Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENGELOLAAN WADUK PURBOYO SEBAGAI DESA WISATA DI KABUPATEN MALANG Nurin Fitriana; Eny Dyah Yuniwati; Azhar Adi Darmawan; Rizalnur Firdaus
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2022): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v6i2.1393

Abstract

Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Purwosekar Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang yang memiliki tujuan yaitu pembuatan area wisata di sekitaran Waduk Purboyo, membuat area kolam ikan disekitaran aliran waduk dan produk olahannya sebagai potensi desa dan membuat area hiburan di kawasan waduk dan sekitarnya. Implementasi ke dalam beberapa kegiatan, antara lain pembersihan waduk dan pelatihan terkait pengembangan produk olahan untuk mendukung potensi lokal yang dijadikan metode dalam pengabdian ini. Dalam hal ini dilakukan kegiatan pelatihan budidaya ikan dan produk olahan ikan yang di kembangkan di area kolam sekitaran Waduk Purboyo. Target luaran dari pengabdian ini adalah untuk menciptakan destinasi wisata di waduk dengan meningkatkan potensi waduk. Dengan cara ini diharapkan pada akhirnya kawasan waduk dapat dikembangkan sebagai sarana pariwisata, menyebarluaskan pemasaran produk hasil masyarakat pedesaan, dan membantu peningkatan perekonomian Desa Purwosekar.
Persepsi Stakeholder Hasil Pengujian Sifat Biologi Tanah Produksi Biomassa untuk Pembangunan Pertanian Berkelanjutan di Kabupaten Probolinggo Hendro Prasetyo; Zaenal Kusuma; Eny Dyah Yuniwati
Folium : Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 7 No. 1 (2023): Folium : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/folium.v7i1.19251

Abstract

Soil damage by biomass production is a change in the basic properties of the soil in the area of biomass production caused by human actions. This study aims to analyze the damage to soil biomass production based on the biological characteristics of six sub-districts consisting of 12 villages in Probolinggo. The methods used are quantitative and qualitative methods, which include taking soil and plant samples, testing, surveis, interviews, and FGD (Focus Group Discussion). The results of the FGD data are used to determine stakeholder perceptions regarding information on soil properties. The results of the survei at the sampling location showed that the soil texture was moderate, the structure was hard, and the soil thickness was around 50-150 cm. Two villages had a low category bacterial population ranging from 5.5×105–7.3×105 cfu/gram and 5 villages had a very low category bacterial population ranging from 9.55×104–2.45×106 cfu/ grams. Mushroom populations from 7 villages have a very low category of 6.15×104–2.75×105 cfu/gram and 5 villages have a low category. Bacterial and fungal populations in 12 villages showed that soil damage had not occurred, indicating that the abundance of bacteria and fungi was above the critical threshold (<102 cfu/gram). The results of stakeholder perceptions show ignorance that soil biological properties are an indicator of soil damage and ignorance that the continuous use of chemical fertilizers can kill bacteria and fungi.
POTENSI LOKAL WADUK PURBOYO MENJADI KAWASAN WISATA Nurin Fitriana; Eny Dyah Yuniwati; Azhar Adi Darmawan; Rizalnur Firdaus
SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4 No 1 (2022): Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian 4 UM Metro tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Desa Purwosekar Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang bertujuan 1) Pembuatan area wisata di sekitaran waduk Purboyo; 2 Membuat area kolam ikan disekitaran aliran waduk dan produk olahannya sebagai potensi desa; 3). Membuat area hiburan di kawasan waduk dan sekitarnya. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian di Desa Purwosekar Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang ini dilaksanakan dengan adanya beberapa kegiatan yaitu menjaga kondisi waduk tetap bersih, adanya pelatihan terkait pengembangan produk olahan yang mendukung potensi lokal. Dalam hal ini dilakukan kegiatan pelatihan budidaya ikan dan produk olahan ikan yang di kembangkan di area kolam sekitaran waduk Purboyo. Kegiatan pengabdian ini memiliki target luaran berupa terciptanya kawasan wisata di area waduk dengan adanya pemberdayaan potensi area waduk yaitu kolam untuk budidaya ikan dan produk olahan. Dengan demikian diharapkan pada akhirnya mampu mengembangkan kawasan waduk menjadi wahana pariwisata untuk membantu menyebarluaskan promosi produk-produk buatan masyarakat pedesaan dan meningkatkan perekonomian warga
Waduk Purboyo Sebagai Wahana Wisata Didukung Dengan Budidaya Dan Produk Olahan Ikan Nurin Fitriana; Eny Dyah Yuniwati; Rizalnur Firdaus; Azhar Adi Darmawan
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2024): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v8i1.1392

