Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Millennial Workers in Ride-Hailing Start-Ups: Preferences, Work-Life Balance, and Retention Raisa Hillia Aini Syifa; Ari Arisman; Heny Hendrayati; Mochamad Achyarsyah; Herdiyanti Herdiyanti; Mahardi Mahardi; Krisztina Taralik; Hayatuk Safrah Salleh
Image : Jurnal Riset Manajemen Vol. 13 No. 1 (2025): November 2024 - April 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/18qn0322

Abstract

Millennial workers, as the majority of the workforce in Indonesia, possess unique characteristics such as quick adaptation to technology, a preference for work flexibility, and a high need for work- life balance. However, they also have weaknesses, such as high mobility, dependency on technology, and vulnerability to stress due to high expectations. This study aims to analyze the characteristics of millennial workers in start-up companies, particularly in the ride-hailing sector. A survey method was employed, involving 404 respondents from Go-Jek, Grab, and Maxim. The data were analyzed descriptively to describe demographics, educational levels, tenure, and work preferences. The results show that millennial workers prioritize flexibility, innovation, and technology but tend to have short tenures. These findings provide recommendations for companies to adopt management strategies based on technology, flexibility, and approaches that support employee engagement to enhance retention and productivity.
Pengaruh Kompetensi Komunikasi Aparatur dan Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Masyarakat di Disdukcapil Kabupaten Tasikmalaya Sarah Dwi Angraini; Raisa Hillia Aini Syifa
Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa Vol. 7 No. 2 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/villages.v7i2.489

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi komunikasi dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat Di Disdukcapil Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif metode explanatory research. Data dikumpulkan menggunakan metode purposive sampling dengan penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang dipilih. Alat analisis SPSS digunakan untuk menganalisis data: Uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear berganda. Uji F, dan uji t. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan komunikasi aparatur dan kualitas pelayanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat. Nilai koefisien determinasi (Adjusted R Square) adalah 59,2% menunjukkan bahwa kepuasan masyarakat dapat dijelaskan oleh kompetensi komunikasi dan kualitas pelayanan, sementara sisanya sebesar 40,8% dipengaruhi oleh variabel di luar penelitian. Temuan penelitian ini menunjukan bahwa peningkatan kompetensi komunikasi aparatur dan kualitas pelayanan menjadi faktor penting untuk meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan administrasi kependudukan.
PENGARUH KOMPENSASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP TURNOVER INTENTION KARYAWAN PADA KOPERASI KONSUMEN UPK LEUWISARI TASIKMALAYA Ivani Hilma Noera'Eni; Raisa Hillia Aini Syifa
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1485

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kompensasi dan lingkungan kerja mempengaruhi keinginan pekerja untuk melakukan turnover pada Koperasi Konsumen UPK Leuwisari. Data dari total 31 karyawan dikumpulkan dengan sampel teknik jenuh menggunakan desain penelitian kuantitatif asosiatif. Menurut hasil IBM SPSS Statistics 26 untuk melakukan analisis regresi linier berganda, kompensasi memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap keinginan karyawan untuk keluar. Sebaliknya, faktor-faktor yang berkaitan dengan lingkungan kerja tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap turnover karyawan. Kebijakan kompensasi merupakan faktor penting dalam menentukan apakah karyawan akan tetap berada di Koperasi Konsumen UPK Leuwisari. Hal tersebut dapat dilihat dari perolehan koefisien Determinasi R2 yang mencapai 65,1%. Sementara itu, sisanya sebesar 34,9% dipengaruhi oleh variabel luar yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.
Pengaruh Reward dan Beban Kerja Terhadap Turnover Intention Karyawan Al Aqmar Collection Tasikmalaya Elsa Fitria; Raisa Hillia Aini Syifa
Jurnal Bisnis dan Manajemen (JURBISMAN) Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Bisnis dan Manajemen (JURBISMAN)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jurbisman.v4i2.1580

