Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

The Impact of Interactive E-Modules on Students’ Understanding of Basic Map Knowledge in Geography Learning Muhammad Ario Sya’bani; Nurul Azmi; Aisyah Trees Sandy; Yulian Widya Saputra
Edunesia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Research, Training and Philanthropy Institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51276/edu.v7i2.1734

Abstract

This study examined the effectiveness of interactive e-modules in improving Grade X students’ learning outcomes in basic map knowledge at SMAN 2 Tenggarong Seberang. The research used a quantitative pre-experimental one-group pretest–posttest design involving 22 students. Data were collected through a 10-item multiple-choice test and analyzed using descriptive statistics, Shapiro–Wilk normality testing, paired sample t-test, and Cohen’s d. The mean pretest score was 63.82, while the posttest mean increased to 77.73. The paired sample t-test showed a significant difference between pretest and posttest scores (p = 0.006), and the effect size indicated a moderate impact (d = 0.657). These findings show that interactive e-modules are effective in supporting student-centered geography learning and improving students’ conceptual understanding of map symbols, scale, orientation, and interpretation. The study contributes evidence for developing digital geography instruction that is more interactive, flexible, and conceptually meaningful in secondary education. It also supports wider use of e-modules in visual geography topics strategically.
ANALISIS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL) DI KELAS VII SMP NEGERI 1 SAMARINDA Iwil Trisanty; Juwari; Debby Ilromaitun; Nurul azmi; Aisyah Trees Sandy
JIIPSI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jiipsi.v6i2.5844

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kontekstual (CTL) serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Populasi penelitian meliputi seluruh siswa kelas VII-K yang berjumlah 32 siswa serta 2 guru mata pelajaran IPS. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian terhadap penerapan model pembelajaran (CTL) di kelas VII-K menunjukkan peningkatan keterlibatan, minat, dan pemahaman siswa, terutama dalam mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini terlihat dari antusiasme siswa dan hasil pengerjaan LKPD yang cukup baik. Penerapan model pembelajaran kontekstual (CTL) memiliki faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya. Berdasarkan tingkat minat belajar siswa serta kemampuan siswa dalam mengaplikasikan materi ke dalam konteks kehidupan nyata, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran ini relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran IPS.
Students’ Conceptual Difficulties in Understanding Maps and Scales: An Exploratory Descriptive Study Rahma Aulia Fithri; Najma Nur Mawaddah; Nurul Azmi; Mei Vita Romadon Ningrum
Edunesia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Research, Training and Philanthropy Institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51276/edu.v7i1.1567

Abstract

This study aims to describe students' conceptual difficulties in understanding maps and scales in geography learning. The study uses a qualitative approach with an exploratory descriptive model. Data were collected through in-depth interviews, classroom learning observations, and analysis of student work documents. The Research subjects consisted of ten Year 10 students from Samarinda State Senior High School 8, who were purposively selected to represent variations in academic ability and learning characteristics. The study's results showed three main categories: difficulties understanding the concept of scale, difficulties converting distance units, and difficulties interpreting and reading maps. These difficulties were influenced by the weak connection between conceptual understanding, spatial representation, and students' real experiences. The findings emphasise the need for visual-based contextual learning supported by interactive digital media. Implicitly, this study provides a basis for teachers and curriculum developers to sustainably strengthen students' spatial literacy and geospatial thinking skills. These results are relevant for further Research examining the relationship between conceptual difficulties and innovative learning strategies in the secondary school context.
PENGARUH MEDIA EVALUASI BERBASIS EDUCAPLAY TERHADAP HASIL BELAJAR IPS PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 48 SAMARINDA Rani Jerlita Taba; Juwari; Nurul Azmi; Aisyah Trees Sandy
JIIPSI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia Vol. 7 No. 1 (2027)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/5ee01v67

