Articles
Perancangan Infografik Siluk Merah sebagai Ikan Endemik Indonesia yang Terancam Punah
Aditya Nur Pambudi;
Edo Galasro Limbong;
Muhammad Iqbal Qeis
Cipta Vol 1, No 2 (2022): Cipta
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1511.476 KB)
|
DOI: 10.30998/cipta.v1i2.1667
Tujuan penelitian untuk mengedukasi masyarakat khususnya para remaja mengenai ikan arwana yang merupakan satwa dilindungi dan dikategorikan terancam punah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data bersumber dari studi pustaka, observasi dan wawancara dengan narasumber. Studi pustaka dilakukan dengan mengumpulkan data-data literatur seperti buku, jurnal, maupun artikel ilmiah terkait objek ikan arwana. Observasi dilakukan dengan mengunjungi PT. Arwana yang berlokasi di Cibubur. Wawancara dilakukan secara langsung dengan bapak Suwandi selaku Manajer operasional pemasaran PT. Arwana sebagai ahli mengenai ikan arwana. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah dibuatnya infografik berjudul Ikan Arwana “Siluk Merah Terancam Punah” dengan gaya konsep perancangan desain ilustrasi yaitu flat design, serta menggunakan warna-warna yang cerah. Penggunaan konsep-konsep pada infografik ini disesuaikan untuk target audience dengan rentang umur 12 sampai 19 tahun. Diharapkan infografik ini dapat menyampaikan informasi secara jelas dan juga informatif yang dirancang melalui video animasi bergerak agar nantinya mudah dipahami oleh target audience. Format yang dipakai dalam infografik ini yaitu H264 atau MP4 HD, frame size wide 16:9 1920 x1080 pxl, dan frame rate 29,97 fps (frame per second) agar memberikan kenyamanan saat menonton video ini. Dari hasil infografik ini diharapkan masyarakat akan dapat mengetahui ikan arwana sebagai satwa dilindungi dan perlunya untuk menjaga keberlangsungannya di alam khususnya remaja sebagai upaya pelestarian ikan arwana.
Animating Indonesian folklore “Smong” as a child-friendly guide for disaster preparedness
Agung Zainal Muttakin Raden;
Muhammad Iqbal Qeis;
Siriporn Maneechukate
Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 19 No. 1 (2024)
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33153/dewaruci.v19i1.3868
Smong is a folklore from Simeulue Island in the western part of Indonesia. Smong contains wisdom about disaster preparedness and mitigation related to earthquakes and tsunamis. Although located near the epicenter of the earthquake, the inhabitants of Simeulue Island managed to save themselves when the 2004 Indian Ocean earthquake and tsunami disaster occurred through the local wisdom taught in the form of Smong folklore. As Indonesia sits in an earthquake and tsunami-prone area, the local wisdom of the inhabitants of Simeulue Island needs to be widely disseminated as a form of disaster preparedness. However, Smong is taught using the Devayan Language indigenous to Simeulue Island. Therefore, there is a need to adapt this into a modern platform so it can be understood throughout the nation, especially by the younger generation as an early guide for emergency preparedness. This article will discuss the process of adapting the folklore “Smong” into a child-friendly digital media in the form of animation for Indonesian society. The adaptation used the design thinking method through a double-diamond approach which consists of Discover, Define, Develop, and Deliver. The adaptation resulted in an animated film depicting the local wisdom from Simeulue Island accompanied by a song in the Indonesian language so it can be understood and becomes a medium of learning for the child about disaster preparedness related to earthquakes and tsunamis.
Penyuluhan dan Pendampingan Strategi Pasar dan Merek Dagang untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM di Kebumen
Muhammad Iqbal Qeis;
Endah Widati;
Askardiya Mirza Gayatri
Darma Cendekia Vol. 2 No. 1 (2023): Darma Cendekia
Publisher : CV Buana Prisma Sejahtera
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.60012/dc.v2i1.50
Kebumen adalah salah satu kabupaten di provinsi Jawa Tengah yang memiliki cukup banyak pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Terdapat sekitar 42 ribu pelaku UMKM di Kebumen yang tersebar di berbagai bidang. Namun, para pelaku UMKM ini memiliki keterbatasan sehingga sulit untuk menjangkau pasar yang luas. Berdasarkan kunjungan dengan mitra yaitu Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kebumen, Jawa Tengah kepada UMKM di Kebumen, terutama di sekitar Desa Lemahduwur, Kuwarasan, salah satu hal yang diperlukan untuk meningkatkan daya saing UMKM di pasar adalah perbaikan dalam pengemasan dan penentuan merek dagang. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan fokus kepada pendampingan UMKM dalam bentuk pelatihan dan penyuluhan para penggiat UMKM sebagai peserta terkait penetapan segmentasi serta atribut produk seperti merek dagang, estetika logo, dan kemasan. Hasil kegiatan menunjukkan pemahaman peserta bahwa keputusan terkait produk tidak hanya pada aspek produksi saja namun juga harus mempertimbangkan identitas khas sesuai segmentasi pasar agar produk memiliki daya saing di pasar.