Abstract

Sumber daya manusia merupakan aset strategis yang krusial bagi keberhasilan organisasi di tengah persaingan bisnis global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh reward dan beban kerja terhadap turnover intention karyawan pada Al Aqmar Collection Tasikmalaya. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal, penelitian ini melibatkan seluruh karyawan Al Aqmar Collection sebagai responden melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda melalui perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, reward berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention, sedangkan beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention. Secara simultan reward dan beban kerja berpengaruh signifikan terhadap turnover intention dengan nilai Fhitung sebesar 80,172 dan tingkat signifikansi 0,000. Koefisien determinasi (Adjusted R Square) sebesar 0,829 menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut berkontribusi sebesar 81% terhadap variasi turnover intention di perusahaan. Beban kerja ditemukan sebagai faktor paling dominan yang memicu niat berpindah kerja karyawan. Penelitian ini menyarankan agar manajemen mengevaluasi distribusi beban kerja dan mengoptimalkan sistem penghargaan untuk menekan angka turnover.
Pengaruh Kompetensi Digital dan Personal Branding Terhadap Kesiapan Kerja Mimah Sukmawati; Raisa Hillia Aini Syifa
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - Mei 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i1.1614

Abstract

Tingginya pengangguran regional dan ketidaksiapan lulusan muda menghadapi standardisasi industri memicu urgensi penguatan kualitas modal manusia. Meskipun studi terdahulu banyak menguji kompetensi digital dan reputasi secara terpisah pada sektor makro, masih terdapat kelangkaan model yang mengintegrasikannya sebagai prediktor simultan pada skala mikro regional. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi digital dan personal branding terhadap kesiapan kerja Generasi Z di Kota Tasikmalaya. Menggunakan metode kuantitatif eksplanatori, data dihimpun melalui kuesioner dari 68 responden menggunakan teknik purposive sampling dan dianalisis dengan regresi linear berganda. Hasil riset menunjukkan bahwa kompetensi digital (t = 4,481) dan personal branding (t = 5,205) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja, baik secara parsial maupun simultan (F = 240,347). Kontribusi nilai determinasi model mencapai 88,1%. Kebaruan penelitian ini berhasil membuktikan secara empiris integrasi Human Capital Theory dan Social Cognitive Theory dalam memetakan perilaku angkatan kerja muda di tingkat daerah. Sinergi antara kecakapan teknologi terapan (hard skills) dan manajemen impresi profesional (soft skills) menjadi strategi hu lu intervensi kebijakan ketenagakerjaan daerah.   High regional unemployment and the unreadiness of young graduates to meet industry standardization underscore the urgency of enhancing human capital quality. While prior studies have extensively examined digital literacy and reputation independently at a macro level, there remains a lack of integrated models predicting work readiness at a regional micro-scale. This study aims to analyze the effect of digital competence and personal branding on the work readiness of Generation Z in Tasikmalaya City. Utilizing an explanatory quantitative method, data were gathered via questionnaires from 68 respondents selected through purposive sampling and analyzed using multiple linear regression. The empirical results demonstrate that digital competence (t = 4.481) and personal branding (t = 5.205) exert a positive and significant effect on work readiness, both partially and simultaneously (F = 240.347), with a model determination of 88.1%. The novelty of this research successfully substantiates the integration of Human Capital Theory and Social Cognitive Theory in mapping young workforce dynamics locally. Synergizing applied technological proficiency and professional impression management serves as a pivotal upstream strategy for regional employment policy interventions.
Pengaruh Kemampuan Komunikasi Dan Manajemen Waktu Terhadap Kesiapan Kerja Rosi Rosmayanti; Raisa Hillia Aini Syifa
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - Mei 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i1.1615

