Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGARUH MEDIA EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG HYGIENE GENITALIA SAAT MENSTRUASI DI SMP NEGERI 2 KOTA BENGKULU RIZKI HASANAH, APRIL YANTI; HARTINI, LELA; EFRIANI, ROLITA
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v12i1.6337

Abstract

Pendahuluan: Masa remaja merupakan tahap kehidupan dimana orang mencapai proses kematangan emosional, psikososial, dan seksual. Hygiene menstruasi merupakan usaha yang dilakukan untuk mempertahankan kesehatan dan memelihara kebersihan genitalia saat menstruasi untuk mencegah infeksi. Di Indonesia 43,3 juta jiwa remaja usia 10-14 tahun berprilaku hygiene sangat buruk. Hasil riset di Indonesia membuktikan 5,2% remaja puteri di seluruh provinsi di Indonesia mengalami keluhan yang sering terjadi setelah menstruasi akibat tidak menjaga hygiene genitalia. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui pengaruh media edukasi leaflet terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang hygiene genitalia saat menstruasi pada remaja putri SMPN 2 Kota Bengkulu. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain “Quasy Experiment Pretest And Posttest With Control Group”. Teknik pengumpulan data berupa wawancara dengan instrumen penelitian adalah quisioner. Hasil dan Pembahasan: Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada pengaruh perbedaan rata-rata pengetahuan dan sikap remaja putri tentang hygiene genitalia saat menstruasi sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media edukasi leaflet (9.00) maupun dengan power point (7,71). Hasil uji statistik Mann-Whitney (p=0.013) menunjukkan media leaflet lebih berpengaruh terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri tentang hygiene genitalia saat menstruasi. Kesimpulan: Agar remaja putri dapat menerapkan cara menjaga hygiene genitalia saat menstruasi yang baik dan benar sebagai salah satu upaya mencegah terjadinya infeksi saluran reproduksi bagi remaja putri.
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN CALON PENGANTIN TENTANG KEHAMILAN SEHAT DI KANTOR URUSAN AGAMA KOTA BENGKULU HARTINI, LELA; ZELPITA, VEMMY; ANGGRAINI, DINA
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v12i1.6372

Abstract

Latar Belakang: Calon pengantin yang tidak mempersiapkan kehamilannya dengan maksimal akan berdampak pada komplikasi dalam proses kehamilan, persalinan, dan nifas yang berujung pada peningkatan morbiditas dan mortalitas untuk ibu dan bayi. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (tahun 2018), pravelensi Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil pada umur 15-19 tahun sebesar 33,5%, umur 20-24 tahun sebesar 23,3%, dan umur 25-29 tahun sebesar 16,7%. Sedangkan proporsi anemia pada ibu hamil tahun 2018 mencapai 48,9%. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan kompetensi calon pengantin mengenai kehamilan yang sehat. Metode Penelitian: Metode yang digunakan Pre Eksperimental (one group pretest and posttest). Penelitian ini menggunakan metode total sampling dengan sampel 41 calon pengantin perempuan. Cara pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Wilcoxon, dan multivariat menggunakan uji Ancova. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan kenaikan rata-rata kompetensi calon pengantin sebelum (9,10) dan sesudah (13,37) dengan beda mean (4,27) sebanyak 43,9% calon pengantin perempuan berusia dewasa awal, berpendidikan tinggi sebanyak 78%, yang memiliki pekerjaan sebanyak 56,1%. Terdapat pengaruh edukasi melalui media buku saku tentang kehamilan sehat dengan p-value= 0.000. Hasil analisa multivariat menunjukan pendidikan adalah faktor luar yang paling berpengaruh. Kesimpulan: Diharapkan kepada calon pengantin lebih berminat dalam meningkatkan pengetahuan seperti menggunakan buku saku online atau media lainnya untuk menambah informasi tentang persiapan kehamilan sehat.
Peningkatan Potensi Wirausaha Melalui Pemberdayaan Masyarakat Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Anak Melalui Pijat Bayi di Desa Sidoluhur Dewi, Ratna; Hartini, Lela; Yulyana, Nispi; Savitri, Wewet
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.15445

