Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGARUH FAKTOR EKSPOSI TERHADAP KUALITAS CITRA RADIOGRAFI eif sparzinanda; Nehru Nehru; nurhidayah nurhidayah
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 3 No. 1 (2017): JOP (Journal Online of Physics) Vol 3 No 1
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.412 KB) | DOI: 10.22437/jop.v3i1.4428

Abstract

The research on the influence of exposure factor on radiographic image quality has been conducted. This research uses phantom, water in plastic container as human substitute with focus film distance (FFD) 100 cm and broad field of irradiation 15 cm × 15 cm. The exposure conditions are given by exposure factors including variations in tube voltages of 60 kV, 65 kV, 70 kV, 75 kV, 80 kV called standard techniques or routine voltage techniques and the time flow is as big as 20 mAs, 25 mAs and 30 mAs. The results showed that the image quality will decrease with the use of current and time high. Image quality can be seen on gray-level histogram using java Image-J Basics version 1.38 software to get optimum value from exposure factor on image quality.
PENGOLAHAN CITRA DIGITAL UNTUK PENENTUAN KECEPATAN ALIRAN DARAH DI JANTUNG BERDASARKAN EFEK DOPPLER Eif Sparzinanda; Sri Oktamuliani; Dian Fitriyani; Imam Taufiq
Jurnal Ilmu Fisika Vol 15 No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.15.2.116-122.2023

Abstract

A research study was conducted to estimate and visualize 2D vectors of blood flow in the heart using image processing algorithms to determine Doppler velocity at each point. The study used secondary data from ten patients who provided informed consent, encompassing healthy and unhealthy hearts. ECD image data were collected using a Philips epiq 7C machine in DICOM format. The image processing tasks, including area segmentation, flow velocity analysis, and area smoothing, were carried out using MATLAB R2016b software. These processes aimed to eliminate noise and other disturbances, enhancing the accuracy of blood flow velocity estimation in the heart. The study's findings included estimations and 2D vector visualizations representing the average blood flow velocity at each point within the heart. These achievements were made possible using image processing techniques to correct the acquired images, ensuring precise measurement of blood flow speed. Among the collected data, one patient exhibited indications of a healthy heart, with an average blood flow velocity of 40.2513 cm/s, a maximum speed of 68.5807 cm/s, and a minimum speed of 33.6971 cm/s. Deviations from the normal range of blood flow speeds were considered as potential abnormalities in heart health.
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM KASUS FERDY SAMBO PADA ACARA INDONESIA LAWYERS CLUB DI YOUTUBE Mufida Maryamah Gustia; Eif Sparzinanda
EDU RESEARCH Vol 5 No 1 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i1.219

Abstract

Tujuan dari penelitian tindak tutur ilokusi dalam kasus Ferdy Sambo pada acara Indonesia Lawyers Club (ILC) di Youtube adalah untukmendeskripsikan tindak tutur ilokusi yang dilakukan oleh Karni Ilyas dengan narasumber dalam talk showIndonesia Lawyers Club (ILC). Pengumpulan data tersebut diperoleh dengan menggunakan teknik simak dan diikuti dengan teknik catat. Peneliti menemukan pematuhan serta pelanggaran maksim kesantunan berbahasa. Adapun pematuhan maksim kesantunan ditemukan pada maksim kebijaksanaan, maksim kemurahan, maksim kerendahan hati, maksim kecocokan, maksim kesimpatian, dan maksim pujian. Sedangkan pelanggaran prinsip kesantunan yang ditemukan yaitu, pelanggaran maksim kebijaksanaan, maksim kemurahan, maksim kecocokan, maksim kesimpatian, maksim pujian dan tidak ditemukan pelanggaran pada maksim kerendahan hati.
ANALISIS NILAI FAKTOR EKSPOSI YANG PALING OPTIMUM UNTUK MENDAPATKAN KUALITAS CITRA RADIOGRAFI YANG BAIK Eif Sparzinanda; Mufida Maryamah Gustia
EDU RESEARCH Vol 5 No 1 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i1.220

