaran kehamilan pascaevakuasi. Analisis data menggunakan uji Eksak Fisher dengan interval kepercayaan 95%.Subjek penelitian berjumlah 51orang, terdapat 28orang berkarakteristik klinis risiko tinggi. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik klinis dan luaran kehamilan pada tipe mola komplit dan mola parsial tidak memiliki perbedaan signifikan(p>0,05). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gambaran histopatologi proliferasi berlebih, besar uterus, kista lutein, dan kadar β-hCG dengan luaran kehamilan pascaevakuasi(p>0,05). Penelitian ini menyimpulkan tidak terdapat hubungan antara karakteristik klinis pasien mola hidatidosa dengan performa reproduksi pascaevakuasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.Kata kunci: karakteristik klinis risiko rendah, karakteristik klinis risiko tinggi, luaran kehamilan, mola hidatidosa
Perbandingan Kualitas Tidur Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran yang Menggunakan dan Tidak Menggunakan Cahaya Lampu saat Tidur Sutrisno, Riska; Faisal, Faisal; Huda, Fathul
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Desember 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.734 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v3i2.15006

Abstract

Irama sirkadian dipengaruhi oleh cahaya lampu dapat menghambat pembentukan hormon melatonin. Baik dan buruknya tidur dilihat dari kualitas tidur. Kualitas tidur buruk memengaruhi keseimbangan fisiologis dan psikologis. Khususnya pada mahasiswa menyebabkan penurunan konsentrasi dan disfungsi aktivitas di siang hari. Penelitian dilakukan pada bulan Juli−November 2016 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Jatinangor dan bertujuan untuk mengetahui perbandingan kualitas tidur mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran yang menggunakan dan tidak menggunakan cahaya lampu saat tidur.  Penelitian dengan pendekatan potong lintang ini dilakukan pada populasi yaitu mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Besar sampel berdasarkan rumus analitik komparatif kategorik-kategorik tidak berpasangan sejumlah 80 responden berjenis kelamin laki-laki untuk setiap kategorinya. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dengan analisis statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square. Dari 160 subjek penelitian didapatkan sejumlah 80 orang yang menggunakan lampu dan 80 orang tidak menggunakan lampu saat tidur. Perbandingan kualitas tidur antara kelompok subjek yang menggunakan lampu dan tidak menggunakan lampu dengan uji chi-square didapatkan perbedaan yang tidak bermakna dengan mayoritas subjek memiliki kualitas tidur buruk (p=0,191). Hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kualitas tidur mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran yang menggunakan dan tidak menggunakan cahaya lampu saat tidur.Kata Kunci: Cahaya lampu, kualitas tidur, mahasiswa
Hubungan Lamanya Terapi ARV dengan Kepatuhan Minum Obat pada Anak HIV di Klinik Teratai Hayatiningsih, Ari; Alam, Anggraini; Sitorus, Trully Deti
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Desember 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.055 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v3i2.15007

Abstract

Prevalensi Human immunodeficiency virus (HIV) di Indonesia mengalami peningkatan. Manajemen utama penderita HIV adalah dengan memberi obat antiretroviral (ARV) untuk seumur hidup. Kepatuhan adalah faktor yang paling penting dalam keberhasilan terapi ARV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Lamanya Terapi ARV dengan Kepatuhan Minum Obat pada Anak HIV di Klinik Teratai-RSHS. Penelitian menggunakan studi desain analitik Cross sectional, data diambil dari bulan November – Desember 2016 secara retrospektif dari kartu pengobatan pasien anak yang terdiagnosis HIV dan mengambil obat di Klinik Teratai-RSHS , Bandung. Jumlah sampel minimal 33. Pasien HIV anak lebih banyak pada umur ≤ 5 tahun (70,6%), jenis kelamin laki-laki (64,7%) dan lamanya terapi 13 – 18 bulan (23,5%) dan 19 – 24 bulan (23,5%). Pasien HIV anak dengan lama terapi 13 – 18 bulan tingkat kepatuhannya rendah < 95%, sedangkan lama terapi ≤ 6 bulan tingkat kepatuhannya baik ≥ 95%. Hasil analisis korelasi diperoleh tidak ada Hubungan antara lamanya terapi dengan kepatuhan minum obat ARV (p=0,94; r=-0,292). Dari penelitian ini didapatkan bahwa tidak adanya hubungan antara lamanya terapi dengan kepatuhan minum obat ARV pada pasien HIV di Klinik Teratai.Kata Kunci: ARV, HIV pada Anak, kepatuhan
Analisis Motivasi Mahasiswa Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Dalam Berkarier di Layanan Kesehatan Primer Fedrian, Dani; Gani, Ascobat
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 3, No 4 (2018): Volume 3 Nomor 4 Juni 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.131 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v3i4.18492