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media evaluasi berbasis Educaplay terhadap hasil belajar IPS. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran IPS dipengaruhi oleh penggunaan media evaluasi yang kurang variatif, sehingga diperlukan inovasi berupa media evaluasi digital yang mampu meningkatkan keterlibatan belajar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-experiment dan desain non-equivalent control group. Populasi berjumlah 123 peserta didik, dengan sampel kelas VIII C sebagai kelas eksperimen (32 peserta didik) dan VIII D sebagai kelas kontrol (30 peserta didik) melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes (pre-test dan post-test), dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji normalitas, homogenitas, independent sample t-test, dan N-Gain berbantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelas (sig. 0,000 < 0,05). Rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,5168 (kategori sedang) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 0,2912 (kategori rendah). Dengan demikian, penggunaan media evaluasi Educaplay terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPS. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan evaluasi pembelajaran digital interaktif pada mata Pelajaran IPS tingkat SMP.  
Post-Fire School Preparedness Analysis: A Case Study of Public Junior High Schools in Samarinda City Febbi Mawanda; Mei Vita Romadon Ningrum; Nurul Azmi; Juwari Juwari
Jurnal Geografika (Geografi Lingkungan Lahan Basah) Vol 7, No 1 (2026): GEOGRAFIKA
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jgp.v7i1.18962

Abstract

Samarinda City, the capital of East Kalimantan Province, has the highest fire incident rate in the province, with 158 incidents recorded from January to October 2025. Schools as educational institutions have a high vulnerability to fire disasters. This study aims to analyze the preparedness of public junior high schools (SMP) in fire-prone areas of Samarinda City in facing fire disasters. The study used a qualitative method with a case study approach in two schools, namely SMP Negeri 5 Samarinda and SMP Negeri 37 Samarinda. Data collection techniques through in-depth interviews, observation, and document studies. Data analysis used the Miles and Huberman model and the three-pillar framework of Disaster Safe Education Units (SPAB). The results showed that SMP Negeri 5 Samarinda had quite good preparedness in terms of physical facilities (25 units of APAR, assembly points, easy firefighter access) but weak in management and education aspects. SMP Negeri 37 Samarinda was at the unprepared level in all SPAB pillars because it only had 1 unit of APAR, no evacuation route, assembly points, or firefighter access. Both schools had never conducted a fire simulation. This study recommends the need for formal policies, the formation of disaster preparedness teams, and the implementation of regular fire simulations.
RESPON SISWA TERHADAP METODE OUTDOOR LEARNING BERBASIS LINGKUNGAN SEKITAR PADA MATERI KERAGAMAN BENTUK MUKA BUMI SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 24 SAMARINDA Uswatun Hasanah; Nurul Azmi; Yulian Widya Saputra; Sekar Arum Kedhaton
JIIPSI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jiipsi.v6i2.5839

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon siswa terhadap metode outdoor learning berbasis lingkungan sekitar siswa kelas VIII di SMP Negeri 24 Samarinda materi keragaman bentuk muka bumi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan siswa kelas VIII sebagai responden. Teknik pengumpulan data dilakukan melaui angket skala likert yang didukung dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon siswa terhadap penerapan metode outdoor learning berbasis lingkungan sekitar berada pada kategori respon positif. Hal ini ditunjukkan dari hasil presentase , dimana pada respon siswa terhadap pemahaman siswa sebesar 79,52%, respon siswa terhadap minat belajar sebesar 79,03%, respon siswa terhadap keterlibatan siswa sebesar 75,76% dan respon siswa terhadap pengalaman belajar sebesar 83,54%. Indikator pengalaman belajar memperoleh presentase tertinggi yang menunjukkan bahwa siswa merasakan pembelajaran yang lebih bermakna melalui kegiatan pengamatan langsung di lingkungan sekitar. Hasil wawancara juga menunjukkan bahwa siswa merasa lebih mudah memahami materi, lebh tertarik dalam mengikuti pembelajaran, serta lebih aktif selama kegiatan belajar langsung. Dengan demikian, penerapan metode outdoor learning berbasis lingkungan sekitar dapat memberikan tanggapan dan respon positif terhadap proses pembalajaran IPS, khususnya materi keragaman bentuk muka bumi di SMP Negeri 24 Samarinda.