Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

ANALISA PENGARUH KINERJA MANDOR TERHADAP KUALITAS PROYEK KONSTRUKSI DI KOTA TARAKAN Eko Prihartanto; Iif Ahmad Syarif; Edy Utomo
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 1 No. 3: Nopember 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.609 KB) | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalaindonesia.v1i3.603

Abstract

Kota Tarakan merupakan Kota yang berkembang akan pembangunan yang mana kota ini terdapat pembangunan yang banyak sehingga membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kualitas dalam mengelolah pembangunan. Untuk meningkatkan kualitas pada suatu pembangunan proyek kontruksi maka pertimbangan untuk menentukan para pekerja dengan kualitas yang baik sangat diperlukan, oleh karena itu sebelum memulai pembangunan proyek kontruksi maka diperlukan seleksi yang dilakukan oleh kontraktor terhadap pekerja mandor yang mana ini penting agar mandor yang dipilih memiliki kualitas yang baik. Pada penelitian ini jenis penelitian yang digunakan ialah jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan skala likert. Adapun tempat dan waktu penelitian ialah di Proyek Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Kawasan Karang Rejo Kota Tarakan. Data yang digunakan ialah data kinerja mandor pada proyek konstruksi di Kota Tarakan dengan aspek kinerja mandor yang dilihat ialah kemampuan kerja, partisipasi, work fasilitation, bias, memberi contoh pengalaman terhadap kualitas proyek konstruksi di Kota Tarakan.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini ialah indikator yang paling berpengaruh terhadap Kualitas Pekerjaan Konstruksi di Kota Tarakan ialah pada Faktor Kemampuan kerja adalah mandor membaca dan memahami gambar kerja, Mampu dan terampil dalam melakukan pekerjaannya, Mampu mengorganisasikan bahan dengan baik dan Mampu mengngoorganisasikan alat dengan baik, mampu memecahkan permasalahan yang terjadi dilapangan.
IDENTIFIKASI POTENSI PENGEMBANGAN WILAYAH PESISIR KELURAHAN KARANG ANYAR PANTAI KOTA TARAKAN Iif Ahmad Syarif; Edy Utomo; Eko Prihartanto
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 1 No. 3: Nopember 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.513 KB) | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalaindonesia.v1i3.604

Abstract

Kelurahan karang anyar pantai merupakan salah satu kelurahan yang kaya sumberdaya alam. Kelurahan karang anyar pantai merupakan wilayah pesisir, dengan memiliki luas daerah 81,7 Ha. Kelurahan karang anyar pantai merupakan wilayah pesisir di kota tarakan yang dimana masyarakatnya sebagian besar sebagai nelayan. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian analisis data kuantitatif dan kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis Triangulasi untuk mengetahui kondisi prasarana dan sarana dan ketersedian prasarana dan sarana di RT 25 dan RT 30 kelurahan Karang Anyar Pantai. Waktu penelitian dilaksanakan pada Bulan juni Hingga juli 2021 .Penelitian ini mengambil lokasi di Kelurahan Karang Anyar Pantai kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan di wilayah Jembatan Bongkok yang terdiri dari RT 25 dan RT 30. Data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data primer berupa kuesioner (angket). Responden pada penelitian ini ialah masyarakat Karang Anyar Pantai, kota Tarakan. Penelitian ini memiliki tujuan Untuk mengetahui apa saja sarana dan prasarana yang ada serta bagaimana perkembangan wilayah pesisir di kelurahan karang anyar pantai. Sehingga hasil yang diperoleh pada penelitian ini ialah Di kelurahan karang anyar pantai terdapat sarana dan prasarana berupa jalan, jembatan, posyandu, masjid, dan sebagainya. Akan tetapi kondisi sarana dan prasarana di daerah terebut masih terbilang kurang berkembang.
Pemanfaatan Citra Google Earth Untuk Pembuatan Peta Wilayah Desa Sempayang Dan Analisis Perbandingan Hasil Luas Penggunaan Lahan Pemukiman Berdasarkan Metode Supervised dan Unsupervised Classification Edy Utomo; Iif Ahmad Syarif; Arin Isyamelya Maharani
Indonesian Journal of Community Empowerment and Service (ICOMES) Vol. 2 No. 2: December 2022
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.408 KB) | DOI: 10.33369/icomes.v2i2.24052

