Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

OPTIMALISASI PERAN KADER POSYANDU DALAM MENDETEKSI DAN MEMPLOTTING KASUS KURANG GIZI PADA BALITA Siska Indrayani; Resda Pebriani; Nevi Susianty
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.54099

Abstract

Gizi kurang pada balita masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang berdampak pada tumbuh kembang anak serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Deteksi dini melalui pemantauan pertumbuhan menjadi strategi penting untuk mencegah dan menanggulangi masalah tersebut. Namun, keterampilan kader Posyandu dalam pengukuran antropometri dan plotting ke Kartu Menuju Sehat (KMS) masih terbatas, sehingga menghambat akurasi identifikasi kasus gizi kurang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan peran kader Posyandu melalui pelatihan berbasis teori, praktik, dan simulasi. Sebanyak 30 kader mengikuti pelatihan yang mencakup materi tentang gizi balita, stunting, teknik pengukuran antropometri sesuai standar WHO, plotting grafik KMS, serta interpretasi hasil. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan kader, dengan rata-rata nilai pre-test 58,6 meningkat menjadi 84,0 pada post-test (peningkatan 43,4%). Penerapan metode andragogi dan experiential learning terbukti efektif dalam memperkuat kompetensi kader. Dengan peningkatan kapasitas ini, kader mampu melakukan deteksi dini gizi kurang secara lebih tepat, mempercepat intervensi, serta mendukung percepatan penurunan stunting dalam upaya mewujudkan generasi emas Indonesia.
Hubungan Anemia dan Paritas terhadap Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Siska Indrayani; Surisna Okrianti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.11934

Abstract

Berdasarkan salah satu tujuan SDGs yang menjadi target Indonesia yaitu menurunkan angka kematian Neonatal hingga 12 per 1.000 kelahiran hidup. Hal ini mendapatkan perhatian penting buat Indonesia dikarenakan kematian neonatal memberikan kontribusi sekita 59% kematian bayi. Menurut Kemenkes RI Salah satu penyebab utama kematian Neonatal di Indonesia pada Tahun 2020 adalah karena BBLR 35,2%. Selain dikarenakan prematuritas, terdapat beberapa faktor lain penyebab BBLR salah satunya adalah dikarenakan anemia dan jumlah paritas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan anemia dan paritas terhadap kejadian BBLR. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan study cross sectional. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 553 dan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 85 responden. Analisa data dilakukan dengan analisa univariat dan bivariat dengan melakukan chi square dan odd ratio untuk mengetahui tingkat resiko masing-masing variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan anemia terhadap kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) dengan Pvalue=0,001 dan ada hubungan antara paritas terhadap kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) dengan Pvalue=0,030. Sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan anemia dan paritas terhadap kejadian berat badan lahir rendah (BBLR). Disarankan kepada pihak Puskesmas Sungai Apit agar lebih meningkatkan pengetahuan tentang anemia dan program Keluarga Berencana (KB) melalui penyuluhan sehingga Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) dapat menurun.
Edukasi Kesehatan Reproduksi Dan Gizi Remaja Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Sarah Fitria; Nova Avianti Rahayu; Siska Indrayani; Muhammad Wildan; Lidia Sari; Priawansyah Priawansyah; Prasetya Prasetya; Aidil Haris; Muhammad Ahyarudin
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1022

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas individu di masa depan. Pencegahan stunting perlu dilakukan sejak masa remaja, khususnya melalui peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan reproduksi dan gizi terhadap peningkatan pengetahuan remaja sebagai upaya pencegahan stunting di Kabupaten Siak. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah 50 remaja putri yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor pengetahuan sebelum intervensi sebesar 56,3 meningkat menjadi 82,7 setelah intervensi. Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai p < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasi terhadap peningkatan pengetahuan remaja. Edukasi kesehatan reproduksi dan gizi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja sebagai upaya pencegahan stunting. Diperlukan implementasi program edukasi berkelanjutan di sekolah dan masyarakat untuk mendukung percepatan penurunan stunting.
EDUKASI PEMENUHAN GIZI DAN POLA ASUH PADA BALITA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI POSYANDU LEMBAH DAMAI PEKANBARU Jumiati Jumiati; Resda Pebriani; Siska Indrayani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.61461

