Resty Amalia Putri
Administrasi Kesehatan, Institusi Teknologi Sains Dan Bisnis Muhammadiyah Selayar

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Konsistensi Komunikasi Terhadap Pelaksanaan Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (Sisrute) Di Rumah Sakit Untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Andi Rizki Amalia; Resty Amalia Putri; Rezky Aulia Yusuf; H. Haeruddin
Jurnal Ekonomika Vol 6 No 1 (2022): JURNAL EKONOMIKA - FEBRUARI
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX - Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37541/ekonomika.v6i1.687

Abstract

Konsistensi komunikasi selama pelaksanaan system rujukan masih kurang cepat dalam memberikan pelayanan yang maksimal, masyarakat masih harus menunggu jawaban dari pihak rumah sakit maupun rumah sakit lain untuk mendapatkan rujukan dalam penanganan terhadap pasien serta kendala terhadap jaringan yang mengakibatkan terlambatnya informasi yang didapatkan terkait ruang perawatan penuh, penolakan pasien, lambatnya pelayanan awal di IGD, , proses rujukan yang lama dan prosedur yang rumit serta sebaran distribusi tenaga kesehatan yang tidak merata. Metode: penelitian adalah Kualitatif dengan pendekatan Deskriptif Observasional melalui tehnik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Tehnik penentuan informan dilakukan secara purposive sampling dan didapatkan informan sebanyak 4 orang yaitu 3 admin sisrute sebagai informan biasa, , dan 1 pengelolah sisrute sebagai informan kunci. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat kualitatif dengan metode analisis content yang digunakan untuk mengetahui kesimpulan dari sebuah penelitian. Hasil: penelitian ini yaitu komunikasi informasi yang diberikan oleh petugas admin sisrute sudah baik, sesuai dengan petunjuk SOP yang ada yaitu pasien tidak dapat dirujuk atau diterima rujukannya jika tidak melalui sisruteakan tetapi ada sebagian petugas yang kurang peduli atau cuek ketika keluarga pasien bertanya beberapa kali. Saran: Sebaiknya komunikasi yang dilakukan oleh petugas admin sisrute dalam memberikan informasi lebih jelas dan detail. Untuk Sumber Daya sebaiknya menyediakan lebih dari satu jaringan internet. Memberikan penghargaan kepada admin sisrute yang memiliki komitmen tinggi dalam memberikan pelayanan sisrute sehingga kinerja petugas dapat ditingkatkan
Konsistensi Komunikasi Terhadap Pelaksanaan Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (Sisrute) Di Rumah Sakit Untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Andi Rizki Amalia; Resty Amalia Putri; Rezky Aulia Yusuf; H. Haeruddin
Jurnal Ekonomika Vol 6 No 1 (2022): JURNAL EKONOMIKA - FEBRUARI
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX - Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37541/ekonomika.v6i1.687

Abstract

Konsistensi komunikasi selama pelaksanaan system rujukan masih kurang cepat dalam memberikan pelayanan yang maksimal, masyarakat masih harus menunggu jawaban dari pihak rumah sakit maupun rumah sakit lain untuk mendapatkan rujukan dalam penanganan terhadap pasien serta kendala terhadap jaringan yang mengakibatkan terlambatnya informasi yang didapatkan terkait ruang perawatan penuh, penolakan pasien, lambatnya pelayanan awal di IGD, , proses rujukan yang lama dan prosedur yang rumit serta sebaran distribusi tenaga kesehatan yang tidak merata. Metode: penelitian adalah Kualitatif dengan pendekatan Deskriptif Observasional melalui tehnik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Tehnik penentuan informan dilakukan secara purposive sampling dan didapatkan informan sebanyak 4 orang yaitu 3 admin sisrute sebagai informan biasa, , dan 1 pengelolah sisrute sebagai informan kunci. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat kualitatif dengan metode analisis content yang digunakan untuk mengetahui kesimpulan dari sebuah penelitian. Hasil: penelitian ini yaitu komunikasi informasi yang diberikan oleh petugas admin sisrute sudah baik, sesuai dengan petunjuk SOP yang ada yaitu pasien tidak dapat dirujuk atau diterima rujukannya jika tidak melalui sisruteakan tetapi ada sebagian petugas yang kurang peduli atau cuek ketika keluarga pasien bertanya beberapa kali. Saran: Sebaiknya komunikasi yang dilakukan oleh petugas admin sisrute dalam memberikan informasi lebih jelas dan detail. Untuk Sumber Daya sebaiknya menyediakan lebih dari satu jaringan internet. Memberikan penghargaan kepada admin sisrute yang memiliki komitmen tinggi dalam memberikan pelayanan sisrute sehingga kinerja petugas dapat ditingkatkan
Pengaruh Kualitas Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien Peserta Bpjs Di Puskesmas Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar : The Influence of Health Service Quality on Patient Satisfaction of BPJS Participants at Benteng Selayar Islands Regency Community Health Center Amalia Putri, Resty; Hadriyanti, Hadriyanti; Hariani, Hariani; Makkasau, A. Karlina Askarini; Astriana , Mega
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 5 No. 1 (2024): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v5i1.1574