Abstract

Tersedianya pelayanan kesehatan primer yang berkualitas dan memadai adalah elemen penting dalam menyukseskan Program Jaminan Kesehatan Nasional. Kurangnya minat dari mahasiswa kedokteran dalam memilih karier sebagai dokter yang bekerja di layanan kesehatan primer akan berdampak terhadap kesinambungan pelaksanaan sistem kesehatan nasional. Tujuan penelitian ini adalah diperolehnya informasi mendalam tentang motivasi Mahasiswa PSPD FK Unpad dalam berkarier di layanan kesehatan primer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah. Informan adalah Mahasiswa PSPD FK Unpad periode Februari 2016 – Juli 2017 yang telah melewati stase/rotasi klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat maupun Ilmu Kedokteran Keluarga. Untuk meningkatkan validitas data dilakukan triangulasi sumber, metode, data, dan analisis. Analisis data dilakukan menggunakan thematic analysis. Hasil penelitian yang didapatkan melalui 13 wawancara mendalam dan 1 diskusi kelompok terarah menunjukkan bahwa motivasi yang ditemukan pada Mahasiswa PSPD FK Unpad yang tertarik dalam berkarier di layanan kesehatan primer adalah berkaitan dengan beban kerja dan waktu kerja (intrinsic process motivation); nilai orientasi sosial, tanggung jawab, dan kepedulian (goal internalization); konsep diri supel (internal self concept-based motivation); dan penerimaan masyarakat (external self concept-based motivation). Dari hasil ini, FK Unpad diharapkan dapat memberikan motivasi kepada mahasiswa melalui kurikulum dan lingkungan akademis yang mendukung tumbuhnya minat untuk berkarier di layanan kesehatan primer.Kata kunci:FK Unpad, Layanan Kesehatan Primer, Motivasi, Pemilihan Karier, Pendidikan Dokter
Faktor Predisposisi Bidan dalam Pelaksanaan Program Stimulasi, Deteksi Dini dan Intervensi Tumbuh Kembang (SDIDTK) Khairunnisa, Dhea Nevira; Handayani, Dini Saraswati; Nirmala, Sefita Aryuti; Astuti, Sri; Judistiani, Tina Dewi
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 3, No 4 (2018): Volume 3 Nomor 4 Juni 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.205 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v3i4.18498

Abstract

     Pembinaan tumbuh kembang anak secara komprehensif dan berkualitas diselenggarakan melalui kegiatan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK). Program SDIDTK adalah program pokok Puskesmas DTP Kota Bandung yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan khususnya oleh bidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor predisposisi bidan dalam pelaksanaan program SDIDTK. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan adalah seluruh bidan yang bekerja di Puskesmas DTP Kota Bandung, berjumlah 75 bidan. Data yang digunakan adalah data primer diperoleh dari kuesioner yang diberikan kepada bidan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli  - Agustus 2016. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bidan berumur 26-30 tahun 37 orang (49,3%), berpendidikan D3 66 orang (88,0%), lama bekerja >5 tahun 37 orang (49,3%), pernah pelatihan 15 orang (20,0%) dan lama pelatihan <1 tahun,1-2 tahun, >3 tahun masing-masing 5 orang (6,7%). Gambaran bidan yang memiliki pengetahuan cukup 39 orang (52,0%) dan memiliki sikap positif 39 orang (52,0%) Simpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap bidan yang merupakan faktor predisposisi dalam pelaksanaan program SDIDTK dapat dikatakan masih dalam kategori cukup. Pelatihan SDIDTK, seminar atau workshop mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sangat disarankan dengan harapan dapat meningkatkan pengetahuan bidan mengenai SDIDTK.Kata Kunci : Bidan, Faktor Predisposisi, SDIDTK
Persepsi Tenaga Kesehatan terhadap Penggunaan Alat Pelindung Diri dan Kejadian Kecelakaan Akibat Kerja di Salah Satu Rumah Sakit di Kota Bandung Laranova, Atri; Afriandi, Irvan; Pratiwi, Yuni Susanti
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 3, No 4 (2018): Volume 3 Nomor 4 Juni 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.79 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v3i4.18497

