Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Edukasi ASI Eksklusif Melalui WhatsApp Group dan Pendampingan pada Tujuh Hari Pertama Kelahiran Wahidah Sukriani; Noordiati Noordiati
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7 No Special-1 (2022): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v7iSpecial-1.2380

Abstract

The first days of birth are a vulnerable period for babies to be given prelactal food by mothers or families. Exclusive breastfeeding was associated with various factors, including media exposure. Social media such as WhatsApp is a new communication method for Health Education. Mothers exposed to media such as WhatsApp Groups have a greater opportunity to give exclusive breastfeeding. This community service aimed to increase the knowledge of pregnant women about exclusive breastfeeding and increased breastfeeding rates in Palangka Raya City. We used WhatsApp Groups as a medium for providing information about exclusive breastfeeding. Participants in the activity were carried out pretest before and posttest, after the activity was carried out and mentoring was carried out for seven days after birth. There was an increase in knowledge of the activity participants after providing information through WhatsApp Groups, and 70% of participants successfully gave their babies just mother’s milk for seven days after delivery. Health workers can use WhatsApp for providing health information, especially during the covid-19 pandemic.
Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Skor Maternal-Fetal Attachment pada Ibu Hamil Wahidah Sukriani; Endang Koni Suryaningsih
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.39 KB) | DOI: 10.26630/jk.v9i2.840

Abstract

Maternal-Fetal Attachment (MFA) is a bond between mother and fetus during pregnancy. MFA plays an important role in maternal and fetal health and affects mothers' decisions in healthy behaviors during pregnancy. Several factors predicted to affect the MFA is the age of pregnancy, maternal age, gravida, pregnancy status, marital status, occupation, income and education of the mother. This study aims to determine the factors associated with maternal-fetal attachment scores in pregnant women in the Panarung Puskesmas Palangka Raya. This was an observational analytic study with a cross-sectional design. A sample in this research is a pregnant woman who does a pregnancy examination at Puskesmas Panarung Kota Palangka Raya. The instrument used in this research is the Indonesian version of prenatal attachment inventory (IPAI). Data analysis was done by logistic regression. The results of statistical tests showed a significant relationship between gestational age with MFA score (p<0.05). Mothers with a gestational age >28 weeks had a better MFA score because the mother already felt the presence of her fetus.
Analisis Faktor Risiko Stunting pada Anak Usia 12-59 Bulan Noordiati Noordiati; Nurul Hikmah; Seri Wahyuni; Wahidah Sukriani; Greiny Arisani
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 06 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i06.1807

Abstract

Stunting adalah masalah gizi kronik yang disebabkan oleh banyak faktor dan terjadi secara lintas generasi. Di Indonesia masyarakat sering beranggapan bahwa tubuh pendek atau tinggi adalah keturunan. Persepsi yang salah di masyarakat perlu mendapatkan perhatian yang serius dari masyarakat dan pemerintah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 12-59 bulan. Desain penelitian adalah cross sectional dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Ketapang Kotawaring Timur. Populasi penelitian adalah anak yang berusia 12-15 bulan berjumlah 396 dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang. Hasil penelitian menujukkan bahwa pendidikan ibu (P-value = 0,010; OR = 4,4), pekerjaan ibu (P-value = 0,025; OR = 5,4), pemberian ASI eksklusif (P-value = 0,016; OR = 5,8) dan kejadian infeksi pada anak (P-value = 0,027; OR = 3,6) berhubungan dengan kejadian stunting. Sedangkan penghasilan, jenis kelamin anak, dan status imuniasasi anak tidak menunjukkan hubungan bermakna (P-value > 0,05). Stunting diakibatkan oleh multifaktor yang dimulai sejak kehamilan hingga masa prasekolah sehingga harus dicegah sedinini mungkin melalui kesehatan ibu, pemberian ASI, makanan yang bergizi, pencegahan penyakit infeksi dan lingkungan yang bersih.
The relationship of the maternal-fetal attachment and the attitude toward exclusive breastfeeding among pregnant women in Indonesia Wahidah Sukriani; Endang Koni Suryaningsih; Nguyen Dieu Linh
Journal of Health Technology Assessment in Midwifery Vol 3, No 1 (2020): May
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.808 KB) | DOI: 10.31101/jhtam.1324

