Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Integrasi Pendidikan Karakter dalam Kurikulum PAI Berbasis Boarding School terhadap Pembentukan Akhlak Siswa Rafsan; Badrus Shalih; Muhamad Rifan Dainuri
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v6i1.9779

Abstract

Abstract. Research on character education in pesantren is generally still descriptive and separates the study of the PAI curriculum from the boarding school system, so it has not provided quantitative empirical evidence regarding the magnitude of the influence of the integration of the two on the formation of student morals. This study aims to examine the influence of the integration of character education in the boarding school-based PAI curriculum on the formation of students' morals. The research uses a mixed methods approach with a sequential explanatory design. Quantitative data was collected through a Likert scale questionnaire to MTs and MA students, then analyzed using simple linear regression, while qualitative data was obtained through interviews and observations to deepen statistical findings. The results showed that the integration of character education had a positive and significant effect on the formation of students' morals (p < 0.05) with a determination coefficient of 0.520. This means that 52% of the variation in moral formation is explained by curriculum integration. Theoretically, this study contributes to strengthening the integrative model of boarding school-based character education by presenting empirical evidence that explains the mechanism of influence through systemic integration of values, habituation, supervision, and exemplarity. Abstrak. Penelitian tentang pendidikan karakter di pesantren umumnya masih bersifat deskriptif dan memisahkan kajian kurikulum PAI dengan sistem boarding school, sehingga belum memberikan bukti empiris kuantitatif mengenai besaran pengaruh integrasi keduanya terhadap pembentukan akhlak siswa. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh integrasi pendidikan karakter dalam kurikulum PAI berbasis boarding school terhadap pembentukan akhlak siswa. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Data kuantitatif dikumpulkan melalui angket skala Likert kepada 76 siswa MTs dan MA di Pondok Pesantren Darul Ilmi, Banjarbaru, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara dan observasi untuk memperdalam temuan statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pendidikan karakter berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembentukan akhlak siswa (p < 0,05) dengan koefisien determinasi sebesar 0,520. Artinya, 52% variasi pembentukan akhlak dijelaskan oleh integrasi kurikulum. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada penguatan model integratif pendidikan karakter berbasis boarding school dengan menghadirkan bukti empiris yang menjelaskan mekanisme pengaruh melalui integrasi nilai, pembiasaan, pengawasan, dan keteladanan secara sistemik.
Formation of Murāqabah Character through Reflection on Smartphone Use in Islamic Religious Education Learning Badrus Shalih; Nuril Anwar; Al-Qanit Qurba
Khalaqa: Journal of Education and Learning Vol. 4 No. 1 (2026): June
Publisher : Khalaqa: Journal of Education and Learning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The presence of smartphones in Islamic Religious Education classrooms has created a moral and pedagogical paradox. Smartphones support access to Qur'anic texts, digital learning materials, and assignment platforms; at the same time, notifications, entertainment applications, and copy-paste habits may weaken attention, honesty, and self-control. This article examines the formation of murāqabah character through reflective smartphone use in Islamic Religious Education. Using a descriptive qualitative case-study design, the study draws on classroom observation, semi-structured interviews with an Islamic Religious Education teacher, Grade VI students at Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Desa Panyiuran, Kabupaten Banjar, South Kalimantan, and a homeroom teacher, as well as students' reflective notes. The findings show that smartphone reflection helps students move from externally controlled obedience to inner awareness. Murāqabah becomes more concrete when students connect the idea that Allah watches human actions with everyday digital practices, such as opening unrelated applications, checking notifications, copying answers from the internet, and sharing religious content without verification. The study contributes theoretically by proposing murāqabah digital as a form of spiritual self-regulation in technology-mediated learning. Contextually, it offers a practical model for Islamic Religious Education teachers to cultivate digital adab without relying only on prohibition or surveillance.
Pengaruh Aktivitas Bersepeda terhadap Semangat Mengajar Guru di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah Bangil Marzuqi Marzuqi; Badrus Shalih
AS-SABIQUN Vol 8 No 3 (2026): MEI
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/assabiqun.v8i3.6180