Abstract

Kecamatan Malinau Barat tediri dari 9 desa dengan luas sebesar 73.824,99 Ha. Hampir sebagian besar wilayah desa tersebut belum memiliki peta tematik sebagai media informasinya. Salah satunya adalah Desa Sempayang dengan luas 559,74 Ha. Oleh sebab itu, Laboratorium Pemetaan dan Geografis Teknik Sipil melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa tersebut. Pada artikel ini tidak hanya membahas terkait pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat, namun juga sekilas membahas perbandingan nilai hasil perhitungan luas penggunaan lahan di wilayah pemukiman Desa Sempayang. Acuan basemap yang digunakan dalam pembuatan peta adalah citra yang tersedia pada platform Google Earth, sedangkan analisis luas penggunaan lahan menggunakan Metode Supervised dan Unsupervised Classification. Berdasarkan proses yang telah dilaksanakan, maka didapatkan hasil pembuatan peta wilayah desa yang representatif memberikan informasi gambaran wilayah Desa Sempayang. Selain itu, berdasarkan penerapan dua metode klasifikasi luas penggunaan lahan didapatkan nilai perbedaan sebesar 0,04% secara keseluruhan. Namun terjadi perbedaan yang sangat signifikan pada nilai luasan disetiap jenis klasifikasi yang ditetapkan, sehingga menyebabkan sulitnya pengambilan keputusan. Oleh sebab itu, dibutuhkan validasi kontrol dengan menerapkan metode digitasi manual dan pengukuran terestrial untuk menentukan metode mana yang lebih akurat untuk digunakan.
Analysis of Selection and Performance of Public Transport Mode In Tarakan City Ing Daud Nawir; Muhammad Djaya Bakri; Iif Ahmad Syarif
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 17, No 1 : Al Qalam (Januari 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v17i1.1808

Abstract

The problems of passenger transportation (TAP) in Tarakan City are multi-dimensional, such as, fares and routes that are less organized and uneven, inconvenience and less secure, excess passengers during peak hours and vice versa, condition of operator systems, increased pollution and noise and the number of accidents and traffic violations, and driver behavior. In short, the root of the problem is the incompatibility between the Regional Spatial Plan (RTRW) for the city of Tarakan and the TAP. This study aims to assess the performance of passenger transportation based on descriptive statistical methods to: see the demand for population movement; route performance and transport operations; and the performance of transportation infrastructure, as well as the level of road service in the form of the ratio of volume per road segment capacity. The results achieved found that the existing performance of TAP in Tarakan City was relatively not optimal, the level of main road service on secondary roads because the increase in vehicle volume was significantly influenced by the high population movement, land use, level of transportation service, transportation comfort, load factor, and road conditions.
Studi Pemilihan Moda Angkutan Barang Kapal Kayu dan Kapal Fery Rute Kota Tarakan-Kabupaten Tana Tidung Muhammad Djaya Bakri; Septa Utami Dewi; Iif Ahmad Syarif
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v1i1.3622

Abstract

Tana Tidung Regency as a new autonomous region in North Kalimantan in 2007 resulted in increased interactions between regions in support of the supply of food, and other social needs. Tarakan City is an essential region supporting the Tana Tidung Regency. Currently, public the primary transportation from the Tarakan-Tana Tidung is served by two modes of transportation; Ferry Boats and Wooden Boats. Researchers conducted a study to identify the trends and variables that affect the choice of Tarakan-Tana Tidung freight routes to enhance the performance of primary public transportation. Study used variable freight costs per coli, travel time, the timetable for departure, service convenience, and travel time to the Port of Tengkayu 1 or Juata Ferry Port adapted from the study of transportation mode selection by travelling persons. The survey, in the form of a questionnaire to 170 respondents, used the stated preference method and was conducted with multiple regression analysis to obtain the quantitative relationship between a collection of research variables and respondents to obtain utility and probability by modelling the binomial logit. The research results showed that the discrepancy between the Ferry Boats and Wooden Boats was in balance, with 65% of the patrons choosing the Wooden Boat to support the freight activities. All research variables have been influential in the choice of goods transport mode in the most dominant order, namely goods transportation cost per coli variables, travel time, the timetable for departure, service convenience, and travel time to port. 
Identifikasi dan Klasifikasi Kerusakan Jalan Menggunakan Teknologi UAV – Quadcopters dengan Parameter Perubahan Tinggi Penerbangan Edy Utomo; Muhammad Djaya Bakri; Iif Ahmad Syarif
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v1i1.3429