Abstract

Baby spa kini sedang menjadi tren di kalangan keluarga muda. Tren tersebut mungkin terjadi karena bisnis ini diyakini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan bayi. Kegiatan pijat bayi pada masyarakat Indonesia perannya masih dipegang oleh dukun bayi. Kegiatan pijat bayi di daerah Seluma terutama wilayah kecamatan Sukaraja pada umumnya dilakukan oleh dukun bayi dengan tanpa pelatihan dan belum menjadi suatu usaha dikarenakan belum memiliki sertifikat keahlian sebagai terapis pijat bayi. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah terlaksananya kegiatan PkM dengan dihasilkannya wirausaha Pijat Bayi sebagai upaya peningkatan kesehatan anak di Desa Sidoluhur Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma. Metode pelaksanaan kegiatan berupa menciptakan wirausaha pijat bayi dengan mengikutsertakan masyarakat (dukun bayi) dalam pelatihan baby spa melalui tahapan persiapan, pelaksanaan dan Evaluasi. Hasil kegiatan pada pengabdian kepada masyarakat berupa tersedianya wirausaha homecare pijat bayi dan pojot literasi sebagai upaya peningkatan kesehatan anak melalui pijat bayi di desa Sidoluhur kecamatan Sukaraja kabupaten Seluma. Diharapkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan sebagai upaya peningkatan Kesehatan anak, terdapatnya tenaga pijat bayi yang memiliki sertifikat keahlian.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS BENTIRING DAN BETUNGAN KOTA BENGKULU Hartini, Lela; Rosita , Bella; Damarini, Susilo
JURNAL BESUREK JIDAN Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Besurek Jidan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Bengkulu Volume 2 No 2
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jbj.v2i2.563

Abstract

ASI eksklusif merupakan pemberian ASI saja pada bayi sampai umur 6 bulan tanpa tambahan cairan ataupun makanan lain. Penelitian   ini bertujuan   untuk   mengetahui    Faktor-Faktor    Yang    Mempengaruhi Pemberian Asi Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Bentiring dan Puskesmas Betungan Kota Bengkulu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui yang mempunyai bayi usia >6-12 bulan di Puskesmas Bentiring dan Puskesmas Betungan Kota Bengkulu yang berjumlah 160 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 115 responden. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan lintas bagian (cross-sectional). Data dianalisis menggunakan uji chi square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian terdapat 54,8% diberikan ASI Eksklusif, 86,1% ibu berusia 20-35 tahun, 46,1% primi paritas, 53,9% dukungan suami kurang baik, 64,3% tidak bekerja dan 45,2% berpendapatan sedang. Terdapat hubungan antara umur, paritas, dukungan suami, pekerjaan ibu dan pendapatan keluarga terhadap pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Bentiring dan Puskesmas Betungan Kota Bengkulu Tahun 2022. Dari analisis multivariat dukungan suami merupakan variabel yang paling berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif. Usia, paritas, dukungan suami, pekerjaan ibu dan pendapatan keluarga terhadap pemberian ASI eksklusif. Bagi ibu menyusui memiliki bayi 6-12 bulan diharapkan mampu bekerja sama dengan baik bersama suami.    
Factors related to the incident respiratory distress syndrome on neonate at the Harapan and Doa Hospital, Bengkulu City Kusumawardhani, Febry; Nugraheni, Diah Eka; Solihat, Suci; Hartini, Lela; Yuniarti, Yuniarti
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jnki.2025.13(1).15-28