Branding Produk UMKM Pempek Gersang
Muntazori, Ahmad Faiz;
Listya, Ariefika;
Qeis, Muhammad Iqbal
Jurnal Desain Vol 6, No 03 (2019): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (458.265 KB)
|
DOI: 10.30998/jd.v6i3.4252
Tujuan penelitian ini untuk meredesain logo yang tepat bagi produk UMKM sebagai bagian dari branding berdasarkan hasil penelitian ilmiah. Produk tersebut adalah pempek Palembang yang memiliki inovasi yakni tanpa kuah. Metode kualitatif deskriptif dipakai dalam penelitian ini dengan pendekatan estetika, pendekatan ilmu komunikasi dan ilmu pemasaran. Teknik pengumpulan data yakni studi pustaka, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain logo yang paling sesuai merepresentasikan brand Pempek Gersang adalah mengangkat mengenai inovasi produknya dalam hal cara memakan pempek yang menjadi kelebihan brand Pempek Gersang dibanding pempek lainnya. Tahapan perancangannya adalah mengevaluasi desain sebelumnya, menggali informasi, merumuskan creative brief, riset, eksplorasi ide dan membangun konsep, memvisualisasikan keyword, membuat alternatif desain, serta menyempurnakan desain akhir. Desain logonya menampilkan ikon karakter yang nampak antusias hendak mengkonsumsi pempek dengan mudahnya sesuai dengan konsep produknya. Diharapkan melalui logo baru, brand UMKM ini dapat bertahan dalam jangka waktu yang panjang sesuai dengan tujuan branding.
Analisis Ikonisitas Visual karakter Utama Pada Film The Watchmen
Saptodewo, Febrianto;
Qeis, Muhammad Iqbal;
Sidhartani, Santi;
Anto, Puji
ULTIMART Jurnal Komunikasi Visual Vol 17 No 2 (2024): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31937/ultimart.v17i2.3946
Film has become a powerful medium for introducing complex and deep characters to its audience. This research adopts an approach in the field of visual communication design to explore how the main characters in the film "Watchmen" can be deepened through various visual and narrative elements. Focusing on six main characters: Dr. Manhattan, Ozymandias, Rorschach, Silk Spectre, Nite Owl, and The Comedian, this study analyzes how the visual analysis can help strengthen the characters' identities and development in creating a cohesive visual narrative by using the visual iconicity approach. Through this approach, the research not only aims to understand the characters in the context of the film but also to explore how visual communication design can depict the psychological and emotional dimensions of characters more deeply. The results of this research are expected to provide new insights into understanding the influence of visual communication design on character narrative in the context of modern cinema. Keywords: character design; visual analysis; visual iconicity; watchmen
Perancangan Cerita Bergambar Kuliner Kue Geplak Betawi Untuk Anak
Astuti, Mega Putri;
Qeis, Muhammad Iqbal;
Sidhartani, Santi
Cipta Vol 3, No 3 (2025): Cipta
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30998/cipta.v3i3.3978
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang cerita bergambar sebagai media yang dapat memperkenalkan kembali kuliner kue geplak Betawi. Kue geplak merupakan salah satu kuliner Betawi yang muncul di keseharian masyarakat. Namun, kue geplak saat ini menjadi salah satu panganan tradisional khas Betawi yang mulai sulit ditemui pada masa sekarang. Saat ini kue geplak sudah semakin langka karena kurangnya peminat terhadap kue-kue tradisional. Media buku cerita bergambar ini bertujuan untuk menjadi wadah baru dalam pengembangan pengetahuan kuliner yang sudah jarang ditemui sehingga dapat dijadikan media edukasi kuliner betawi kepada generasi muda agar tidak hilang dimakan waktu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dan informasi dari beberapa pihak dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil dari penelitian ini adalah perancangan buku cerita bergambar yang menjelaskan mengenai cara pembuatan kuliner kue geplak dan juga sejarah keberadaan kue geplak. Kelebihan buku ini adalah buku ini memiliki cerita yang menarik dengan visual yang dapat membantu anak-anak membayangkan cerita sehingga anak-anak dapat tertarik untuk mengenal kuliner Betawi, khususnya kue geplak Betawi.
