Jurnal Sistem Kesehatan
Jurnal Sistem Kesehatan dibawah Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, merupakan sarana publikasi ilmiah yang terbit setiap empat bulan yang sudah memiliki nomor ISSN yang cetak maupun yang elektronik dengan nomor pISSN 2460-8831 dan eISSN 2460-819X. Terbitan pertama Jurnal Sistem kesehatan yaitu pada bulan September 2015. Jurnal Sistem Kesehatan menggunakan sistem peer review untuk seleksi artikel. Jurnal Sistem Kesehatan (JSK) dapat menerima artikel penelitian asli yang relevan pada bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat, Kedokteran Komunitas, Ilmu Kedokteran Keluarga/Kedokteran Layanan Primer (DLP), Manajemen Kesehatan dan berbagai artikel yang terkait dengan penguatan sistem kesehatan. Format artikel penelitian terdiri atas halaman judul, abstrak (Indonesia dan Inggris), pendahuluan (memuat latar belakang penelitian dan tujuan penelitian) metode, hasil, pembahasan (pembahasan, keterbatasan penelitian simpulan dan saran), dan daftar pustaka.
Articles
277 Documents
Manifestasi Erupsi Alergi Obat Antiretroviral Pada Pasien HIV/AIDS di Klinik Teratai Rsup Dr. Hasan Sadikin Bandung Periode 2005 â 2014
Armeinesya, Siska;
Rowawi, Rasmia;
Hamda, Muhammad Ersyad
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 September 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (217.647 KB)
|
DOI: 10.24198/jsk.v4i1.19186
Kasus human immunodeficiency virus/acquired immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS) telah menjadi masalah kesehatan dunia. High active antiretroviral therapy (HAART) telah menurunkan angka kematian dan kesakitan pada pasien HIV. Pasien HIV memilki risiko tinggi mengalami erupsi alergi obat dibandingkan masyarakat umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi manifestasi erupsi alergi obat ARV pada pasien HIV/AIDS periode 2005â2014 di Klinik Teratai RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan dari rekam medis pasien HIV/AIDS dengan erupsi alergi obat ARV di Klinik Teratai RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung tahun 2005â2014. Dalam penelitian ini didapatkan sebanyak 111 pasien HIV/AIDS mengalami erupsi alergi obat karena ARV. Erupsi alergi obat ARV banyak terjadi pada wanita (55%) dan pada rentang usia 20-29 tahun (55%). Jumlah CD4 pada pasien HIV/AIDS dengan erupsi alergi obat saat pertama kali terdiagnosis HIV terbanyak adalah <200 sel/mm3 (55%). Manifestasi kulit yang paling umum terjadi adalah ruam makulopapular (89,7%). Reaksi erupsi alergi obat umumnya disebabkan oleh nevirapin (82,5%). Dari penelitian ini didapatkan bahwa ruam makulopapular merupakan manifestasi erupsi alergi obat ARV yang paling sering muncul. Obat yang paling banyak ditemukan menyebabkan erupsi alergi obat adalah nevirapin. Kata kunci: erupsi alergi obat, HIV/AIDS, obat ARV
Hubungan antara Spastisitas Pergelangan Kaki dengan Kualitas Hidup pada Anak dengan Cerebral Palsy Tipe Spastik Quadriplegia
Ismunandar, Helmi;
Ismiarto, Yoyos Dias
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 September 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (269.602 KB)
|
DOI: 10.24198/jsk.v4i1.19178
Cerebral palsy (CP) disebabkan oleh gangguan perkembangan otak. CP tipe spastik merupakan tipe tersering. Spastisitas merupakan kelainan motorik utama. Spastisitas mengganggu aktivitas keseharian seperti berjalan dan makan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara tingkat spastisitas pergelangan kaki dengan kualitas hidup pada anak dengan CP tipe spastik quadriplegia.