Abstract

Menurunnya tingkat pengangguran pada usia muda menunjukkan bahwa kesiapan kerja masih menjadi masalah krusial bagi Generasi Z yang baru memasuki dunia kerja. Sejumlah penelitian sebelumnya telah mengeksplorasi pengaruh kemampuan komunikasi dan manajemen waktu terhadap hasil kerja, akan tetapi penelitian yang mengintegrasikan keduanya sebagai variabel independen kesiapan kerja Generasi Z masih sangat terbatas. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh kemampuan komunikasi dan manajemen waktu terhadap kesiapan kerja Generasi Z sebagai calon tenaga kerja. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap 100 responden Generasi Z yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja (t = 4,007; p < 0,05). Demikian pula, manajemen waktu juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja (t = 6,582; p < 0,05). Besarnya koefisien determinasi sebesar 0,696 menunjukkan bahwa kedua variabel independen tersebut mampu menjelaskan 69,6% variasi dalam kesiapan kerja. Temuan ini memperluas kerangka teori Human Capital Theory dan Competency Theory dengan mengidentifikasi kemampuan komunikasi dan manajemen waktu sebagai kompetensi kunci yang mendukung kesiapan kerja Generasi Z. Secara praktis, hasil penelitian ini menegaskan pentingnya bagi institusi pendidikan dan bidang pengembangan sumber daya manusia untuk mengembangkan program penguatan soft skills guna mempersiapkan lulusan yang lebih siap menghadapi dinamika dunia kerja.   The declining unemployment rate among young people indicates that work readiness remains a critical issue for Generation Z as they enter the workforce. Previous studies have examined the influence of communication skills and time management on work-related outcomes; however, research integrating both variables as predictors of Generation Z's work readiness remains limited. This study aims to analyze the effects of communication skills and time management on the work readiness of Generation Z as prospective employees. A quantitative approach was employed using a survey of 100 Generation Z respondents selected through purposive sampling. Data were analyzed using multiple linear regression with IBM SPSS software. The results reveal that communication skills have a positive and significant effect on work readiness (t = 4.007; p < 0.05). Likewise, time management also exerts a positive and significant effect on work readiness (t = 6.582; p < 0.05). The coefficient of determination (R²) of 0.696 indicates that these two independent variables explain 69.6% of the variance in work readiness. These findings extend Human Capital Theory and Competency Theory by identifying communication skills and time management as key competencies that enhance Generation Z's work readiness. Practically, the results highlight the importance of educational institutions and human resource development practitioners in strengthening soft skills development programs to better prepare graduates for the dynamic demands of the workplace.
Pengaruh Literasi Digital Dan Personal Branding Terhadap Kinerja Ai Kulsum; Raisa Hillia Aini Syifa
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i2.1616

Abstract

Akselerasi digitalisasi industri menuntut kesiapan angkatan kerja yang adaptif, namun kondisi ketenagakerjaan di Kota Tasikmalaya menunjukkan penurunan partisipasi kerja muda yang didominasi Generasi Z akibat adanya kesenjangan kompetensi formal. Di sisi lain, riset terdahulu mengenai performa kerja digital masih menunjukkan hasil yang tidak konsisten dan terlalu berfokus pada wilayah metropolitan besar, sehingga membatasi pemahaman di daerah berkembang. Kajian ini bertujuan mengevaluasi model integratif literasi digital dan personal branding terhadap kinerja karyawan Generasi Z di Kota Tasikmalaya sebagai upaya menjembatani celah empiris tersebut. Riset kuantitatif kausal ini mengumpulkan data primer dari 70 responden pekerja aktif melalui teknik purposive sampling dan diolah menggunakan IBM SPSS regresi linier berganda. Temuan uji parsial memperlihatkan bahwa literasi digital (t = 12,986) dan citra diri profesional (t = 5,159) masing-masing memiliki dampak positif yang nyata terhadap efektivitas kerja pegawai. Apabila diuji bersamaan (simultan), kedua aspek independen tersebut secara signifikan memengaruhi capaian kinerja (F = 10,784) dengan nilai koefisien determinasi (R2) menjelaskan porsi pengaruh sebesar 24,4%. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian model literasi digital dan personal branding pada ranah kerja lokal di wilayah berkembang. Secara teoretis, hasil riset ini memperkuat konsep modal manusia, sedangkan secara praktis menjadi panduan strategis bagi manajemen perusahaan daerah untuk memformulasikan sistem evaluasi kinerja berbasis literasi digital.   The acceleration of industrial digitalization demands an adaptive workforce, yet labor dynamics in Tasikmalaya City show a decline in youth participation dominated by Generation Z due to competency gaps. Furthermore, prior research on digital work performance still shows inconsistent results and heavily focuses on major metropolitan areas, thereby limiting the understanding of these dynamics in developing regions. This study aims to evaluate the integrative model of digital literacy and personal branding on the job performance of Generation Z employees in Tasikmalaya City to bridge this empirical gap. This causal quantitative research gathered primary data from 70 active worker respondents through a purposive sampling technique and analyzed it using IBM SPSS multiple linear regression. The partial test findings demonstrate that digital literacy (t = 12.986) and professional self-image (t = 5.159) each exert a distinct positive impact on employee work effectiveness. When tested simultaneously, these two independent aspects significantly affect performance outcomes (F = 10.784), with the coefficient of determination (R2) accounting for 24.4%. The novelty of this study lies in testing this integrative model of digital literacy and personal branding within a local work environment of a developing region. Theoretically, the results reinforce the concept of human capital, while practically serving as a blueprint for local corporate management to design performance evaluation systems based on digital literacy.
PENGARUH KOMPENSASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP TURNOVER INTENTION KARYAWAN PADA KOPERASI KONSUMEN UPK LEUWISARI TASIKMALAYA Ivani Hilma Noera'Eni; Raisa Hillia Aini Syifa
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1485

