Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Memberdayakan Pemuda untuk Masa Depan yang Lebih Cerah: Memberikan Pendidikan, Bimbingan, Peluang Kerja, dan Dukungan Kesehatan Mental Mas'ud Muhammadiah; M Badrun Tamam; Tiok Wijanarko; Devin Mahendika; Ian Astarina Mas'ud; Marianus Yufrinalis; Bekti Setiadi
Jurnal Pengabdian West Science Vol 2 No 05 (2023): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v2i5.375

Abstract

Studi penelitian ini mengeksplorasi tema pemberdayaan pemuda untuk masa depan yang lebih cerah melalui pendidikan, bimbingan, kesempatan kerja, dan dukungan kesehatan mental. Penelitian ini menyoroti tantangan dan kesenjangan dalam kondisi pemberdayaan pemuda saat ini dan mengusulkan strategi untuk mengatasinya. Melalui tinjauan literatur, pengumpulan data, dan analisis yang komprehensif, penelitian ini mengidentifikasi akses yang tidak memadai terhadap pendidikan yang berkualitas, program bimbingan dan pendampingan yang terbatas, tingkat pengangguran kaum muda yang tinggi, dan layanan dukungan kesehatan mental yang tidak memadai sebagai hambatan utama. Temuan penelitian ini menggarisbawahi pentingnya akses yang adil terhadap pendidikan berkualitas, pembentukan inisiatif bimbingan dan pendampingan yang komprehensif, menjembatani kesenjangan antara pendidikan dan pekerjaan, dan meningkatkan dukungan kesehatan mental bagi kaum muda. Kolaborasi antara para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, bisnis, komunitas, dan kaum muda itu sendiri, sangat penting dalam mengimplementasikan strategi-strategi ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dengan mengatasi tantangan-tantangan ini dan menerapkan strategi berbasis bukti, masyarakat dapat memberdayakan individu-individu muda, meningkatkan kemampuan kerja mereka, dan meningkatkan kesejahteraan mereka secara keseluruhan. Rekomendasi yang muncul dari penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kebijakan dan intervensi yang efektif untuk pemberdayaan kaum muda, membuka jalan bagi masa depan yang lebih cerah dan lebih menjanjikan bagi individu muda dan masyarakat secara keseluruhan.
The Role of Health Information Systems to Enhance Health Services in Remote and Underserved Areas: Challenges and Solutions Irmawati S; Rosdianah Rosdianah; Devin Mahendika; Asri Ady Bakri; Ian Astarina Mas'ud
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 02 (2023): Periode April-June, 2023
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.823 KB)

Abstract

Health Information Systems have the potential to enhance the accessibility and quality of health services in remote areas. However, limited infrastructure, user skills, data security, and limited resources pose obstacles to the implementation of Health Information Systems in remote areas. This study seeks to analyze the role of Health Information Systems, challenges and solutions in the implementation of Health Information Systems in remote areas, and recommendations for system features that support health services through a review of the relevant literature. The results of the research on implementation challenges indicate the development of an IT infrastructure, user training, robust data security, and a sustainable funding source. Health Information Systems with centralized patient databases, disease reporting systems, inventory management, and inter-facility integration can enhance data access, decision-making, coordination, and resource management. In conclusion, Health Information Systems are a crucial instrument for enhancing health services in remote areas. Effective implementation requires collaboration among healthcare providers, the government, and other stakeholders in order to maximize the potential of Health Information Systems and surmount existing obstacles
Analysis of understanding of equal nutrition knowledge among family members on a healthcare level Didik Cahyono; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; Zulfayeni Zulfayeni; Ian Astarina Mas'ud
Science Midwifery Vol 11 No 2 (2023): June: Midwifery and Health Sciences
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v11i2.1251