Abstract

Background: Apart from increasing morbidity and motility, respiratory problems in newborn babies are a condition that can result in respiratory arrest and even death. Premature birth, intrapartum problems (asphyxia or shortness of breath at birth), infections, and birth defects are the main causes of newborn deaths worldwide. Newborn babies can die from respiratory distress syndrome, and other causes. It is estimated that respiratory distress syndrome or its consequences cause thirty percent of all newborn deaths. Objectives: This study aims to determine the factors associated with the incidence of respiratory distress syndrome in neonates in the perinatology room at Harapan and Doa Regional Hospital in 2024 Methods: This study used a case control design with a retrospective method. The data taken is secondary data AND The sample for this study were all babies who were treated and diagnosed respiratory distress syndrome in the neonatalogy room at RSU Harapan and Doa in 2023, totaling 65 people. The sample collection technique for the control group was taken using a 1:1 ratio  systematic sampling using interval multiples, starting from data number 4 and so on using interval multiples of 4 so that you get the numbering numbers 4, 8, 12, 16 etc. up to the 65th control variable, so that the sample in this study amounted to 130 newborns consisting of 65 case variables and 65 control variables recorded in the register in the perinatalogy room at Harapan and Doa Hospital, Bengkulu City in 2023. Data were analyzed using the Chi-Square test to look for a relationship or correlation between the independent variables (maternal complications, type of delivery, gender, gestational age, birth weight) and the dependent variable respiratory distress syndrome. The level of statistical significance was set at a p value <0.05. Results: The results of this study show that the p-value of maternal complications is p=0.595 (p-value ≥0.05), type of delivery p= 0.074 (p-value ≥0.05), gender p= 0.289 (p-value ≥ 0.05), gestational age p= 0.000 (p-value ≤0.05), birth weight p= 0.000 (p value ≤0.05). Multivariate analysis showed that birth weight was the most dominant factor causing respiratory distress syndrome (OR 5.713; p=0.000).Conclusions: There is a significant relationship between gestational age and birth weight and the incidence of respiratory distress syndrome. However, no significant relationship was found between maternal complications, gender or type of delivery and the incidence of respiratory distress syndrome. 
PEMBERDAYAAN KADER DAN PAABUKI UNTUK MENINGKATKAN PRAKTIK PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN MP ASI PADA BADUTA Epti Yorita; Lela Hartini; Diah Ekanugraheni; Susilo Damarini; Elly Wahyuni; Desri Suryani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.27973