Abstract

Compare to others province in Borneo, central Borneo has fail to meet the minimum target of exclusive breastfeeding, estimated only about 20.5%. However, in Palangka Raya City, the prevalence of exclusive breastfeeding roughly only 14.99% and this number has decreased slowly year by year. Maternal Fetal Attachment (MFA) is playing an important role to the mother’s attitude to breastfeed their babies when they birth. Maternal-fetal attachment also affected to the mother’s health practice attitude toward her pregnancy. The aimed of this study is to explore the relationship between maternal-fetal attachment and their attitude toward breastfeeding exclusively. The consecutive sampling was used to recruited 97 participants in this study. Rank spearmen was calculated to determine the relationship between two variables. The result finding there is no a significant relationship between maternal-fetal attachment and their attitude to breastfeed exclusively. Limitations and recommendations have been made in this article for further study in the same area.
INFORMASI KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PERILAKU BERPACARAN REMAJA DI PROVINSI KALIMANTAN TENGAH, INDONESIA ITMA ANNAH; WAHIDAH SUKRIANI; IRENE FEBRIANI
Journal of Nursing and Public Health Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Masa remaja merupakan masa yang unik dalam perkembangan manusia dan masa terpenting dalam menjaga kesehatan. Pada masa remaja terjadi perubahan fisik dan seksual yang signifikan sehingga ketertarikan seksual terhadap lawan jenis dan dorongan seksual juga berkembang. Perilaku seksual pranikah yang dilakukan oleh remaja mulai dari yang berisiko ringan seperti berpelukan dan berpelukan atau yang berisiko tinggi seperti berciuman dan berhubungan seks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis paparan informasi kesehatan reproduksi remaja terhadap perilaku berpacaran remaja di Provinsi Kalimantan Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan menganalisis data SKAP 2018 dengan unit analisis untuk Provinsi Kalimantan Tengah. Analisis data menggunakan SPSS Versi 22 untuk melihat pengaruh paparan informasi kesehatan reproduksi remaja terhadap perilaku berpacaran remaja dengan analisis bivariat menggunakan chi square. Hasil dan Pembahasan: Faktor umur, pendidikan dan tingkat kesejahteraan berhubungan dengan perilaku pacaran remaja di Kalimantan Tengah (p < 0,05). Usia Remaja Akhir, Pendidikan Tinggi dan Tingkat Kesejahteraan Menengah dan Bawah memiliki peluang lebih tinggi untuk terlibat dalam perilaku berkencan yang berisiko. Ada hubungan antara perolehan informasi luar ruang dengan perilaku berpelukan, ciuman, dll (p < 0,05), namun analisis risiko menunjukkan efek protektif. Remaja yang mendapatkan informasi dari luar memiliki peluang 3,38 kali untuk mencium, memeluk, dll dibandingkan dengan remaja yang tidak mendapatkan informasi.Kesimpulan: Diharapkan ada standar (Rambu) informasi KRR yang diberikan baik melalui media luar ruang, petugas, maupun Lembaga. Pelaksanaan Pelatihan Rutin terhadap para Guru tentang Kesehatan Reproduksi Remaja terkait hasil penelitian menunjukkan presentase terbesar informasi Kesehatan reproduksi dari petugas terbesar dari guru serta pemanfaatan Social Media seperti Facebook, Twitter, Instagram sebagai sarana pemberian informasi.
Gambaran ibu bersalin dengan kehamilan Postterm Di Blud RSUD Dr. Doris Sylvanus Palangka Raya Marliana Marliana; Wahidah Sukriani
Jurnal Forum Kesehatan : Media Publikasi Kesehatan Ilmiah Vol 10 No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52263/jfk.v10i2.210