Analisis Ikonisitas Visual karakter Utama Pada Film The Watchmen
Saptodewo, Febrianto;
Qeis, Muhammad Iqbal;
Sidhartani, Santi;
Anto, Puji
ULTIMART Jurnal Komunikasi Visual Vol 17 No 2 (2024): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31937/ultimart.v17i2.3946
Film has become a powerful medium for introducing complex and deep characters to its audience. This research adopts an approach in the field of visual communication design to explore how the main characters in the film "Watchmen" can be deepened through various visual and narrative elements. Focusing on six main characters: Dr. Manhattan, Ozymandias, Rorschach, Silk Spectre, Nite Owl, and The Comedian, this study analyzes how the visual analysis can help strengthen the characters' identities and development in creating a cohesive visual narrative by using the visual iconicity approach. Through this approach, the research not only aims to understand the characters in the context of the film but also to explore how visual communication design can depict the psychological and emotional dimensions of characters more deeply. The results of this research are expected to provide new insights into understanding the influence of visual communication design on character narrative in the context of modern cinema. Keywords: character design; visual analysis; visual iconicity; watchmen
Pengenalan Cerita Rakyat Kesenian Sintren Cirebon melalui Perancangan Buku Pop Up
Sentosa, Falda Bangkit;
Qeis, Muhammad Iqbal;
Nuriyanti, Widya
Cipta Vol 2, No 1 (2023): Cipta
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30998/cipta.v2i1.1998
Tari Sintren adalah budaya tradisi yang banyak berkembang di daerah pesisir utara Jawa. Salah satu daerah yang memiliki kesenian tari sintren ini adalah Cirebon. Secara etimologi, Sintren merupakan gabungan dari dua suku kata yaitu Si dan Tren yaitu bentuk lain dari kata putri. Sehingga Sintren merujuk pada Si Putri yang menjadi pemeran utama dalam kesenian ini. Banyak sanggar kesenian yang melakukan upaya pelestarian kesenian ini dengan melakukan kegiatan dan memperkenalkan tarian sintren melalui pertunjukan dari panggung ke panggung. Namun, keberadaan kesenian sintren hampir dilupakan karena kurangnya minat warga untuk mempelajari kesenian ini. Penelitian ini bertujuan untuk merancang media buku pop up berjudul “Sintren Cirebon” untuk mengenalkan kepada masyarakat, khususnya anak-anak tentang cerita legenda di balik kesenian sintren agar dapat menarik minat anak-anak untuk mengenal tarian khas Cirebon ini. Dengan adanya buku pop up ini, diharapkan minat anak-anak terhadap legenda dan kesenian tradisional meningkat serta dapat tertarik untuk ikut melestarikan kebudayaan tradisional di Indonesia, khususnya kesenian sintren di Cirebon.
Perancangan buku ilustrasi mengenai perjalanan sukses atlet sebagai inspirasi dan motivasi remaja
Nurhayati, Risma;
Qeis, Muhammad Iqbal;
Zaharani, Yuni
Cipta Vol 3, No 2 (2024): Cipta
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30998/cipta.v3i2.3455
Remaja saat ini menghadapi tantangan terkait kesehatan mental, kurangnya motivasi, bahkan meningkatnya angka bunuh diri. Hal ini diantaranya disebabkan oleh tekanan sosial, ekspektasi yang tinggi, serta pengaruh media digital yang semakin memperburuk kondisi remaja. Remaja kerap merasa putus asa dan kehilangan arah. Permasalahan ini memerlukan perhatian serius karena berdampak langsung pada kesejahteraan individu dan masa depan generasi muda. Tujuan penelitian ini adalah merancang buku ilustrasi mengenai perjalanan sukses atlet sebagai inspirasi dan motivasi remaja. Buku ini dirancang dengan visual yang menarik dan narasi inspiratif. Elemen visual dan cerita digabungkan untuk menyampaikan pesan motivasi secara efektif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan data dari studi literatur, observasi daring, dan wawancara. Hasil penelitian adalah buku ilustrasi mengenai perjalanan sukses atlet sebagai inspirasi dan motivasi, ditujukan untuk remaja usia 15-25 tahun dari berbagai latar belakang ekonomi yang menyukai bulu tangkis. Buku ini berukuran 20 x 25 cm, menggunakan ilustrasi vektor dengan warna cerah serta font Lucky Bones dan Petchlamoon untuk memperkuat tema motivasi. Ilustrasi di setiap bab mendukung narasi, menciptakan pengalaman membaca yang mendalam. Buku ini diharapkan dapat memberikan dukungan kepada remaja untuk menemukan arah hidup yang lebih positif, memperbaiki kesejahteraan mental, serta memaksimalkan potensi diri.