Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Population Structure of Mangrove Snails (Terebralia sulcata) Around the Nickel Mining Area of Pomalaa, Southeast Sulawesi Muhammad Fajar Purnama; Farid Yasidi; Dedy Oetama; Haslianti Haslianti; Salwiyah Salwiyah; La Ode Abdul Rajab Nadia
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i2.11850

Abstract

Nickel mining in Pomalaa, Southeast Sulawesi, potentially alters mangrove ecological dynamics, specifically affecting benthic biota. This study analyzes the population structure of the mangrove snail (Terebralia sulcata) using purposive systematic sampling across reference, transition, and mining-impacted zones. Data were collected via transect quadrat methods (5x5 m²) during January 2024–January 2025. Water quality analysis indicated significant elevations in dissolved Ni and organic loads (COD/BOD) in impacted areas. Population structure revealed a unimodal distribution dominated by the 35–45 mm class, with limited juvenile recruitment in stressed sites. The length-weight relationship (LWR) exhibited a strong negative allometric pattern (b = 2.02), indicating faster shell length growth as an adaptive response to environmental stressors. Despite a stable condition factor (Kn = 1.124), spatial disparities were evident through a progressive decline in density and biomass toward impacted stations. This study provides a significant scientific contribution by establishing T. sulcata as a sensitive bioindicator for nickel pollution. The findings emphasize that mining-derived stressors negatively correlate with biological performance, highlighting the necessity for policy-driven bioindicator monitoring and the integration of benthic health assessments into coastal management protocols within nickel industrial zones to mitigate long-term ecological degradation.
Perawatan Bibit Mangrove Pasca Penanaman Pada Kawasan Rehabilitasi Pesisir di Desa Tapulaga Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Hasan Eldin Adimu; Indriyani Nur; Laifa Fekri; Farid Yasidi; Dewi Nurhayati Yusuf; Kadir Sabilu
PUSAKA ABDIMAS Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Serumpun Karang Konservasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community-based mangrove forest management is one of the management strategies that can increase efficiency and fairness in the utilization and management of natural resources. Stages of activities to overcome problems Stage I: Counseling, Counseling is carried out to provide initial information about mangrove ecosystem management and its handling Stage II: Monitoring and Evaluation, Monitoring and evaluation activities are always carried out every period even though the year ends. Monev is carried out after the activity to ensure that the activity continues and develops Therefore, efforts are needed to develop community participation in restoring the function and benefits of damaged mangrove forests in the implementation and supervision.
Pendidikan Lingkungan Pada Siswa Sekolah Sebagai Upaya Restorasi Ekosistem Pesisir di Desa Bokori Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Romy Ketjulan; Abdul Hamid; Halili; Farid Yasidi; Ermayanti Ishak; Dedy Oetama; Salwiyah; Latifa Fekri; Hasan Eldin Adimu; La Ode Adi Parman Rudia
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i1.247

Abstract

Ekosistem pesisir khususnya vegetasi mangrove merupakan salah satu ekosistem yang rentan mengalami degradasi akibat perkembangan penggunaan ruang diwilayah pesisir. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pendidikan lingkungan kepada generasi muda khususnya siswa sekolah, dan sebagai salah satu upaya untuk merestorasi ekosistem mangrove di pesisir Desa Bokori Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe. Kegiatan ini dilakukan dalam beberapa tahapan, yakni penyampaian materi tentang pentingnya vegetasi mangrove dalam menopang sistem kehidupan di pesisir, dan praktek pembibitan mangrove dari jenis Rhizophora sp. Media tanam yang digunakan adalah tanah yang berasal dari lokasi pembibitan yang dikemas kedalam kantong polybag tanpa menggunakan tambahan pupuk organik maupun anorganik. Propagul mangrove disemai dengan cara ditancapkan kedalam polybag yang telah berisi media tanah dengan kedalaman ± 15 cm. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dilakukan oleh siswa sekolah yang berjumlah 30 orang. Hasil kegiatan pengabdian ini menujukkan bahwa propagul mangrove yang disemai tumbuh dengan baik.  Setelah ± 30 hari setelah penyemaian, propagul yang disemai telah memunculkan dua helai daun muda yang menandakan bahwa sistem perakaran mulai terbentuk. Hal ini menegaskan bahwa pelibatan generasi muda khususnya siwa sekolah cukup efektif dalam upaya rektorasi ekosistem pesisir , khususnya ekosistem mangrove.
Sinergitas Pentahelix dalam Rehabilitasi Ekosistem Pesisir: Restorasi Mangrove Berbasis Kolaborasi Akademisi dan Pemerintah Daerah di Kecamatan Moramo, Konawe Selatan Haslianti Haslianti; Herlan Hidayat; Muhammad Fajar Purnama; Dedy Oetama; Bahtiar Bahtiar; Salwiyah Salwiyah; Farid Yasidi; Baru Sadarun; La Ode Alirman Afu; Ira Ira; La Ode Baytul Abidin; Andi Besse Patadjai
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i2.285