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Kualitas pelayanan merupakan sebuah tolak ukur terhadap sebuah pelayanan oleh penyedia layanan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pemakai layanan dan ketercapaian kepuasan pasien peserta BPJS. Dengan adanya penilaian kepuasan pasien maka harapannya sarana pelayanan kesehatan dapat berdiri dan semakin berkembang. Pelayanan kesehatan dari tenaga kesehatan yang diberikan kepada pasien yang menjadi peserta BPJS Kesehatan diharapkan dapat memberikan kepuasan kepada para pasien di Puskesmas Benteng Kepulauan Selayar. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk menunjukkan pengaruh kualitas pelayanan BPJS Kesehatan terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional study, dengan jumlah sampel 84 partisipan yang merupakan pasien BPJS di Puskesmas Benteng. Analsis data menggunakan analisis regresi linear sederhana. Hasil: Hasil analisis menunjukkan kualitas pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien nilai p Value (0,000 < 0,05). Kualitas pelayanan terdiri atas bukti fisik, kehandalan, keresponsipan, jaminan, dan empati berpengaruh nyata terhadap kepuasan pasien peserta BPJS di Puskesmas Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar. Kesimpulan: Pelayanan memainkan peran yang signifikan terhadap kepuasan pasien pengguna BPJS kesehatan, salah satu langkah yang bisa diambil adalah memberikan pelayanan yang optimal kepada pasien pengguna BPJS kesehatan agar dapat memberikan kepuasan bagi pasien pengguna BPJS. Terdapat dampak positif dan penting kualitas pelayanan terrhadap kepuasan pasien yang menggunakan PBJS kesehatan pada Puskesmas Benteng Kepulauan Selayar.   ABSTRACT Background: Service quality is a benchmark for a service by a service provider to fulfill the needs of service users and achieve patient satisfaction for BPJS participants. By assessing patient satisfaction, it is hoped that health service facilities can be established and continue to develop. It is hoped that the health services provided by health workers to patients who are BPJS Health participants will provide satisfaction to patients at the Benteng Selayar Islands Health Center. Objective: The research aims to show the influence of BPJS Health service quality on patient satisfaction at Benteng Community Health Center, Selayar Islands Regency. Method: The research used a quantitative approach with a cross sectional study design, with a sample size of 84 participants who were BPJS patients at Benteng Puskesmas. Data analysis uses simple linear regression analysis. Results: The results of the analysis show that the quality of health services on patient satisfaction has a p value (0.000 < 0.05). Service quality consisting of physical evidence, reliability, responsiveness, assurance, and empathy has a real influence on patient satisfaction of BPJS participants at Benteng Selayar Islands District Health Center. Conclusion: Service plays a significant role in the satisfaction of patients using BPJS health, one of the steps that can be taken is to provide optimal service to patients using BPJS health in order to provide satisfaction for patients using BPJS. There is a positive and important impact of service quality on patient satisfaction who use PBJS health at the Benteng Selayar Islands Health Center.
Peran Kesehatan Mental Dalam Hubungan Pola Asuh dan Kesejahteraan Psychological Well-Being Terhadap Pencegahan NAPZA Pada Generasi Z Putri, Resty Amalia; Syam, Hadriyanti; Nur, Ismi Alif Yanti; Latief, Mutmainnah
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.1905

