Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Keterpaparan Informasi Kesehatan Reproduksi terhadap Pengalaman Seksual Remaja Wahidah Sukriani; Itma Annah; Irene Febriani; Restu Krisnata; Sri Lilestina Nasution
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 5 No 4 (Oktober 2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.711 KB) | DOI: 10.33096/woh.v5i04.56

Abstract

Masa remaja adalah masa antara dari anak-anak menjadi dewasa yang ditandai dengan perubahan secara fisik dan seksual yang signifikan. Salah satu masalah yang seringkali muncul pada masa ini adalah perilaku seksual berisiko yang terjadi saat organ reproduksi belum matang. Saat ini informasi kesehatan reproduksi bagi sebagian masyarakat masih dianggap tabu. Data menunjukkan walaupun sebagian besar remaja telah mendapatkan informasi mengenai kesehatan reproduksi, namun perilaku seksual berisiko pada remaja tetap tinggi. Perilaku seksual berisiko disni seperti berciuman, berpelukan, meraba dan atau merangsang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterpaparan informasi kesehatan reproduksi remaja terhadap perilaku seksual remaja berisiko di Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional melalui analisa data Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program (SKAP) Remaja Tahun 2019 dengan unit analisis Provinsi Kalimantan Tengah. Hasil Penelitian menujukkan sebagian besar remaja di Kalimantan Tengah merupakan kelompok remaja awal (usia 10-14 tahun) yaitu 54,2%, berpendidikan dasar (65,7%), berjenis kelamin laki-laki (53,8%) dan memiliki tingkat kesejahteraan rendah (65,1%). Sumber informasi kesehatan reproduksi remaja dari media luar ruang terbanyak didapatkan melalui televisi (64,2 %), dari petugas terbanyak didapatkan dari guru (70,9%) dan dari institusi didapatkan terbanyak dari pendidikan formal (73,7%). Sebanyak 2,2 % remaja mengaku pernah melakukan hubungan seksual. Tidak terdapat hubungan antara keterpaparan informasi kesehatan reproduksi remaja dengan pengalaman seksual remaja di Kalimantan Tengah (p lebih kecil 0,05). Diperlukan kerjasama berbagai pihak dalam upaya promosi kesehatan reproduksi remaja dan pencegahan perilaku seksual berisiko pada remaja.
Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Asi Pada Bulan Pertama di Masa Pandemi Covid 19 di Kota Palangkaraya Sukriani, Wahidah; Tabela, Ruki; Noordiati, Noordiati; Arisani, Greiny; Wahyuni, Seri
Jurnal Kebidanan Malakbi Vol 4 No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/b.v4i1.605

Abstract

Breastfeeding is the best way a mother can give for the baby's health. Effective breastfeeding can save 820,000 children every year. The current exclusive breastfeeding rate is far below the target set globally, nationally, and locally in Central Kalimantan Province. The highest exclusive breastfeeding was given in the first month of birth and declined with the increasing age of the baby. Based on the Indonesia health profile report, there has been a decrease in the rate of exclusive breastfeeding since the start of the COVID-19 pandemic. This study aims to determine the factors associated with breastfeeding in the first month of the COVID-19 pandemic in Palangka Raya City. This research is an analytic study with a cross-sectional design. The sample in this study was breastfeeding mothers whose babies aged > 1 month met the inclusion and exclusion criteria, as many as 97 mothers. The analysis was carried out by univariate and bivariate with a chi-square test. The results showed that only 35.1% of mothers fully breastfed their babies in the first month and there was a relationship between parity and breastfeeding in the first month during the COVID-19 pandemic (p value < 0.05). It is expected that health workers can further improve education related to breastfeeding, especially during the pandemic to increase the baby's immunity to the covid virus and improve the baby's health.
The Effect of Providing Educational Videos on the Level of Knowledge and Attitudes of Adolescent Girls About Dysmenorrhea at SMA Negeri 1 Palangka Raya Sukriani, Wahidah; Salim, Stevany Paskarina; Bingan, Eline Charla Sabatina
JURNAL KEBIDANAN BESTARI Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Kebidanan Bestari
Publisher : Midwifery Departement Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkb.v8i2.188