Abstract

Pemeriksaaan merupakan salah satu pemeriksaan identifikasi struktur anatomi tubuh, karena pemeriksaan radiografi dapat memberikan gambaran dari struktur anatomis secara visual. Pemeriksaaan radiografi memerlukan kualitas citra radiografi yang baik untuk memberikan informasi yang maksimal dalam memudahkan menegakkan diagnosa penyakit. Kualitas citra radiografi sangat berpengaruh dalam penentuan ketepatan diagnosa suatu penyakit bidang radiodiagnostik. Penurunan kualitas citra radiografi disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah radiasi hambur. Efek radiasi hambur dapat mengurangi kontras radiografi. Faktor lain yang menentukan kualitas radiografi yaitu faktor eksposi. Pengaturan faktor eksposi yang tepat dapat menghasilkan kontras radiografi yang optimal yaitu mampu menunjukkan perbedaan derajat kehitaman yang jelas antar organ yang mempunyai kerapatan berbeda. Telah dilakukan penelitian pengaruh faktor eksposi terhadap kualitas citra radiografi. Penelitian ini menggunakan phantom, berupa air dalam wadah plastik sebagai pengganti manusia dengan focus film distance (FFD) 100 cm dan luas lapangan penyinaran 15 cm × 15 cm. Kondisi penyinaran diberikan dengan faktor eksposi meliputi variasi tegangan tabung sebesar 60 kV, 65 kV, 70 kV, 75 kV, 80 kV biasa disebut dengan teknik standar atau teknik tegangan rutin dan arus waktunya sebesar 20 mAs, 25 mAs dan 30 mAs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas citra akan semakin menurun terhadap penggunaan arus dan waktu yang tinggi. Kualitas citra dapat dilihat pada histogram derajat keabuan menggunakan software platform java Image-J Basics version 1.38 untuk mendapatkan nilai optimum dari faktor eksposi pada kualitas citra.
ANALISIS KESULITAN MAHASISWA DALAM MEMECAHKAN SOAL-SOAL FISIKA BERBASIS HOTS STUDI KASUS PADA TOPIK DINAMIKA DAN KINEMATIKA Fadillah Rahmayani; Eif Sparzinanda
EDU RESEARCH Vol 5 No 3 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i3.343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan mahasiswa dalam menyelesaikan soal fisika berbasis HOTS pada topik dinamika dan kinematika, serta untuk menggali faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method dengan desain deskriptif, melibatkan 30 mahasiswa program studi Pendidikan Fisika dan Pendidikan Matematika. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes HOTS, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan mahasiswa pada soal HOTS relatif rendah, terutama pada aspek analisis (45%), evaluasi (40%), dan sintesis (35%). Kesulitan ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman konseptual terhadap beberapa konsep fisika abstrak, rendahnya keterampilan metakognitif, dan minimnya latihan soal berbasis HOTS. Selain itu, mahasiswa cenderung menggunakan metode coba-coba dan kurang aktif berdiskusi saat menghadapi kesulitan. Penelitian ini menyarankan agar pembelajaran fisika lebih menekankan pada latihan soal HOTS, pembelajaran aktif, dan pengembangan keterampilan metakognitif untuk meningkatkan kemampuan HOTS mahasiswa dalam memecahkan masalah fisika yang lebih kompleks.
Integrasi Virtual Reality dalam Pembelajaran Fisika untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Terhadap Konsep Fisika Puspa Cantika Riana; Dwitri Pilendia; Nana Sutrisna; Eif Sparzinanda; Celsi Olivia; Ninin Malpera
Jurnal Dremi (Demi Pengabdi Masyarakat) Vol 3 No 2 (2026): Jurnal Demi Pengabdian Masyarakat
Publisher : PT. Penerbit Riset Sadwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Through the use of virtual reality (VR) technology as a teaching tool, this Community Service (PKM) project seeks to increase students' motivation, engagement, and comprehension of abstract physics ideas. Students' inadequate comprehension of challenging physics ideas and the lack of adequate laboratory facilities were the primary issues that partner schools had to deal with. The activity was carried out in a number of phases, including socialization of VR use, VR-based learning, discussion and introspection, conceptual comprehension assessment, and student learning experience evaluation. Students' capacity to explain physical phenomena more precisely and thoroughly shown an improvement in their comprehension of physics principles following the use of virtual reality. Additionally, students' enthusiasm, active participation in debates, and positive reactions to the immersive and interactive learning experience demonstrated that the use of VR also boosted their motivation, interest, and engagement in learning. Even though there were certain technical difficulties, like a shortage of devices and early adaption, they were resolved with the help of suitable mentorship and learning management. Overall, it has been demonstrated that using virtual reality (VR) in physics classes improves students' cognitive and affective abilities. VR has the potential to develop into a cutting-edge teaching tool that enables technology-based educational reform in classrooms.
Meningkatkan Ketrampilan Pemecahan Masalah Mahasiswa Melalui Penggunaan Simulasi dan Game Edukasi pada Matematika dan IPA Muhamad Saleh; Nana Sutrisna; Efriana Jon; Eif Sparzinanda; Al Ikhlas; Nining Andriani
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.605

