Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

MENGUKUR KINERJA ORGANISASI DENGAN METODE BALANCED SCORECARD (STUDI KASUS PT MTI) Hari Bagus Mantik
JURNAL MITRA MANAJEMEN Vol 11, No 2 (2020): JURNAL MITRA MANAJEMEN
Publisher : JURNAL MITRA MANAJEMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jmm.v11i2.473

Abstract

AbstrakMengukur kinerja suatu organisasi adalah bagian penting sekaligus sesuatu yang sering terabaikan. Fokus organisasi yang selalu terarah pada “profit” sering mengabaikan apa yang terjadi dibalik profit tersebut, dan bagaimana proses panjang menuju profit tersebut. Di satu sisi performance appraisal berupa uang atau kenaikan gaji menjadi boost performance bagi karyawan untuk meningkatkan performa tidak bisa dibuktikan sebagai dasar peningkatan kinerja. Hal ini juga menunjukan bahwa tidak ada hubungan yang linier antara target kerja dengan kenaikan gaji. Banyak studi mengatakan, kinerja tidak selalu di nilai dengan angka (tangible), tetapi juga bisa dilihat dari sesuatu yang tidak dapat di raba (intangible), seperti knowledge worker (manusia), dan prosedur (keandalan sistem). Jurnal ini menengahkan sejauh mana organisasi mengukur suatu kinerja perusahaan dalam berbagai sudut pandang, baik dari sisi keuangan maupun non-keuangan. Kata kunci: Balance Scorecard, Kinerja perusahaan
REDESIGN (MENDESAIN KEMBALI) ORGANISASI MELALUI PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI Hari Mantik
JSI (Jurnal Sistem Informasi) Universitas Suryadarma Vol. 5 No. 1 (2018): JSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas Suryadarma
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer dan Desain - Unsurya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jsi.v5i1.17

Abstract

Perubahan teknologi memicu organisasi berpikir ulang untuk melakukan rekayasa ulang dalam mendesain organisasi nya. Tetapi apakah dengan membangun sistem baru akan mampu mengubah jalan perusahaan menjadi lebih baik, atau justru membuat organisasi menjadi semakin mundur? Para pemimpin organisasi juga perlu dengan baik menterjemahan apa perubahan itu. Apakah hanya sebatas mengubah pola struktur organisai, mengubah sistem, atau mengubah pola berpikir?Redesign (mendesain kembali) organisasi melalui pemanfaatan sistem informasi merupakan tulisan yang lebih menekankan pada pilihan mengapa organisasi harus berubah, dan sejauh apa pentingnya perubahan tersebut berdampak pada organisasi. 
Business Drive Technology atau Technology Drive Business? Pendekatan yang berorientasi pasar atau berorientasi pada Inovasi Teknologi Hari Mantik
JSI (Jurnal Sistem Informasi) Universitas Suryadarma Vol. 2 No. 2 (2015): JSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas Suryadarma
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer dan Desain - Unsurya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jsi.v2i2.45

Abstract

Teknologi dan bisnis mempunyai sejarah panjang dalam kehidupan manusia. Penciptaan kesejahteraan (wealth creation) dan bisnis tidak mungkin dapat berjalan tanpa adanya faktorfaktor pendukung di belakangnya. Begitu pula inovasi yang lahir dalam penyempurnaan teknologi juga tidak akan ada gunanya jika manusia tidak jeli dalam melihat dan menguasai pasar ke depan. Artikel ini memberikan wacana bagaimana sebenarnya posisi teknologi dalam bisnis dewasa ini dan di masa depan. apakah berdiri sebagai penunjang (supporting), atau justru merupakan inti (main/core) dalam bisnis itu sendiri.
Mengukur dan Meningkatkan Kinerja Teknologi Informasi Melalui Balance Scorecard Hari Mantik
JSI (Jurnal Sistem Informasi) Universitas Suryadarma Vol. 3 No. 1 (2016): JSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas Suryadarma
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer dan Desain - Unsurya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jsi.v3i1.54

Abstract

Balance Scorecard (BSC) merupakan suatu sistem manajemen yang secara strategis dikembangkan untuk mengukur kinerja organisasi melalui 4 perspektif/domain. 4 domain itu diantaranya adalah: financial achievement, customer orientation, effectiveness and efficiency of internal process, dan innovation and learning. Artikel ini mengetengahkan bagaimana BSC diaplikasikan untuk mengevaluasi kinerja fungsi-fungsi dan proyek-proyek teknologi informasi dalam suatu organisasi.
Mencermati Era Digital dalam Organisasi Hari Mantik
JSI (Jurnal Sistem Informasi) Universitas Suryadarma Vol. 3 No. 2 (2016): JSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas Suryadarma
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer dan Desain - Unsurya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jsi.v3i2.61

Abstract

Creating an organization in the information age is not as simple as we imagine. Not only from the perspective of the level of complexity of the organization itself, but how an organization can and dare to make a breakthrough began with the adoption, integration and approaches to current technologies is an added value and the key to the development of the organization itself. It should be noted how the stability of a neighborhood phenomenon, the phenomenon of globalization, and the acceleration of technological advances that directly and indirectly affect the wheels of the organization who would not want to have to deal with information technology base.
REDESIGN (MENDESAIN KEMBALI) ORGANISASI MELALUI SISTEM INFORMASI Hari Mantik
JSI (Jurnal Sistem Informasi) Universitas Suryadarma Vol. 4 No. 1 (2017): JSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas Suryadarma
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer dan Desain - Unsurya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jsi.v4i1.78

