Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

MANAGEMENT KURIKULUM DALAM MEWUJUDKAN PENDIDIKAN HOLISTIK DI PONDOK PESANTREN : MANAGEMENT KURIKULUM DALAM MEWUJUDKAN PENDIDIKAN HOLISTIK DI PONDOK PESANTREN Badrus shalih; Muhamad Rifan Dainuri
Jurnal Cendekia Ihya Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Cendekia Ihya
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Insan Kamil Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62419/jci.v4i1.97

Abstract

Abstract Contemporary education increasingly recognizes that learning outcomes cannot be limited to cognitive and academic achievement alone. This awareness has led to renewed interest in holistic education, which emphasizes the integrated development of intellectual, spiritual, emotional, and social dimensions of learners. In Islamic education, such a holistic orientation is normatively well established; however, its practical realization largely depends on how curriculum is designed and managed. This study examines the role of curriculum management in fostering holistic education within Islamic boarding schools (pesantren). Employing a qualitative case study design, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis involving school leaders, curriculum managers, teachers, and students. The findings reveal that curriculum management functions as a key driver of holistic education rather than merely an administrative mechanism. Curriculum planning aligned with institutional values, integrated implementation across academic and non-academic activities, and value-based evaluation practices enable the simultaneous development of students’ spiritual, intellectual, emotional, and social capacities. The study further demonstrates that holistic educational outcomes emerge from the integration of formal curriculum, religious practices, and communal life within the boarding school environment. Theoretically, this research contributes to the literature on Islamic educational management by proposing an integrative framework linking curriculum management and holistic education. Practically, the findings offer insights for Islamic educational institutions and policymakers seeking to design curricula that balance academic demands with character formation and social responsibility. Keywords:Curriculum management; Holistic education; Islamic boarding schools; Islamic education; Qualitative case study.
REVITALISASI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DIGITAL: Pendidikan akhlak, Pendidikan Agama Islam, Era digital, Pendidikan karakter, Studi kepustakaan Badrus Shalih; Muhammad Iqbal Dewantara; Sahrahman
AL-ULUM | JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN Vol. 4 No. 01 (2026): AL-ULUM | JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
Publisher : IAI DARUL ULUM KANDANGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63216/alulum.v4i01.608

Abstract

Artikel ini membahas revitalisasi pendidikan akhlak dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital. Persoalan utama yang dikaji adalah semakin lebarnya jarak antara intensitas paparan digital peserta didik dengan kemampuan pembelajaran PAI dalam menumbuhkan adab, nalar moral, dan perilaku digital yang bertanggung jawab. Penelitian menggunakan metode kepustakaan dengan analisis isi deskriptif-analitis terhadap artikel jurnal Indonesia terbitan 2021-2025 yang membahas pembelajaran PAI, pendidikan karakter, media digital, keteladanan guru, dan pembinaan moral peserta didik. Hasil kajian menunjukkan bahwa revitalisasi pendidikan akhlak menuntut pergeseran dari pembelajaran PAI yang dominan kognitif menuju pedagogi akhlak integratif, yaitu pembelajaran yang menggabungkan keteladanan, pembiasaan, dialog reflektif, literasi digital, asesmen autentik, dan kolaborasi sekolah-keluarga. Artikel ini juga menyajikan vignette kualitatif sebagai ilustrasi kontekstual berbasis sintesis tematik literatur, bukan sebagai klaim data lapangan baru. Kebaruan teoretis artikel ini terletak pada tawaran kerangka pembelajaran PAI digital berbasis nilai yang memandang teknologi bukan sekadar media, melainkan ruang etik pendidikan. Secara praktis, artikel ini memberi kontribusi bagi pengembangan pembelajaran PAI yang lebih manusiawi, kontekstual, dan relevan bagi generasi Z dan Alpha.