Abstract

Jalan merupakan salah satu media transportasi penting bagi masyarakat Kota Tarakan. Jalan menyediakan aksesibilitas untuk meningkatkan perekonomian dan kegiatan sosial, selain menjaga kesinambungan distribusi barang dan jasa. Kinerja jalan sangat dipengaruhi oleh kondisi perkerasan jalan. Banyak jalan mengalami kerusakan sebelum masa layannya selesai. Oleh sebab itu, identifikasi terhadap kerusakan jalan sangatlah penting untuk dilakukan. Pada perkembangan teknologi saat ini, identifikasi kerusakan jalan dapat dilakukan dengan penerapan teknologi UAV-Quadcopters. UAV atau SPUKTA merupakan pesawat tanpa awak yang mampu memberikan informasi visual dari objek di permukaan bumi. Salah satu tipe UAV adalah Quadcopters atau Drone dengan empat baling-baling. UAV dapat diterbangkan pada beberapa ketinggian yang akan berpengaruh pada resolusi hasil foto udara. Resolusi yang tinggi akan memudahkan proses interpretasi dari kerusakan jalan. Oleh sebab itu, pada penelitian ini dilakukan studi terkait identifikasi dan klasifikasi kerusakan jalan dengan parameter perubahan tinggi terbang UAV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permukaan jalan pada objek penelitian telah mengalami kerusakan sebesar 1,67% dari luas permukaan jalan, dengan tingkat akurasi identifikasi dari klasifikasi kerusakan jalan sebesar 90%. Berdasarkan hal tersebut maka dinyatakan bahwa teknologi UAV dapat digunakan untuk melakukan identifikasi dari kerusakan permukaan jalan.
Studi Pemilihan Moda Transportasi Antara Angkutan Umum Dalam Trayek dan Angkutan Sewa Khusus di Kota Tarakan Muhammad Djaya Bakri; Nila Riani; Iif Ahmad Syarif
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v7i3.4974

Abstract

The development of technology, there are now various modes of transportation that serve the community such as public transportation on routes and special rental transportation (online). The operation of online-based special rental transportation in Tarakan City lately has had the impact of decreasing customer interest in using public transportation to support their movements. This phenomenon is interesting to do research to find out the best type of public transport and variables that are very influential in the selection of public transport by travelers in Tarakan City. This public transport selection research was analyzed using the Analytical Hierarchy Process method, with research attributes including: cost, safety, comfort, ease of getting the mode, travel time, and service. Primary data was obtained through interviews/questionnaires to respondents selected by simple random sampling method, with a total of 100 people as a representation of the population of Tarakan city in 2021. The results of the analysis show that the public transport mode chosen by customers based on the specified criteria is Special Rental Transport with an average value of 5.965 compared to Public Transport in Tracks (5.711). The influential criteria for customers in choosing public transportation is the cost criteria with a weight value of 36.479, followed by the criteria for ease of getting the mode (14.591), security (12.906), service (12.706), comfort (12.177), and service time criteria with a value of 11.16.
KARAKTERISTIK ABU LAYANG (FLY ASH) DARI PLTU TANJUNG SELOR DAN POTENSINYA SEBAGAI PREKURSOR MATERIAL ALUMINOSILIKAT Hayati, Nur; ‘Adany, Fildzah; Nugraeni, Crhistine Dyta; Syarif, Iif Ahmad; Kurniawati, Riskaviana
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 19 No 3 (2023): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi September 2023
Publisher : Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30556/jtmb.Vol19.No3.2023.1499

Abstract

Around 500 million tonnes of coal combustion by-products are produced annually, with Fly Ash accounting for about 70% of the by-product. Therefore, using Fly Ash is crucial because if it is not processed and utilized correctly, it can harm the environment and human health. The use of Fly Ash is strongly influenced by its characteristics, which are different for each source because it depends on the type of coal, combustion, and cooling conditions. Therefore, characterization was carried out in this study using XRF and XRD on Fly Ash from Tanjung Selor PLTU. Based on ASTM C618, PLTU Fly Ash Tanjung Selor is class F Fly Ash because the amount of SiO2+Al2O3+Fe2O3 is 71,4% (>70%) and the amount of CaO is 13,83% (<15%). The XRD results also show that Fe2O3 and SiO2 dominate the Fly Ash with the appearance of the peak of Fe2O3 (hematite) at 2θ = 33,44; 35,57; 43,27° (PDF 01-073-0603) and SiO2 (quartz) at 2θ = 20,81; 26,63; 50,14; 57,26; 68,34° (PDF 01-085-0335). The characteristics of this Fly Ash indicate that it has the potential as a precursor for the synthesis of zeolite X and P because it has a SiO2/Al2O3 ratio of 1,63. In addition, due to the dominant Si and Al content, Fly Ash has the potential as a geopolymer precursor; the dominant Fe content (27%) can also increase the geopolymer's development strength.
EVALUASI KINERJA ANGKUTAN PENUMPANG SPEED BOAT RUTE TARAKAN-TANJUNG SELOR Sabir, Sabir; Syarif, Iif Ahmad
Civil Engineering Scientific Journal Vol 2, No 3 (2023): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/cesj.v2i3.5034

Abstract

ABSTRACT: The condition of operators at Tengkayu I Port in North Kalimantan is often seen carrying passengers exceeding the Speed Boat's loading capacity in order to gain more profits without thinking about passengers comfort and safety. Thus, the passengers' comfort and safety were neglected. The Customer Satisfaction Index (CSI) method is a measurement form used to calculate the satisfaction level of all service attributes by paying more attention to the calculated expectation level. The Importance Performance Analysis (IPA) method was used to analyze or compare the service quality perceived by the service users based on the expected satisfaction level. Research conducted using the CSI method can be concluded that the overall service attributes on the Speed Boat transportation service on the Tarakan Tanjung Selor route are good. The service attribute in the terminal has an index number of 65.72%, while the service attribute on the ship itself has an index number of 67.60%. The passengers' satisfaction level to the facilities provided at port Tengkayu I using the IPA method was classified into 4 quadrants. The facilities provided at the port station had 5 (five) service facilities classified into quadrant I (Main Priority) consisting of security and orderliness, comforting facilities in restrooms, temperature control facilities, availability smoking area, and convenient passenger baggage services. Meanwhile, the available facilities on boat included 2 (two) service facilities classified into quadrant I (Main Priority) consisting of boat noise level and seating information on speed boats.Keywords: Performance evaluation, CSI, IPA, Speed Boat, Port StationABSTRAK: Kondisi operator pada Pelabuhan Tengkayu I Kalimantan Utara sering kali terlihat membawa penumpang melebihi kapasitas muat Speed Boat demi mendapatkan keuntungan lebih tanpa memikirkan kenyamanan dan keselamatan penumpang. Hal ini berdampak pada kenyamanan dan keselamatan penumpangpun terabaikan. Metode Customer Satisfaction Index (CSI) adalah bentuk pengukuran yang dipakai untuk menghitung tingkat kepuasan dari keseluruhan atribut pelayanan dengan memperhatikan tingkat harapan yang di hitung. Metode Importance Performance Analysis (IPA) dipakai untuk menganalisis atau membandingkan kualitas layanan yang dirasakan pengguna layanan dengan tingkat kepuasan yang diharapkan. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode CSI dapat disimpulkan secara keseluruhan atribut pelayanan yang ada pada pelayan angkutan Speed Boat rute Tarakan Tanjung selor sudah baik. Atribut pelayanan yang ada terminal memiliki angka indeks indeks sebesar 65,72%, Sedangkan pada atribut pelayanan dikapal itu sendiri memiliki angka indeks sebesar 67,60%. Tingkat kepuasan penumpang terhadap fasilitas yang ada di terminal dan kapal pelabuhan Tengkayu I dengan menggunakan metode IPA diklasifikasi menjadi 4 kuadran. Fasilitas yang ada di terminal Terdapat 5 (lima) fasilitas pelayanan yang termasuk dalam kuadran I (Prioritas Utama) yaitu, fasilitas keamanan dan ketertiban, kenyamanan fasilitas di toilet,  fasilitas pengatur suhu, tersedianya area merokok, dan kemudahan pelayanan bagasi. Sedangkan fasilitas yang ada di kapal terdapat 2 (dua) fasilitas pelayanan yang termasuk dalam kuadran I (Prioritas Utama) yaitu, tingkat kebisingan di kapal dan informasi untuk mengetahui tempat duduk sesuai tiket.Kata kunci: Evaluasi kinerja, CSI, IPA, Speed Boat, Terminal
PENGGUNAAN FLY ASH DAN BOTTOM ASH SEBAGAI BAHAN SUBTITUSI MATERIAL CAMPURAN BETON ASPAL LAPIS AUS (AC-WC) Huldayani, Andi; Syarif, Iif Ahmad
Civil Engineering Scientific Journal Vol 2, No 3 (2023): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/cesj.v2i3.4262

Abstract

ABSTRACT: Burning coal produces waste in the form of fly ash and bottom ash (FABA) which can pollute the environment. This research uses FABA as a material in the wear coated asphalt concrete mixture (AC-WC) which is one way to reduce waste from burning coal with the aim of this research to determine the optimum asphalt content, marshall and volumetric characteristics, and the optimum percentage of FABA use with FABA filler variations 25%, 50%, 75% and 100%. In this research, mixture planning was carried out in two stages of manufacture with the first stage of making test objects to determine KAO without the use of FABA. The second stage is making test objects using KAO by replacing the filler using FABA according to variations. Marshall and volumetric test results showed that KAO in the Laston AC-WC mixture was 6.5%. Based on the marshall and volumetric characteristics of the use of FABA filler, the optimum density value is found at 25% FABA variation with a value range of 2,040-2,062 gr/cm3 and an average of 2,052 gr/cm3. VMA is found in the 50% FABA variation with a value range of 17.888-19.308% and an average of 18.556%. VFB is found in the 75% FABA variation with a value range of 72.224-75.262% and an average of 74.147%. VIM is found in the 50% FABA variation with a value range of 4.663-6.382% and an average of 5.509%. Stability is found in the 100% FABA variation with a value range of 1763.916-2180.989 kg and an average of 1990.767 kg. Flow is found in the 75% FABA variation with a value range of 3.6-5.4 mm and an average of 4.3 mm. MQ is found in the 100% FABA variation with a value range of 335,281-557,520 kg/mm and an average of 498,246 kg/mm. The optimum value of using FABA filler in the wear layer laston mixture (AC-WC) in terms of stability is within 100% variation.Keywords: AC-WC, Filler, FABA, KAO, MarshallABSTRAK: Pembakaran batu bara menghasilkan limbah berupa fly ash dan bottom ash (FABA) yang dapat mencemari lingkungan. Penelitian ini menggunakan FABA sebagai bahan material pada campuran beton aspal lapis aus (AC-WC) merupakan salah satu cara untuk mengurangi limbah hasil pembakaran batu bara dengan tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar aspal optimum, karakteristik marshall dan volumetrik, dan persentase optimum penggunaan FABA dengan variasi filler FABA 25%, 50%, 75% dan 100%. Dalam penelitian ini perencanaan campuran dilakukan dua tahap pembuatan dengan pembuatan benda uji tahap pertama menentukan KAO tanpa penggunaan FABA. Tahap kedua pembuatan benda uji menggunakan KAO dengan mengganti filler menggunakan FABA sesuai variasi. Hasil pengujian marshall dan volumetrik didapatkan KAO pada campuran laston AC-WC yaitu 6,5%. Berdasarkan karakteristik marshall dan volumetrik penggunaan filler FABA memperoleh nilai optimum density terdapat pada variasi FABA 25% dengan rentang nilai 2,040–2,062 gr/cm3 dan rata-rata 2,052 gr/cm3. VMA terdapat pada variasi FABA 50% dengan rentang nilai 17,888–19,308% dan rata-rata 18,556%. VFB terdapat pada variasi FABA 75% dengan rentang nilai 72,224–75,262% dan rata-rata 74,147%. VIM terdapat pada variasi FABA 50% dengan rentang nilai 4,663–6,382% dan rata-rata 5,509%. Stabilitas terdapat pada variasi FABA 100% dengan rentang nilai 1763,916-2180,989 kg dan rata-rata 1990,767 kg. Flow terdapat pada variasi FABA 75% dengan rentang nilai 3,6–5,4 mm dan rata-rata 4,3 mm. MQ terdapat pada variasi FABA 100% dengan rentang nilai 335,281–557,520 kg/mm dan rata-rata 498,246 kg/mm. Nilai optimum penggunaan filler FABA pada campuran lastón lapis aus (AC-WC) ditinjau dari stabilitas terdapat pada variasi 100%.Kata kunci: AC-WC, Filler, FABA, KAO, Marshall