Abstract

This study aims to investigate the current state of nutrition knowledge among family members and explore the factors that influence the inequality in nutrition knowledge within households. It also aims to examine the effects of unequal nutrition knowledge on family health and propose strategies to promote equal nutrition knowledge among family members. The study was employed a mixed-methods approach, utilizing quantitative and qualitative data collection methods. The survey questionnaire was developed based on existing literature and pre-tested to ensure validity and reliability. The data collected will be analyzed using statistical software, and qualitative data will be analyzed using content analysis. The study's results provided insights into the current state of nutrition knowledge in households and the factors contributing to the inequality in nutrition knowledge. The study's findings also shed light on the effects of unequal nutrition knowledge on family health and the strategies that can be implemented to promote equal nutrition knowledge among family members. This study is significant as it can inform healthcare professionals and policymakers on the importance of nutrition education in households and encourage the promotion of healthy eating habits.
Penguatan Literasi Ilmiah Melalui Pelatihan Penulisan Berbasis Digital Mas’ud Muhammadiah; Ian Astarina Mas’ud; Asti Dwiyanti; Rimba Arief; Nanang Hermawan; Rahmat, Rahmat; Faslur Faslur
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 3 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i4.10780

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dirancang untuk memperkuat kemampuan menulis karya ilmiah berbasis digital pada mahasiswa baru Fakultas Kedokteran (76 orang) dan Fakultas Teknik Program Studi Geologi (68 orang) Angkatan 2025–2026 Universitas Bosowa. Pelatihan dilaksanakan bekerjasama dengan Perpustakaan Pusat Universitas Bosowa ini melalui metode ceramah interaktif, simulasi praktik, dan pendampingan langsung. Evaluasi menggunakan instrumen penilaian berbasis rubrik penulisan dengan skor 0–100 yang diberikan pada tahap pra-latih dan pasca-latih. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta secara signifikan, dari rerata nilai berbobot pra-latih 50,9 menjadi 82,2 pasca-latih. Kedua kelompok peserta memperlihatkan kemajuan dalam aspek struktur penulisan, pengelolaan referensi digital, serta pencegahan plagiarisme. Temuan ini menegaskan urgensi penguatan literasi ilmiah sejak awal studi mahasiswa di perguruan tinggi.
Beyond BMI: The Synergistic Effect of Ultra-Processed Food Consumption and Sedentary Behavior on Gut Microbiota and Systemic Inflammation in Young Adults with Early Metabolic Syndrome – A Longitudinal Cohort Study Ian Astarina Mas'ud; Yeni Aryani; Restu Auliani; Erba Kalto Manik; Yan Deivita; Ani Laila
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 6 No. 1 (2026): June-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v6i1.1955

Abstract

Background: Body mass index (BMI) inadequately captures metabolic risks driven by modern lifestyles, particularly the combination of ultra-processed food (UPF) intake and sedentary behavior. While each factor independently fosters low-grade systemic inflammation, their synergistic impact on the gut microbiota–inflammation axis in young adults with early metabolic syndrome (MetS) remains unexplored. Objective: This longitudinal cohort study examined the independent and synergistic effects of UPF consumption and sedentary behavior on gut microbiota composition and systemic inflammatory biomarkers in Indonesian young adults with early MetS over 12 months. Methods: We recruited 400 participants aged 20–30 years meeting 1–2 ATP III criteria for MetS. Dietary intake was assessed with a validated semi-quantitative FFQ with NOVA classification; sedentary time was measured via triaxial accelerometers. Gut microbiota was profiled using 16S rRNA sequencing (V3–V4 region), and hs-CRP, IL-6, and TNF-α were quantified at baseline and 12 months. Participants were stratified into four groups by median splits of UPF energy share (%kcal) and daily sedentary time. Generalized estimating equations tested synergistic interactions on inflammation, and mediation analyses evaluated microbiota diversity pathways. Results: The high-UPF/high-sedentary group exhibited the greatest increases in hs-CRP (+1.78 mg/L), IL-6 (+2.95 pg/mL), and TNF-α (+3.12 pg/mL), with a significant multiplicative interaction (p<0.001). Shannon diversity declined most sharply in the high-UPF/high-sedentary group (−0.32), paralleled by a rise in the Firmicutes/Bacteroidetes ratio (+0.47). Mediation analysis showed that 31.4% of the synergistic effect on hs-CRP was mediated by loss of diversity. Conclusion: Co-occurring high UPF consumption and sedentary behavior synergistically amplify systemic inflammation partly through gut dysbiosis in early MetS, underscoring the need to target both dietary and physical activity domains beyond BMI-centric strategies