Abstract

Degradasi ekosistem pesisir akibat perubahan tata guna lahan dan aktivitas antropogenik memerlukan intervensi strategis yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Artikel ini mendokumentasikan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diinisiasi oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Halu Oleo (FPIK UHO), dalam upaya restorasi ekosistem mangrove di pesisir Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang mengintegrasikan peran akademisi, pemerintah daerah, instansi militer (TNI-AL), dan masyarakat lokal. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa melalui penanaman 6.000 bibit mangrove jenis Rhizophora sp. pada area seluas 0.6 hektar, dengan tingkat kelulushidupan (survival rate) mencapai 75% setelah enam bulan, serta partisipasi aktif lebih dari 200 individu dari berbagai elemen pentahelix, keterlibatan aktif civitas akademika FPIK UHO, yang didukung oleh kebijakan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan, mampu mempercepat proses rehabilitasi lahan kritis. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai upaya konservasi biofisik, tetapi juga sebagai media edukasi ekologis dan penguatan kesadaran kolektif terhadap jasa ekosistem mangrove dalam mitigasi perubahan iklim dan perlindungan garis pantai. Data kuantitatif ini menegaskan keberhasilan intervensi dalam mencapai tujuan restorasi yang terukur. 
EDU-BAHARI: Sosialisasi Potensi Keanekaragaman Hayati Laut Sulawesi Tenggara untuk Mewujudkan Generasi Muda Berwawasan Bahari di MAN 1 Kendari Latifa Fekri; Hasan Eldin Adimu; Muhammad Taswin Munier; Farid Yasidi
JESASI (JURNAL EDUKASI, SAINS, DAN INOVASI) Vol. 3 No. 1 (2026): JESASI (Jurnal Edukasi, Sains, dan Inovasi) February - July 2026
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/jesasi.v3i1.53

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kelautan, pemahaman terhadap keanekaragaman hayati laut Sulawesi Tenggara, serta jiwa kepemimpinan bahari siswa MAN 1 Kendari. Program ini dilatarbelakangi oleh besarnya potensi sumber daya laut Sulawesi Tenggara yang belum sepenuhnya diimbangi dengan literasi kelautan generasi muda. Metodologi kegiatan menggunakan pendekatan edukasi partisipatif dan pembelajaran berbasis pengalaman, meliputi persiapan, penyusunan modul Edu-Bahari, sosialisasi interaktif berbasis media visual lokal, diskusi analisis kasus pencemaran pesisir, evaluasi pre-test dan post-test, serta pembentukan komite siswa. Kegiatan melibatkan 50 siswa kelas X dan XI. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dari nilai rata-rata 54,20 pada pre-test menjadi 86,50 pada post-test, dengan skor N-gain 0,705 dalam kategori tinggi. Kesimpulannya, Edu-Bahari efektif memperkuat wawasan bahari siswa. Kontribusi penelitian ini adalah menyediakan model edukasi partisipatif berbasis sekolah untuk pengenalan biodiversitas laut dan literasi Blue Economy.