Abstract

Desa Purwosekar Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang merupakan lokasi kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan 1) Pembuatan area wisata di sekitaran waduk Purboyo; 2 Membuat area kolam ikan disekitaran aliran waduk dan produk olahannya sebagai potensi desa; 3). Membuat area hiburan di kawasan waduk dan sekitarnya. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian di Desa Purwosekar Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang ini dilaksanakan dengan adanya beberapa kegiatan yaitu menjaga kondisi waduk tetap bersih, adanya pelatihan terkait pengembangan produk olahan yang mendukung potensi lokal. Dalam hal ini dilakukan kegiatan pelatihan budidaya ikan dan produk olahan ikan yang di kembangkan di area kolam sekitaran waduk Purboyo. Kegiatan pengabdian ini memiliki target luaran berupa terciptanya kawasan wisata di area waduk dengan adanya pemberdayaan potensi area waduk yaitu kolam untuk budidaya ikan dan produk olahan. Dengan demikian diharapkan pada akhirnya mampu mengembangkan kawasan waduk menjadi wahana pariwisata untuk membantu menyebarluaskan promosi produk-produk buatan masyarakat pedesaan dan meningkatkan perekonomian di Desa Purwosekar.
Pemanfaatan Kebun Pangan Universitas Sebagai Sarana Pengajaran Hortikultura: Belajar dari Pengalaman Proyek Yuniwati, Eny Dyah
Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Vol. 1 No. 3 (2024): Jurnal Penelitian Tindakan Kelas (Januari)
Publisher : CV Bimbingan Belajar Assyfa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61650/jptk.v1i3.268

Abstract

Teknologi Produksi Hortikultura Maju merupakan mata kuliah pilihan Program Studi Agroteknologi. Pengembangan produk hortikultura Indonesia terhambat oleh peraturan perundang-undangan dan pengembangan teknis yang tidak efisien, keterbatasan kemampuan sumber daya manusia, lemahnya kelembagaan hortikultura, dan inovasi teknologi yang kurang optimal. Topik ini memotivasi dan meningkatkan mahasiswa Teknologi Pascapanen Hortikultura. Kursus ini mengajarkan siswa bagaimana menggunakan agronomi, pemuliaan tanaman, perlindungan tanaman, ilmu tanah, dan ilmu sosial untuk meningkatkan efisiensi, kualitas, dan keberlanjutan sumber daya melalui praktik pertanian. Produk hortikultura tropis, termasuk sayuran, tanaman hias, obat-obatan, rempah-rempah, dan buah-buahan, akan terkena dampaknya. Fokus penelitian ini pada komoditas, morfologi, lingkungan tanaman, varietas tanaman, dan metodologi pertumbuhan tanaman sayuran tomat membatasi hal tersebut. Siswa mengikuti PjBL offline-online. Identitas ditentukan melalui kuesioner pengantar. Setiap tahapan kegiatan PjBL dinilai melalui angket, brainstorming, penugasan, dan observasi media laporan. Untuk memperoleh keterampilan ini, gunakan pembelajaran berbasis proyek (PjBL). PjBL melibatkan pembuatan rencana dan jadwal proyek, meninjau kualitas pelajar, membuat pertanyaan terpandu untuk desain eksperimental, memantau kemajuan melalui laporan, bertukar pikiran, dan mengevaluasi proyek. Banyak faktor yang mengukur motivasi belajar siswa, termasuk keterlibatan perkuliahan dan keterlibatan curah pendapat. Hasil menunjukkan bahwa brainstorming selama pembelajaran berbasis proyek (PjBL) meningkatkan kapasitas pembelajaran. Eksperimen lapangan mengajarkan siswa bagaimana membudidayakan berbagai tanaman hortikultura untuk produksi tanaman.
Is it feasible to establish a connection between cassava and rice in terms of their image? Yuniwati, Eny Dyah; Darmayanti, Rani; Karim, Samuel
Revenue Journal: Management and Entrepreneurship Vol 1 No 2 (2023): Revenue Journal: Management and Entrepreneurship (December)
Publisher : CV. Bimbingan Belajar Assyfa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61650/rjme.v1i2.271