Abstract

Keterampilan pemecahan masalah merupakan salah satu kompetensi esensial abad ke-21 yang perlu dikuasai mahasiswa, khususnya dalam pembelajaran matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang menuntut kemampuan bernalar secara logis, sistematis, dan aplikatif. Namun demikian, pendekatan pembelajaran konvensional yang masih dominan di banyak perguruan tinggi cenderung menekankan hafalan rumus dan prosedur baku, sehingga kurang optimal dalam menstimulasi kemampuan mahasiswa untuk menghadapi persoalan kompleks dan tidak terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan simulasi dan game edukasi dalam meningkatkan keterampilan pemecahan masalah mahasiswa pada pembelajaran matematika dan IPA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental, melibatkan mahasiswa yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen yang memperoleh pembelajaran berbantuan simulasi dan game edukasi, serta kelompok kontrol yang menerima pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah sebelum dan sesudah perlakuan pre-test dan post-test, serta didukung oleh angket respons mahasiswa terhadap penggunaan media simulasi dan game edukasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok mahasiswa yang menggunakan simulasi dan game edukasi mengalami peningkatan keterampilan pemecahan masalah yang lebih signifikan dibandingkan kelompok kontrol, baik pada aspek identifikasi masalah, perumusan strategi penyelesaian, maupun evaluasi solusi yang dihasilkan. Simulasi interaktif terbukti efektif membantu mahasiswa memvisualisasikan konsep abstrak dalam matematika dan fenomena ilmiah dalam IPA, sementara elemen permainan dalam game edukasi meningkatkan motivasi belajar dan keterlibatan aktif mahasiswa selama proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini merekomendasikan integrasi simulasi dan game edukasi sebagai strategi pembelajaran alternatif yang dapat diadopsi secara lebih luas oleh dosen matematika dan IPA guna memperkuat keterampilan pemecahan masalah mahasiswa secara berkelanjutan, sekaligus menjembatani kesenjangan antara pembelajaran teoretis dan penerapan praktis dalam konteks dunia nyata.
Meningkatkan Ketrampilan Pemecahan Masalah Mahasiswa Melalui Penggunaan Simulasi dan Game Edukasi pada Matematika dan IPA Muhamad Saleh; Nana Sutrisna; Efriana Jon; Eif Sparzinanda; Al Ikhlas; Nining Andriani
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.605

Abstract

Keterampilan pemecahan masalah merupakan salah satu kompetensi esensial abad ke-21 yang perlu dikuasai mahasiswa, khususnya dalam pembelajaran matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang menuntut kemampuan bernalar secara logis, sistematis, dan aplikatif. Namun demikian, pendekatan pembelajaran konvensional yang masih dominan di banyak perguruan tinggi cenderung menekankan hafalan rumus dan prosedur baku, sehingga kurang optimal dalam menstimulasi kemampuan mahasiswa untuk menghadapi persoalan kompleks dan tidak terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan simulasi dan game edukasi dalam meningkatkan keterampilan pemecahan masalah mahasiswa pada pembelajaran matematika dan IPA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental, melibatkan mahasiswa yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen yang memperoleh pembelajaran berbantuan simulasi dan game edukasi, serta kelompok kontrol yang menerima pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah sebelum dan sesudah perlakuan pre-test dan post-test, serta didukung oleh angket respons mahasiswa terhadap penggunaan media simulasi dan game edukasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok mahasiswa yang menggunakan simulasi dan game edukasi mengalami peningkatan keterampilan pemecahan masalah yang lebih signifikan dibandingkan kelompok kontrol, baik pada aspek identifikasi masalah, perumusan strategi penyelesaian, maupun evaluasi solusi yang dihasilkan. Simulasi interaktif terbukti efektif membantu mahasiswa memvisualisasikan konsep abstrak dalam matematika dan fenomena ilmiah dalam IPA, sementara elemen permainan dalam game edukasi meningkatkan motivasi belajar dan keterlibatan aktif mahasiswa selama proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini merekomendasikan integrasi simulasi dan game edukasi sebagai strategi pembelajaran alternatif yang dapat diadopsi secara lebih luas oleh dosen matematika dan IPA guna memperkuat keterampilan pemecahan masalah mahasiswa secara berkelanjutan, sekaligus menjembatani kesenjangan antara pembelajaran teoretis dan penerapan praktis dalam konteks dunia nyata.