Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Masculinization of guppy fish (Poecilia reticulata Peters, 1859) with extract of sea cucumber (Holothuria scabra) Anugerah Saputra; Astri Wulandari; . Ernawati; Muhammad Amri Yusuf; Irvan Eriswandy; Andi Aliah Hidayani
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 18 No 2 (2018): June 2018
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v18i2.427

Abstract

Guppy fish Poecilia reticulata is one of the most popular freshwater ornamental fish species because it is easy to main-tain, and has beautiful variations of color, especially males. One method to produce male guppy is masculinization me-thod. This study aimed to determine the dose of hormone treatment from visceral organ of sea cucumber to the process masculinization of fish guppy. This study used a completely randomized design with the immersion treatment of parent guppy which has been bred into the extract solution of sea cucumber innards for 24 hours with different doses i.e. 0 mg L-1, 10 mg L-1, 20 mg L-1, 30 mg L-1 and 22 mg L-1 (metiltestosterone as positive control). The parameter measured was the percentage of male fish produced. The results showed that although the effect of the treatment was not significantly different, but it can be said to be significantly different to the treatment of 0 mg L-1 (control) to obtain the best result for masculinization of guppy at 30 mg L-1 immersion and the best survival rate on treatment of 0 mg L-1 (control). The re-sults of this study suggest that the masculinization technology on the parent stock can be done using extracts of sea cu-cumber innards which has been considered as waste. Abstrak Ikan gapi Poecilia reticulata merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang banyak digemari karena mudah dipe-lihara, dan memiliki variasi wama yang indah, terutama jantannya. Salah satu metode untuk menghasilkan ikan gapi jantan adalah dengan metode pembalikan kelamin melalui produksi penjantanan ikan gapi. Penelitian ini bertujuan un-tuk menentukan dosis hormon perlakuan ekstrak jeroan teripang pasir terhadap proses penjantanan ikan gapi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan perendaman induk ikan gapi yang telah dipijahkan ke dalam larutan ekstrak jeroan teripang pasir selama 24 jam dengan dosis berbeda, yaitu 0 mg L-1, 10 mg L-1, 20 mg L-1, 30 mg L-1 dan 22 mg L-1 (metiltestosteron sebagai kontrol positif). Parameter yang diukur adalah persentase ikan jantan yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun pengaruh antarperlakuan yang diberikan tidak berbeda nyata, tetapi dapat dikatakan berbeda nyata terhadap perlakuan 0 mg L-1 (kontrol) sehingga diperoleh hasil terbaik untuk penjantanan ikan gapi pada dosis perendaman 30 mg L-1 dan sintasan terbaik pada perlakuan 0 mg L-1 (kontrol). Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa teknologi penjantanan pada induk ikan gapi dapat dilakukan dengan me-manfaatkan ekstrak jeroan teripang pasir yang selama ini dianggap sebagai limbah.
Diversifikasi Olahan Produk Perikanan Sebagai Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional Di Desa Sampulungan Kabupaten Takalar Indra Cahyono; Nuraeni L. Rapi; Wayan Kantun; Harianti Harianti; Suryawati Salim; Fatahuddin Fatahuddin; Anugerah Saputra
PENGABDI PENGABDI: VOL. 3, NO.2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v3i2.40868

Abstract

Abstrak. Mitra Program kedaireka ini adalah adalah Koperasi Serba Usaha TURIN. Masalahnya adalah: (1) diperlukan program diversifikasi yang dapat mendukung pemulihan masyarakat nelayan (2) terkait pengelolahan limbah di desa sampulungan kabupate takalar perlu dilakukan edukasi kepada masyarat. Sasaran eksternal adalah hasil olahan perikanan baik makanan maupun hasil olahan dari limbah dalam bentuk pupuk cair. Metode yang digunakan adalah: ceramah, demonstrasi, diskusi, tanya jawab, dan pendampingan serta pengarahan hingga penjualan produk. Hasil yang dicapai adalah (1) Masyarakat nelayan mampu menghasilkan penghasilan tambahan melalui program diversifikasi produk olahan hasil perikanan berupa aneka kreasi makanan.(2)Masyarakat nelayan mempu mengatasi permasalahan limbah dengan metode pengolahan yang dikembangkan oleh dosen kami yakni Pupuk cair olahan sotong. Kata kunci: Diversifikasi, Olahan hasil perikanan, produk makanan, Produk olahan limbah
Pengelolaan Sampah Untuk Produksi Magot Sebagai Bahan Baku Alternatif Untuk Ikan Air Tawar Azis, Hasni Yulianti; Sukardi, Reski Wahyuni; Achmad, Marlina; Cangara, Arie Syahruni; Asnur, Andi Nurfadilah; Wahab, Fachrul; Saputra, Anugerah
MESTAKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v3i6.548