Abstract

World Health Organization states that dysmenorrhea affects 1,769,425 women (90%), with 10-15% experiencing severe dysmenorrhea. The incidence rate of dysmenorrhea among productive-aged women in Indonesia ranges from 45%-95%. A preliminary study at SMA Negeri 1 Palangka Raya revealed that 86.7% of the students experienced dysmenorrhea, while 13.3% did not. Students who experience dysmenorrhea have different ways of managing it. Therefore, accurate information on managing dysmenorrhea is needed for the students at SMA Negeri 1 Palangka Raya. If not addressed, dysmenorrhea can cause mental and physical tension in teenagers, affecting their daily activities. Objective: To analyze the effect of providing educational videos on the knowledge and attitudes of female teenagers about dysmenorrhea at SMA Negeri 1 Palangka Raya.. Methodology: This research employs a pre-experimental design with a one-group pre-test post-test group design. The sample consists of 80 female teenagers from SMA Negeri 1 Palangka Raya. Results: The results indicate an increase in knowledge and attitude levels after providing educational videos to the female teenagers at SMA Negeri 1 Palangka Raya (p-value < 0.05). Conclusion: It is expected that these educational videos can be used to improve the knowledge and attitudes of female teenagers in dealing with dysmenorrhea.
Analisis Faktor Risiko Stunting pada Anak Usia 12-59 Bulan Noordiati Noordiati; Nurul Hikmah; Seri Wahyuni; Wahidah Sukriani; Greiny Arisani
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 06 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i06.1807

Abstract

Stunting adalah masalah gizi kronik yang disebabkan oleh banyak faktor dan terjadi secara lintas generasi. Di Indonesia masyarakat sering beranggapan bahwa tubuh pendek atau tinggi adalah keturunan. Persepsi yang salah di masyarakat perlu mendapatkan perhatian yang serius dari masyarakat dan pemerintah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 12-59 bulan. Desain penelitian adalah cross sectional dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Ketapang Kotawaring Timur. Populasi penelitian adalah anak yang berusia 12-15 bulan berjumlah 396 dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang. Hasil penelitian menujukkan bahwa pendidikan ibu (P-value = 0,010; OR = 4,4), pekerjaan ibu (P-value = 0,025; OR = 5,4), pemberian ASI eksklusif (P-value = 0,016; OR = 5,8) dan kejadian infeksi pada anak (P-value = 0,027; OR = 3,6) berhubungan dengan kejadian stunting. Sedangkan penghasilan, jenis kelamin anak, dan status imuniasasi anak tidak menunjukkan hubungan bermakna (P-value > 0,05). Stunting diakibatkan oleh multifaktor yang dimulai sejak kehamilan hingga masa prasekolah sehingga harus dicegah sedinini mungkin melalui kesehatan ibu, pemberian ASI, makanan yang bergizi, pencegahan penyakit infeksi dan lingkungan yang bersih.
FAKTOR YANG BERKAITAN DENGAN KECEMASAN REMAJA PUTRI DALAM MENGHADAPI HAID PERTAMA KALI (MENARCHE) PADA SISWI MI MUSLIMAT NU KOTA PALANGKA RAYA Sukriani, Wahidah; Audyta, Ema
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 15, No 1 (2025): Jurnal Ilmu Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Adila Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54444/jik.v15i1.150

Abstract

Menarche adalah menstruasi pertama yang terjadi pada remaja putri yang biasa terjadi dalam rentang usia 10-16 tahun. Saat ini di Indonesia usia menarche mulai terjadi pada usia kurang dari 9 tahun. Menarche yang terjadi lebih dini membutuhkan penyesuaian baik dari aspek kognitif, fisik, maupun psikologis agar tidak menimbulkan kecemasan. Berdasarkan hasil studi pendahuluan 2 siswi mengatakan cemas saat menarche. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan remaja putri dalam menghadapi haid pertama kali (menarche) di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muslimat NU Kota palangkaraya. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah remaja putri yang belum mengalami mencarche di MI Muslimat NU Kota Palangka Raya sejumlah 75 orang. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60 % remaja putri mengalami cemas, terdapat hubungan usia, pengetahuan, pendidikan orang tua dan sumber informasi terhadap kecemasan remaja putri dalam mengahdapi menarche (p < 0,05). Tenaga kesehatan dapat meningkatkan pemberian informasi mengenai menarche untuk mengurangi kecemasan remaja putri dalam menghadapi menarche.
A The Effect of Consumption of Moringa Leaves (Moringa Oleifera) on Increasing Hemoglobin Levels in Post Partum Mother in the City of Palangka Raya Utami, Dian Tri; Mawaddah, Sofia; Sukriani, Wahidah
JURNAL KEBIDANAN BESTARI Vol 7 No 01 (2023): Jurnal Kebidanan Bestari
Publisher : Midwifery Departement Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkb.v7i01.115

