Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PROGRAM PUSKESMAS DALAM MENURUNKAN ANGKA STUNTING PADA BALITA Ariska Putri; Putri Pamungkas; Denis Farida; Octo Zulkarnain; Heri Nur Cahyanto; Alpian Jayadi
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1430

Abstract

Latar Belakang: Meningkatnya keluhan mengenai buruknya asuhan keperawatan mendorong dilakukannya penyelidikan terhadap kemungkinan penyebab fenomena ini. Salah satu faktor yang memengaruhi perilaku *caring* (kepedulian) adalah lingkungan praktik, seperti beban kerja. Tujuan: Menganalisis hubungan antara beban kerja dan perilaku *caring* perawat. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik korelasional dengan pendekatan *cross-sectional*. Sampel penelitian berjumlah 73 orang yang diambil menggunakan teknik *purposive sampling*. Hasil penelitian diuji menggunakan uji statistik Pearson dengan tingkat signifikansi α < 0,05 melalui program SPSS v.23. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner beban kerja dan CBAS (*Caring Behaviors Assessment Scale*). Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Hasil: Hasil uji korelasi Pearson dengan tingkat kesalahan (α) = 0,05 menunjukkan nilai p = 0,011. Hal ini berarti terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dan perilaku *caring* yang diterapkan oleh perawat. Kesimpulan: Semakin rendah beban kerja, semakin besar kemungkinan perawat menunjukkan perilaku *caring* dalam memberikan asuhan keperawatan.
PENGARUH PENGETAHUAN HUKUM KESEHATAN TENTANG VAKSINASI TERHADAP KEPERCAYAAN MASYARAKAT DALAM PROGRAM IMUNISASI ANAK DI WILAYAH PUSKESMAS KABUPATEN SIDOARJO Alpian Jayadi; Octo Zulkarnain; Denis Farida; Heri Nur Cahyanto; Ariska Putri Hidayathillah; Putri Pamungkas
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1433

Abstract

Latar Belakang: Program imunisasi anak merupakan salah satu upaya preventif utama dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular. Namun, meningkatnya keraguan masyarakat terhadap vaksinasi masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan program imunisasi. Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai hukum kesehatan terkait vaksinasi diduga memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap program imunisasi anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan hukum kesehatan tentang vaksinasi terhadap kepercayaan masyarakat dalam program imunisasi anak di wilayah Puskesmas Kabupaten Sidoarjo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 132 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan hukum kesehatan dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap program imunisasi anak. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan hukum kesehatan kategori baik (56,1%) dan tingkat kepercayaan tinggi terhadap program imunisasi anak (59,8%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara pengetahuan hukum kesehatan tentang vaksinasi terhadap kepercayaan masyarakat dalam program imunisasi anak dengan nilai p-value 0,000. Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa responden dengan pengetahuan hukum kesehatan yang baik memiliki peluang 5,87 kali lebih besar untuk memiliki tingkat kepercayaan tinggi terhadap program imunisasi anak. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan hukum kesehatan tentang vaksinasi berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan masyarakat dalam program imunisasi anak. Peningkatan literasi hukum kesehatan masyarakat diperlukan untuk memperkuat kepercayaan terhadap program imunisasi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ULKUS KAKI DIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS Denis Farida; Heri Nur Cahyanto; Ariska Putri Hidayatillah; Putri Pamungkas; Octo Zulkarnain
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1455

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Ulkus kaki diabetik (UKD) merupakan komplikasi kronis yang paling serius pada pasien Diabetes Melitus (DM) dan menjadi penyebab utama morbiditas, amputasi ekstremitas bawah, serta penurunan kualitas hidup. Prevalensi UKD di Indonesia mencapai 15%, dengan angka amputasi 30% dan angka mortalitas 32%. Berbagai faktor diduga berhubungan dengan kejadian UKD, namun masih diperlukan bukti empiris yang komprehensif. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ulkus kaki diabetik pada pasien Diabetes Melitus. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah 96 pasien di wilayah kerja Puskesmas Keputih yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, dan rekam medis. Analisis data menggunakan uji Chi-Square untuk analisis bivariat dan regresi logistik untuk analisis multivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian UKD adalah lama menderita DM ≥5 tahun (p = 0,009), kadar HbA1c buruk (>8%) (p = 0,009), obesitas (p = 0,001), neuropati sensorik (p = 0,000), perawatan kaki kurang (p = 0,000), dan kepatuhan kunjungan berobat (p = 0,000). Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian UKD adalah kepatuhan kunjungan berobat (OR = 8,95). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara lama menderita DM, kadar HbA1c, obesitas, neuropati sensorik, perawatan kaki, dan kepatuhan kunjungan berobat dengan kejadian ulkus kaki diabetik. Faktor kepatuhan kunjungan berobat merupakan faktor yang paling dominan.
PENERAPAN BALUTAN MODERN BERBASIS SILVER- CHARCOAL (CONKOCHAR AG) PADA PERAWATAN ULKUS VENA KRONIS: SEBUAH LAPORAN KASUS Octo Zulkarnain; Heri Nur Cahyanto; Denis Farida; Ariska Putri Hidayathillah; Alpian Jayadi; PUTRI PAMUNGKAS
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1459

Abstract

Latar Belakang: Ulkus vena kronis merupakan komplikasi lanjut dari insufisiensi vena kronis (chronic venous insufficiency/CVI) yang ditandai dengan luka sulit sembuh, eksudat berlebih, malodor, dan risiko infeksi berulang sehingga menurunkan kualitas hidup pasien. Balutan modern berbasis silver-charcoal seperti ConkoChar Ag dikembangkan untuk menangani biofilm, malodor, dan eksudat secara bersamaan melalui prinsip DIMES (Debridement, Infection control, Moisture balance, Edge management, Supportive therapy). Tujuan: Melaporkan hasil penerapan protokol perawatan luka modern menggunakan ConkoChar Ag, Hydrogel, dan Silver Spray pada pasien dengan ulkus vena kronis di regio kruris. Metode: Studi kasus deskriptif prospektif subjek tunggal dilakukan pada Ny. W, perempuan usia 76 tahun dengan ulkus vena kronis pada maleolus medialis dan lateralis dekstra yang telah berlangsung 12 tahun. Perawatan luka dilakukan dua kali seminggu selama 15 hari (Hari ke-0 sampai Hari ke-15), meliputi debridement, manajemen infeksi, manajemen kelembapan- eksudat, manajemen tepi luka, kompresi, dan offloading. Evaluasi meliputi ukuran luka, komposisi jaringan, eksudat, malodor, tanda infeksi, nyeri (VAS), dan kualitas hidup pasien. Hasil: Setelah 15 hari perawatan, ukuran ulkus pada maleolus medialis mengecil dari 8×3,5×0,5 cm menjadi 7×3×0,5 cm (reduksi luas ±25%), persentase epitelisasi meningkat dari 5% menjadi 10%, eksudat menurun dari sedang menjadi ringan, malodor menghilang, dan tanda infeksi tidak lagi ditemukan. Pasien dapat menjalankan aktivitas harian dengan baik tanpa keluhan nyeri bermakna (VAS 3). Kesimpulan: Penerapan ConkoChar Ag yang dikombinasikan dengan Hydrogel dan Silver Spray dalam kerangka DIMES menunjukkan perbaikan klinis pada ulkus vena kronis berupa pengecilan ukuran luka, peningkatan jaringan granulasi/epitelisasi, serta hilangnya malodor dan tanda infeksi dalam 15 hari perawatan.