Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Jual Sanda sebagai Local Islamic Finance Model Badruddin Badruddin; Amelia Rahmaniah; Gusti Muzainah
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.892

Abstract

Praktik jual sanda dalam masyarakat Banjar merupakan bentuk pembiayaan tradisional berbasis komunitas yang memiliki kedekatan dengan prinsip ekonomi syariah. Jual sanda digunakan sebagai mekanisme memperoleh dana tunai dengan menyerahkan aset bernilai, seperti sawah atau kebun dan lainnya, yang tetap dapat ditebus kembali oleh pemilik awal. Praktik ini menunjukkan adanya sistem pembiayaan lokal yang berkembang dari kebutuhan masyarakat agraris serta ditopang oleh nilai kepercayaan sosial, solidaritas, dan religiusitas masyarakat. Kajian ini bertujuan menganalisis karakteristik jual sanda dalam perspektif hukum ekonomi syariah, mengidentifikasi relevansinya dengan konsep pembiayaan mikro Islam berbasis aset, serta merekonstruksi akadnya agar sesuai dengan prinsip syariah modern. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kepustakaan. Data diperoleh melalui dokumentasi literatur ilmiah, dokumen hukum, dan surat transaksi jual sanda, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa jual sanda mengandung unsur transaksi berbasis aset riil, semangat ta’awun, dan mekanisme pembiayaan yang lahir dari kebutuhan masyarakat akar rumput sehingga berpotensi dikembangkan sebagai model local Islamic finance. Akan tetapi, praktik tradisionalnya masih menghadapi persoalan berupa ketidakjelasan akad, tidak adanya batas waktu yang pasti, serta potensi eksploitasi ekonomi terhadap pihak yang membutuhkan dana. Rekonstruksi akad melalui bai‘ al-wafa dipandang lebih relevan karena mampu mengakomodasi kebutuhan likuiditas masyarakat sekaligus menjaga perlindungan hak kepemilikan aset. Dengan rekonstruksi tersebut, jual sanda berpotensi menjadi model pembiayaan mikro syariah berbasis komunitas yang lebih adil, inklusif, dan sesuai dengan prinsip hukum ekonomi syariah.
Upaya Peningkatan Literasi Keuangan Syariah dan Kewirausahaan Halal pada Siswa SMA IT Assalam Martapura melalui Sosialisasi dengan Pendekatan Financial Mindset Dian May Syifa; Luqyana Puteri Anggraini; Ajeng Juniwanti; Afifah Amini; Hafizoh Zokhairia Lathifa; Nur Ika; Amelia Rahmaniah
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Februari
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i1.495

Abstract

This community service activity is motivated by the low level of sharia financial literacy among Generation Z and the rise of risky economic behaviors such as online gambling and illegal online loans in Banjar Regency. The purpose of this activity is to improve the understanding of SMA IT Assalam Martapura students regarding productive and ethical pocket money management through a financial mindset approach based on sharia principles. The method used is Participatory Action Research (PAR) with interactive socialization techniques covering sharia investment, halal business opportunities, and Islamic philanthropy. The results show that the use of attractive visualizations and a digital lifestyle approach effectively triggered enthusiasm and increased students' ethical awareness in identifying financial risks. Despite time constraints, students successfully understood strategies to turn pocket money into blessed future assets. The conclusion of this service is that strengthening sharia financial literacy from an early age is a strategic step to form a financially wise and economically independent younger generation. The importance of these results provides recommendations for schools to integrate sharia financial literacy education into additional curriculum programs sustainably.
Sosialisasi Hukum Tentang Klausula Baku dalam Rangka Peningkatan Kesadaran Hukum Perlindungan Konsumen bagi Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin Amelia Rahmaniah; Ahmad Reysa Fateya Rahman; Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy; Miftah Ma’ruf; Ihda Ni’matul Uzma; Amelia Amelia; Citra Dewi; Nur Nazwa Pratiwi; Ahmad Firza Agustiawan; Ahmad Fauzan; Muhammad Ihsan Pirdaus; Nadia Hidayati; Rabiatul Huda
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v4i1.1818

Abstract

Perkembangan transaksi ekonomi memicu meluasnya penggunaan klausula baku sepihak yang rawan merugikan konsumen. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa UIN Antasari mengenai klausula baku berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui diskusi interaktif berbasis studi kasus riil, seperti jasa parkir dan marketplace. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mahasiswa yang signifikan. Sebelum sosialisasi, pengetahuan peserta bersifat parsial. Setelah kegiatan, mereka mampu mengidentifikasi substansi klausula yang melanggar hukum, seperti pengalihan tanggung jawab pelaku usaha. Mahasiswa kini lebih kritis dan siap menjadi agen perubahan literasi hukum.
Etos Berdagang Masyarakat Banjar dalam Perspektif Fikih Muamalah Imro Atut Toyyibah; Gusti Muzainah; Amelia Rahmaniah
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1043

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis etos berdagang masyarakat Banjar dalam perspektif fikih muamalah. Masyarakat Banjar dikenal memiliki tradisi perdagangan yang kuat, yang terbentuk melalui perpaduan antara nilai-nilai budaya lokal dan ajaran Islam. Tradisi tersebut tidak hanya mencerminkan aktivitas ekonomi semata, tetapi juga mengandung nilai moral dan spiritual yang menjadi pedoman dalam menjalankan usaha. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder, seperti buku, artikel ilmiah, jurnal, serta hasil penelitian yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif-kualitatif untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etos berdagang masyarakat Banjar dibangun atas nilai-nilai kejujuran (ṣidq), amanah, kerja keras, tanggung jawab, serta semangat kerja sama sosial. Nilai-nilai tersebut tidak hanya menjadi landasan dalam aktivitas perdagangan, tetapi juga selaras dengan prinsip-prinsip fikih muamalah, seperti keadilan (al-'adl), kerelaan para pihak (taradhi), transparansi, dan kemaslahatan (maslahah). Selain itu, budaya lokal seperti bubuhan yang menekankan solidaritas sosial dan prinsip kurang labih yang mengedepankan sikap saling menghargai turut memperkuat praktik perdagangan yang berorientasi pada keberlanjutan hubungan sosial, kepercayaan, dan keberkahan usaha. Dengan demikian, etos berdagang masyarakat Banjar mencerminkan harmonisasi antara nilai budaya lokal dan prinsip-prinsip hukum Islam dalam mewujudkan aktivitas ekonomi yang etis, adil, berkelanjutan, serta memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai syariah.