Abstract

Abstrak: Kejadian stunting di Indonesia masih tinggi dipengaruhi oleh pengetahuan, pendidikan, sikap, perilaku ibu infeksi, riwayat ASI eksklusif, budaya, akses ke pelayanan kesehatan. Oleh karena itu diperlukan partisipasi masyarakat melalui intervensi berbasis budaya seperti budaya Paabuki pada masyarakat di Pulau Enggano. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan kader dan Paabuki untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan kader dan ibu baduta tentang ASI Eksklusif Dan MP ASI. Mitra kegiatan adalah kader dan paabuki berjumlah 12 orang. Metode pelaksanaan berupa pelatihan kader, advokasi Paabuki serta edukasi tentang ASI dan MP ASI pada ibu baduta oleh kader yang dilatih. Kegiatan dilaksanakan di wilayah Kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara pada Desa Apoho dan Meok. Evaluasi kegiatan menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan kader dan ibu baduta tentang ASI dan MP ASI serta lembar observasi untuk melihat kemampuan kader dalam memberikan edukasi pada ibu baduta. Hasil kegiatan didapatkan peningkatan skor rerata pengetahuan kader sebelum pelatihan dari 65 menjadi 85, rerata skor kemampuan kader dalam melakukan promosi ASI dan MP ASI 1,56. Terjadi peningkatan pengetahuan ibu baduta tentang ASI dan MP ASI dari rerata skor sebelum promosi 47 meningkat menjadi 80. Disarankan kepada stake holder dan mitra kegiatan agar dapat melanjutkan promosi ASI dan MP ASI di Kecamatan Enggano dengan memberdayakan kader dan paabuki untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan serta mencegah stunting pada baduta.Abstract: The incidence of stunting in Indonesia is still high influenced by knowledge, education, attitudes, behavior of infected mothers, history of exclusive breastfeeding, culture, access to health services. Therefore, community participation is needed through culture-based interventions such as Paabuki culture in the community on Enggano Island. This community service activity aims to empower cadres and Paabuki to improve the knowledge, abilities of cadres and clown mothers about Exclusive Breastfeeding and MP Breastfeeding. The activity partners are cadres and paabuki totaling 12 people. The implementation method is in the form of cadre training, Paabuki advocacy and education about breastfeeding and MP breastfeeding for clown mothers by trained cadres. The activity was carried out in the Enggano District, North Bengkulu Regency in Apoho and Meok Villages. The evaluation of activities used a questionnaire to measure the knowledge of cadres and clowns about breastfeeding and MP breastfeeding as well as observation sheets to see the ability of cadres to provide education to baduta mothers. The results of the activity were an increase in the average score of cadre knowledge before training from 65 to 85, the average score of cadres in promoting breast milk and MP ASI was 1.56. There was an increase in the knowledge of clown mothers about breastfeeding and MP breastfeeding from the average score before the promotion of 47 increased to 80. It is recommended to stakeholders and activity partners to be able to continue the promotion of breastfeeding and MP breastfeeding in Enggano District by empowering cadres and paabuki to increase growth and development and prevent stunting in baduta.
PEMBENTUKAN KELOMPOK IBU HAMIL PEDULI STUNTING PADA 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN (HPK) WILAYAH DESA SIDOLUHUR DAN CAHAYA NEGERI KEC SUKARAJA KABUPATEN SELUMA Maigoda, Tonny; Hartini, Lela; Yaniarti, Sri; Yulyana, Nispi; Widiyanti, Desi; Eliana, Eliana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Indonesia
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The World Health Organization (WHO) reports an increase in stunting incidence data globally. The incidence of stunting in Indonesia is 24.4%, while the incidence of stunting in Bengkulu Province is 22.1%. The incidence of stunting in Seluma Regency is 24.7%. The Sidoluhur and Cahaya Negeri village areas are in Sukaraja District with the Babatan Community Health Center area with a stunting incidence of 3.6%.This activity aims to form a group of pregnant women concerned about stunting through health cadres as an intermediary for health services for pregnant women so that they can provide information to pregnant women so they can reduce the incidence of stunting in Seluma Regency.The method of this community service activity is to form a forum for pregnant women to care about stunting through posyandu cadres as intermediaries who will provide health education to pregnant women in Sidoluhur and Cahaya Negeri villages, Sukaraja District, Seluma Regency.This activity produced committed cadres and the formation of a group of pregnant women concerned about stunting which was supported by all parties, namely the Head of Sukaraja District, Head of Community Health Center, Village Head, Coordinating Midwife, Village Midwife. The final result was that there was provision to increase cadres' knowledge and Stunting Care in the First 1000 Days of Life (HPK) in Sidoluhur and Cahaya Negeri Villages, Sukaraja District, Seluma Regency.It is hoped that with the formation of a group for pregnant women concerned about stunting as a forum for reducing the incidence of stunting in the villages of Sidoluhur and Cahaya Negeri, the implementation and assistance of cadres can be continued so that they can help the government program to reduce stunting.
Prevention of Early Marriage Through the Formation of Information and Counseling Center Groups (Pik R) Junior High School 7 Sidoluhur Village Sukaraja Subdistrict Seluma District Destariyani, Elvi; Hartini, Lela; Rialike, Rialike; Mizawati, Afrina
DIKDIMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): DIKDIMAS : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT  VOL 2 NO 1 APRIL 2023
Publisher : Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/dikdimas.v2i1.57

Abstract

Women who married under the age of 16 in Seluma Regency, Bengkulu Province in 2019 with a percentage of 19.49%. The high rate of child marriage causes various health problems including mothers having a 35%-55% high risk of giving birth to babies with low birth weight (LBW).The method of implementing community service activities by forming a group of Youth Information and Counseling Centers (PIK R) SMP 7 Sidoluhur Village, Sukaraja District and continued with counseling on preventing early marriage. The activity was attended by 25 students of SMPN 7 Sidoluhur Village. The activity was carried out in collaboration with BKKBN Bengkulu Province. The results of the activity showed that students' knowledge about early marriage before the intervention was 40% poor, 52% sufficient and 8% good, and after the formation of PIK-R and counseling the level of knowledge was 72% sufficient and 28% good. It is expected that the BKKBN can foster PIK-R activities to increase students' knowledge and awareness of their reproductive health to reduce the incidence of early marriage.