Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Digitalisasi Manajemen Referensi Karya Ilmiah Mahasiswa Melalui Pendampingan Intensif Penggunaan Aplikasi Mendeley di Prodi Ilmu Administrasi Negara JIA FIS-H UNM Nina Agustina; Herlina Sakawati; Anisa Fitri; Putri Dzakila Handayani; Nurul Ayuni
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 04 Nomor 01 (Mei 2026)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pkrnv040

Abstract

Penulisan karya ilmiah merupakan aktivitas penting dalam bidang akademik, namun ketelitian pengutipan sering kali menjadi kendala bagi mahasiswa tingkat akhir akibat penerapan metode manual yang tidak efisien. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi minimnya literasi teknologi rujukan melalui program digitalisasi manajemen referensi menggunakan aplikasi Mendeley Reference Manager. Kegiatan dilaksanakan di Program Studi Ilmu Administrasi Negara JIA FIS-H UNM dengan melibatkan 54 mahasiswa sebagai peserta dan 5 dosen tim pengabdian sebagai fasilitator. Metode pelaksanaan dirancang secara berkesinambungan melalui tiga tahapan utama, yaitu sesi ceramah (transfer of knowledge), sesi praktik (hands-on experience), dan evaluasi komprehensif. Hasil evaluasi peserta menunjukkan adanya peningkatan kompetensi yang sangat signifikan dari kondisi pre-test ke post-test. Skor rata-rata aspek pengetahuan dasar manajemen referensi meningkat dari 71% menjadi 89%, aspek operasional aplikasi Mendeley melesat dari 75% menjadi 94%, serta kemampuan sitasi dan daftar pustaka otomatis naik dari 77% menjadi 93%. Capaian akhir pasca-pelatihan (89%–94%) ini telah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan sebesar 80%. Dengan demikian, kegiatan pendampingan intensif ini terbukti berhasil sepenuhnya dalam mendigitalisasi tata tulis rujukan ilmiah mahasiswa agar lebih presisi, efisien, mandiri, dan bebas dari plagiarisme.
Public Service Innovation through SIMRS at Daya Regional Public Hospital, Makassar Anisa Fitri; Sulmiah; Putri Dzakilla Handayani; Nina Agustina; Widyawati
Perkembangan Kajian Sosial Vol. 3 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Teras Kampus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69616/perkasa.v3i1.584

Abstract

This study aims to analyze public service innovation through the Hospital Management Information System (HMIS) at Daya Regional Public Hospital, Makassar. The research focuses on examining how information technology-based innovation is implemented in hospital services and identifying the benefits and challenges of HMIS implementation in supporting healthcare services. This study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving hospital management staff, healthcare workers, and service users at Daya Regional Public Hospital, Makassar. Data analysis was conducted using the interactive analysis model of Miles, Huberman, and Saldaña, which includes data condensation, data display, and conclusion drawing. The study used Everett Rogers’ Diffusion of Innovation theory as the analytical framework, focusing on five dimensions: relative advantage, compatibility, complexity, trialability, and observability. The findings indicate that the implementation of HMIS has contributed to improving administrative efficiency, accelerating patient data management, strengthening coordination among hospital units, and creating more organized and integrated healthcare services. The use of digital registration systems, electronic medical records, and integrated service management has improved the effectiveness of public healthcare services. However, the study also found several challenges, including unstable internet networks, limited technological infrastructure, and uneven integration across several service units. The study concludes that the success of information technology-based public service innovation is influenced not only by technological factors but also by organizational readiness, human resources, and infrastructure support in sustaining digital healthcare services.
Pendampingan Penyusunan Policy Brief untuk Penyelenggaraan Pelayanan Perkotaan (RP2P) Kota Makassar Didik Iskandar; Andi Aslinda; Anisa Fitri
Jurnal Lamellong: Pengabdian Kepada Masyarakat (JLPM) Volume 2, Nomor 1, April 2025
Publisher : ASHA Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70188/nzhh5939

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perwakilan organisasi masyarakat dalam menyusun policy brief sebagai instrumen strategis untuk menyampaikan aspirasi publik sekaligus mengontrol kebijakan penyelenggaraan pelayanan perkotaan (RP2P) di Kota Makassar. Dalam konteks tata kelola kota yang semakin kompleks, keterlibatan warga menjadi esensial, terutama dalam mengkomunikasikan gagasan dan preferensi kebijakan kepada para pengambil keputusan secara sistematis. Melalui pendekatan partisipatif dan pendampingan intensif, kegiatan ini memfasilitasi pemahaman aktor non-pemerintah terhadap konsep, struktur, dan strategi penyusunan policy brief. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para peserta mengalami peningkatan signifikan dalam kemampuan menyusun argumentasi berbasis bukti serta mengenali jalur advokasi kebijakan yang efektif. Penguatan kapasitas ini berperan penting dalam mendorong tata kelola pelayanan kota yang lebih inklusif, responsif, dan akuntabel. Pengabdian ini menegaskan bahwa policy brief bukan hanya alat teknokratik, tetapi juga medium demokratisasi kebijakan yang perlu diperluas penggunaannya di level masyarakat sipil.
Efektivitas Tata Kelola Kolaboratif Multi Sektor dalam Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Bone Anisa Fitri; Sulmiah; Nina Agustina; Widyawati; Dewi Sulfa Saguni
PENA BANGSA: Bisnis dan Tata Kelola Publik Adaptif Vol. 1 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : PT. Palem Edukasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69616/pb.v1i2.549