Abstract

Cassava can be consumed through various processing methods, including boiling, frying, grilling over wood charcoal, and pounding and processing into a starchy paste known as getup. During its day, this tradition exhibited qualities that were commendable, pragmatic, and held significant worth. Nevertheless, successfully adopting these preparations and cuisines among the millennial age and age Z necessitates ingenuity and inventiveness. This study investigates the potential of cassava rice as a viable alternative to paddy rice while also proposing strategies to enhance the reputation and market perception of cassava rice to match that of paddy rice objects. The researchers employed a systematic literature review methodology, which was subsequently followed by a comprehensive analysis and comparison of the data put forth in earlier investigations. The findings of the study indicate that cassava rice has the potential to serve as a viable alternative to traditional rice on a national scale. Hence, cassava rice can be analogous to regular rice due to its significant carbohydrate content, allowing it to fulfill the same dietary role. The primary objective of this research is to establish a foundation for micro companies to conduct experimental trials in order to substantiate the advantages of cassava rice, both in terms of its nutritional value and its potential for use in various recipes. The research is constrained by its methodology, which relies on longitudinal and laboratory findings as the theoretical foundation.
Alternative waste management: composting and biochar conversion for metal remediation Yuniwati, Eny Dyah; Novitasari, Dwi Rizki; Kamran, Ali
Revenue Journal: Management and Entrepreneurship Vol 1 No 1 (2023): Revenue Journal: Management and Entrepreneurship (June)
Publisher : CV. Bimbingan Belajar Assyfa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61650/rjme.v1i1.310

Abstract

Palm oil agribusiness drives agricultural economic growth the greatest. Developing palm oil agriculture can solve economic issues. Despite low productivity, swamp areas can be used to grow oil palm plants to increase palm oil production. Due to low plant cultivation technology use from sowing to harvest and soil amelioration, plant productivity needs to be maximized. This study will qualitatively synthesize all research data to investigate biochar and organic materials as soil fertility and productivity supplements in swamp terrain. This study summarises primary research using a systematic review. Peer-reviewed PDF-formatted scientific literature. Journal articles in Indonesian and English on Instagram's usefulness as a digital socialization medium, especially in government institutions, were chosen. The Harzing Publish or Perish software searched Google, ScienceDirect, and Emerald for relevant papers from the past five years. This literature review was synthesized using a narrative method to group similar retrieved data by outcomes measured to meet objectives. According to the results, palm oil biomass waste as compost or biochar is a realistic way to manage organic waste. Biochar can sink atmospheric carbon as a soil amendment by converting biomass into aromatic carbon, which degrades less. This article discusses how waste management increases biological decomposition.
Gerakan Pemuda Sadar Literasi di Sekitar Kampus Universitas Wisnuwardhana Malang (GEMAR LITERASI) Rokhmawati, Dian; Kirom, Novita Rifaul; Yuniwati, Eny Dyah
JAST : Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi Vol 6, No 1 (2022): EDISI JUNI 2022
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jast.v6i1.3007

Abstract

The World Economic Forum (WEF) 2020 report on the "Top 10 Skills of 2025" states that the skills needed in 2025 include innovation skills, active and strategic learning, solving complex problems, critical thinking, and analysis, originality and initiative, leadership skills and social influence, use of technology, programming skills, and argumentation. One essential skill that is urgent, fundamental, and a prerequisite for mastering other skills is literacy. Sawojajar Village, RW. X is the environment around the Wisnuwardhana University Malang campus which is the target of the GEMAR LITERASI service program (The Youth Movement of Literacy Awareness Around Wisnuwardhana University). The targets in this activity are youth, including members of the youth group. The purpose of the SEMAR MESEM program is to encourage youth to develop essential literacy skills actively, namely reading and writing through short story writing and blogging training. From this activity, 78% of participants (33) considered this training necessary. The overall condition of youth literacy is still low, represented by 32% who rate their literacy insight as good, only about 56% of youth update information/news, 45% of youth review the truth of information, and only about 35% of youth like to write or record important information.ABSTRAKLaporan World Economic Forum (WEF) 2020 mengenai “Top 10 Skills of 2025” menyebutkan bahwa keterampilan yang dibutuhkan di tahun 2025 antara lain keterampilan berinovasi, belajar aktif dan strategis, memecahkan masalah kompleks, berpikir kritis dan analisis, orisinil dan inisiatif, ketrampilan memimpin dan mempengaruhi secara sosial, pemanfaatan teknologi, ketrampilan programming, dan membangun argumentasi. Salah satu ketrampilan dasar yang urgen, fundamental dan prasayarat penguasaan ketrampilan lainnya ialah literasi. Kelurahan Sawojajar RW. X merupakan lingkungan di sekitar kampus Universitas Wisnuwardhana Malang yang menjadi sasaran program pengabdian GEMAR LITERASI (Gerakan Pemuda Sadar Literasi di Sekitar Kampus Universitas Wisnuwardhana Malang). Target yang dilibatkan dalam kegiatan ini adalah pemuda termasuk anggota karang tarunanya. Tujuan program ini adalah mendorong pemuda untuk giat mengembangkan kemampuan berliterasi dasar yaitu membaca dan menulis melalui pelatihan penulisan cerpen dan blogging. dari kegiatan ini 78% peserta dari 33 orang menilai pelatihan ini penting. Kondisi literasi pemuda secara keseluruhan masih rendah yang direpresentasi dengan 32% yang menilai wawasan literasinya baik, hanya sekitar 56% pemuda melakukan update informasi/berita,  45% pemuda melakukan penelaahan terhadap kebenaran informasi dan hanya sekitar 35% pemuda gemar menulis atau mencatat informasi penting.
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani “Barokah” melalui Inovasi Pembuatan Produk Olahan Nanas di Desa Semen Kec. Gandusari Blitar Sungkawati, Endang; Yuniwati, Eny Dyah; Hernanik, Nova Dwi
JAST : Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2024): EDISI DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jast.v8i2.6564