Abstract

Teachers’ physical health is a crucial factor that affects professional performance, particularly in maintaining optimal teaching enthusiasm in highly demanding educational environments such as pesantren. This study aimed to examine the effect of cycling activity on teachers’ teaching enthusiasm at Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah Bangil. This study used a correlational quantitative approach involving 18 teachers as the sample, selected through simple random sampling. Data were collected using a five-point Likert scale-based questionnaire measuring the variables of cycling activity and teaching enthusiasm, and were then analyzed using simple linear regression. The results showed that teachers’ cycling activity was in the moderate category (M = 3.60), while teachers’ teaching enthusiasm was in the high category (M = 4.10). The hypothesis testing results showed that cycling activity had a significant effect on teachers’ teaching enthusiasm, with a significance value of 0.000, a β coefficient of 0.775, and an R² value of 0.600. These findings indicate that cycling activity was able to explain 60% of the variance in teachers’ teaching enthusiasm. The conclusion of this study confirms that physical activity, particularly cycling, plays an important role in supporting teachers’ psychological condition and pedagogical effectiveness. The implications of this study indicate the need to develop health programs based on physical activity in pesantren environments as a sustainable strategy to improve educational quality.
KONTRIBUSI KEGIATAN KEAGAMAAN DI PONDOK PESANTREN DARUL ILMI BANJARBARU TERHADAP PEMBINAAN AKHLAK SANTRI Rafsan; Badrus Shalih
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 17 No 2 (2026): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juli-Desembe
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v17i2.209

Abstract

Penelitian ini berangkat dari adanya kesenjangan kajian mengenai kontribusi kegiatan keagamaan terhadap pembinaan akhlak santri di pesantren. Penelitian terdahulu umumnya hanya menyoroti satu bentuk kegiatan keagamaan atau membahas religiusitas secara umum, sehingga belum banyak yang mengkaji secara terpadu peran salat berjamaah, kultum, tadarus, pesantren kilat, dan PHBI dalam membentuk akhlak santri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pelaksanaan kegiatan keagamaan di Pondok Pesantren Darul Ilmi Banjarbaru serta kontribusinya terhadap pembinaan akhlak santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan pendekatan korelasional, yang diperkuat melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas 30 santri, dengan informan pendukung guru PAI, wali kelas, pimpinan pesantren, dan beberapa santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan berkontribusi positif terhadap pembinaan akhlak, terutama pada aspek disiplin, sopan santun, tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian sosial, meskipun pengaruhnya berlangsung bertahap dan tidak sama pada semua santri. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan bahwa pembentukan akhlak di pesantren lebih efektif dipahami melalui teori pembiasaan dan konsep akhlak dalam pendidikan Islam. Secara analitis, penelitian ini menunjukkan bahwa kelima kegiatan keagamaan tersebut membentuk satu ekosistem pembinaan akhlak yang saling melengkapi secara kontekstual.
INTEGRASI PENDIDIKAN AKHLAK BERBASIS KETAHANAN KELUARGA DALAM KURIKULUM PAI DI SEKOLAH MENENGAH Badrus Shalih
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 14, No 1 (2025): Tazkiya
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/taz.v14i1.5334

Abstract

Kajian tentang pendidikan akhlak dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) selama ini lebih banyak berfokus pada strategi pedagogis di kelas, sementara peran keluarga sebagai lingkungan primer pembentukan karakter serta kaitannya dengan ketahanan keluarga masih relatif jarang dikaji secara integratif. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi pendidikan akhlak berbasis ketahanan keluarga dalam kurikulum PAI di MTs Darul Ilmi Banjarbaru, khususnya pada bentuk integrasi nilai, kontribusi ketahanan keluarga terhadap pembentukan akhlak siswa, dan model integratif yang terbentuk antara madrasah dan keluarga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tujuh informan yang terdiri atas kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, dua guru PAI, wali kelas, orang tua, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pendidikan akhlak berlangsung melalui keteladanan orang tua, pembiasaan religius di rumah, penguatan nilai di madrasah, serta komunikasi berkelanjutan antara sekolah dan keluarga. Secara teoritis, penelitian ini berkontribusi dengan merumuskan model integratif pendidikan akhlak berbasis ketahanan keluarga yang mempertemukan pemikiran Al-Ghazali tentang pembiasaan dan keteladanan dengan perspektif ketahanan keluarga dalam konteks pendidikan Islam formal.
Implementation of Quality Management Based on the POAC Approach in Improving Teacher Quality Badrus Shalih; Muhamad Rifan Dainuri; Azis Nurul Iman; Nurul Azira
ADARA Vol 16 No 1 (2026): Vol. 16 No. 1 (2026): Islamic Education Management
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ajmpi.v16i1.11532

