Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Zuid Midden Timor under the Dutch Control 1905-1942 Sarlota Naema Sipa; A. M. Djuliati Suroyo; Endang Susilowati
Indonesian Historical Studies Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ihis.v1i1.1240

Abstract

This study is aimed at retracing the Dutch colonial government  in South Middle Timor or Zuid Midden Timor in the beginning of 20th century. Intending to expand its controlled territories, to exploit the sandalwood trade and introduce Christianity, the colonial government then domiclied in Kupang entered the inland parts of Timor island, to be prescisely in Molo in 1905. The Ducth colonial government defeated the local meos (soldiers), the Molo meo, Amabuan meo and the Amanatun meo. These three regions were later formed as a governmental administration zone by the East Indies, equivalent to  a landschaap and were later combined in an onderafdelling-level administration unit called Zuid Midden Timor, with Molo as its capital city. As the capital city, Molo housed all public administration affairs, markets and shops, which were all centered in Molo. Until the end of the Dutch control in 1942, the Dutch colonial government had left its influences in culture, education, social aspects and governmental politics.
Pemanfaatan situs sejarah sebagai sumber belajar dengan metode field trip Teneo, Malkisedek; Ndoen, Fransina A.; Madu, Aleksius; Neolaka, Sefridan Yantus; Sipa, Sarlota N.
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 6 No 3 (2023)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v6i3.19676

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk membantu para guru khususnya guru sejarah yang ada di Kota Kupang agar memiliki kemampuan yang cukup dalam pemanfaatan situs sejarah dengan menggunakan metode field trip dalam pembelajaran. Selain itu guru dapat meneliti penerapan pemanfaatan situs sejarah dengan menggunakan metode field trip dalam pembelajaran yang diterapkan serta dapat menuliskan artikel penelitiannya untuk pengembangan profesinya sebagai guru. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi serta refleksi. Peserta dalam kegiatan ini adalah guru-guru sejarah se-Kota Kupang. Pemberian materi dalam kegiatan ini berkaitan pelatihan dan pendampingan pemanfaatan situs sejarah dengan menggunakan metode field trip dalam pembelajaran; dan melakukan simulasi pembelajaran dengan melakukan trip ke situs-situs sejarah yang ada di Kota Kupang. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini dapat dilihat dari rata-rata skor tanggapan peserta pelatihan, yaitu 65% mengatakan sangat setuju, 35% setuju. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan PkM sangat bermanfaat bagi guru sejarah dan mereka menanggapi secara positif terkait pelatihan yang telah dilaksanakan dan kemampuan guru yang cukup dalam pemanfaatan situs sejarah dengan menggunakan metode field trip dalam pembelajaran sejarah.
Buku Digital interaktif Sebagai Media Pengembangan Literasi Mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Nusa Cendana Ayu Febrianti Akbar; Djakariah Djakariah; Jakub Sadam Akbar; Sarlota Sipa; Saswal Ukba; Taufik Hidayat
Journal on Education Vol. 8 No. 2 (2025): Journal on Education: Volume 8 Nomor 2 Desember - Februari 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v8i2.9014

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah metode pembelajaran di zaman revolusi industri 4.0. Salah satu manifestasi dari kemajuan TIK adalah pemanfaatan buku digital sebagai solusi dalam peningkatan literasi pada dunia pendidikan Penelitian ini menekankan bagaimana pemanfaatan buku idgital dapat merefleksikan pengetahuan dan wawasan mahasiswa karena diketahui teknologi memili peranan besar sebagai sumber belajar mandiri mahasiswa Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif melalui studi kepustakaan atas dokumen, artikel, jurnal, serta karya akademik yang relevan. Temuan penelitian menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan maasiswa merupakan kunci dalam menjaga kesinambungan meningkatkan literasi digital . Dengan demikian, Perubahan dalam teknologi informasi dan komunikasi telah memodifikasi cara pembelajaran di era revolusi industri 4.0. Salah satu wujud dari kemajuan TIK adalah penggunaan bahan ajar digital yang berpotensi menjadi solusi untuk meningkatkan budaya membaca di dunia pendidikan secara khusus, serta di masyarakat Indonesia secara umum. Dengan sejumlah keunggulan dan daya tarik yang ada pada buku digital, diharapkan minat mahasiswa untuk membaca akan meningkat, sehingga kemampuan literasi di Indonesia dapat semakin baik. Dengan cara ini, budaya literasi juga akan terus tumbuh. Kata kunci: Teknologi, Buku Digital, Literasi, Pendidikan, Mandiri.
Sejarah Kerajaan Amanuban di Bawah Kepemimpinan Raja Kusa Nope Tahun 1950-1958 Vento Ketman Alian Taneo; Malkisedek Taneo; Sarlota Naema Sipa
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 5 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Mei 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i5.2490

