Muh. Arif, Efektivitas Pembelajaran Kitab Turats di Pondok Pesantren Salafiyah Parappe Kec. Campalagian Kab. Polewali Mandar Sulawesi Barat. (dibimbing oleh: Dr. H. Andi Bunyamin, M.Pd. dan Dr. H. Hasanna Lawang, Lc., M.Ag). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) sistem pembelajaran kitab Turats di Pondok Pesantren Salafiyah Parappe Kec. Campalagian Kab. Polewali Mandar. (2) untuk mengetahui Efektivitas Pembelajaran Kitab Turats di Pondok Pesantren salafiyah Parappe Kec. Campalagian Kab. Polewali Mandar.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa pengumpulan data, penyajian data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) sistem pembelajaran kitab turats dilaksanakan melalui metode tradisional seperti sorogan, bandongan, dan hafalan yang didukung oleh penguasaan ilmu alat (nahwu dan sharaf), serta berlangsung dalam lingkungan pesantren yang menekankan kedisiplinan dan pembiasaan belajar; (2) efektivitas pembelajaran terlihat dari kemampuan santri dalam membaca, memahami, dan menjelaskan isi kitab turats, serta meningkatnya keterlibatan aktif santri dalam proses pembelajaran. Selain itu, keberhasilan pembelajaran didukung oleh peran Kyai/Ustadz, lingkungan pesantren, serta motivasi santri, meskipun terdapat kendala seperti perbedaan kemampuan santri dan keterbatasan variasi metode pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kitab turats di Pondok Pesantren Salafiyah Parappe berlangsung secara efektif dalam mendukung pencapaian tujuan pendidikan pesantren. Efektivitas tersebut terlihat dari kemampuan santri dalam membaca kitab turats, memahami kandungan materi, serta menjelaskan isi kitab sesuai dengan tingkatannya. Keberhasilan ini turut diperkuat oleh prestasi santri dalam berbagai ajang keilmuan, seperti Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK), serta keterlibatan alumni dalam kegiatan pengajaran di berbagai pesantren dan lingkungan sosial di masyarakat. Dengan demikian, pembelajaran kitab turats di Pondok Pesantren Salafiyah Parappe tidak hanya menghasilkan capaian kognitif, tetapi juga membentuk aspek afektif dan keterampilan santri, sehingga menjadi bagian penting dalam menjaga tradisi intelektual dan keberlanjutan pendidikan pesantren.