Abstract

Stunting pada balita masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia yang berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Rendahnya pengetahuan orang tua mengenai pemenuhan gizi seimbang dan penerapan pola asuh yang tepat menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya stunting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran orang tua balita mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan pola asuh yang tepat sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Lembah Damai Pekanbaru melalui empat kali kunjungan selama periode September 2025 hingga Januari 2026 dengan metode edukasi berupa ceramah, diskusi interaktif, tanya jawab, demonstrasi, serta pendampingan mengenai gizi seimbang, praktik pemberian makan responsif (responsive feeding), sanitasi lingkungan, dan pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditandai dengan kenaikan rata-rata skor dari 45% pada pre-test menjadi 88% pada post-test. Selain itu, terjadi perubahan perilaku orang tua dalam praktik pemberian makan, penerapan pola asuh yang lebih responsif, serta meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya pemantauan pertumbuhan balita dan pencegahan stunting. Pendekatan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan keluarga serta memperkuat peran Posyandu sebagai wadah promotif dan preventif dalam pencegahan stunting. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung percepatan penurunan angka stunting dan mewujudkan tumbuh kembang balita yang optimal.
PEMANTAUAN DAN EDUKASI PEMENUHAN GIZI SERTA POLA ASUH PADA BALITA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI POSYANDU LEMBAH DAMAI PEKANBARU Resda Pebriani; Siska Indrayani; Jumiati Jumiati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Inpress Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.61559

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu permasalahan gizi utama pada balita di Indonesia yang dipengaruhi oleh rendahnya pemenuhan gizi, praktik pemberian makan yang kurang tepat, serta pola asuh yang belum optimal. Upaya promotif dan preventif melalui edukasi serta pemantauan pertumbuhan balita diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dan mencegah terjadinya stunting sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai pemenuhan gizi seimbang, pola asuh responsif, dan pentingnya pemantauan pertumbuhan balita di Posyandu Lembah Damai Pekanbaru. Metode yang digunakan meliputi pemantauan status gizi melalui pengukuran antropometri (berat badan dan tinggi/panjang badan), penyuluhan interaktif, diskusi, demonstrasi praktik pemberian makan bayi dan anak (PMBA), serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti edukasi, meningkatnya pemahaman mengenai praktik pemberian makan yang benar, pentingnya pemantauan pertumbuhan secara rutin, serta kesadaran orang tua terhadap peran keluarga dalam pencegahan stunting. Kegiatan ini juga memperkuat peran kader Posyandu dalam pemantauan status gizi dan edukasi kesehatan masyarakat. Dengan demikian, kombinasi pemantauan pertumbuhan dan edukasi gizi serta pola asuh merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan keluarga dan mendukung upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan.
Technology-Based Care Model: Building a Sustainable Nursing System in Disadvantaged Areas Rizka Adela Fatsena; Dina Ahmed; Mona Abdallah; Siska Indrayani
Journal of World Future Medicine, Health and Nursing Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/health.v3i2.1910

Abstract

In disadvantaged areas, limited access to healthcare services poses significant challenges to achieving equitable health outcomes. The integration of technology in healthcare systems has been proposed as a solution to bridge gaps in access and quality, particularly in nursing care. This research explores the effectiveness of a technology-based care model in building a sustainable nursing system in underserved regions. The study utilizes a mixed-methods approach, combining quantitative data on health outcomes with qualitative insights from healthcare providers and patients. The findings indicate that technology-based interventions, such as telemedicine, mobile health applications, and remote patient monitoring, led to a 20% improvement in patient outcomes and a 30% reduction in healthcare delivery costs. Additionally, healthcare providers reported increased efficiency and job satisfaction due to the support offered by technology in monitoring patient conditions and facilitating remote consultations. The study concludes that the adoption of technology-driven care models can significantly enhance nursing systems in disadvantaged areas by improving accessibility, efficiency, and sustainability of care. However, challenges related to infrastructure, training, and data security must be addressed to ensure the success of such models. Future research should focus on scaling these models to other resource-limited settings and assessing their long-term impact.
Nutrition Education for Adolescent Girls as a Strategy for Intergenerational Stunting Prevention: A Quantitative Study at SMAN 03 Rumbai Siska Indrayani; Rina Oktaviana
Journal of World Future Medicine, Health and Nursing Vol. 3 No. 6 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/health.v3i6.3043

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem with long-term consequences for human capital and is influenced by nutritional conditions across the life course, including adolescence as a critical preconception period. Adolescent girls play a strategic role in intergenerational stunting prevention; however, nutrition literacy in this group remains relatively low. This study aimed to analyze the effect of nutrition education on improving nutrition knowledge among adolescent girls as a preventive strategy for intergenerational stunting among senior high school students.A quasi-experimental study with a one-group pretest–posttest design was conducted. The study participants consisted of 100 female students in grades X and XI from a senior high school in Rumbai, Indonesia, selected using a total sampling technique. Data were collected using a structured nutrition knowledge questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis included univariate and bivariate analyses. Normality was assessed using the Shapiro Wilk test, and differences in nutrition knowledge scores before and after the intervention were analyzed using a paired t-test with a significance level of p < 0.05.The mean nutrition knowledge score increased significantly from 65.42 ± 6.12 before the intervention to 81.30 ± 6.05 after the intervention (p < 0.001). A mean difference of 15.88 points indicates a substantial improvement in nutrition knowledge following the nutrition education program. In conclusion, nutrition education is effective in improving nutrition knowledge among adolescent girls and has the potential to serve as an upstream preventive strategy for intergenerational stunting.