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kompensasi dan lingkungan kerja mempengaruhi keinginan pekerja untuk melakukan turnover pada Koperasi Konsumen UPK Leuwisari. Data dari total 31 karyawan dikumpulkan dengan sampel teknik jenuh menggunakan desain penelitian kuantitatif asosiatif. Menurut hasil IBM SPSS Statistics 26 untuk melakukan analisis regresi linier berganda, kompensasi memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap keinginan karyawan untuk keluar. Sebaliknya, faktor-faktor yang berkaitan dengan lingkungan kerja tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap turnover karyawan. Kebijakan kompensasi merupakan faktor penting dalam menentukan apakah karyawan akan tetap berada di Koperasi Konsumen UPK Leuwisari. Hal tersebut dapat dilihat dari perolehan koefisien Determinasi R2 yang mencapai 65,1%. Sementara itu, sisanya sebesar 34,9% dipengaruhi oleh variabel luar yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Dan Komunikasi Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan CV. Widi Baja Pusat Depok Shandy Aditya; Raisa Hillia Aini Syifa
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1413

Abstract

Kinerja karyawan merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan perusahaan. Namun, masih terdapat berbagai permasalahan yang dapat memengaruhi kinerja karyawan, di antaranya gaya kepemimpinan yang kurang efektif dan komunikasi organisasi yang belum berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transformasional dan komunikasi organisasi terhadap kinerja karyawan pada CV. Widi Baja Pusat Depok. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi penelitian terdiri dari seluruh karyawan CV. Widi Baja Pusat Depok yang berjumlah 34 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan responden penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai signifikansi kurang dari 0,001. Komunikasi organisasi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai signifikansi sebesar 0,002. Secara simultan, gaya kepemimpinan transformasional dan komunikasi organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai signifikansi sebesar 0,001. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kualitas kepemimpinan transformasional dan komunikasi organisasi dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kinerja karyawan pada perusahaan.
Pengaruh Kompetensi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pelayanan Digital Rosdiana Putri; Raisa Hillia Aini Syifa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi dan disiplin kerja terhadap kinerja pelayanan digital di Desa Mekarjaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Populasi penelitian berjumlah 8.752 jiwa, sedangkan sampel sebanyak 100 responden ditentukan melalui probability sampling dengan teknik simple random sampling dan rumus Slovin pada tingkat kesalahan 10%. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert lima poin yang mengukur kompetensi, disiplin kerja, dan kinerja pelayanan publik berbasis digital. Analisis data dilakukan dengan bantuan Statistical Package for the Social Sciences melalui uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linier berganda, koefisien determinasi, uji F, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh instrumen valid dan reliabel serta model regresi memenuhi asumsi klasik. Kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pelayanan digital dengan koefisien regresi 0,567, nilai t-hitung 7,166, dan signifikansi kurang dari 0,001. Disiplin kerja juga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi 0,429, nilai t-hitung 6,261, dan signifikansi kurang dari 0,001. Secara simultan, kompetensi dan disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pelayanan digital, dengan nilai R Square sebesar 0,750. Kompetensi menjadi variabel yang lebih dominan. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan pengetahuan, keterampilan, kemampuan teknologi digital, kepatuhan terhadap aturan, ketepatan waktu, dan tanggung jawab perangkat desa diperlukan untuk menghasilkan pelayanan digital yang lebih efektif, responsif, mudah diakses, dan berkualitas.