Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTATION OF DESIGN THINKING IN THE UMKM TIGA PUTRI RESTAURANT IN THE UNIVERSITY OF RIAU AREA Hanifaturrahmi Andrina; Mustaqim Mustaqim; Meki Herlon; Zulhamid Ridho; Mitha Aprilia
Jurnal Pariwisata Bisnis Digital dan Manajemen Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pariwisata, Bisnis Digital dan Manajemen Periode November 2025
Publisher : LPPM Universitas Nusa Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/jasdim.v4i2.7251

Abstract

This study examines Rumah Makan Tiga Putri, a culinary business located near Universitas Riau that offers Minang dishes at affordable prices. Despite its strategic location and a market potential dominated by students, the business faces challenges in optimizing its marketing strategy, especially in visual media promotion. The promotional banner, which is unattractive and lacks clear information, reduces the effectiveness of visibility in attracting and engaging consumers. This study explains the implementation of the design thinking process in redesigning the promotional banner for Rumah Makan Tiga Putri. The purpose of this study is to describe the stages of design thinking in optimizing visual communication effectiveness to increase consumer reach and visibility. The research uses a descriptive qualitative approach by applying the stages of design thinking: empathize, define, ideate, prototype, and test. Data were collected through direct observation, interviews with owners and consumers, comparisons with academic colleagues, and questionnaires using a Likert scale to measure perceptions of the banner's visual aspects. The findings show that the implementation of design elements related to imagery, color, typography, information clarity, and the integration of visual elements with Minang cultural characteristics can improve visual communication effectiveness and strengthen brand identity. The proposed solution is a redesigned banner that is informative, aesthetically pleasing, and culturally representative of Minang identity. Positive responses from participants indicate that applying design thinking is effective in optimizing banner design as visual promotional media, improving visibility and accessibility of business information for potential consumers around the Universitas Riau area.
PENDAMPINGAN IBU PKK KECAMATAN SAIL DALAM PELAKSANAAN URBAN FARMING UNTUK KETAHANAN PANGAN KELUARGA Yulia Andriani; Yeni Kusumawaty; Fajar Restuhadi; Hanifaturrahmi Andrina; Jumatri Yusri; Yusmini Yusmini; Didi Muwardi; Eliza Eliza; Evy Maharani; Susy Edwina; Deby Kurnia; Roza Yulida; Novia Dewi; Rosnita Rosnita; Arifudin Arifudin; Mitha Aprilia
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): JP2N: Mei - Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/4szf7378

Abstract

Ketahanan pangan keluarga menjadi isu penting di wilayah perkotaan karena keterbatasan lahan, meningkatnya kebutuhan pangan rumah tangga, dan perlunya kemandirian masyarakat dalam menyediakan pangan sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) dan dasawisma dalam memanfaatkan ruang terbuka perkotaan sebagai kebun produktif berbasis urban farming. Kegiatan dilaksanakan pada 21 Mei 2026 di Lapangan Sepak Bola UNRI Gobah, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sail, Kota Pekanbaru. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui koordinasi mitra, observasi lokasi, penyuluhan, diskusi, praktik lapangan, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lahan sekitar 700 m2 telah dimanfaatkan sebagai kebun urban farming dengan komoditas hortikultura seperti terong, bayam, kangkung, ubi jalar, cabai, dan sayuran lainnya. Masyarakat juga mulai mengembangkan budidaya lele dalam ember sebagai alternatif pemenuhan protein keluarga. Kegiatan ini memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kecamatan, PKK, dan masyarakat dalam membangun ketahanan pangan keluarga berbasis lahan perkotaan. Program ini berpotensi menjadi model pemberdayaan masyarakat perkotaan yang dapat direplikasi di wilayah lain melalui pendampingan berkelanjutan, penguatan kelembagaan, dan pencatatan hasil kebun.