Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH MEDIA EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG HYGIENE GENITALIA SAAT MENSTRUASI DI SMP NEGERI 2 KOTA BENGKULU RIZKI HASANAH, APRIL YANTI; HARTINI, LELA; EFRIANI, ROLITA
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v12i1.6337

Abstract

Pendahuluan: Masa remaja merupakan tahap kehidupan dimana orang mencapai proses kematangan emosional, psikososial, dan seksual. Hygiene menstruasi merupakan usaha yang dilakukan untuk mempertahankan kesehatan dan memelihara kebersihan genitalia saat menstruasi untuk mencegah infeksi. Di Indonesia 43,3 juta jiwa remaja usia 10-14 tahun berprilaku hygiene sangat buruk. Hasil riset di Indonesia membuktikan 5,2% remaja puteri di seluruh provinsi di Indonesia mengalami keluhan yang sering terjadi setelah menstruasi akibat tidak menjaga hygiene genitalia. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui pengaruh media edukasi leaflet terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang hygiene genitalia saat menstruasi pada remaja putri SMPN 2 Kota Bengkulu. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain “Quasy Experiment Pretest And Posttest With Control Group”. Teknik pengumpulan data berupa wawancara dengan instrumen penelitian adalah quisioner. Hasil dan Pembahasan: Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada pengaruh perbedaan rata-rata pengetahuan dan sikap remaja putri tentang hygiene genitalia saat menstruasi sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media edukasi leaflet (9.00) maupun dengan power point (7,71). Hasil uji statistik Mann-Whitney (p=0.013) menunjukkan media leaflet lebih berpengaruh terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri tentang hygiene genitalia saat menstruasi. Kesimpulan: Agar remaja putri dapat menerapkan cara menjaga hygiene genitalia saat menstruasi yang baik dan benar sebagai salah satu upaya mencegah terjadinya infeksi saluran reproduksi bagi remaja putri.
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN CALON PENGANTIN TENTANG KEHAMILAN SEHAT DI KANTOR URUSAN AGAMA KOTA BENGKULU HARTINI, LELA; ZELPITA, VEMMY; ANGGRAINI, DINA
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v12i1.6372

Abstract

Latar Belakang: Calon pengantin yang tidak mempersiapkan kehamilannya dengan maksimal akan berdampak pada komplikasi dalam proses kehamilan, persalinan, dan nifas yang berujung pada peningkatan morbiditas dan mortalitas untuk ibu dan bayi. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (tahun 2018), pravelensi Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil pada umur 15-19 tahun sebesar 33,5%, umur 20-24 tahun sebesar 23,3%, dan umur 25-29 tahun sebesar 16,7%. Sedangkan proporsi anemia pada ibu hamil tahun 2018 mencapai 48,9%. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan kompetensi calon pengantin mengenai kehamilan yang sehat. Metode Penelitian: Metode yang digunakan Pre Eksperimental (one group pretest and posttest). Penelitian ini menggunakan metode total sampling dengan sampel 41 calon pengantin perempuan. Cara pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Wilcoxon, dan multivariat menggunakan uji Ancova. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan kenaikan rata-rata kompetensi calon pengantin sebelum (9,10) dan sesudah (13,37) dengan beda mean (4,27) sebanyak 43,9% calon pengantin perempuan berusia dewasa awal, berpendidikan tinggi sebanyak 78%, yang memiliki pekerjaan sebanyak 56,1%. Terdapat pengaruh edukasi melalui media buku saku tentang kehamilan sehat dengan p-value= 0.000. Hasil analisa multivariat menunjukan pendidikan adalah faktor luar yang paling berpengaruh. Kesimpulan: Diharapkan kepada calon pengantin lebih berminat dalam meningkatkan pengetahuan seperti menggunakan buku saku online atau media lainnya untuk menambah informasi tentang persiapan kehamilan sehat.
Peningkatan Potensi Wirausaha Melalui Pemberdayaan Masyarakat Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Anak Melalui Pijat Bayi di Desa Sidoluhur Dewi, Ratna; Hartini, Lela; Yulyana, Nispi; Savitri, Wewet
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.15445