Abstract

Apakah dengan membangun sistem baru akan mengubah jalannya perusahaan? Beberapa resiko paling utama dalam pengembangan sistem adalah “sulitnya mendeskripsikan kebutuhan informasi”; “sulitnya melakukan analisis dan penjembatanan antara fungsi manajemen dengan fungsi teknologi”; “faktor biaya”; dan “kesulitan dalam melakukan perubahan organisasi pasca implementasi”. Oleh karena itu, perencanaan yang matang dan memahami lingkungan organisasi secara makro dan mikro menjadi peranan penting dalam melakukan pendesainan ulang organisasi melalui sistem informasi.
PENGELOLAAN DAN IMPLEMENTASI PROYEK SISTEM INFORMASI DALAM LINGKUP SDLC Hari Bagus Mantik
JSI (Jurnal Sistem Informasi) Universitas Suryadarma Vol. 5 No. 2 (2018): JSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas Suryadarma
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer dan Desain - Unsurya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jsi.v5i2.239

Abstract

Meninjau sebuah proyek sistem informasi berarti mendalami seluruh komponen yang terdapat di dalamnya. Bagaimana struktur di bangun, metodelogi apa yang di gunakan, memahami karakteristik dalam suatu entitas proyek (internal dan external), pengelolaan sumber daya manusia, biaya (budgeting), dan waktu, hingga memastikan bagaimana proyek berhasil di eksekusi dan menghasilkan output (deliverable) sesuai dengan tujuan. Mengelola semua ini bukan sebuah pekerjaan yang mudah, sejarah mengatakan bahwa banyak sekali –proyek besar ataupun kecil mengalami kegagalan. Tulisan ini memberikan perspektif bahwa mengelola proyek berarti tidak hanya memastikan struktur, SDM, dan budget tersedia, tapi juga melihat bagaimana menyelaraskan ketiga hal tersebut untuk meminimkan kegagalan suatu proyek.
Mengintip dasar pengembangan sistem informasi dengan metode Agile. Why Agile Rocks? Hari Mantik
JSI (Jurnal Sistem Informasi) Universitas Suryadarma Vol. 6 No. 1 (2019): JSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas Suryadarma
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer dan Desain - Unsurya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jsi.v6i1.277

Abstract

Tulisan ini memberikan ulasan dan wacana singkat mengenai Agile Methodology, termasuk definsi, keunggulan, dan perbedaannya dengan Waterfall Methodology. Menjamurnya perusahaan startup bukan hanya membuat agile semakin dinikmati dan semakin dipilih, tapi juga memberi pertanyaan, mengapa harus Agile? Agile merupakan jawaban akan respons cepat terhadap perubahan, dan mementingkan kolaborasi diatas yang lainnya. Beberapa kelemahan yang didapat ketika sistem dijalankan dengan metode waterfall, seperti kurang fleksibel, dan unpredictable, secara baik dapat ditutupi oleh Agile. Agile menggunakan framework yang disebut dengan “scrum”, yaitu sebuah kerangka kerja berbasis manajemen proyek yang menekankan pada kerja tim, akuntabilitas, dan iteratif. Scrum dimulai dengan kick-off meeting, daily stand-up, project backlog, user story, dan sprint. Agile juga menggunakan metode “kanban” yang semakin membuat kerja user semakin cepat, terdedikasi, dan terarah.
CHANGE MANAGEMENT OFFICE: MENGELOLA MASA TRANSISI SISTEM INFORMASI PADA INDUSTRI KEUANGAN YANG BERBASIS DIGITAL. STUDI KASUS PADA PT MITRA TRANSAKSI INDONESIA Hari Mantik
JSI (Jurnal Sistem Informasi) Universitas Suryadarma Vol. 6 No. 2 (2019): JSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas Suryadarma
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer dan Desain - Unsurya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jsi.v6i2.319

Abstract

Dalam beberapa tahun terahir, angin perubahan sudah berhembus, dan bertiup melalui sebagian besar perusahan publik maupun institusi privat. Banyak organisasi telah menyaksikan bagaimana proses perubahan mampu menurunkan biaya operasional, akan tetapi dalam banyak kasus juga menyebabkan banyak pemecatan karyawan. Di beberapa institusi, perubahan menciptakan restrukturisasi organisasi disertai pula dengan sejumlah bentuk kerja sama baru –seperti aliansi strategis, merger ataupun akuisisi. Pada akhirnya, sejumlah perusahaan memutuskan perubahan mereka lebih fokus pada norma dan budaya organisasi, transformasi yang lebih nyata plus yang berdampak langsung pada keuntungan perusahaan. Skenario ini biasanya telah didominasi oleh sesuatu yang lebih aktual seperti komersialisasi, fokus pelanggan, budaya kinerja, fleksibilitas dan efisiensi biaya.  Kata kunci: Aliansi, dinamika perubahan, fleksibilitas, change management policy, mengapa manajemen perubahan itu penting dalam organisasi?
KEUNTUNGAN PENERAPAN APLIKASI PROJECT MANAGEMENT TOOLS DALAM ORGANISASI BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI. STUDI KASUS IMPLEMENTASI REDMINE PADA PT MTI Hari Bagus P. Mantik
JSI (Jurnal Sistem Informasi) Universitas Suryadarma Vol. 7 No. 1 (2020): JSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas Suryadarma
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer dan Desain - Unsurya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jsi.v7i1.385

Abstract

This paper does not focus on project management, project manager tasks and so on. But how can stakeholders guard a project properly, correctly and effectively? The answer is to use project management tools. One project goes through several stages, each stage having its own duties, authorities, responsibilities and deadlines. The larger the size of the project, the more complex the lines of coordination, communication and collaboration that must be bound together. The use of project management tools, in this case the PT MTI case study using "RedMine software", is expected to reduce obstacles in communication, coordination and facilitate project completion according to agreed deadlines. Key words: project management tools, RedMine software