Abstract

Kehamilan postterm mempunyai pengaruh terhadap perkembangan janin sampai kematian janin. Data statistik menunjukkan angka kematian dalam kehamilan lewat waktu lebih tinggi dibandingkan dalam kehamilan cukup bulan. Data di BLUD RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya dari tahun 2015-2017 terdapat 293 ibu bersalin dengan kehamilan postterm dan didapatkan 7 janin mengalami Intra Uterine Fetal Death (IUFD). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran ibu bersalin dengan kehamilan postterm di BLUD RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dengan kehamilan postterm di BLUD RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya pada tahun 2015-2017 yaitu sebanyak 293 ibu bersalin. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik consecutive sampling.Penelitian ini menggunakan data sekunder dari data register dengan alat bantu berupa format isian. Data penelitian dianalisis secara univariat.Hasil penelitian menunjukkan ibu bersalin dengan kehamilan postterm tertinggi pada nullipara (35,5%), umur 20-35 tahun (78,8%), pendidikan dasar (39,6%), Tidak bekerja (89,1%), persalinan Sectio Caesaria (65,6%). Diharapkan bidan dapat meningkatkan upaya promotif kepada masyarakat khususnya ibu hamil untuk melakukan kunjungan ANC secara rutin, untuk memantau kesehatan ibu maupun janin, sehingga dapat menurunkan risiko kehamilan postterm.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Jajan Sembarangan pada Anak di Sekolah Dasar Negeri Tengket 1 Kabupaten Bangkalan Wahidah Sukriani; Itma Annah; Herlinadiyaningsih Herlinadiyaningsih; Siti Hapsah Pahira
Jurnal Forum Kesehatan : Media Publikasi Kesehatan Ilmiah Vol 11 No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52263/jfk.v11i2.228

Abstract

Abstract – Maintaining health from an early age is important to do. Nutrition has an important role in the growth and development of a child. The habit of eating snacks at school is a habit that almost all students do at school. However, the importance of children's snacks at school is not supported by the nutritional content in the food consumed by students. Objective: to find out the factors that influence the habit of random snacks in children. Methods: This research method uses descriptive quantitative research methods, using a cross section study research design with data collection techniques carried out using a random survey of 20 elementary school children. Results: (1) The breakfast variable has a positive and insignificant relationship, (2) the variable knowledge of nutrition in food and (3) bringing supplies to school has a negative and significant relationship to the decision to consume random snacks, (4) the influence of variables X1, X2 , and X3 to Y of 42.32% while 57.68% is influenced by other variables outside the model. Conclusion: The variables of knowledge (X2) and carrying provisions (X3) have a significant influence on reducing students' decisions to consume random snacks at school.
Paparan Informasi Kesehatan Reproduksi Dengan Sikap Premarital Seks Dan Perilaku Berisiko Remaja (Analisis Data Sekunder SKAP 2019) Irene Febriani; Wahidah Sukriani; Itma Annah; Restu Krisnata
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 10, No 1 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v10i1.4566

Abstract

ABSTRAKRemaja adalah bagian perkembangan individu yang penting dan diawali dengan matangnya organ-organ fisik. Remaja mempunyai kesempatan memperoleh status kesehatan optimal, tetapi perilaku remaja tidak selalu mendukungnya. Informasi jika tidak diimbangi dengan adanya pendidikan kesehatan menjadikan remaja berusaha mencari informasi dan berpotensi berisiko melakukan premarital seks dan perilaku berisiko. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan antara informasi dengan sikap remaja tentang premarital seks dan perilaku berisiko, dilengkapi variabel lainnya usia, pendidikan, jenis kelamin dan kesejahteraan. Unit analisis Provinsi Kalimantan Tengah, menggunakan data sekunder Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program (SKAP) 2019 berjumlah 316 remaja secara systematic random sampling, desain penelitian cross sectional, dilaksanakan tahun 2020, data dianalisa menggunakan distribusi frekwensi dan simple multinomial. Hasil menunjukkan  64,4% tidak setuju dengan sikap premarital seks dan tidak melakukan perilaku berisiko. 91,2% telah menerima informasi melalui informasi luar ruang, petugas dan institusi. Sumber informasi berhubungan dengan sikap premarital seks (P Value 0.021), sumber informasi tidak berhubungan dengan perilaku berisiko. Umur berhubungan dengan sikap premarital seks (P Value 0,005) dan berperilaku berisiko (P Value 0,020). Jenis kelamin berhubungan dengan sikap premarital seks dan perilaku berisiko (P value 0,005). Variabel kesejahteraan keluarga tidak berhubungan dengan sikap premarital seks dan perilaku berisiko (P Value >0,05). Konten sumber informasi masih perlu untuk diperhatikan, fasilitator yang menyebarkan sumber informasi kembali perlu untuk diberikan pelatihan serta sasaran pemberian informasi disesuaikan dan tepat sasaran.Kata kunci: Informasi, Premarital seks, Berisiko, Remaja
Pelayanan Vaksinasi Covid-19 Bagi Remaja Usia 12-17 Tahun Di Sentra Vaksinasi Poltekkes Kemenkes Palangka Raya Seri Wahyuni; Greiny Arisani; Noordiati Noordiati; Wahidah Sukriani; Wijaya Atmaja Kusuma; Titik Istiningsih
Abdimas Mandalika Vol 1, No 2 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v1i2.7489