Abstract

Baby spa kini sedang menjadi tren di kalangan keluarga muda. Tren tersebut mungkin terjadi karena bisnis ini diyakini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan bayi. Kegiatan pijat bayi pada masyarakat Indonesia perannya masih dipegang oleh dukun bayi. Kegiatan pijat bayi di daerah Seluma terutama wilayah kecamatan Sukaraja pada umumnya dilakukan oleh dukun bayi dengan tanpa pelatihan dan belum menjadi suatu usaha dikarenakan belum memiliki sertifikat keahlian sebagai terapis pijat bayi. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah terlaksananya kegiatan PkM dengan dihasilkannya wirausaha Pijat Bayi sebagai upaya peningkatan kesehatan anak di Desa Sidoluhur Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma. Metode pelaksanaan kegiatan berupa menciptakan wirausaha pijat bayi dengan mengikutsertakan masyarakat (dukun bayi) dalam pelatihan baby spa melalui tahapan persiapan, pelaksanaan dan Evaluasi. Hasil kegiatan pada pengabdian kepada masyarakat berupa tersedianya wirausaha homecare pijat bayi dan pojot literasi sebagai upaya peningkatan kesehatan anak melalui pijat bayi di desa Sidoluhur kecamatan Sukaraja kabupaten Seluma. Diharapkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan sebagai upaya peningkatan Kesehatan anak, terdapatnya tenaga pijat bayi yang memiliki sertifikat keahlian.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS BENTIRING DAN BETUNGAN KOTA BENGKULU Hartini, Lela; Rosita , Bella; Damarini, Susilo
JURNAL BESUREK JIDAN Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Besurek Jidan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Bengkulu Volume 2 No 2
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jbj.v2i2.563

Abstract

ASI eksklusif merupakan pemberian ASI saja pada bayi sampai umur 6 bulan tanpa tambahan cairan ataupun makanan lain. Penelitian   ini bertujuan   untuk   mengetahui    Faktor-Faktor    Yang    Mempengaruhi Pemberian Asi Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Bentiring dan Puskesmas Betungan Kota Bengkulu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui yang mempunyai bayi usia >6-12 bulan di Puskesmas Bentiring dan Puskesmas Betungan Kota Bengkulu yang berjumlah 160 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 115 responden. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan lintas bagian (cross-sectional). Data dianalisis menggunakan uji chi square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian terdapat 54,8% diberikan ASI Eksklusif, 86,1% ibu berusia 20-35 tahun, 46,1% primi paritas, 53,9% dukungan suami kurang baik, 64,3% tidak bekerja dan 45,2% berpendapatan sedang. Terdapat hubungan antara umur, paritas, dukungan suami, pekerjaan ibu dan pendapatan keluarga terhadap pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Bentiring dan Puskesmas Betungan Kota Bengkulu Tahun 2022. Dari analisis multivariat dukungan suami merupakan variabel yang paling berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif. Usia, paritas, dukungan suami, pekerjaan ibu dan pendapatan keluarga terhadap pemberian ASI eksklusif. Bagi ibu menyusui memiliki bayi 6-12 bulan diharapkan mampu bekerja sama dengan baik bersama suami.    
Factors related to the incident respiratory distress syndrome on neonate at the Harapan and Doa Hospital, Bengkulu City Kusumawardhani, Febry; Nugraheni, Diah Eka; Solihat, Suci; Hartini, Lela; Yuniarti, Yuniarti
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jnki.2025.13(1).15-28