Abstract

Penyalahgunaan Napza di kalangan remaja terus mengalami peningkatan dan menjadi isu serius yang berdampak pada kesehatan dan masa depan generasi muda. Salah satu faktor utama penyebabnya adalah masalah psikologis, termasuk kesehatan mental yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran mental health sebagai mediator dalam hubungan antara psychological well-being dan pola asuh otoritatif terhadap pencegahan penggunaan Napza pada remaja Generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei cross-sectional yang bersifat kausal. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model path analysis untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel. Uji mediasi dilakukan menggunakan uji Sobel pada taraf signifikansi 5%. Sampel sebanyak 331 peserta didik SMK Negeri dipilih melalui purposive random sampling. Hasil menunjukkan bahwa mental health berperan signifikan dalam menjembatani pengaruh psychological well-being (β = 0,40; p < 0,01) dan pola asuh otoritatif (β = 0,27; p < 0,01) terhadap upaya pencegahan penggunaan Napza. Kesimpulannya, terdapat psychological well-being dan pola asuh otoritatif berpengaruh signifikan terhadap pencegahan penggunaan NAPZA pada remaja Generasi Z. Temuan ini memiliki implikasi praktis bagi orang tua dan pihak sekolah untuk memperkuat dukungan emosional dan pola asuh yang positif guna meningkatkan ketahanan psikologis remaja terhadap bahaya Napza.
Green Organizational Culture Sebagai Mediasi Kualitas Pelayanan dan Kinerja Tenaga Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien RSUD Di Sulawesi Selatan Latief, Mutmainnah; Hardi, Hardi; Firdayanti, Firdayanti; Putri, Resty Amalia
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.1930

Abstract

Persaingan rumah sakit di era globalisasi semakin ketat, dimana RSUD masih menghadapi kendala, seperti waktu tunggu lama, keterampilan komunikasi tenaga kesehatan yang terbatas, dan kurangnya kepedulian lingkungan. Green organizational culture diyakini dapat memperkuat hubungan kualitas pelayanan dan kinerja tenaga kesehatan terhadap kepuasan pasien, Tujuan penelitian untuk mengeksplorasi peran green organizational culture sebagai mediasi pada pengaruh kualitas pelayanan dan kinerja nakes dalam meningkatkan kepuasan pasien RSUD di Sulawesi Selatan. Jenis penelitian ini ialah penelitian kuantitatif dengan metode survey cross-sectional dengan menerapkan structural equation modelling dengan pendekatan SEM-PLS. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh pasien rawat jalan di RSUD Sulawesi Selatan dimana pengambilan sampelnya menggunakan teknik cluster random sampling dengan sampel 350 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kualitas pelayanan  green organizational culture (β = 0.177; p = 0.000), Kinerja nakes green organizational culture (β = 0.625; p = 0.000), Kualitas pelayanan,  kepuasan pasien (β = 0.225; p = 0.000), Kinerja nakes, Kepuasan pasien (β = 0.452; p = 0.000), Green organizational culture, Kepuasan pasien (β = 0.208; p = 0.004), Mediasi: Kualitas pelayanan, GOC, Kepuasan pasien (β = 0.037; p = 0.021), Kinerja nakes,  GOC,  Kepuasan pasien (β = 0.130; p = 0.005). Model menjelaskan 64,2% variabilitas kepuasan pasien (R² = 0.642). Kesimpulan bahwa terdapat kontribusi, pengaruh serta peran green organizational culture sebagai mediasi pada pengaruh kualitas pelayanan dan kinerja Nakes dalam meningkatkan kepuasan pasien RSUD di Sulawesi Selatan termasuk memperkuat pengaruh kualitas pelayanan dan kinerja tenaga kesehatan terhadap kepuasan pasien.
Peningkatan Kesadaran Cuci Tangan dan Etika Batuk di SMPN 34 Selayar: Raising Handwashing Awareness and Coughing Etiquette at Junior High School 34 Selayar Putri, Resty Amalia; Syam, Hardiyanti; Faidah, Nur
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 2 No. 1 (2025): April
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/jscp.v2i1.40

