Riki Adi Pratama
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Formation of Students' Morals Through the Philosophy of Islamic Education: A Case Study in Islamic-Based Elementary Schools Sunariyah Sunariyah; Wiwin Sunita; Syaiful Anwar; Siti Zulaikhah; Riki Adi Pratama
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.588

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran filsafat pendidikan Islam dalam membentuk moral siswa sekolah dasar. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif di sebuah SD berbasis Islam, kajian ini menganalisis penerapan prinsip utama seperti tauhid, etika (adab), dan pengembangan fitrah dalam proses belajar-mengajar serta pembentukan karakter. Desain penelitian bersifat deskriptif-eksploratif untuk mengungkap hubungan antara teori filsafat pendidikan Islam dengan praktik harian dalam menumbuhkan akhlak siswa, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan empati. Data dikumpul melalui observasi, wawancara dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen. Hasil menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Islam ke dalam kurikulum, teladan pendidik, dan lingkungan sekolah yang religius secara signifikan meningkatkan perkembangan moral siswa. Kajian menyimpulkan bahwa filsafat pendidikan Islam berfungsi sebagai dasar konseptual sekaligus panduan praktis untuk memupuk akhlak mulia sejak usia dini. Temuan ini diharapkan menjadi referensi bagi pendidik dan pembuat kebijakan dalam merancang model pendidikan holistik berbasis spiritual.
Internalisasi Nilai-Nilai Akhlak Islami Pada Remaja Muslim di Era Budaya Fear of Missing Out (FOMO) Syifa Adilla Zahra; Siti Khotimah; Riki Adi Pratama; Yuberti Yuberti; Abd Rahman Hamid; Baharudin Baharudin
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 2 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i2.747

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi digital dalam beberapa dekade terakhir telah merombak tatanan komunikasi, akses informasi, serta interaksi sosial kalangan muda. Integrasi internet dan gawai pintar menjadikan dunia maya sebagai elemen vital dalam keseharian remaja. Hal ini memicu fenomena Fear of Missing Out (FOMO), yakni kecemasan akibat takut tertinggal dari tren atau interaksi digital yang dianggap penting. Bagi remaja Muslim, dampak FOMO melampaui aspek psikologis semata, melainkan berpotensi mengancam pembentukan karakter dan internalisasi nilai-nilai akhlak Islami. Arus informasi yang deras serta budaya pamer di media sosial dapat menggeser orientasi nilai, memicu kompetisi berlebihan, dan melemahkan kendali diri. Namun, riset yang secara spesifik menghubungkan FOMO dengan pembentukan akhlak Islami pada remaja Muslim masih minim. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemahaman dan implementasi nilai Islam di tengah dominasi budaya FOMO, serta menelaah keselarasan antara tujuan pendidikan Islam dengan realitas digital. Menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-kualitatif dan analisis isi terhadap literatur klasik dan kontemporer, hasil kajian menunjukkan bahwa FOMO berpotensi mengikis nilai keikhlasan, qana’ah, kerendahan hati, serta pengendalian diri. Implikasi dari temuan ini mengarah pada perlunya strategi pendidikan akhlak Islami yang adaptif melalui integrasi konsep tazkiyatun nafs, literasi digital berbasis nilai Islam, serta keteladanan di lingkungan keluarga dan pendidikan.  
Integrasi Literasi Digital dalam Pembelajaran PAI untuk Menghadapi Disinformasi Keagamaan di Era Digital Riki Adi Pratama; Nur Rohfitta; Silpa Silpa; Muhammad Abdullah Sidiq; Chairul Anwar
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 2 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i2.753

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah membuka akses yang lebih luas terhadap informasi keagamaan, namun di sisi lain juga memunculkan tantangan serius berupa maraknya disinformasi keagamaan yang beredar di ruang digital. Kondisi ini menuntut adanya penguatan literasi digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) agar peserta didik mampu memahami, mengevaluasi, dan memverifikasi informasi secara kritis dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan urgensi literasi digital dalam pendidikan Islam kontemporer, mengkaji strategi integrasinya dalam pembelajaran PAI, serta mengidentifikasi implikasi pedagogisnya terhadap pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari artikel jurnal ilmiah bereputasi, buku akademik, dan publikasi relevan yang selanjutnya dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital dalam pembelajaran PAI mencakup dimensi teknis, kognitif, dan etis yang terintegrasi secara harmonis dengan prinsip tabayyun sebagai landasan epistemologis Islam. Strategi integrasi dilakukan melalui penguatan kurikulum yang adaptif, penerapan problem-based learning, pemanfaatan media digital yang kredibel dan terseleksi, serta evaluasi pembelajaran berbasis literasi digital yang terukur. Integrasi tersebut tidak hanya mampu meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik, tetapi juga membawa implikasi yang signifikan terhadap pembentukan karakter, meliputi sikap kritis, selektif, bertanggung jawab, serta religius dalam menyikapi informasi keagamaan di ruang digital. Dengan demikian, integrasi literasi digital berbasis nilai-nilai Islam dalam pembelajaran PAI memberikan kontribusi yang strategis dan transformatif dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya cakap secara teknologi, tetapi juga mampu menghadapi arus disinformasi keagamaan secara bijak, moderat, dan penuh tanggung jawab di tengah tantangan era digital yang terus berkembang.