Abstract

Pineapple is a leading commodity in Semen Village, Gandusari District, and Blitar Regency. One of its varieties, Banasari Pineapple, is known to have yellow flesh and high water content. Currently, processed pineapple products from Blitar are still limited and lack variety. The problem is that the fresh and abundant pineapple from the harvest in Semen Village has not been widely processed; it is only sold fresh, and pineapple juice is produced by KWT "Barokah." Marketing by UMKM "Srikandi Sejati". The service aims to improve the welfare of village communities by empowering women by strengthening production and the creative economy, strengthening institutions, and developing human resources. Therefore, processed pineapple products were diversified, including pineapple dodol, jam, pie, melon, and sticks. This diversification process begins with a preparation stage, which includes a location survey and initial discussion with the "Barokah" Women Farmers Group (KWT). In addition, the licensing process is carried out before the socialization of the manufacturing of processed products. This activity includes processing simulations and assistance by the partner team. The products produced include pineapple dodol, jam, pie, melon, and sticks. The evaluation results showed that more than 75% of the partner team members strongly agreed that the implementation of this activity was by expectations based on several assessment parameters provided. These processed products have commercial value.ABSTRAKNanas adalah komoditas unggulan dari Desa Semen, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Buah nanas asal Banasari memiliki daging buah berwarna kuning dan kandungan air yang tinggi. Namun, saat ini produk olahan berbahan baku nanas Blitar masih terbatas dan kurang beragam. Permasalahannya hasil nanas yang segar, dan melimpah dari hasil panen di desa Semen, belum banyak diolah, hanya  di  jual  segar  dan  ada  sari  minuman  nanas  yang  di  hasilkan  oleh  KWT ”Barokah”. Pemasarannya oleh UMKM “Srikandi Sejati”.   Tujuan pengabdian adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui pemberdayaan wanita melalui penguatan produksi dan penguatan ekonomi kreatif, penguatan kelembagaan dan pengembangan sumberdaya manusia. Oleh karena itu, dilakukan diversifikasi produk olahan nanas yang mencakup dodol nanas, selai nanas, pie nanas, molen nanas, dan stik nanas. Proses diversifikasi ini dimulai dengan tahap persiapan yang meliputi survei lokasi dan diskusi awal dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) "Barokah". Selain itu, proses perizinan juga dilakukan sebelum melaksanakan sosialisasi pembuatan produk olahan. Kegiatan ini mencakup simulasi pengolahan serta pendampingan oleh tim mitra. Produk yang dihasilkan terdiri dari dodol nanas, selai nanas, pie nanas, molen nanas, dan stik nanas. Berdasarkan hasil evaluasi, lebih dari tiga perempat anggota tim mitra menyatakan sangat setuju bahwa pelaksanaan kegiatan ini telah memenuhi harapan mareka, sesuai dengan beberapa parameter penilaian yang di berikan.  Selain itu, produk-produk olahan yang di hasilkan juga memiliki nilai komersial yang baik.
Distribution of Biochar Technology as an organic planting medium and optimal biochar dose for Abelmoschus Esculentus l. Moench growth and production Yuniwati, Eny Dyah; Prasetya, Istiyono Kirno; Rahayu, Yekti Sri; Q, Qomarudin; Arshad, Imran
Assyfa Journal Scientific Essay Vol 1 No 1 (2023): Assyfa Journal of Farming and Agriculture (November)
Publisher : CV. Bimbingan Belajar Assyfa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61650/ajfa.v1i1.269

Abstract

Okra is a healthy vegetable and medication. Growing okra on an organic medium and adding charcoal may boost output. Okra plant growth metrics and yields will be examined about the organic growing medium and biochar dose. The study was place in March 2021 at Sekarpuro Village, Pakis District, Malang Regency. This study employed a factorial Randomised Block Design (RAK) with two factors: Organic Planting Media and Biochar dose. Plant height (cm), number of leaves (strands), number of crop fruits (fruit), fruit weight per plant (grammes), fruit diameter, length, and bar weight are observation metrics—analysis of variance using ANOVA and BNT 5% difference test. The study found that 7.5 tons/ha of manure and 10 tons/ha of coconut fibre biochar naturally increased okra plant growth and output. Fruit and stem weights also varied with planting medium and charcoal. The finding is that organic growing medium treatment and biochar dose affect okra plant development.