Maryo Sopater Istia
Universitas Papua

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STEM-robotic: Enhancing teachers’ competence in implementing STEM and coding Falenthino Sampouw; Andi Fajeriani Wyrasti; Faisal Faisal; Irfan Irnandi; Benidiktus Tanujaya; Jeinne Mumu; Maryo Sopater Istia; Haryanto Haryanto; Riris Indarwati; Sisilia Almandha; Dewi Brilliana Putri
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 1 (2026): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v4i1.656

Abstract

The STEM-Robotics training at YPPK St. Thomas Aquino Junior High School in Kaimana, West Papua, was conducted to address teachers' low understanding of STEM and coding concepts and the suboptimal utilization of robotics facilities in schools. This program aims to improve teachers' understanding of STEM learning, coding competency, and attitudes toward the implementation of STEM-Coding. The program was implemented using a service-learning approach involving 28 teachers, 4 lecturers, and 3 students across five stages: needs identification, collaborative planning, practice-based implementation, critical reflection, and evaluation. Data were collected using a validated questionnaire and analyzed descriptively. The training results showed that teachers' understanding of STEM learning reached 52% in the moderate category and 48% in the high category. Teachers' understanding of coding reached 4% in the moderate category and 96% in the high category. In comparison, positive attitudes toward STEM-Coding learning reached 11% in the moderate category and 89% in the high category. Overall, all program success indicators were met, with more than 85% of teachers in the moderate-to-high category across all measured aspects. This program is effective in improving teacher competency and supporting the development of technology-based learning in areas with limited access to education.   Abstrak Pelatihan STEM-Robotics di SMP YPPK St. Thomas Aquino Kaimana, Papua Barat, dilaksanakan untuk mengatasi rendahnya pemahaman guru terhadap konsep STEM dan coding serta belum optimalnya pemanfaatan fasilitas robotik di sekolah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru tentang pembelajaran STEM, kompetensi coding, serta sikap terhadap implementasi STEM-Coding. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan service learning yang melibatkan 28 guru, 4 dosen, dan 3 mahasiswa melalui lima tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan, perencanaan kolaboratif, pelaksanaan berbasis praktik, refleksi kritis, dan evaluasi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa pemahaman guru terhadap pembelajaran STEM mencapai 52% pada kategori sedang dan 48% pada kategori tinggi. Pemahaman guru terhadap coding mencapai 4% pada kategori sedang dan 96% pada kategori tinggi, sedangkan sikap positif terhadap pembelajaran STEM-Coding mencapai 11% pada kategori sedang dan 89% pada kategori tinggi. Secara keseluruhan, seluruh indikator keberhasilan program tercapai dengan lebih dari 85% guru berada pada kategori sedang hingga tinggi pada seluruh aspek yang diukur. Program ini efektif dalam meningkatkan kompetensi guru dan mendukung pengembangan pembelajaran berbasis teknologi di wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan. Kata Kunci: koding; kompetensi guru; STEM; STEM-Robotics
Melampaui Stereotip Gender: Analisis Sikap terhadap Matematika dan Keuletan Siswa Falenthino Sampouw; Andi Fajeriani Wyrasti; Maryo Sopater Istia; Nuryanti Rumalolas; Awal Mulia Rejeki Tumanggor; Riris Indarwati; Yuliana Rumbrawer; Yakomina Sherli Krey
Haumeni Journal of Education Vol 6 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v6i1.28607

Abstract

Faktor afektif memiliki peran penting dalam keberhasilan pembelajaran matematika, namun kajian mengenai perbedaan gender pada aspek afektif masih menunjukkan hasil yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan gender dalam sikap terhadap matematika dan keuletan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Partisipan penelitian terdiri atas 120 siswa sekolah menengah pertama yang meliputi 60 siswa laki-laki dan 60 siswa perempuan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sikap terhadap matematika dan keuletan yang telah memenuhi kriteria reliabilitas. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji homogenitas Levene, dan independent samples t-test yang dilengkapi dengan ukuran efek Cohen’s d. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa perempuan memiliki rata-rata skor sikap terhadap matematika dan keuletan yang sedikit lebih tinggi dibandingkan siswa laki-laki. Namun, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan berdasarkan gender pada sikap terhadap matematika (p = 0,156) maupun keuletan (p = 0,187). Ukuran efek yang diperoleh juga berada pada kategori kecil. Temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman afektif siswa dalam pembelajaran matematika cenderung relatif setara antara laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu, pengembangan sikap positif dan keuletan perlu dilakukan secara inklusif tanpa membedakan gender.