Abstract

Background: Apart from increasing morbidity and motility, respiratory problems in newborn babies are a condition that can result in respiratory arrest and even death. Premature birth, intrapartum problems (asphyxia or shortness of breath at birth), infections, and birth defects are the main causes of newborn deaths worldwide. Newborn babies can die from respiratory distress syndrome, and other causes. It is estimated that respiratory distress syndrome or its consequences cause thirty percent of all newborn deaths. Objectives: This study aims to determine the factors associated with the incidence of respiratory distress syndrome in neonates in the perinatology room at Harapan and Doa Regional Hospital in 2024 Methods: This study used a case control design with a retrospective method. The data taken is secondary data AND The sample for this study were all babies who were treated and diagnosed respiratory distress syndrome in the neonatalogy room at RSU Harapan and Doa in 2023, totaling 65 people. The sample collection technique for the control group was taken using a 1:1 ratio  systematic sampling using interval multiples, starting from data number 4 and so on using interval multiples of 4 so that you get the numbering numbers 4, 8, 12, 16 etc. up to the 65th control variable, so that the sample in this study amounted to 130 newborns consisting of 65 case variables and 65 control variables recorded in the register in the perinatalogy room at Harapan and Doa Hospital, Bengkulu City in 2023. Data were analyzed using the Chi-Square test to look for a relationship or correlation between the independent variables (maternal complications, type of delivery, gender, gestational age, birth weight) and the dependent variable respiratory distress syndrome. The level of statistical significance was set at a p value <0.05. Results: The results of this study show that the p-value of maternal complications is p=0.595 (p-value ≥0.05), type of delivery p= 0.074 (p-value ≥0.05), gender p= 0.289 (p-value ≥ 0.05), gestational age p= 0.000 (p-value ≤0.05), birth weight p= 0.000 (p value ≤0.05). Multivariate analysis showed that birth weight was the most dominant factor causing respiratory distress syndrome (OR 5.713; p=0.000).Conclusions: There is a significant relationship between gestational age and birth weight and the incidence of respiratory distress syndrome. However, no significant relationship was found between maternal complications, gender or type of delivery and the incidence of respiratory distress syndrome. 
PEMBENTUKAN KELOMPOK IBU HAMIL PEDULI STUNTING PADA 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN (HPK) WILAYAH DESA SIDOLUHUR DAN CAHAYA NEGERI KEC SUKARAJA KABUPATEN SELUMA Maigoda, Tonny; Hartini, Lela; Yaniarti, Sri; Yulyana, Nispi; Widiyanti, Desi; Eliana, Eliana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Indonesia
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The World Health Organization (WHO) reports an increase in stunting incidence data globally. The incidence of stunting in Indonesia is 24.4%, while the incidence of stunting in Bengkulu Province is 22.1%. The incidence of stunting in Seluma Regency is 24.7%. The Sidoluhur and Cahaya Negeri village areas are in Sukaraja District with the Babatan Community Health Center area with a stunting incidence of 3.6%.This activity aims to form a group of pregnant women concerned about stunting through health cadres as an intermediary for health services for pregnant women so that they can provide information to pregnant women so they can reduce the incidence of stunting in Seluma Regency.The method of this community service activity is to form a forum for pregnant women to care about stunting through posyandu cadres as intermediaries who will provide health education to pregnant women in Sidoluhur and Cahaya Negeri villages, Sukaraja District, Seluma Regency.This activity produced committed cadres and the formation of a group of pregnant women concerned about stunting which was supported by all parties, namely the Head of Sukaraja District, Head of Community Health Center, Village Head, Coordinating Midwife, Village Midwife. The final result was that there was provision to increase cadres' knowledge and Stunting Care in the First 1000 Days of Life (HPK) in Sidoluhur and Cahaya Negeri Villages, Sukaraja District, Seluma Regency.It is hoped that with the formation of a group for pregnant women concerned about stunting as a forum for reducing the incidence of stunting in the villages of Sidoluhur and Cahaya Negeri, the implementation and assistance of cadres can be continued so that they can help the government program to reduce stunting.
Correlation Between MCH Book Utilization and Pregnant Women’s Knowledge of Pregnancy Danger Signs at Telaga Dewa Health Center Aufanisa Putri Utami; mariati mariati; Lela Hartini; Rialike Burhan
Proceeding of Banten Internasional Conference on Health Advancement and Research Vol. 1 No. 1 (2026): Proceeding Banten International Conference on Health Advancement & Research (BI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy is a critical phase in a woman’s life cycle and may be accompanied by complications that threaten maternal and fetal health. The Maternal and Child Health (MCH) Handbook, known in Indonesia as Buku KIA, functions as both a documentation tool and an educational medium for pregnant women. However, its utilization remains suboptimal, and many mothers still lack adequate knowledge of pregnancy danger signs. This study aimed to examine the relationship between the use of the MCH Handbook and pregnant women's knowledge of danger signs during pregnancy in the Telaga Dewa Health Center area, Bengkulu City, in 2025. A quantitative analytical survey with a cross-sectional design was conducted among 73 pregnant women selected through total sampling. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using univariate and bivariate analysis, with a Chi-square test applied at a 95% confidence level. Results showed that 58.9% of respondents used the MCH Handbook, while 41.1% did not. Additionally, 52.1% of respondents demonstrated poor knowledge of pregnancy danger signs. Bivariate analysis confirmed a significant association between MCH Handbook utilization and maternal knowledge (p = 0.000). In conclusion, the MCH Handbook significantly contributes to improving maternal knowledge regarding pregnancy danger signs. Strengthening mothers’ engagement with the handbook and ensuring continuous support from health workers are recommended to optimize its effectiveness.
Perceptions And Experiences Of Prospective Brides And Grooms And Ora Officers Regarding The Use Of “Suscatinting” Application Lela Hartini; Betty Yosephin Simanjuntak; Diah Eka Nugraheni
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 11 No. 1 (2026): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmik.v11i1.1001