Abstract

Penelitian ini menganalisis sejarah Kerajaan Amanuban di bawah kepemimpinan Raja Kusa Nope pada periode 1950-1958, sebuah era transisi krusial dari sistem kolonial menuju negara kesatuan Republik Indonesia. Fokus utama penelitian adalah (1) latar belakang pengangkatan Kusa Nope sebagai raja, dan (2) strateginya dalam mempertahankan legitimasi kekuasaan tradisional di tengah tekanan modernisasi pemerintahan. Metode yang digunakan adalah metode sejarah dengan pendekatan kualitatif melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber data primer diperoleh dari wawancara mendalam dengan Pina Ope Nope (46 tahun, cucu istri kedua Raja Pae Nope) dan Gerson Lobis Nope (59 tahun, anak dari istri ketiga Raja Kusa Nope dari marga Nitbani) pada Mei 2026, serta observasi lapangan di situs-situs historis Niki-Niki dan Tunbes. Sumber sekunder mencakup naskah akademik Hans Hägerdal (2025), Algemeine Memorie oleh J. Venema (1916), silsilah tak diterbitkan oleh P.G. Spillett (1999), catatan kolonial L.J. van Dijk (1925 & 1934), serta dokumen silsilah "AMANUBAN" dari keluarga kerajaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kusa Nope diangkat sebagai pemangku raja (Kartikel kedua) pada tanggal 14 Juli 1949 menggantikan saudara tirinya, Paulus Nope, yang sakit. Ia lahir pada tahun 1922 dan wafat pada tahun 1979 (menurut sumber lisan 27 Februari 1980), dimakamkan di Niki-Niki. Ia memiliki tiga istri dan tiga sonaf (istana): Sonaf Sonbesi, Sonaf Ayo di Niki-Niki, dan Sonaf Tae Hue di Soe. Latar belakang pendidikannya di Makassar (program khusus bangsawan oleh Belanda) menjadi modal penting bagi strategi "Adaptasi Diplomatis Elit Tradisional" yang ia kembangkan. Strategi ini meliputi: (1) adaptasi struktural dengan menerima status Kepala Daerah Swapraja (KDS), (2) pemanfaatan pendidikan modern untuk legitimasi rasional, (3) pembangunan jejaring politik nasional hingga anggota Konstituante (1955), dan (4) penghibahan tanah kerajaan kepada pemerintah untuk integrasi administrasi modern. Kesimpulannya, Kusa Nope berhasil melakukan transformasi kepemimpinan dengan mengkombinasikan tiga bentuk otoritas (tradisional, kharismatik, dan legal-rasional), sehingga mampu mempertahankan pengaruh kerajaan hingga penghapusan sistem swapraja pada tahun 1962.
Sejarah Pembuatan Kain Tenun Ikat Motif Analangi pada Masyarakat Desa Anarae Kecamatan Ndao Nuse Sanjel Djoh; Djakariah; Sarlota Nona Sipa
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Juni 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i6.2377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah, proses pembuatan, dan makna kain tenun ikat motif Analangi pada masyarakat Desa Anarae, Kecamatan Ndao Nuse. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh mulai berkurangnya pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap nilai budaya tenun ikat tradisional. Metode yang digunakan adalah penelitian sejarah dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kain tenun ikat motif Analangi memiliki nilai budaya, sosial, dan filosofis yang penting bagi masyarakat Desa Anarae. Proses pembuatannya masih dilakukan secara tradisional dan diwariskan secara turun-temurun. Motif Analangi juga menjadi simbol identitas budaya serta penghormatan terhadap leluhur. Penelitian ini diharapkan dapat mendukung pelestarian budaya tenun ikat di masyarakat.  
Pengembangan Aplikasi Android Mitigasi Bencana Berbasis Virtual Reality Terintegrasi Website Bermuatan Kearifan Lokal untuk Edukasi Mitigasi Bencana di MIS Nurul Huda Soe: Penelitian Djakariah Djakariah; Ayu Febrianti Akbar; Taufik Hidayat; Sarlota Sipa; Andreas Ande; Susillo Setyo Utomo; Jakub Sadam
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7616

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi Android mitigasi bencana berbasis Virtual Reality (VR) yang terintegrasi dengan website bermuatan kearifan lokal untuk edukasi mitigasi bencana di MIS Nurul Huda Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) model Borg dan Gall yang disederhanakan menjadi tujuh tahap, meliputi studi pendahuluan, perencanaan, pengembangan produk awal, uji ahli, revisi, uji coba terbatas, dan revisi akhir. Subjek uji coba berjumlah 60 siswa kelas VI. Instrumen pengumpulan data berupa angket skala Likert empat poin dan lembar observasi. Hasil validasi ahli media memperoleh skor rata-rata 88,5% (sangat layak), ahli materi 91,2% (sangat layak), dan ahli kearifan lokal 86,7% (sangat layak). Hasil uji coba lapangan menunjukkan respons siswa terhadap aspek konten mencapai 91,6% (sangat baik), aspek teknologi VR 88,3% (sangat baik), aspek kearifan lokal 89,5% (sangat baik), aspek kemudahan penggunaan 90,8% (sangat baik), dan aspek dampak pembelajaran 92,5% (sangat baik). Simulasi VR gempa bumi, banjir bandang, dan kebakaran berhasil meningkatkan pemahaman prosedur evakuasi siswa sebesar 38,4%. Integrasi nilai kearifan lokal berupa rumah Sonaf, sistem gotong royong, dan pembacaan tanda alam memperkaya konteks budaya pembelajaran. Aplikasi terbukti efektif, layak, dan mendapat respons sangat positif dari siswa MIS Nurul Huda Soe untuk mendukung edukasi mitigasi bencana.