Abstract

ABSTRAKPENGARUH KONSUMSI DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU POST PARTUM DI KOTA PALANGKA RAYADian Tri UtamiLatar Belakang : Anemia nifas terjadi bila kadar hemoglobin (Hb) 2 dalam darahnya kurang dari 12,0 gr/% sebagai akibat ekspansi volume plasma yang lebih besar dari pada peningkatan konsentrasi Hemoglobin dalam sel darah merah. Sedangkan untuk cakupan pelayanan pada ibu nifas pada tahun 2017 adalah 77,7%, lebih rendah dibandingkan tahun 2016 sebesar 82,2%. Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian serius dari dinas kesehatan provinsi maupun dinas kesehatan kabupaten/kota karena masa ibu nifas masih tergolong masa kritis yang bisa menyebabkan kematian bayi dan ibu.Tujuan : Untuk Mengetahui Pengaruh Konsumsi Daun Kelor (Moringa Oleifera) Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Post Partum Di Kota Palangka RayaMetode : Jenis Rancangan dalam penelitian ini adalah desain penelitiannya one group pretest posttest, dengan jumlah sampel 35 responden.Hasil : Berdasarkan karakteristik responden menunjukkan bahwa responden terbanyak terdapat pada usia 21-35 tahun yaitu sebanyak 29 orang (82,9%), ibu dengan pola makan 2x/ hari yaitu sebanyak 28 orang (80,0%), ibu dengan pendidikan dasar dan menengah yaitu sebanyak 15 orang (42,9%). Rata- rata kadar hemoglobin yang diperoleh sebelum responden diberikan Konsumsi Daun Kelor ((Moringa oleifera) adalah 11,17 gr/dL dengan nilai tengah 11,30 gr/dL dan kadar hemoglobin terbanyak yang dimiliki responden yaitu 11,30 gr/dL. Rata- rata kadar hemoglobin yang diperoleh sesudah responden diberikan Konsumsi Daun Kelor ((Moringa oleifera) adalah 12,54 gr/dL dengan nilai tengah 12,60 gr/dL dan kadar hemoglobin terbanyak yang dimiliki responden yaitu 12,40 gr/dL. Kesimpulan : Hasil setelah diberikan perlakuan menunjukkan nilai signifikan atau p-value yaitu 0.001 (,0,05), sehingga terbukti ada Pengaruh Konsumsi Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Post Partum Di PMB E dan PMB E.D.Jumlah Halaman Jumlah TabelJumlah Gambar Jumlah Daftar Pustaka Kata Kuncinifas: xv+78 halaman : 12 Tabel: 3 Gambar: 51 Buah: Daun Kelor, Moringa Oleifera, Kadar Hemoglobin Ibu
Luaran Ibu Hamil dengan Covid-19 di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya: Outcomes of Pregnant Women with Covid-19 in dr. Doris Sylvanus Hospital Palangka Raya Wahyuni, Seri; Sukriani, Wahidah; Hodijah, Neneng; Arisani, Greiny
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.9761