Abstract

Background: Efforts to prevent stunting should begin in the preconception stage, especially among prospective married couples. The SusCatinTing (Premarital Course for Stunting Prevention) application is a digital-based intervention designed to improve the knowledge and experiences of prospective couples, especially regarding the First 1,000 Days of Life. It offers educational content of healthy pregnancies, maternal nutrition, and the concept of a harmonious family. To ensure inclusivity, the application features audio-based learning for users with visual impairments or limited literacy, alongside a Google Maps integration to help locate the nearest Office of Religious Affairs (ORA). This study aims to explore the perceptions, experiences of prospective brides and grooms in using the SusCatinTing application. Method: This study used a qualitative design to understand the phenomenon perception and experience. The research stages are systematically structured, starting with identifying informants, data collection, analysis, and drawing conclusions. Data collection was conducted through in-depth interviews and observations. Informants were selected purposively according to predetermined criteria so that the obtained can support the achievement of the research objectives. Each ORA was represented by one couple as the main informants. Supporting informants consisted of one marriage registrar, one marriage registration officer, and one Head of ORA from each selected office. Result: Almost all prospective couples participated in scheduled premarital guidance sessions conducted by the ORA. While many had heard of stunting previously, few were aware of it through the ORA. Most respondents were unfamiliar with SusCatinTing until they saw promotional posters during their marriage registration process. All respondents reported the app to be user-friendly, though it requires an internet connection. Conclusion: The findings suggest that the SusCatinTing application is a highly effective digital tool. It serves as a practical, innovative model for providing essential stunting prevention education to couples entering marriage.
A PENGARUH MEDIA FLIPBOOK TERHADAP PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KOTA BENGKULU: PENGARUH MEDIA FLIPBOOK TERHADAP PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KOTA BENGKULU Lela Hartini; Deta Hidayati; Nispi Yulyana
JURNAL BESUREK JIDAN Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Besurek Jidan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Bengkulu Volume 4 No 2
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jbj.v4i2.1328

Abstract

Latar Belakang: Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi sangat penting untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan imunitas bayi. Namun, tingkat cakupan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Kandang, Kota Bengkulu, masih rendah, yaitu 27%. Upaya pendidikan kesehatan melalui media yang menarik seperti flipbook dianggap efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu menyusui tentang pemberian ASI eksklusif. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas flipbook dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental pretest-posttest. Ukuran sampel adalah 38 partisipan. Teknik pengambilan sampel purposif digunakan dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan menggunakan uji t berpasangan dan uji t independen. Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan pada skor pengetahuan rata-rata ibu menyusui setelah menerima pendidikan menggunakan flipbook (p<0,005). Hal ini menunjukkan bahwa flipbook efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif. Kesimpulan: Flipbook efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif. Media ini dapat digunakan sebagai metode pendidikan alternatif dalam pelayanan kesehatan ibu di puskesmas.
HUBUNGAN STANDAR PELAYANAN ANTENATAL CARE DENGAN KEPUASAN IBU HAMIL TRIMESTER III YANG BERKUNJUNG DI PUSKESMAS KOTA BENGKULU : HUBUNGAN STANDAR PELAYANAN ANTENATAL CARE DENGAN KEPUASAN IBU HAMIL TRIMESTER III YANG BERKUNJUNG DI PUSKESMAS KOTA BENGKULU Dwie Yunita Baska; Dona Clarita; Lela Hartini
JURNAL BESUREK JIDAN Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Besurek Jidan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Bengkulu Volume 5 No 1
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jbj.v5i1.1363

Abstract

Angka kematian ibu (AKI) masih menjadi masalah di Indonesia, termasuk di Provinsi Bengkulu. Pada 2023 tercatat 39 kasus di Provinsi Bengkulu dan 3 kasus di Kota Bengkulu. Upaya penurunan AKI dapat dilakukan dengan peningkatan pelayanan Antenatal Care (ANC) sesuai standar, karena ANC optimal berperan dalam deteksi dini komplikasi kehamilan. Namun, cakupan kunjungan ANC K6 di beberapa Puskesmas Kota Bengkulu seperti Sukamerindu, Kuala Lempuing, dan Sawah Lebar masih di bawah target. Hal ini mendorong peneliti mengkaji hubungan antara standar pelayanan ANC dengan kepuasan ibu hamil trimester III. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik cross sectional, dilaksanakan di tiga Puskesmas Kota Bengkulu. Populasi adalah 56 ibu hamil trimester III, dengan sampel 50 responden yang dipilih secara purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner standar pelayanan ANC dan kepuasan ibu hamil. Hasil penelitian menunjukkan 17 responden (34,0%) menerima pelayanan ANC tidak terstandar; dari jumlah ini, 13 orang (76,5%) tidak puas dan 4 orang (23,5%) puas. Sebanyak 33 responden (66,0%) memperoleh pelayanan ANC sesuai standar. Uji Chi-Square menghasilkan p-value 0,001. Kesimpulan, pelayanan ANC sesuai standar meningkatkan kepuasan ibu hamil. Puskesmas disarankan memperkuat mutu pelayanan terutama pemenuhan 10 T, termasuk edukasi dan konseling, guna mendukung kesehatan ibu dan bayi serta menekan AKI di Kota Bengkulu