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik korelasional dengan pendekatan potong lintang. Penelitian dilakukan di Klinik Ortopedi dan Traumatologi RSHS pada bulan April 2018. Sebanyak 31 anak dengan CP tipe spastik quadriplegia dilibatkan. Orang tua mereka diminta untuk mengisi kuesioner CP-QOL. Tingkat spastisitas pergelangan kaki dinilai dengan modifikasi skala Ashworth. Subjek penelitian dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok I merupakan subjek dengan skor Ashworth ⤠2. Kelompok II adalah subjek dengan skor Ashworth > 2. Uji stastistik dilakukan dengan uji Spearman.Ada korelasi signifikan antara spastisitas dengan kualitas hidup pada domain kesejahteraan sosial dan penerimaan (p: 0.000); perasaan mengenai fungsi (p: 0.000); partisipasi dan kesehatan fisik (p: 0.000); kesejahteraan emosional dan kepercayaan diri (p: 0.000); rasa sakit dan dampak dari disabilitas (p: 0.002).Dapat disimpulkan bahwa ada korelasi antara spastisitas pergelangan kaki dengan kualitas hidup anak dengan CP tipe spastik quadriplegia.Kata kunci: cerebral palsy, kualitas hidup, spastik quadriplegia, spastisitas
Perbandingan Derajat Osteoarthritis Lutut Yang Mengalami Putusnya Anterior Cruciate Ligament (Acl) Dengan Dan Tanpa Disertai Robekan Total Medial Meniskus Pada Model Lutut Kelinci
Fadlyansyah Farid;
Hermawan Nagar Rasyid;
Dicky Mulyadi;
Fachry A. Tandjung
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Volume 4 Nomor 2 Desember 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (313.767 KB)
|
DOI: 10.24198/jsk.v4i2.20672
Osteoarthritis (OA) menjadi permasalahan di dunia, termasuk di Indonesia. Instabilitas pada putus ACL dengan atau tanpa robekan meniskus merupakan penyebab OA. Kelemahan biomekanik ini terjadi saat axial loading karena tidak mampu menahan tenaga yang diberikan. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui perbandingan derajat OA lutut pada cedera putusnya ACL yang disertai robekan meniskus dibandingkan hanya putusnya ACL. Penelitian ini merupakan penelitian laboratoium eksperimental murni yang dilakukan di Laboratorium Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, selama September-Desember 2017. Hewan percobaan dibagi tiga kelompok, yaitu putusnya ACL disertai robekan total medial meniskus (AM) dan putusnya ACL (AC) dan operasi Sham. Kemudian dilakukan perlakuan sesuai kelompok percobaan dan pemeriksaan marker infeksi Nitrat Oxide (NO) dan histopatologi H&E pada minggu ketiga. Hasil penelitian sebagai berikut : pemeriksaan NO kelompok AM : 0.77±0.138 (rata-rata : 0.77)ng/L, kelompok AC : 0.44±0.120 (rata-rata : 0.41), p-value 0.0001 (nilai P<0.05), pemeriksaan Histopatologi kelompok AM : inflamasi berat 7 (77.7%), p-value 0.008 (p <0.01) dan kelompok AC : inlamasi ringan 2 (22.2%), inflamasi sedang 4 (44.4%) dan inflamasi berat 3 ekor (33.3%), p-value 0.011 (nilai P<0.05), signifikan atau bermakna secara statistik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah derajat OA lebih berat pada lutut kelinci yang dilakukan putusnya ACL disertai robekan meniskus dibandingkan dengan hanya pututsnya ACL. Kata Kunci : ACL, Meniskus, Nitrat Oxide, Osteoarthritis
Pengetahuan, Sikap, dan Praktik pada Guru SMP Swasta Berbasis Agama Katolik di Kota Bandung terkait Pendidikan Kesehatan Reproduksi Sebagai Upaya Pencegahan HIV/AIDS
Hestia Nur Annisa;
Rudi Wisaksana;
Nita Arisanti
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Volume 4 Nomor 2 Desember 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (327.772 KB)
|
DOI: 10.24198/jsk.v4i2.20688
Penderita terbanyak HIV di Indonesia berusia 20-29 tahun, dengan lama masa inkubasi, maka pertama kali terpapar virus HIV usia 10-19 tahun. Sebelum melakukan intervensi, lebih baik dilakukan survey terlebih dahulu kepada guru. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan praktik guru SMP swasta berbasis Agama Katolik di Kota Bandung terkait pendidikan kesehatan reproduksi. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penentuan jumlah sampel pada penelitian secara total sampling dilakukan pada bulan Februari-Juni 2017 di SMP swasta berbasis agama Katolik di Kota Bandung. Sampel penelitian melibatkan seluruh guru. Kriteria Inklusi penelitian adalah guru dengan minimal mengajar 1 tahun, dan kriteria eksklusi berupa guru yang tidak hadir dan/atau tidak bersedia menjadi responden saat pengambilan data. Penelitian ini dilakukan terhadap 98 responden. Pengetahuan guru SMP Swasta berbasis agama katolik di Kota Bandung terkait pendidikan reproduksi (100%) tergolong baik, sikap (100%) tergolong positif, dan praktik guru 87% pernah melakukan pendidikan kesehatan reproduksi. Berdasarkan hasil dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap guru sudah baik. Pada aspek praktik, hampir semua guru telah melakukan pendidikan kesehatan reproduksi. Beberapa guru yang belum pernah melakukan pendidikan kesehatan reproduksi dapat dipengaruhi oleh perbedaan kewajiban mata pelajaran yang diajarkan.Kata Kunci: HIV/AIDS, Kesehatan Reproduksi, Pengetahuan, Praktik, Sikap
Chondrosarcoma pada Pelvis: Terapi Pembedahan dengan Preservasi Anggota Tubuh
Gregorius Batara Sutardi;
Darmadji Ismono;
Muhammad Naseh Irawan;
Herry Herman
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Volume 4 Nomor 2 Desember 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (278.778 KB)
|
DOI: 10.24198/jsk.v4i2.20682
Insidensi Chondrosarcoma 3,5-9% dari tumor tulang primer dan 30% dari keganasan tulang primer. Chondrosarcoma sering terjadi pada dekade ke- 4 sampai ke-7, sedikit lebih sering pada pria. Lokasi yang paling sering adalah pelvis, tulang rusuk, femur proksimal dan humerus proksimal. Lokasi Chondrosarcoma pada pelvis memiliki kekhasan dan tingkat kesulitan spesifik dalam pembedahan karena lokasi yang dekat dengan struktur vital. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai functional outcome jangka pendek pada pembedahan preservasi Chondrosarcoma pada pelvis.Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif yang mempelajari kasus pelvis Chondrosarcoma yang dikelola di RSHS Bandung periode september 2016 hingga september 2018 yang diikuti selama 2 tahun.Hasil penelitian didapatkan 5 pasien dengan Chondrosarcoma pada pelvis, 3 pria dan 2 wanita dengan usia rerata 48,5 tahun. Kelima pasien menjalankan operasi preservasi dan dilakukan pengukuran functional outcome menggunakan MSTS score, didapatkan hasil 2 pasien masuk kategori Excelent (skor: 26 dan 28) dan 3 pasien dengan kategori Good (skor: 19, 19 dan 20). Kesimpulan operasi preservasi pada pasien Chondrosarcoma pelvis di RSHS memberikan functional outcome yang baik, namun hal ini juga tergantung pada lokasi, kedekatan dengan struktur vital dan keterampilan ahli bedah.Kata kunci: Chondrosarcoma besar, pelvis, operasi preservasi
Efek olahraga lari terhadap ketegangan otot Gastroknemius-Soleus
David Simorangkir;
Andri Primadhi
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Volume 4 Nomor 2 Desember 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (270.19 KB)
|
DOI: 10.24198/jsk.v4i2.20684
Berlari merupakan olahraga paling populer di dunia. Sebanyak 36% pelari menderita cedera muskuloskeletal. Perubahan ketegangan otot merupakan salah satu faktor predisposisi cedera, seperti tendinitis achilles dan plantar fasciitis. Penelitian ini mencoba mengetahui korelasi olahraga berlari dengan ketegangan otot betis yang diukur dengan derajat gerak sendi pergelangan kaki pada sampel pelari dan non-pelari. Studi cross sectional melibatkan 32 sukarelawan dibagi dalam kelompok pelari dan bukan pelari. Sudut dorsifleksi pergelangan kaki diukur menggunakan goniometer kemudian data dipresentasikan dalam angka. Analisa perbandingan ketegangan otot gastroknemius dan soleus menggunakan uji Mann-Whitney. Hubungan jarak tempuh berlari terhadap ketegangan otot dinilai menggunakan Spearman Rank. Kelompok pelari memiliki rerata sudut 8,25° dan 13,75° untuk dorsifleksi oleh gastroknemius dan soleus, dan kelompok bukan pelari dengan rerata 12,68° dan 16,06° dengan perbedaan signifikan (p<0,05) pada antara kedua kelompok tanpa korelasi signifikan antara jarak tempuh lari dan ketegangan otot yang terbentuk pada kelompok pelari. Pelari secara signifikan memiliki ketegangan otot gastroknemius-soleus dibandingkan bukan pelari. Aktivitas berulang selama berlari menyebabkan perubahan struktur jaringan pada otot.Kata kunci : gastroknemius, ketegangan otot, pelari, pergelangan kaki, soleus