Abstract

Maggot (Black Soldier Fly/BSF larvae) is a high-protein resource that can be utilized as an alternative raw material for fish feed. Maggot production has great potential to reduce dependence on commercial feed while also utilizing organic waste. This community service program aims to introduce maggot production technology to fish farmers in Soppeng Regency, South Sulawesi, by using household organic waste as feed for snakehead fish (Channa striata). The activities include counseling on organic waste sorting, maggot cultivation training, and the application of maggot as fish feed. Through this program, the community gained an understanding of how to manage waste into high-quality maggot and use it as fish feed. The results showed that the community not only understood the maggot production process but also successfully utilized it independently to reduce fish feed costs. This program successfully raised awareness about the importance of organic waste management, supported freshwater fish farming, and had a positive impact on the environment. By utilizing maggot as an alternative feed, it is hoped that the community can develop more efficient and environmentally friendly fish farming, while also creating a sustainable organic waste management model.
Nutrient Enrichment of Artemia salina Using the Bioencapsulation Method with Single Cell Protein Extract from Chlorella Vulgaris Saputra, Anugerah; Karim, Yusri; Zainuddin; Kuswanto, Hedi
International Journal of Science and Society Vol 7 No 1 (2025): International Journal of Science and Society (IJSOC)
Publisher : GoAcademica Research & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/ijsoc.v7i1.1406

Abstract

Single Cell Protein (SCP) is a biotechnological product designed to enhance biomass or extract proteins and lipids from a given material. One of the methods to utilize single-cell protein is bioencapsulation. Bioencapsulation is a nutrient enrichment technique that involves adding specific substances to natural feed to improve its quality and quantity, thus enhancing its overall nutritional value. The single-cell protein used in this study is Chlorella vulgaris (C. vulgaris), while the bioencapsulation material or observed subject is Artemia salina (A. salina). This study aims to analyze the nutritional content based on the retention or absorption capacity of A. salina using the SCP bioencapsulation method from C. vulgaris and to determine the optimal SCP dosage for bioencapsulation in A. salina. The tested dosages in this study were 100 mg/L, 200 mg/L, 300 mg/L, and 0 mg/L (without SCP administration as a control). The results showed that the SCP retention value in A. salina was significantly different (P<0.05) across the tested dosage treatments. The highest retention value was observed at a dosage of 300 mg/L, with the highest retention of soluble protein and fat recorded at 85.65% and 0.27%, respectively. However, the overall results indicate that as the administered SCP dosage increases, the retention or absorption of SCP nutrients in A. salina also increases.
Sosialisasi Penerapan Minyak Buah Merah Pada Pakan Formulasi Bagi Usaha Budidaya Udang Vanname PT. Kreatif Laut Indonesia, Kabupaten Barru Achmad, Marlina; Zainuddin, Zainuddin; Novita Sari, Dian; Fadhlullah M, Muhammad; Syahruni Cangara, Arie; Saputra, Anugerah; Akram, Muhammad; Suteji Anwar, Andika; Fathul, Muh.; farendi, Arya; Nur Amsal, A.Muh Ihsan
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v4i2.1106

Abstract

Budidaya udang vaname memiliki potensi ekonomi besar, dan salah satu aspek yang mempengaruhi kesehatan larva udang vaname adalah kandungan nutrisi dalam pakan. Minyak buah merah dikenal dalam pengobatan tradisional sebagai sumber nutrisi yang kaya akan senyawa bioaktif asam lemak tak jenuh dan fitosterol, zat-zat tersebut mudah dicerna dan diserap sehingga memperlancar proses metabolisme. Program sosialisasi penerapan minyak buah merah pada pakan udang dilaksanakan di lokasi budidaya udang vanname PT. Kreatif Laut Indonesia (PT.KLI). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta skil menekstrak minyak buah merah serta membuat pakan formulasi berbasis fitooil bagi tim pembudidaya PT. KLI. Metode yang digunakan pada program ini adalah pelatihan yang meliputi demonstrasi langsung pembuatan ekstrak minyak buah merah, dan pembuatan pakan formulasi. Selanjutnya, dilakukan pre-test dan post test untuk menilai pemahaman peserta terhadap kegiatan yang dilakukan. Hasilnya, pemahaman peserta meningkat seiring dengan pendampingan program yang dilakukan, dan peserta dapat membuat pakan formulasi udang secara mandiri.
Dampak Pemanfaatan Maggot Sebagai Bahan Substitusi Protein Pakan Ikan Berbasis Zero Waste Melalui Akselerasi Pengolahan Sampah Organik di Kabupaten Soppeng Haryati, Haryati; Azis, Hasni Yulianti; Cangara, Arie Syahruni; Lando, Asiyanthi Tabran; Saputra, Anugerah
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat VOLUME 2, NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/bambulaut.v2i1.42537