Abstract

Pendahuluan Tenaga kesehatan berperan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan berhak mendapatkan jaminan kesehatan dan keselamatan kerja. Penelitian sebelumnya melaporkan kecelakaan kerja yang sering terjadi di rumah sakit adalah tertusuk jarum, teriris pisau, terluka dan terpercik cairan tubuh. Kejadian tersebut banyak yang belum terlaporkan karena padatnya jadwal pelayanan kesehatan dan rendahnya persepsi terhadap risiko terpapar infeksi. Rendahnya persepsi dan tingginya risiko kejadian kecelakaan kerja menjadi tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara persepsi tenaga kesehatan terhadap penggunaan alat pelindung diri dengan kejadian kecelakaan akibat kerja. Metode Penelitian dilakukan dengan metode analitik dan desain potong lintang yang melibatkan 102 tenaga kesehatan yang dipilih dengan teknik simple random sampling di salah satu rumah sakit di Kota Bandung pada bulan Oktober hingga November 2016. Variabel yang diteliti meliputi persepsi terhadap penggunaan alat pelindung diri dan kejadian kecelakaan akibat kerja. Data diambil melalui instrumen kuesioner kemudian dilakukan analisis data dengan menggunakan uji Chi-square dan Uji Spearman Correlation. Hasil Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel yang diteliti dengan nilai r= -0,085 dan p= 0,395. Pembahasan Tidak ada hubungan antara persepsi tenaga kesehatan terhadap penggunaan alat pelindung diri dengan kejadian kecelakaan akibat kerja. Terdapat faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi kepatuhan dalam penggunaan alat pelindung diri dan kejadian kecelakaan kerja.Kata kunci: APD, KAK, Persepsi, Tenaga kesehatan

Page 9 of 28 | Total Record : 277


Filter by Year

2015 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2021): Volume 6 Nomor 2 Desember 2021 Vol 6, No 1 (2021): Volume 6 Nomor 1 September 2021 Vol 5, No 4 (2020): Volume 5 Nomor 4 Juni 2020 Vol 5, No 3 (2020): Volume 5 Nomor 3 Maret 2020 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 Desember 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 September 2019 Vol 4, No 4 (2019): Volume 4 Nomor 4 Juni 2019 Vol 4, No 3 (2019): Volume 4 Nomor 3 Maret 2019 Vol 4, No 2 (2018): Volume 4 Nomor 2 Desember 2018 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 September 2018 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 September 2018 Vol 3, No 4 (2018): Volume 3 Nomor 4 Juni 2018 Vol 3, No 4 (2018): Volume 3 Nomor 4 Juni 2018 Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3 Maret 2018 Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3 Maret 2018 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Desember 2017 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Desember 2017 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 September 2017 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 September 2017 Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4 Juni 2017 Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4 Juni 2017 Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3 Maret 2017 Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3 Maret 2017 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Desember 2016 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Desember 2016 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 September 2016 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 September 2016 Vol 1, No 4 (2016): Volume 1 Nomor 4 Juni 2016 Vol 1, No 4 (2016): Volume 1 Nomor 4 Juni 2016 Vol 1, No 3 (2016): Volume 1 Nomor 3 Maret 2016 Vol 1, No 3 (2016): Volume 1 Nomor 3 Maret 2016 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Desember 2015 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Desember 2015 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 September 2015 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 September 2015 More Issue