Abstract

Abstrak Penyakit menular masih menjadi permasalahan Kesehatan Masyarakat, khusunya di lingkungan sekolah yang memiliki tingakt interaksi tinggi antara siswa. Resndahnya kesedaran terhadap perilaku hidup bersih dan sehat, terutama kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS) seperti etika batuk dan bersin. Berpotensi meningkatkan penularan penyakit. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan penerapan perilaku CTPS serta etika batuk dan berin pada siswa kelas VII UPT SMPN 34 Kepulauan Selayar. Metode yang digunakan Adalah sosialisasi dan demonstrasi langsung melalui media presentasi yang komunikatif, melibatkan dosen dan mahsiswa Program Studi Adminitasi Kesehatan Institut Teknologi Sains dan Bisnis Muhammadiyah Selayar. Hasil kegiatan menunjukan peningkatan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan diri serta pencegahan penyakit melalui penerapan perilaku sehat di lingkungan sekolah. Kegiatan ini berkontribusi dalam mendukung program perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekolah mendaji sarana pembelajaran praktis bagi siswa dalam melaksanakan pengabdian kepada Masyarakat.   Abstract The communicable diseases take a stage as a public health concern, especially at school environments that have a lot of student interaction of students. A lack of awareness of clean and healthy living behaviours, including the habit of handwashing with soap (CTPS) and proper cough and sneeze etiquette, can increase the possibility of transmitting diseases. This community service activity has a plan to develop knowledge and the practice of handwashing with soap and proper cough and sneeze etiquette among seventh-grade students at UPT SMPN 34 Kepulauan Selayar. The methods include counselling and demonstrations along interactive social media, involving lecturers and students from the Health Administration Study Program of the Institute of Science, Technology, and Business Muhammadiyah Selayar. The results present an increase in students’ understanding and awareness of the importance of individual hygiene and disease for through the adoption of healthy behaviours at school. This activity contributes to promoting the Clean and Healthy Living Behaviour (PHBS) program in schools and serves as a practical learning experience for students in serving community service.  
HUBUNGAN PERILAKU PENCEGAHAN GIGITAN NYAMUK ANOPELES DENGAN KEJADIAN MALARIA DI PA’LALAKANG Hadriyanti; Resty Amalia Putri; Astriani
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 14 No 2 (2025): Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kesmas.v14i2.3146

Abstract

Malaria merupakan penyakit infeksi parasit yang terpenting di dunia dengan perkiraan satu miliar orang berada dalam risiko tertular penyakit ini. Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar merupakan daerah pesisir pantai, hal ini terkait dengan kondisi lingkungan daerah yang kebanyakan daerah rawa-rawa yang menjadi tempat potensi nyamuk Anopheles untuk berkembang biak. Secara keseluruhan temuan penderita malaria di Kecamatan Galesong tiga tahun berturut-turut dengan jumlah penduduk yang berisiko 5.611 orang. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubugan perilaku menghindari gigitan nyamuk Anopheles dengan kejadian malaria. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Observasional dengan pendekatan Cross Sectional Study. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pa’lalakang Kecamatan Galesong Sampel penelitian sebanyak 140 responden yang diambil dengan menggunakan program SPSS dan Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan variabel penggunaan kelmabu, penggunaan kawat kasa, penggunaan obat nyamuk, kebiasaan berada diluar rumah dimalam hari dan penggunaan pakaian lengan panjang tidak memiliki hubungan dengan kejadia nmalaria dikarenakan nilai Ho (p >0,05). Penelitian ini menyarankan kepada masyarakat agar memperbaiki lingkungan dalam rumah seperti memasang kawat kasa pada ventilasi rumah, menggunakan kelambu dan obat nnyamuk waktu tidur, menghindari kegiatan diluar rumah pada malam hari pada jam aktif nyamuk Aopheles mengigit dan memakai pakaian pelindung.
Pengaruh Penggunaan Rekam Medis Elektronik Terhadap Efisiensi Administasi Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas: Pengaruh Penggunaan Rekam Medis Elektronik Terhadap Efisiensi Administasi Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas Resty Amalia Putri; Mega Astriana; Hendrayadi Hendrayadi; Nadika Zahrany
Global Health Practice Journal Vol. 1 No. 1 (2025): November
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/ghpj.v1i1.47

Abstract

Abstract Kemajuan teknologi informasi mendorong fasilitas kesehatan tingkat pertama, termasuk Puskesmas, untuk beralih dari sistem pencatatan manual ke Rekam Medis Elektronik (RME). Administrasi pelayanan kesehatan yang efektif berperan penting dalam mendukung kelancaran pelayanan, akurasi data, dan efisiensi kinerja tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan Rekam Medis Elektronik terhadap efisiensi administrasi pelayanan kesehatan di Puskesmas Ujung Pandang Baru, Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan dilaksanakan pada bulan Juni 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen terhadap enam informan yang terdiri dari penanggung jawab RME, petugas rekam medis, tenaga kesehatan, dan kepala tata usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan RME memberikan dampak positif terhadap efisiensi waktu pelayanan administrasi, pengurangan beban kerja petugas, serta peningkatan akurasi dan keteraturan data rekam medis. Proses pendaftaran dan pencarian data pasien menjadi lebih cepat, sehingga mendukung kelancaran pelayanan klinis. Namun, masih ditemukan beberapa hambatan dalam penerapan RME, seperti gangguan jaringan internet, ketergantungan pada sistem, serta keterbatasan kemampuan petugas dalam mengoperasikan aplikasi RME secara optimal. Kesimpulannya, penggunaan Rekam Medis Elektronik di Puskesmas berpengaruh positif terhadap efisiensi administrasi pelayanan kesehatan, meskipun masih diperlukan penguatan infrastruktur teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar implementasi RME dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Kata Kunci: Rekam Medis Elektronik, efisiensi administrasi, pelayanan kesehatan, Puskesmas.   Abstract The advancement in information technology encourage primary health care facilities. Including community health centers, to transition from a manual recording system to an Electronic Medical Record (EMR). Effective health service administration contribute an important role in supporting the seamless service, data accuracy, and efficiency of workers healthcare performance. This research aims to analyze the effect of application of Electronic Medical Records (EMR) on the efficiency of health service administration at Ujung Pandang Baru Health Center, Makassar City. This research uses a qualitative method with a descriptive approach and will be carried out in June 2025. Data collection was conducted through in depth interviews, observations, and document studies of six informants consisting of those in unit coordinator of EMR, medical record officers, health workers, and head of administrative unit. The research results show that the implementation of EMR has a positive impact on the efficiency of administrative service time, reducing the workload of officers, and increasing the accuracy and consistency of medical record data. The process of registration and searching for patient data becomes faster, wich supporting the flow of clinical services. However, there are still several limitations in the implementation of EMR, such as internet network disturbance, dependence on the system, and limitations on the officers ability to operate the EMR application optimally. In conclusion, the use of Electronic Medical Records in Health Centers has a positive effect on the efficiency of health service administration, although it is still essential to strengthen technology infrastructure and increase human resource capacity so that the implementation of EMR can run optimally and sustainably. Keywords: Electronic Medical Records, Administrative Efficiency, Health Services, Health Center.
Community Engagement in Supporting Measles Vaccination for Disease Prevention in the Selayar Islands Resty Amalia Putri; Hadriyanti Syam; Nur Aisyah Nasir
Shihatuna : Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): April
Publisher : FKM UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/shihatuna.v6i1.28836

Abstract

Infectious diseases remain a major public health problem in Indonesia, especially in archipelagic and remote areas such as the Selayar Islands. Limited access to health services, low public knowledge, and misinformation about vaccines often affect community participation in vaccination programs. This community service activity focuses on strengthening the role of the community in supporting vaccination as an effort to prevent infectious diseases. The aim of this activity was to increase community knowledge, attitudes, and participation regarding vaccination. This program used a participatory approach through Participatory Action Research (PAR) combined with Community Based Participatory Research (CBPR) and Asset Based Community Development (ABCD). The activity was conducted in Bontotangnga Village, Bontoharu District, Selayar Islands, involving 50 community members selected through purposive sampling. The intervention was carried out through health education, interactive discussions, and mentoring activities involving health cadres and community leaders. Data were collected using pre-test and post-test questionnaires, observation of participation, and short interviews. The results showed a significant increase in community knowledge and attitudes toward vaccination. The average knowledge score increased from 56.4% before the intervention to 82.7% after the intervention. Positive attitudes toward vaccination increased from 48% to 84%, and community participation reached 86%. In conclusion, community-based education and mentoring effectively improve public understanding and support for vaccination programs. Community involvement plays an important role in increasing participation in vaccination to prevent infectious diseases.