Abstract

Permasalahan sampah dan keterbatasan pakan bagi pembudidaya ikan dapat diatasi dengan pemanfaatan maggot sebagai pakan alternatif. Maggot memiliki kandungan protein tinggi dan berperan sebagai agen biokonversi, mendukung konsep zero waste. Program kerjasama Link and Match Dana Padanan Diksi 2024 bersama Pemerintah Kabupaten Soppeng melalui Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Perikanan memanfaatkan maggot dalam bentuk tepung sebagai substitusi protein pada pakan ikan. Kegiatan ini meliputi pengenalan program, demonstrasi plot (demplot), dan pendampingan di Kampus Vokasi Soppeng serta Malaka, Kecamatan Lalabata, melibatkan 35 peserta. Program ini memperkenalkan pilot project budidaya maggot hingga produksi pakan ikan mandiri. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta dengan nilai Sig. (2-tailed) 0.000 (<0.05). Temuan ini mengindikasikan efektivitas pelatihan dalam meningkatkan keberdayaan masyarakat dalam pengelolaan maggot sebagai pakan ikan.
and, of, the Morphometric Analysis and Proximate Composition of Mole Crabs (Hippidae) from the Tial Coastal Area as a Potential Source of Functional Food Kaliky, Nunun Ainun Putri Sari; Muhsin, Muhammad Fatratullah; Nurlette, Hartono; Alimudin, Saiful; Abubakar, Shafinaz; Saputra, Anugerah; Achmad, Marlina
Torani Journal of Fisheries and Marine Science Vol. 9 No. 1 (2025): VOLUME 9, NOMOR 1, DECEMBER 2025
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/torani.v9i1.46801

Abstract

Sea anthills (Hippidae) are a class of crustaceans that live in tidal zones, with sandy substrates and have the potential to be used as an alternative food source. This research was conducted in November 2023 on Tial beach. Specifically, Tial beach is located east of Ambon Island with fine to medium sandy substrates. This research aims to identify the morphological characteristics of Hippidae, as well as analyze their nutritional content. The data collection method used 5 quadrant transects measuring 2 x 2 m with a distance of 8 m in each quadrant. The results showed that there were Hippidae species found, namely Hippa marmorata with a total of 49 individuals/50m2 with a carapace length ranging from 0.8 cm - 4 cm and a body weight of 0.49 gr - 6.58 gr. Morphometric analysis showed a very strong level of relationship between Hippa marmorata and its growth pattern is positive allometric. The proximate content shows that Hippa marmorata contains protein and fat to support its use as a functional food. These data provide important insights into the morphometric aspects and nutritional value of Hippa marmorata. The results support the use of Hippa marmorata as a low-fat and ecologically potent seafood source.
Inovasi pengolahan ikan kering berbasis IoT sebagai media rehabilitasi warga binaan di Rutan Selayar Kaliky, Nunun Ainun Putri Sari Banun; Muhsin, Muhammad Fatratullah; Saputra, Anugerah; Achmad, Marlina; Sari, Dian Novita; Sajjad, Ahmad; Akbar, Yandi Tasbih; Pebriawan, Dinul Yusrah; Rahmaniar, Rahmaniar
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): February
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i1.3143

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan alat pengering ikan berbasis Internet of Things (IoT) sebagai solusi inovatif dalam meningkatkan keterampilan dan produktivitas warga binaan di Rumah Tahanan Kelas II B Selayar. Program ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan penguatan keterampilan praktis dan peningkatan kapasitas produktif warga binaan sebagai bagian dari proses pembinaan dan rehabilitasi sosial. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, dirancang sebuah prototipe alat pengering ikan yang dilengkapi dengan sensor suhu dan kelembapan serta sistem pemantauan jarak jauh untuk memastikan proses pengeringan berlangsung secara optimal dan higienis. Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan mencakup pemberian materi teori mengenai prinsip kerja alat berbasis IoT serta praktik langsung pengolahan ikan kering menggunakan teknologi tersebut. Evaluasi hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan kemampuan warga binaan, baik pada aspek teknis pengoperasian alat maupun aspek operasional proses produksi ikan kering. Implementasi teknologi ini berkontribusi terhadap peningkatan kualitas dan kapasitas produksi, sekaligus menumbuhkan wawasan kewirausahaan bagi warga binaan. Program ini diharapkan dapat membuka peluang usaha mandiri, mendukung proses pemberdayaan, serta memfasilitasi reintegrasi sosial warga binaan setelah masa pembinaan. Selain itu, model kegiatan ini berpotensi untuk direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa.