Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pelatihan Edukatif Pengunaan Canva Sebagai Media Pembelajaran di Kalangan SMP Latumeten, Imanuel; Kamasi, Nadya V. V.; Barahama, Ameiliani Dianira; Marbun, Nasib; Surentu, Randy Voller; Panggabean, Siti Munawarah; Kusumadewi, Ni Ketut Evi; Sorongan, Dedi; Yuhasnita, Angeline
RESPINARIA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : PT Katersi Minar Permata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66785/respinaria.v2i2.139

Abstract

Perkembangan teknologi di era modern menuntut adanya inovasi dalam proses pembelajaran, termasuk di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pemanfaatan media pembelajaran berbasis digital menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, efektif, serta menumbuhkembangkan kreatifitas. Pengupayaan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran memiliki berbagai kendala salah satunya yaitu masih banyak siswa yang belum memiliki keterampilan memadai dalam menggunakan aplikasi desain grafis sederhana sebagai media pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas siswa SMP dalam memanfaatkan aplikasi Canva sebagai media pembelajaran. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan didalamnya terdapat sosialisasi, penyampaian materi, pelatihan praktik langsung, serta pendampingan dan tahap evaluasi hasil karya peserta. Para siswa SMP diberikan pemahaman mengenai fitur dasar Canva dan dilatih untuk membuat media pembelajaran berupa poster edukatif dan presentasi sederhana sesuai dengan materi pelajaran serta lingkungan sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mampu menggunakan Canva secara mandiri dan menghasilkan media pembelajaran yang kreatif dan edukatif. Dengan demikian, pelatihan edukatif penggunaan Canva sebagai media pembelajaran dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan di lingkungan SMP.
Pemanfaatan Sabun Eco-Enzyme sebagai Media Pemberdayaan ‎dan Edukasi Lingkungan Berkelanjutan Ernilawati; Siti Munawarah Panggabean
SAKALIMA: Pilar Pemberdayaan Masyarakat Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): December | SAKALIMA: Pilar Pemberdayaan Masyarakat Pendidikan
Publisher : WISE Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70211/sakalima.v2i2.293

Abstract

This study investigates the utilization of eco-enzyme soap as a medium for empowerment and sustainable environmental education, addressing the growing need for community-based approaches to environmental awareness and waste management in developing regions. Grounded in the principles of Education for Sustainable Development (ESD), the research aimed to explore how eco-enzyme soap production can function as both an educational innovation and a tool for socio-environmental empowerment. A participatory action research (PAR) design was employed, involving 25 purposively selected participants consisting of postgraduate students, teachers, and local community members in Palembang, Indonesia. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and participatory workshops, then analyzed thematically using Braun and Clarke’s six-phase framework. The results reveal that the eco-enzyme initiative enhanced environmental literacy, strengthened community collaboration, and generated economic value through small-scale entrepreneurship while simultaneously reducing household waste. Participants demonstrated improved understanding of scientific concepts such as fermentation and enzyme activity, along with increased awareness of sustainable living and collective responsibility. The findings confirm that eco-enzyme projects not only serve as effective pedagogical models integrating theory and practice but also promote empowerment through active engagement, leadership, and gender-inclusive participation. This study concludes that the integration of eco-enzyme production into educational and community programs provides a transformative framework for linking environmental science, social innovation, and sustainability. The implications emphasize that eco-enzyme initiatives can be institutionalized as scalable models for green education and local empowerment, informing policy development, curriculum innovation, and future research on community-based sustainability practices across diverse socio-educational contexts.
Identification of Colonial Architectural Elements on Building Facades in Bengkulu City Dwi Utami; Abdul Hamid Hakim; Mohammad Nur Dita Nugroho; Ringga Salsabila; Siti Munawarah Panggabean
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 15 No. 2 (2026): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v15i2.692

Abstract

The British and Dutch colonial invasion in Bengkulu left the image of the colonial area in the Khadijah and KH Ahmad Dahlan roads. Eight colonial buildings were found to be warehouses, residences, and schools, in a state of disrepair, neglect, or damage, so feared they would be erased. The research aims to identify colonial architectural elements on façades using a qualitative approach, collecting data from observations, documentation, interviews, and the literature to classify façades or conduct visual interpretation based on colonial architectural theory. The results revealed that the visual characteristics of the façade comprised 2 types of roofs, 2 types of walls, 3 types of floors, 2 types of doors, and 2 types of windows.  Elements of colonial architecture, namely the gable, bouvenlicht, nook actroterie, and geveltoppen with a terrace, as in Berendo, in the traditional house of Bengkulu. Bengkulu's colonial buildings are interpreted as symbols of superiority, cultural acculturation, and adaptation to the tropical climate. The results can enrich architectural science and serve as a reference for the preservation of colonial architecture in the city of Bengkulu.
Tipologi Bangunan Bekas Rumah Tinggal Tentara Kolonial Belanda di Kawasan Bintaran, Yogyakarta Siti Munawarah Panggabean; Sekar Ari Utari; Muhammad Sani Roychansyah
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 1 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9i1.96

Abstract

Yogyakarta adalah salah satu kota yang dikunjungi oleh Pemerintah Kolonial Belanda di Indonesia. Dengan kolonialisasi itu, pemukiman Belanda di Indonesia tidak hanya membawa perubahan sosial dan budaya tetapi juga membawa gaya arsitektur yang berbeda ke arsitektur rumah-rumah tinggal di Yogyakarta. Keunikan ini juga merupakan proses kombinasi konsep bangunan dan adaptasi dengan kenyamanan dan budaya lokal di Indonesia. Meskipun era kolonial telah berlalu lebih dari seabad, tetapi harus diperbaiki, warisan bangunan kolonial masih sangat penting khususnya untuk kota Yogyakarta. Terkait dengan pelestarian nilai dan identitas ini, kesepakatan mengenai bangunan kolonial penting untuk dieksplorasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tipologi dan karakteristik elemen fasad yang digunakan di Rumah Tinggal Tentara Kolonial di Bintaran, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Analisis dilakukan melalui kategorisasi elemen fasad, seperti jenis atap, kolom, jendela dan pintu. Hasil penelitian ini menunjukkan elemen fasade yang paling banyak digunakan adalah atap Limasan, kolom beton segi empat tanpa ornamen, pintu kayu krepyak dan jenis jendela kaca.