Abstract

Abstract:  : Vaccination activities for adolescents aged 12-17 years at the Vaccination Center of the Health Poltekkes Palangka Raya are a form of community service. The purpose of the COVID-19 vaccination service is to protect adolescents from exposure to COVID-19, establish herd immunity, and provide security when they carry out face-to-face learning (PTM). The method of implementing this activity includes socialization, taking care of activity permits, preparing suggestions and infrastructure, preparing officers, implementing, evaluating. The number of participants who were vaccinated was 6000 teenagers from various junior and senior high schools in Palangka Raya City, with a duration of 13 days. Recipients of adolescent vaccines who meet the requirements as many as 6000 people with dose 1 vaccination, 3 people with mild Post-Immunization Adverse Events (AEFI).Abstrak: Kegiatan Vaksinan bagi remaja usia 12-17 tahun di Sentra Vaksinasi Poltekkes Kemenkes Palangka Raya merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Tujuan pelayanan vaksinasi COVID-19 adalah melindungi para remaja dari paparan COVID-19,membentuk herd immunity, dan memberikan keamanan saat mereka melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi sosialisasi, mengurus perijinan kegiatan, menyiapkan saran dan prasarana, penyiapan petugas, pelaksanaan, evaluasi.    Jumlah peserta yang divaksin sebanyak 6000  remaja dari berbagai SMP dan SMA di Kota Palangka Raya, dengan lama pelaksanaan selama 13 hari. Penerima vaksin remaja yang  memenuhi syarat sebanyak apaian vaksinasi dosis 1 sebanyak 6000 orang, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) ringan sebanyak  orang 3 orang.
Pijat Oksitosin dan Perawatan Payudara terhadap Kecukupan AIR SUSU IBU (ASI) di Wilayah Kerja BLUD Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya Emelda DM; Riny Natalina; Wahidah Sukriani
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 10, No 3 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v10i3.5636

Abstract

Pendahuluan WHO menetapkan target cakupan pemberian  ASI eksklusif dalam 6 bulan pertama setidaknya mencapai 50%, namun faktanya hanya 38% bayi usia 0-6  bulan yang mendapat ASI eksklusif. Analisis terbaru menunjukkan bahwa pemberian ASI non-eksklusif berkontribusi pada 11,6% kematian pada anak di bawah usia 5 tahun. ASI mengandung nutrisi yang lengkap yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, memberikan perlindungan terhadap penyakit infeksi, meningkatkan kecerdasan mental dan emosional yang stabil serta spiritual yang matang diikuti perkembangan sosial yang baik. ASI yang belum keluar pada hari-hari pertama persalinan menjadi hambatan pada proses menyusui. Penelitian terdahulu menyebutkan bahwa pijat oksitosin dapat membantu pengeluaran ASI. Tujuan penelitian: Untuk menganalisis Pengaruh Pijat Oksitosin dan Perwatan Payudara Pada Kecukupan ASI Ibu Nifas Di Wilayah Kerja BLUD UPT Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya, bahan dan metode, Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental dengan dua kelompok, Populasi penelitian yaitu ibu nifas di wilayah kerja UPT BLUD Puskesmas Pahandut, sampel penelitian adalah 60 orang, 30 kelompok intervensi dan 30 kelompok kontrol, teknikpengambilan sampel adalah dengan purposive sampling, waktu penelitian pada bulan Januari-April 2023, analisis dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi Square hasil/temuan, Terdapat perbedaan pada kecukupan ASI kelompok intervensi dan kontrol dengan nilai p= 0,020. Pijat oksitosin dan perwatan payudara meningkatkan kecukupan ASI pada ibu nifas.  kesimpulan, Pijat oksitosin yang dikombinasi dengan perawatan payudara efektif dalam meningkatkan kecukupan ASI sehingga dapat diajarkan oleh tenaga kesehatan kepada keluarga ibu untuk membantu meningkatkan kecukupan ASI. Kata kunci: ASI, Nifas, Perawatan Payudara, Pijat Oksitosin