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of multi-sector collaborative governance in accelerating stunting reduction in Bone Regency. This research departs from the still high prevalence of stunting which has an impact on the quality of human resources and regional economic productivity. The research approach used is qualitative descriptive with data collection techniques through interviews, observations, and documentation of stakeholders. Data analysis uses the Miles, Huberman, and Saldana models through the stages of reduction, presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that cross-sector collaboration in reducing stunting in Bone Regency has been quite effective from the five dimensions of collaboration effectiveness according to Roberts (2016), namely common goals, mutuality, enabling environment, trust, and certain personal characteristics. This collaboration has contributed to reducing the prevalence of stunting from 25.3% in 2023 to 21.9% in 2024 based on e-PPGBM data. The conclusion of this study confirms that adaptive and evidence-based collaborative governance is effective in accelerating the achievement of stunting reduction targets in Bone Regency.
Pengaruh Tata Kelola dan Partisipasi Masyarakat Terhadap Efektifitas Pengelolaan Dana Desa di Desa Mattirobulu Kabupaten Bone Nina Agustina; Herlina Sakawati; Anisa Fitri; Putri Dzakila Handayani; Dewi Sulfa Saguni
PENA BANGSA: Bisnis dan Tata Kelola Publik Adaptif Vol. 1 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : PT. Palem Edukasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69616/pb.v1i2.556

Abstract

This study aims to determine the influence of governance and community participation on the effectiveness of village fund management in Mattirobulu Village, Bone Regency. The underlying problem is weak governance, which has a direct impact on the low level of community participation. Governance processes such as Musrenbangdes (Village Development Planning Meeting) are often carried out merely as a formality and not in accordance with regulations, so that community participation in planning is not optimally accommodated. This research is a quantitative study using a descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation. The data analysis techniques used include instrument validity and reliability tests, descriptive statistical analysis, normality tests, and inferential statistical analysis. The results show that the coefficient of determination (R Square) for the governance and community participation variables is 0.772. This indicates that governance and community participation together are able to explain 77.2% of the variance in the effectiveness of village fund management in Mattirobulu Village, which can be categorized as strong. This means that good governance is inherently linked to meaningful community participation, and effective village fund management cannot be separated from sound governance systems and active community involvement.
Kualitas Layanan Transportasi Umum: Studi Kasus pada Pelayanan Bus Trans Mamminasata Kota Makassar Putri Dzakilla Handayani; Anisa Fitri; Nina Agustina; Nurul Ayuni; Dewi Sulfa Saguni
PENA BANGSA: Bisnis dan Tata Kelola Publik Adaptif Vol. 1 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : PT. Palem Edukasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69616/pb.v1i2.557

Abstract

The development of Makassar City as an economic activity center in Eastern Indonesia demands the availability of efficient, safe, and comfortable public transportation for the community. Through the Buy The Service (BTS) policy, the government introduced the Trans Mamminasata Bus as an effort to improve sustainable urban mobility. However, over time, the usage rate of this service has experienced a significant decline, indicating a persistent gap between public expectations and the actual service delivered. This study aims to analyze the service quality of the Trans Mamminasata Bus based on the five dimensions of Servqual: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The approach used is descriptive qualitative, with data analysis conducted through the stages of reduction, presentation, and conclusion drawing using the Miles and Huberman model. The results show that the Trans Mamminasata Bus has contributed to improving the quality of public transportation in Makassar through adequate facilities and the implementation of a digital service system. However, issues remain regarding punctuality, inadequate bus stop conditions, and limited service information. Overall, the service quality is considered good but requires improvement in facility maintenance and public outreach. These findings are expected to provide input for local governments and operators in strengthening a public transportation system that prioritizes community satisfaction and ensures service sustainability in the future.
Sosialisasi Kebijakan Kurikulum Mata Pelajaran Pilihan Koding dan Kecerdasan Buatan Kepada Guru di Kabupaten Pinrang Putri Dzakilla Handayani; Anisa Fitri; Nina Agustina; Nurul Ayuni; Sukma Riski Ananda
Pijar Nusantara Vol 1 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Pijar Nusantara : Maret (2026)
Publisher : Arunika Media Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan mata pelajaran pilihan Koding dan Kecerdasan Buatan (AI) dalam Kurikulum Merdeka merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk memperkuat literasi digital peserta didik di era transformasi digital. Namun, implementasi kebijakan ini di daerah seperti Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, masih menghadapi kendala komunikasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan substansi kebijakan mata pelajaran Koding dan AI kepada guru SMA/SMK di Kabupaten Pinrang, mengidentifikasi hambatan komunikasi kebijakan yang ada, serta mendorong dialog antara guru sebagai pelaksana kebijakan dan pembuat kebijakan di tingkat pusat. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui penyampaian materi, diskusi kelompok, demonstrasi praktis, dan sesi dialog terbuka yang melibatkan guru dan perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Pinrang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi mampu meningkatkan pemahaman awal guru mengenai kebijakan tersebut dan mendapat respons positif dari peserta. Namun demikian, ditemukan bahwa sebagian besar guru masih memiliki keterbatasan pengetahuan teknis dan kekhawatiran terhadap kesiapan infrastruktur serta kompetensi pengajaran. Temuan ini menegaskan perlunya sosialisasi kebijakan yang sistematis, partisipatif, dan berkelanjutan, serta pelatihan teknis yang mendampingi guru dalam proses implementasi kurikulum berbasis teknologi digital.