Pengaruh Edukasi Kelompok Pada Pengendalian Tekanan Darah Di Anggota Klub Prolanis Klinik Pratama
Emi Demiyanti;
Ardini Saptaningsih Raksanagara;
Irvan Afriandi
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Volume 4 Nomor 2 Desember 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (228.223 KB)
|
DOI: 10.24198/jsk.v4i2.20670
Hipertensi merupakan masalah kesehatan di Indonesia dengan prevalensi yang tinggi yaitu sebesar 25,8 %. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengendalikan penyakit hipertensi, diantaranya adalah dengan program Prolanis di Klinik Pratama. Program Prolanis ini kegiatannya yaitu edukasi kelompok yang dilaksanakan setiap bulan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi kelompok pada pengendalian hipertensi di klub Prolanis Klinik Pratama. Metode enelitian ini menggunakan metode penelitian observasional dengan data retrospektif kohort. Analisis secara bertahap mencakup analisis univariat untuk menghitung distribusi frekuensi, analisis iasble untuk menilai hubungan antara iasble bebas dan iasble terikat menggunakan uji beda Chi Square. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diambil dari catatan ias Klinik Vita Medika Banjar yaitu datadari Oktober 2011 sampai dengan Oktober 2015. Penelitian ini dilakukan, di Klinik Vita Medika Banjar pada tanggal 2 Januari 2017 sampai dengan 25 Januari 2017. Populasi semua pasien hipertensi di klinik. Sampelnya semua pasien hipertensi peserta BPJS yang terdaftar di klub Prolanis dengan jumlah 211 sampel.Hasil proporsi karakteristik dari data yang diambil yaitu proporsi tertinggi pada umur 51-60 tahun 38,4%, jenis kelamin perempuan 60,7%,pendidikan Perguruan Tinggi 36,4%. Analisis pengujian korelasi dengan Chi Square didapatkan proporsi kehadiran nilai p=0,001 (p<0,05) .Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa Edukasi kelompok berpengaruh terhadap pengendalian tekanan darah pada klub Prolanis.Kata Kunci: Edukasi, Prolanis, Tekanan Darah
Hubungan Gambar Bahaya Merokok Pada Kemasan Dengan Intensi Berhenti Merokok di Kecamatan Curug Kabupaten Tanggerang
Andri Amaliel Managanta;
Yaya Hudaya
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Volume 4 Nomor 2 Desember 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (233.234 KB)
|
DOI: 10.24198/jsk.v4i2.20686
Survey mengenai konsumsi rokok yang terkini Global Adult Tobacco Survey (GATS) tahun 2011 menunjukkan, bila dibandingkan dengan negara-negara lain yang melaksanakan GATS (16 law dan middle income countries), Indonesia menduduki posisi pertama dengan prevalensi perokok aktif tertinggi, yaitu 67,0 % pada laki-laki dan 2,7 % pada wanita. Penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan antara sikap terhadap gambar peringatan bahaya merokok pada kemasan rokok dengan intensi berhenti merokok. Lokasi penelitian dilaksanakan di perumahan Griya Karawaci. Karakteristik populasi yang menjadi objek penelitian adalah sekelompok perokok yang bertempat tinggal diwilayah Griya Karawaci, Kelurahan Sukabakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tanggerang yang berjumlah sebanyak 150 perokok. Selanjutnya secara proporsional ditarik sampel sebanyak 60 orang perokok. Penarikan atau penentuan jumlah sampel dari populasi perokok yang terwakili pada perumahan Griya Karawaci, dilakukan dengan menggunakan rumus Slovin. Hasil analisis menunjukkan sikap terhadap gambar peringatan bahaya merokok pada kemasan rokok berkorelasi positif dengan intensi berhenti merokok yang ditunjukkan oleh koefisien korelasi sebesar 0.945, artinya semakin positif sikap terhadap gambar merokok maka intensi akan cenderung semakin tinggi. Intensi berhenti merokok dapat diprediksi oleh sikap terhadap peringatan bahaya merokok pada kemasan rokok. Artinya bahwa perokok meyakini bahwa merokok membahayakan kesehatan diri dan lingkungannya.Kata Kunci: Rokok, Kemasan, Intensi
