Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

OPTIMALISASI ZAT PENGATUR TUMBUH 2,4-D DAN BAP PADA PROLIFERASI KALUS KOPI LIBERIKA (COFFEA LIBERICA) SECARA IN VITRO. Hidayat, Rahmat; Lizawati, Lizawati; Rainiyati, Rainiyati; Zulkarnain, Zulkarnain; Eliyanti , Eliyanti; Kartika, Elis
Biospecies Vol. 18 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v18i2.44922

Abstract

Coffee is one of the strategic plantation commodities that has high economic value and an important role in the national economy. Among the various types of coffee cultivated in Indonesia, Coffea liberica has great development potential, especially in areas such as Jambi Province. However, conventional propagation of Liberica coffee plants through seeds orcuttings still faces obstacles, such as low success rates and slow growth rates. Therefore, tissue culture techniques are an alternative solution to produce Liberika coffee seedlings in bulk, quickly, and uniformly. This study aims to optimize the effect of growth regulator (ZPT) concentration interaction of auxin (2,4-D) and cytokinin (BAP) on liberica coffee callusformation in vitro. Experiments were conducted at the Plant Biotechnology Laboratory, Jambi University, using a factorial completely randomized design (CRD) with two factors. The first factor is the concentration of 2,4-D which consists of two levels, namely 1 ppm (d1) and 2 ppm (d2). The second factor is the concentration of BAP which consists of five levels, namely 1 ppm (b1), 2 ppm (b2), 3 ppm (b3), 4 ppm (b4), and 5 ppm (b5). Parameters observed included color, structure, size, and callus weight after 12 weeks of culture. The results showed that the interaction between 2,4-D and BAP significantly affected all observation parameters. Callus with the highest size (2.66 cm) and weight (2.90 g) were obtained in the combination of 1 ppm 2,4-D + 4 ppm BAP and 2 ppm 2,4-D + 1 ppm BAP respectively. The callus was yellowishwhite to green and had a crumbly or compact structure, depending on the ZPT combination. In conclusion, a balanced combination of ZPT concentrations greatly determines the success of Liberika coffee callus proliferation, and the results of this study provide an essential basis for the development of efficient coffee tissue culture.
EDUKASI BIJAK PENGGUNAAN OBAT SAAT PUASA PADA MASYARAKAT TUGU KERIS SIGINJAI KOTA JAMBI Rahmat Hidayat; Amraini Amelia; Kristy Mellya Putri; Rahmad Fitrianto; Menrisal Menrisal; Chindiana Khutami; Putri Dewi Anggraini; Dwi Rahmawati; Talitha Salshabilla Azzahra; Sa'adatul Karimah; Egis Monica
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Inpress Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.57352

Abstract

Mayoritas penduduk di Indonesia beragama Islam dan menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadhan. Selama menjalankan puasa terjadi perubahan pola makan dari tiga kali sehari menjadi dua kali, yaitu saat berbuka puasa dan sahur. Perubahan pola makan ini juga berpengaruh terhadap waktu dan aturan penggunaan obat bagi masyarakat yang sedang menjalani terapi pengobatan. Kurangnya pemahaman mengenai cara penggunaan obat yang tepat selama berpuasa dapat menyebabkan penggunaan obat yang tidak sesuai sehingga berpotensi menurunkan efektivitas terapi. Oleh karena itu, diperlukan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan obat yang bijak dan tepat selama menjalankan ibadah puasa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di kawasan Tugu Keris Siginjai Kota Jambi dengan metode sosialisasi langsung kepada masyarakat menggunakan media leaflet sebagai sarana edukasi. Selain itu, kegiatan ini juga disertai dengan pembagian takjil kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memberikan respon yang positif terhadap kegiatan edukasi yang dilaksanakan. Hal ini terlihat dari antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan, partisipasi aktif dalam sesi diskusi, serta adanya interaksi antara tim pelaksana dan masyarakat. Secara umum kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan baik dan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat yang tepat dan aman selama menjalankan ibadah puasa.
PELATIHAN ADMINISTRASI DAN KESEKRETARIATAN LEMBAGA KREATIVITAS MAHASISWA INSAN CITA (LKM-IC) FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS JAMBI Hidayat, Rahmat; Muchlis , Fuad; Wahyudhi , Aditya; Perwira , Dody; Maulana, Muhammad; Syukri, Muhammad; Panjaitan, Riezky Pratama
Jurnal Pengabdian Masyarakat Pinang Masak Vol. 7 No. 1 (2026): Vol 7 No 1 (2026) juni 2026
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpm.v7i1.52141

Abstract

Kegiatan pelatihan Administrasi dan Kesekretariatan Lembaga Kreativitas Mahasiswa Insan Cita (LKM-IC) Fakultas Pertanian Universitas Jambi dilaksanakan sebagai upaya peningkatan kapasitas organisasi mahasiswa dalam bidang administrasi dan penyusunan proposal kerja sama kelembagaan. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memperkuat kompetensi peserta pada aspek kognitif, keterampilan, dan sikap profesional dalam mengelola kerja sama antar lembaga. Pelatihan menggunakan metode ceramah interaktif, Workshop, dan praktik langsung yang diikuti oleh 36 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek kognitif, di mana skor rata-rata Pre-test meningkat dari 58,03 menjadi 98,38, dengan nilai N-Gain sebesar 0,96 (kategori tinggi). Hal ini membuktikan efektivitas metode pelatihan dalam meningkatkan pemahaman peserta terhadap administrasi dan penyusunan proposal kerja sama. Pada aspek keterampilan (produk), sebanyak 83,3% kelompok memperoleh kategori Baik dan Sangat Baik dalam penilaian draf proposal yang dihasilkan, menunjukkan kemampuan peserta dalam menerapkan konsep yang dipelajari ke dalam produk nyata. Selain itu, hasil evaluasi afektif melalui kuesioner kepuasan peserta menunjukkan skor rata-rata keseluruhan 4,77 dari 5, dengan tingkat persetujuan peserta terhadap seluruh aspek pelatihan mencapai 95%. Peserta menilai bahwa materi pelatihan relevan dengan kebutuhan organisasi, narasumber menyampaikan materi dengan profesional, serta metode Workshop efektif dalam meningkatkan keterampilan praktis. Secara keseluruhan, kegiatan pelatihan LKM-IC terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi kognitif, afektif, dan keterampilan peserta. Model pelatihan berbasis ceramah interaktif dan Workshop kolaboratif dapat direkomendasikan untuk diterapkan pada kegiatan serupa, guna memperkuat kapasitas kelembagaan mahasiswa dan meningkatkan kualitas kerja sama antar organisasi di lingkungan perguruan tinggi.