Abstract

Pada beberapa kasus COVID-19, ibu hamil berisiko tinggi terkena penyakit parah. Penyebaran virus yang cepat telah menyebabkan peningkatan sepertiga angka kematian ibu saat lahir mati dan kematian ibu selama pandemi COVID-19, yang mengakibatkan memburuknya hasil kehamilan bagi ibu dan bayi di seluruh dunia. Dampak COVID-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik tetapi juga kesejahteraan mental ibu hamil. Tujuan: Untuk menganalisis outcome ibu hamil dengan COVID-19 di RSUD dr. RS Doris Sylvanus Palangka Raya. Metodologi: Desain studi kohort retrospektif digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik, komplikasi, dan kematian ibu dan perinatal pada ibu hamil dengan COVID-19 di BLUD dr. RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya. Sampel penelitian terdiri dari 175 ibu hamil yang dirawat pada bulan Juni 2020 hingga Maret 2021. Temuan: Mayoritas kasus terjadi pada usia kehamilan cukup bulan (74,9%), dengan gejala COVID-19 yang paling umum adalah tanpa gejala (68%, atau 119 orang) . Kategori berat badan lahir yang terbanyak adalah berat badan lahir normal (73,7% atau 129 kasus). Angka komplikasi ibu tertinggi adalah 82,9% (145 kasus), sedangkan 70,9% (124 kasus) tidak mengalami komplikasi perinatal. Kematian ibu dan perinatal masing-masing tercatat sebesar 8,6% (15 kasus). Terdapat hubungan antara usia kehamilan, gejala COVID-19, kematian ibu, berat badan lahir, komplikasi bayi, dan kematian bayi dengan status COVID-19 ibu.
Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja dalam Upaya Mencegah Perilaku Seksual Berisiko di Kota Palangka Raya Sukriani, Wahidah; Wahyuni, Seri
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v5i1.2127

Abstract

Adolescence is a transition period towards adulthood. During this period, risky sexual behavior often occurs. Palangka Raya is the capital of Central Kalimantan Province which is the third highest in child marriages in Indonesia. Information and education regarding inappropriate and correct sexuality as well as hidden messages in exposure to media containing pornographic content will increase teenagers' interest in premarital sex which can increase cases of child marriage. This community service activity aims to provide education to teenagers to understand reproductive health so that they can prevent and avoid risky sexual behavior. The method of implementing the activity is by giving a pretest, providing education about reproductive health and preventing risky sexual behavior in two stages, discussion and giving a posttest about adolescent knowledge about reproductive health to 30 activity participants. This activity was carried out at the Antang Bajenta youth posyandu in September 2022. The results of the activity showed that there was an increase in knowledge in the good category, from 13.3% to 76.7%. The conclusion is that this activity can increase teenagers' knowledge by 63.4%. It is hoped that this programs can be carried out regularly by health workers both at school and outside school, such as at youth posyandu and other youth activities.
DETEKSI DAN EDUKASI KESEHATAN MENTAL DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA REMAJA KOTA PALANGKA RAYA Wahyuni, Seri; Sukriani, Wahidah
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v2i1.2140

Abstract

Teenagers are the most vulnerable age group to experience stress and anxiety when faced with a new problem due to the COVID-19 outbreak. The purpose of this activity is to conduct early detection and mental health education during the Covid-19 pandemic for adolescents in Palangka Raya City. The method used in this activity is early detection of mental health with the Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9) followed by mental health education for adolescents. The results of this activity are 23.33% of adolescents who do not experience depression, 53.34% of mild depressive symptoms, and 23.33% of mild symptoms. encourage adolescents to share their feelings, take the time to provide support to adolescents, work together to resolve conflicts , educating youth to love themselves, reducing negative news viewing, sports/physical activities together, using social media wisely.
Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Asi Pada Bulan Pertama di Masa Pandemi Covid 19 di Kota Palangkaraya Sukriani, Wahidah; Tabela, Ruki; Noordiati, Noordiati; Arisani, Greiny; Wahyuni, Seri
Jurnal Kebidanan Malakbi Vol 4 No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/b.v4i1.605

Abstract

Breastfeeding is the best way a mother can give for the baby's health. Effective breastfeeding can save 820,000 children every year. The current exclusive breastfeeding rate is far below the target set globally, nationally, and locally in Central Kalimantan Province. The highest exclusive breastfeeding was given in the first month of birth and declined with the increasing age of the baby. Based on the Indonesia health profile report, there has been a decrease in the rate of exclusive breastfeeding since the start of the COVID-19 pandemic. This study aims to determine the factors associated with breastfeeding in the first month of the COVID-19 pandemic in Palangka Raya City. This research is an analytic study with a cross-sectional design. The sample in this study was breastfeeding mothers whose babies aged > 1 month met the inclusion and exclusion criteria, as many as 97 mothers. The analysis was carried out by univariate and bivariate with a chi-square test. The results showed that only 35.1% of mothers fully breastfed their babies in the first month and there was a relationship between parity and breastfeeding in the first month during the COVID-19 pandemic (p value < 0.05). It is expected that health workers can further improve education related to breastfeeding, especially during the pandemic to increase the baby's immunity to the covid virus and improve the baby's health.