Faktor Keseimbangan Statis Tubuh, Kecepatan Dan Kelincahan Gerak Pada Anak Sekolah Dasar Usia 6 Sampai 9 Tahun Dengan Flatfoot
Husna Bulkis Dasopang;
Wulan Mayasari;
Fathurachman Fathurachman
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Volume 4 Nomor 2 Desember 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (296.194 KB)
|
DOI: 10.24198/jsk.v4i2.20671
Pengaruh flatfoot anak terhadap penurunan kebugaran fisik dan kemampuan motorik dilaporkan masih kontroversi sampai saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh flatfoot pada faktor keseimbangan tubuh (One Leg Test), kecepatan gerak (45 Meter Dash Test) dan kelincahan gerak (T Test). Metode penelitian analitik dengan desain cross-sectional yang melibatkan murid SD di Kecamatan Sukajadi kelas 1 sampai 3 dengan rentang usia 6 sampai 9 tahun. Dari setiap kelompok (normal dan flatfoot) diseleksi secara acak masing-masing sebanyak 50 anak, kemudian dilihat apakah ada perbedaan yang signifikan dari setiap faktor kebugaran fisik tersebut. Jika signifikan maka akan dihasilkan nilai uji hipotesis P<0.05. Tidak ada perbedaan yang signifikan dari rekaman ketiga faktor kebugaran fisik (tes keseimbangan statis tubuh, kecepatan dan kelincahan gerak) dari kedua kelompok (normal dan flatfoot) dengan hasil uji independent t-test dan U Mann Whitney test menunjukkan nilai P>0.05. Flatfoot anak dengan kelompok usia 6 sampai 9 tahun tidak berpengaruh terhadap beberapa faktor kebugaran fisik: keseimbangan statis tubuh, kecepatan dan kelincahan gerak yang diperlukan untuk aktifitas olahraga.Kata Kunci: anak, flatfoot, kebugaran fisik
Peran Program Prolanis dalam Penurunan Kadar Gula Darah Puasa pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Kecamatan Jatinangor
Anjar Raraswati;
Henhen Heryaman;
Nanny Soetedjo
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Volume 4 Nomor 2 Desember 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (237.917 KB)
|
DOI: 10.24198/jsk.v4i2.20687
Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit tidak menular metabolik yang jumlah penderita meningkat seiring berjalannya waktu. Indonesia menempati peringkat ke 6 di dunia dan prevalensi DMT2 di Sumedang lebih tinggi dibandingkan di Jawa Barat.2,3 DMT2 menghabiskan biaya kesehatan yang banyak, sehingga pemerintah membentuk Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).5 Prolanis merupakan program untuk para penyandang penyakit kronis yang bertujuan mendorong pasien untuk mencapai kualitas hidup optimal, menurunkan risiko komplikasi, dan diharapkan dapat memanfaatkan biaya kesehatan secara efektif dan rasional.5,6 Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran program Prolanis dalam penurunan kadar gula darah puasa (GDP) pasien DM tipe 2 di Puskesmas Kecamatan Jatinangor, Sumedang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif observational dengan desain penelitian studi potong lintang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dan didapatkan 40 subjek penelitian. Data didapatkan melalui rekam medis pasien tahun 2017 yang sesuai dengan kriteria inklusi dan wawancara langsung kepada beberapa pasien. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar GDP pasien DMT2 belum lengkap, home visit dan sms gate-away belum dilaksanakan tetapi program prolanis yang lainnya telah dilaksanakan. Simpulan dari penelitian adalah Prolanis di Puskesmas Kecamatan Jatinangor belum berjalan dengan baik dan harus ditingkatkan pengelolaannya.Kata kunci: Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) , Gula Darah Puasa (GDP), Program Pengelolaan penyakit Kronis (Prolanis)