Abstract

Improving the quality of teachers is a key factor in realizing the quality of sustainable madrasah education, but there are still many madrasas facing limited resources and have not implemented quality management systematically. This study aims to analyze the implementation of quality management based on the POAC (Planning, Organizing, Actuating, and Controlling) approach in improving the quality of teachers at MI Miftahul Ulum Panyiuran and examine its integration with the values of Islamic education management. The research uses a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and documentation studies, then analyzed using Miles and Huberman's interactive model. The results of the study showed that planning was carried out in a participatory manner through RKM and RPT, competency-based organization and deliberation, implementation through continuous training and comparative studies, and evaluation through supervision and program evaluation. The implementation of POAC has an impact on improving teacher professionalism, a culture of cooperation, a conducive learning climate, and a quality culture. The integration of the values of tadbir, syūrā, tarbiyah, and muḥāsabah strengthens the moral-spiritual dimension, although there is still a need for more measurable quality indicators.
Rekonstruksi Konseptual Khidmah kepada Guru dalam Tradisi Pendidikan Islam: Analisis Filosofis-Pedagogis atas Adab Keilmuan, Relasi Guru-Murid, dan Pembentukan Karakter Peserta Didik Badrus Shalih; marzuqi; Barlian Fajri; Azis Nurul Iman
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 4 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i4.7128

Abstract

Abstract: This study reconstructs the concept of khidmah students' devotional service to their teacher within the Islamic educational tradition through a philosophical-pedagogical approach. Amid the contemporary crisis of adab in education and the rapid digitalization of pesantren, khidmah is often reduced to physical service or suspected as feudal practice, despite harboring epistemological, relational, and transformative depths that remain systematically unexplored. Employing a qualitative-philosophical design, this study combines library research on classical texts (Hasyim Asyʼari's Adab al-ʼAlim wa al-Mutaʼallim, al-Zarnuji's Taʼlim al-Mutaʼallim, al-Ghazali's Ihyaʼ ʼUlum al-Din) with field research in Nusantara pesantren that preserve khidmah traditions, analyzed using reflexive thematic analysis. Three main findings are formulated: first, khidmah functions as a praxis of scholarly adab that prepares students' inner structure to receive knowledge as a trust rather than mere information; second, khidmah forms transformative teacher-student relationships through moral proximity, direct exemplarity, and the transmission of scholarly sanad; third, khidmah operates as a mechanism of character internalization through four pathways exemplarity, closeness, disciplined devotion, and communal legitimacy. This study offers a theoretical novelty in the form of the Trilogical Khidmah model, integrating al-Attas's taʼdib framework, Noddings's ethics of care, and Lickona's character education into a unified pedagogical synthesis. Its practical contribution provides direction for developing adab-based character curricula in Indonesian pesantren and madrasah, alongside a critical reading of authority abuses inherent in kiai-santri relations.
Hubungan Antara Gaya Mengajar Guru dan Hasil Belajar Tajwid Siswa Kelas VII Madrasah Tsanawiyah Muhammad Rafsan; Badrus Shalih
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 2 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, February 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i2.7129

Abstract

This study is motivated by the paradox between the high intensity of Quranic learning at pesantren-integrated madrasahs and the persistently low Tajwid proficiency among students 62% of Grade VII students at MTs Darullughah Waddawah Pasuruan failed to meet the minimum Tajwid competency standard. Prior studies have primarily examined the effect of teaching methods on Tajwid learning in general, without specifically addressing the relationship between teaching styles and Tajwid outcomes in a pesantren-integrated MTs context. This study aims to analyze: (1) the profile of teachers' teaching styles; (2) students' Tajwid learning achievement; and (3) the relationship and contribution of teaching styles to Tajwid learning outcomes. A quantitative correlational design was employed with proportionate stratified random sampling (n = 74 from a population of 280). Data were collected through a validated teaching-style questionnaire (37 items, α = .891), a Tajwid achievement test (28 items, α = .876), and supporting interviews. Pearson correlation and simple linear regression were used for analysis. Results indicate a positive and significant relationship (r = .672; p < .05), with teaching style accounting for 45.2% of the variance in Tajwid learning outcomes. Theoretically, this study contributes by integrating Grasha's (1996) teaching-style theory with Gardner's multiple intelligences framework within the pesantren-integrated MTs context, proposing a linguistic-musical intelligence-based teaching-style model not previously examined in Indonesian Islamic education research.
INTERNALISASI NILAI KEISLAMAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH Badrus Shalih; Nuril Anwar
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 7 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Juli 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i7.7168

