Havid Nur Solikhin
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendidikan Islam untuk Generasi Muda: Tren dan Arah Riset di Sekolah Dasar Amri Saputra; Ansorul Alim; Havid Nur Solikhin; Nurlailatul Nikmah
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 2 (2025): Advances In Education Journal (Oktober)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren dan arah perkembangan riset bertema Pendidikan Islam untuk Generasi Muda di Sekolah Dasar pada periode 2017–2025. Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter, moral, dan spiritual anak sejak usia dini, sehingga perlu dikaji secara ilmiah bagaimana perkembangannya dalam konteks globalisasi dan era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan bibliometrik dengan memanfaatkan data publikasi dari basis data internasional yang diolah melalui perangkat lunak Biblioshiny (Bibliometrix for R). Analisis dilakukan melalui dua tahap utama, yaitu analisis deskriptif untuk mengidentifikasi produktivitas publikasi, penulis, dan afiliasi teratas; serta analisis jaringan untuk memetakan kolaborasi penulis dan keterkaitan tematik antar kata kunci. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah publikasi dengan pertumbuhan tahunan sebesar 22,28%, melibatkan 94 penulis dari berbagai institusi di Asia Tenggara, terutama Universiti Kebangsaan Malaysia, Universiti Malaya, dan Universitas Pendidikan Indonesia. Tema dominan mencakup Islamic education, character, dan elementary school, yang menegaskan fokus riset pada integrasi nilai-nilai Islam dan pendidikan karakter dalam kurikulum sekolah dasar. Selain itu, mulai muncul tema baru seperti digital learning, affective approach, dan inclusive education sebagai respons terhadap perubahan sosial dan teknologi pendidikan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kajian pendidikan Islam di sekolah dasar tengah berkembang menuju arah yang lebih humanis, inklusif, dan multidisipliner, dengan potensi besar dalam memperkuat pendidikan karakter generasi muda yang religius, moderat, dan adaptif terhadap tantangan global.
Idul Fitri Dalam Perspektif Antropologi: Kajian Tentang Mudik, Halal Bihalal, Dan Tradisi Keagamaan Masyarakat Muslim Indonesia Havid Nur Solikhin; Amri Saputra; Ahmad Arifi
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The present study analyzes Eid al-Fitr as a socio-religious phenomenon from the perspective of cultural anthropology by examining the interconnections between rituals, symbols, and social practices that develop within the context of Indonesian Muslim communities. Employing a qualitative approach based on an extensive literature review, this research explores various elements of Eid al-Fitr, including the homecoming tradition (mudik), halal bihalal gatherings, takbir parades, zakat al-fitr, ketupat, new clothing, and the accompanying social dynamics. Thematic analysis is used to identify processes of meaning-making, symbolic representation, social functions, and cultural transformations embedded within the ritual cycle of Eid al-Fitr. The findings reveal that Eid al-Fitr constitutes a “ritual complex” that integrates spiritual, social, and cultural dimensions. Mudik strengthens kinship networks and ancestral identity, halal bihalal functions as a mechanism of social reconciliation, and Eid symbols reinforce moral values, purification, and collective solidarity. Drawing on the theories of Geertz, Turner, and Durkheim, this study demonstrates that Eid al-Fitr is not merely an annual religious observance but also a cultural institution that sustains social cohesion, traditional continuity, and the religious identity of Indonesian Muslims in the midst of social change and modernity.
Moderasi Beragama dalam Pendidikan Agama Islam Di Dunia Studi Bibliometrik Dengan Menggunakan R Biblioshiny 2013-2025 Amri Saputra; Sibawaihi; Sri Sumarni; Maesaroh; Lutfiah Holifah Balkis; Havid Nur Solikhin; Ridwan Faqih Sihono
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.599

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan kajian ilmiah mengenai moderasi beragama dalam pendidikan agama Islam di tingkat global selama periode 2013–2025. Moderasi beragama menjadi isu strategis dalam pendidikan Islam karena berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik yang toleran, inklusif, dan berwawasan kebangsaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan bibliometrik dengan bantuan perangkat lunak R Biblioshiny untuk memetakan tren publikasi, kolaborasi penulis, serta fokus tematik penelitian yang berkembang. Data diperoleh dari basis data Scopus dengan menggunakan kata kunci “religious moderation”, “Islamic moderation”, dan “education”, menghasilkan 253 dokumen dari 95 sumber publikasi dengan total 738 penulis dan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 25,55%. Hasil analisis menunjukkan bahwa penelitian tentang moderasi beragama dalam pendidikan Islam mengalami peningkatan signifikan sejak tahun 2020, dengan tema dominan seperti “religious moderation”, “Islamic education”, “tolerance”, dan “multiculturalism”. Analisis thematic map mengidentifikasi bahwa “religious moderation” dan “higher education” merupakan tema dasar yang paling sentral, sedangkan isu seperti “interfaith dialogue” dan “terrorism” menjadi penggerak utama perkembangan riset. Adapun keterlibatan kolaborasi internasional mencapai 18,18%, menandakan bahwa isu ini telah menjadi perhatian global. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa kajian moderasi beragama dalam pendidikan Islam menunjukkan arah yang semakin kuat menuju pendekatan yang kontekstual, kolaboratif, dan adaptif terhadap tantangan global. Temuan ini berimplikasi pada perlunya integrasi nilai-nilai moderasi dalam kurikulum, strategi pembelajaran, dan kebijakan pendidikan Islam agar mampu membentuk peserta didik yang toleran dan berwawasan global.
Reception and Symbolic Meaning of Salawat: A Living Hadith Study on the Religious Community in Wonokromo Pleret Bantul Havid Nur Solikhin; Amri Saputra; Marhumah; Kadambari; Desma Hemaliyah Apita
Cultura Islamica: Journal of Islamic Studies, Management, and Culture Vol. 2 No. 1 (2026): June 2026 | Islamic Studies, Management, and Culture
Publisher : WISE Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70211/culturaislamica.v2i1.340

Abstract

This study examines the reception and symbolic meaning of 'Salawat' within the context of the A.M Assembly in Wonokromo Pleret Bantul, using the Living Hadith approach. Salawat, as one of the main practices in Islam, is not only understood as the recitation of phrases but also as an expression of love, respect, and spiritual attachment to the Prophet Muhammad (SAW). While traditional Hadith studies focus more on textual analysis, this research highlights how the Hadith regarding Salawat is understood and practiced as a living tradition within the community. This study reveals that the practice of Salawat in the A.M Assembly is more than just a theoretical or textual understanding; it is internalized and expressed through ritual actions, symbolism, and collective experience. The study also demonstrates that Salawat serves as a social and religious bond, reinforcing community cohesion and affirming ethical values among the participants. Using a field-based qualitative research method, including interviews, participatory observation, and documentation, this research investigates how the symbolic meaning of Salawat develops and resonates within the community, reflecting the dynamic integration of religious teachings within the local cultural context. This study contributes to a broader understanding of Living Hadith as a methodological approach and offers new insights into how Islamic traditions are adapted and internalized in local practices, while enriching the relevance of Hadith in contemporary religious life.