Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Darma Cendekia

Sosialisasi Memperkokoh Jiwa Bhinneka Tunggal Ika pada Diri Siswa-Siswi SMA Negeri 51 Jakarta Melalui Media Mural Subianto, Ismail Bambang; Hadiprawiro, Yulianto; Rukiah, Yayah
Darma Cendekia Vol. 2 No. 1 (2023): Darma Cendekia
Publisher : CV Buana Prisma Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60012/dc.v2i1.41

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemahaman para siswa-siswi kelas X Sekolah SMA Negeri 51 Jakarta mengenai teknik mural. Di setiap sekolah saat ini menggunakan sistem Merdeka Belajar. Merdeka Belajar adalah kebijakan terobosan yang diluncurkan Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, yang bertujuan untuk mengembalikan otoritas pengelolaan pendidikan kepada sekolah dan pemerintah daerah. Kurikulum merdeka dimaknai sebagai desain pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar dengan tenang, santai, menyenangkan, bebas stres dan bebas tekanan, untuk menunjukkan bakat alaminya. Selain belajar dalam kelas para siswa juga dapat belajar diluar kelas dengan sistem belajar praktik. Sekolah SMA Negeri 51 Jakarta, di kelas X ada mata pelajaran seni rupa yang membahas mengenai Mural. Dalam kurikulum merdeka ini untuk mata pelajaran seni rupa ada teori dan praktik langsung. Mural merupakan salah satu karya seni elemen ruang yang diwujudkan dalam bentuk lukisan ukuran besar mengisi dinding, langit-langit dan permukaan datar lainnya. Berdasarkan hal tersebut di atas, kami selaku tim pengabdian kepada masyarakat memberikan pelatihan berupa pemaparan materi mengenai teknik mural dimulai dari sejarah, peralatan yang dibutuhkan sampai teknik-teknik mural yang digunakan. Pada saat pelaksanaan gambar di dinding tim mendampingi siswa-siswa dan tim juga menggambar pada dinding yang sudah disediakan dengan tema yang sudah ditentukan oleh sekolah sesuai dengan kurikulum merdeka.
Perancangan Media Informasi Kegiatan Ramadan dan Idulfitri Dhika Quarta Rosita; Raharja, Duane Masaji; Subianto, Ismail Bambang; Al Hazmi, Fariz
Darma Cendekia Vol. 3 No. 1 (2024): Darma Cendekia
Publisher : CV Buana Prisma Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60012/dc.v3i1.83

Abstract

Bulan Ramadan dan Idulfitri merupakan momen yang ditunggu oleh seluruh umat Islam di dunia. Pada saat Ramadan, banyak masjid dan juga Musala yang menyelenggarakan berbagai kegiatan ibadah. Metode yang digunakan dalam mensosialisasikan informasi tentang kegiatan ibadah yang diselenggarakan oleh masjid dan Musala bisa melalui berbagai media, salah satunya spanduk. Menjelang datangnya Bulan Ramadan, DKM Musala Al-Ikhlas Perumahan Depok Jaya Agung mengharapkan semua jamaah mengetahui dan memahami kegiatan apa saja yang diadakan selama bulan Ramadan hingga Idulfitri. Namun terkadang masih ada dari jamaah yang belum mengetahui kegiatan apa saja yang akan dilaksanakan karena kurangnya informasi. Maka solusi yang ditawarkan oleh tim pengabdian kepada masyarakat adalah merancang sebuah spanduk yang menarik, berisi tentang kegiatan ibadah yang dilaksanakan. Dimana spanduk tersebut dapat digunakan sebagai media informasi dalam mensosialisasikan kegiatan selama bulan Ramadan dan Idulfitri 1444 H. Oleh sebab itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Musala Al-Ikhlas, Perumahan Depok Jaya Agung, perlu untuk dilaksanakan.
Penciptaan Logo Musala Al-Ikhlas Sawangan Depok Dhika Quarta Rosita; Subianto, Ismail Bambang; Raharja, Duane Masaji
Darma Cendekia Vol. 3 No. 2 (2024): Darma Cendekia
Publisher : CV Buana Prisma Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60012/dc.v3i2.112

Abstract

Musala Al-Ikhlas terletak di Perumahan Depok Jaya Agung, Sawangan, Kota Depok, memiliki peran penting sebagai tempat ibadah bagi umat Muslim dan sebagai pusat interaksi sosial di lingkungan tersebut. Kota Depok sendiri memiliki banyak masjid dan Musala, namun tidak semua memiliki identitas visual yang mencolok. Salah satu contoh adalah Musala Al-Ikhlas yang meskipun memiliki peran vital dalam masyarakat setempat, belum memiliki logo yang secara khusus mencerminkan identitasnya. Oleh karena itu, Musala Al-Ikhlas memiliki potensi besar untuk memperkuat identitasnya melalui desain logo yang tepat. Tim pengabdian masyarakat bermaksud untuk menciptakan logo yang tidak hanya estetis, tetapi juga merepresentasikan nilai-nilai spiritual dan sosial yang dijunjung tinggi oleh masyarakat sekitar Musala Al-Ikhlas. Logo baru ini diharapkan tidak hanya memperkuat identitas Musala sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol yang membawa makna positif bagi komunitas setempat. Dengan adanya logo baru, tim pengabdian masyarakat berharap Musala Al-Ikhlas dapat lebih mudah mengkomunikasikan pesan-pesan pentingnya dan memperkuat hubungannya dengan warga sekitar.