Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Kajian Epidemiologi Komparatif Penyakit Menular Dan Tidak Menular Pada Populasi Dewasa Marlin Eppang; Masrikat Maya Diana Claartje; Rahmat Pannyiwi; Rezqiqah Aulia Rahmat
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1462

Abstract

Latar Belakang: Transisi epidemiologi telah menyebabkan perubahan pola penyakit di Indonesia, di mana penyakit tidak menular (PTM) terus meningkat tanpa diikuti penurunan yang signifikan pada penyakit menular (PM). Kondisi ini menimbulkan double burden of disease, yaitu beban ganda penyakit yang menjadi tantangan bagi sistem kesehatan. Penyakit menular masih berkaitan dengan faktor lingkungan dan sanitasi, sedangkan penyakit tidak menular lebih dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup, perilaku kesehatan, dan faktor metabolik. Oleh karena itu, kajian epidemiologi komparatif diperlukan untuk mengidentifikasi perbedaan karakteristik dan faktor risiko kedua kelompok penyakit sehingga dapat menjadi dasar penyusunan strategi pencegahan yang lebih efektif. Tujuan: Menganalisis perbedaan karakteristik epidemiologi serta faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit menular dan penyakit tidak menular pada populasi dewasa. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional komparatif. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja salah satu puskesmas di Indonesia pada Januari–Maret 2026. Sampel sebanyak 240 responden dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Variabel dependen adalah status penyakit (penyakit menular dan penyakit tidak menular), sedangkan variabel independen meliputi umur, jenis kelamin, pendidikan, pendapatan, status merokok, aktivitas fisik, pola makan, indeks massa tubuh (IMT), riwayat penyakit keluarga, sanitasi lingkungan, kepadatan hunian, dan akses pelayanan kesehatan. Data dianalisis menggunakan analisis univariat, uji Chi-Square, dan regresi logistik ganda. Hasil: Berdasarkan data simulasi, penyakit tidak menular ditemukan pada 57,1% responden, sedangkan penyakit menular sebesar 42,9%. Faktor yang berhubungan dengan penyakit tidak menular meliputi usia, obesitas, aktivitas fisik, merokok, dan riwayat penyakit keluarga (p<0,05). Sementara itu, penyakit menular lebih berhubungan dengan sanitasi lingkungan yang kurang baik, kepadatan hunian, dan akses pelayanan kesehatan (p<0,05). Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa obesitas merupakan faktor dominan pada penyakit tidak menular (Adjusted OR=4,26), sedangkan sanitasi lingkungan merupakan faktor dominan pada penyakit menular (Adjusted OR=3,84). Kesimpulan: Terdapat perbedaan karakteristik epidemiologi antara penyakit menular dan penyakit tidak menular pada populasi dewasa. Penyakit tidak menular lebih dipengaruhi oleh faktor perilaku dan metabolik, sedangkan penyakit menular lebih berkaitan dengan faktor lingkungan dan kondisi tempat tinggal.
Hubungan Pengetahuan Kebencanaan Dengan Kemampuan Pengambilan Keputusan Saat Situasi Darurat Pada Masyarakat Marlin Eppang; Nurhaedah Nurhaedah
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1465

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi akibat kondisi geografis, geologis, hidrologis, dan klimatologis. Tingginya kejadian bencana menuntut masyarakat memiliki pengetahuan kebencanaan yang memadai agar mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat ketika terjadi situasi darurat. Kemampuan pengambilan keputusan menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian material. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pengetahuan kebencanaan dengan kemampuan pengambilan keputusan saat situasi darurat pada masyarakat di daerah rawan bencana. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana. Sampel sebanyak 200 responden dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan kebencanaan dan skenario pengambilan keputusan saat kondisi darurat yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kebencanaan kategori baik (62,5%) dan kemampuan pengambilan keputusan kategori baik (59,0%). Hasil uji Spearman menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara pengetahuan kebencanaan dengan kemampuan pengambilan keputusan (r=0,621; p<0,001). Kesimpulan: Pengetahuan kebencanaan berhubungan secara signifikan dengan kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan saat situasi darurat. Semakin tinggi pengetahuan kebencanaan yang dimiliki masyarakat, semakin baik kemampuan mereka dalam menentukan tindakan yang tepat ketika menghadapi bencana.