Abstract

Internalisasi nilai-nilai keislaman di lingkungan sekolah merupakan keniscayaan mendesak di tengah menguatnya degradasi moral dan karakter generasi muda pada tahun 2023 yang ditandai dengan menurunnya kesopanan, kedisiplinan, kepedulian sosial, serta maraknya perilaku menyimpang di kalangan pelajar. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal memiliki tanggung jawab strategis tidak hanya mentransfer pengetahuan keagamaan secara kognitif, tetapi juga menanamkan dan membumikan nilai-nilai Islam dalam kepribadian peserta didik secara holistik. Namun demikian, implementasi internalisasi nilai keislaman masih menghadapi berbagai kendala seperti pendekatan yang normatif-tekstualis, kurangnya integrasi lintas aktivitas sekolah, serta lemahnya sinergi antara ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif strategi, proses, dan faktor-faktor yang mempengaruhi internalisasi nilai keislaman di lingkungan sekolah pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional, buku akademik, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan dengan internalisasi nilai keislaman di sekolah yang terbit pada tahun 2023 ke bawah. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara kritis-analitis. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa internalisasi nilai keislaman di lingkungan sekolah diimplementasikan melalui tiga strategi utama: (1) strategi keteladanan (uswah hasanah) yang menempatkan guru dan staf sekolah sebagai role model perilaku Islami; (2) strategi pembiasaan (ta'wid) melalui kegiatan keagamaan rutin seperti salat berjamaah, tadarus Al-Qur'an, doa bersama, dan kultum; serta (3) strategi pengintegrasian nilai keislaman ke dalam seluruh aktivitas sekolah, baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Proses internalisasi berlangsung melalui tiga tahapan: transformasi nilai (pengenalan), transaksi nilai (interaksi dan refleksi), dan transinternalisasi nilai (nilai menjadi kepribadian). Faktor pendukung utama meliputi komitmen seluruh warga sekolah, dukungan kebijakan, dan lingkungan fisik yang religius, sementara faktor penghambat utama terdiri dari pengaruh media sosial, keterbatasan peran orang tua, dan tekanan teman sebaya. Kontribusi teoretis penelitian ini adalah pengembangan Model INTEK (Internalisasi Nilai Terintegrasi-Kontekstual) sebagai kerangka komprehensif internalisasi nilai keislaman yang mengintegrasikan dimensi kultural, kurikuler, dan kontekstual secara simultan.
MODEL PEMBELAJARAN PAI BERBASIS KEARIFAN LOKAL Abdul Majid; Badrus Shalih
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 8 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Agustus 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i8.7169

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada tahun 2023 menghadapi persoalan relevansi ketika materi keagamaan disampaikan secara normatif dan terlepas dari realitas sosial-budaya peserta didik. Sejumlah penelitian telah membahas integrasi kearifan lokal dalam bahan ajar, strategi guru, dan kurikulum PAI, tetapi masih terbatas kajian yang secara sistematis merumuskan model pembelajaran yang menjelaskan hubungan antara identifikasi nilai lokal, proses seleksi berdasarkan prinsip Islam, internalisasi nilai, dan evaluasi perubahan perilaku. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi model pembelajaran PAI berbasis kearifan lokal sebagai kerangka pembelajaran kontekstual yang dapat diterapkan secara adaptif pada tahun 2023. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan. Data diperoleh dari buku, artikel jurnal, dan dokumen ilmiah yang relevan mengenai PAI, kearifan lokal, pendidikan karakter, dan pembelajaran kontekstual yang terbit pada tahun 2023 ke bawah. Data dianalisis melalui reduksi, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran PAI berbasis kearifan lokal terdiri atas lima tahap: eksplorasi nilai lokal, validasi nilai berdasarkan prinsip Islam, kontekstualisasi materi, internalisasi melalui pengalaman belajar, dan refleksi-evaluasi. Model ini menempatkan budaya lokal bukan sekadar ilustrasi pembelajaran, melainkan sebagai sumber epistemik dan konteks pedagogis. Kontribusi teoretis penelitian terletak pada perumusan kerangka integratif yang menghubungkan dimensi normatif Islam dengan realitas budaya secara selektif, dialogis, dan transformatif.