Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Hubungan Celebrity Worship dan Mindfulness pada Penggemar K-pop Dewasa Awal di Kota Jambi Indah Mulyani; Annisa Andriani; Verdiantika Annisa
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 4 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i4.5865

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara celebrity worship (pemujaan terhadap selebriti) dan mindfulness (kesadaran penuh) pada penggemar K-Pop usia dewasa awal di Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik purposive sampling. Partisipan terdiri dari 111 penggemar K-Pop berusia 18–25 tahun di Kota Jambi. Instrumen yang digunakan adalah Celebrity Attitude Scale (CAS) dan Five Facet Mindfulness Questionnaire (FFMQ). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman's rho. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0,157 dengan nilai signifikansi 0,100 (p > 0,05), yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara celebrity worship dan mindfulness. Arah hubungan yang negatif menunjukkan bahwa celebrity worship yang lebih tinggi cenderung dikaitkan dengan mindfulness yang lebih rendah, meskipun hubungan tersebut sangat lemah. Temuan ini menunjukkan bahwa mindfulness lebih dipengaruhi oleh faktor internal individu daripada keterikatan pada selebriti.
Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Regulasi Emosi pada Siswa SMP di Kota Jambi Melly Rahmawati; Dessy Pramudiani; Annisa Andriani; Fadzlul
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3074

Abstract

Masa remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai oleh perubahan emosional yang intens sehingga membutuhkan kemampuan regulasi emosi yang baik agar individu mampu merespons berbagai situasi secara adaptif. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam kemampuan tersebut adalah kecerdasan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap regulasi emosi pada siswa SMP di Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Responden penelitian berjumlah 324 siswa kelas VII dan VIII SMP di Kota Jambi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Skala Kecerdasan Emosional dan Skala Regulasi Emosi yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap regulasi emosi pada siswa SMP di Kota Jambi (t = 8,371; p < 0,05). Nilai koefisien korelasi sebesar 0,423 menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sedang. Koefisien regresi sebesar 0,684 menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan kecerdasan emosional diikuti peningkatan regulasi emosi sebesar 0,684 satuan. Nilai R² sebesar 0,179 menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memberikan kontribusi sebesar 17,9% terhadap variansi regulasi emosi. Temuan ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berperan dalam mendukung kemampuan regulasi emosi pada remaja, meskipun regulasi emosi juga dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Oleh karena itu, penguatan aspek sosio-emosional melalui dukungan sekolah dan lingkungan sekitar dapat menjadi salah satu upaya untuk mendukung perkembangan regulasi emosi siswa.
Resilience Profiles of University Students: An Analysis of Differences Based on Demographic Characteristics Annisa Andriani; Siti Raudhoh; Marlita Andhika Rahman; Verdiantika Annisa; Annisa Andriani; Siti Raudhoh; Marlita Andhika Rahman; Verdiantika Annisa; Nurul Hafizah
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 6 No. 8 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v6.i8.2026.2

Abstract

Discussion surrounding mental health continues to be a prominent issue in society. Despite increasing public awareness, cases of depression, suicide, self-harm behaviors, and substance abuse persist, including among university students. In fulfilling the role of a university student, individuals encounter various personal and academic demands. Previous studies have identified resilience as a key factor enabling students to cope with such challenges constructively. Therefore, it is important to investigate factors associated with students’ levels of resilience. This study aims to identify demographic factors associated with students’ resilience levels. This research employed a quantitative approach, utilizing independent samples t-tests and ANOVA through JASP version 0.18.1.0. Data analysis was based on resilience scores obtained from 275 university students measured using the Indonesian version of the Resilience Evaluation Scale. These scores were then examined in relation to demographic factors including gender, age, campus activity involvement, financial status, and residential status. The findings revealed significant differences in students’ resilience scores based on gender, age, campus activity involvement, and residential status. In contrast, no significant differences in resilience scores were found based on financial status. The dynamics of how each factor contributes to students' resilience are further elaborated in the discussion.
UJI VALIDITAS ISI BUKLET “LAMPU: LANGKAH MENUJU PULIH” SEBAGAI MEDIA PSIKOEDUKASI PENDAMPING KONSELING REHABILITASI UNTUK MENGELOLA CRAVING PADA KLIEN PENYALAHGUNA NARKOBA Fadhilah Utami; Beny Rahim; Annisa Dianesti Dewi; Annisa Andriani
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 5 No. 1 (2026): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities, Juli 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v5i1.1645

Abstract

Penyalahgunaan narkoba masih menjadi masalah serius di Indonesia dengan tingginya risiko relapse. Salah satu faktor utama yang memicu relapse adalah craving, sedangkan kontrol diri berperan penting dalam mengelolanya. Keterbatasan media psikoedukasi mandiri bagi klien di luar sesi rehabilitasi mendorong pengembangan buklet LAMPU: Langkah Menuju Pulih sebagai pendamping konseling rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas isi buklet LAMPU: Langkah Menuju Pulih sebagai media psikoedukasi pendamping konseling rehabilitasi untuk mengelola craving pada klien penyalahguna narkoba. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan model 3D (define, design, develop). Validasi dilakukan melalui expert judgment yang melibatkan psikolog klinis, konselor adiksi, caregiver penyalahguna narkoba, dan ahli media edukasi. Analisis data menggunakan Aiken's V dan analisis deskriptif. Buklet LAMPU memperoleh skor Aiken's V sebesar 0,6875–1,00 pada aspek kelayakan materi, kebahasaan, tampilan keseluruhan, serta Panduan Edukasi dan Latihan Intervensi (PELITA). Seluruh aspek berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi dan dinyatakan valid secara isi dan dapat digunakan sebagai media psikoedukasi pendamping konseling rehabilitasi maupun secara mandiri. Penelitian selanjutnya perlu menguji efektivitas buklet terhadap peningkatan kontrol diri dan penurunan craving.
Efektivitas Busy Box Sex Education untuk meningkatkan pengetahuan seksualitas siswa SMALB Tunagrahita di SLBN 1 Kota Jambi Aisyah Rifdah Luthfiah; Annisa Andriani; Nurul Hafizah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n03.p969-979

Abstract

Perilaku seksual menyimpang pada remaja tunagrahita disebabkan oleh pemahaman seksualitas yang terbatas karena kurangnya pendidikan seksual yang sesuai. Untuk membantu siswa tunagrahita yang berpotensi mampu didik mempelajari pengetahuan pendidikan seksual, diperlukan stimulasi melalui media pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat kemampuannya, salah satunya adalah media Busy Box Sex Education (BSE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas modul BSE dalam meningkatkan pengetahuan pendidikan seksual pada siswa SMALB tunagrahita ringan. Penelitian ini menerapkan metode eksperimen single subject research dengan desain A–B–A–Follow-up pada siswa SMALB tunagrahita ringan yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria IQ, usia, riwayat perilaku seksual yang tidak sesuai norma, dan mendapatkan izin dari wali. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen tes pengetahuan pendidikan seksual yang telah tervalidasi, kemudian dianalisis secara deskriptif serta divisualisasikan dalam bentuk grafik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari skor 50 baseline pertama (A1) menjadi 100 baseline kedua (A2), dan tetap tinggi pada skor 95 pada fase follow-up setelah 23 hari. Hal ini membuktikan modul BSE efektif meningkatkan dan mempertahankan pemahaman siswa tentang identifikasi tubuh, batasan sentuhan, rasa malu, kebersihan diri, serta sopan santun. Abstract Teenagers with mild intellectual disabilities often show inappropriate sexual behavior because they have limited knowledge about sexuality and do not receive proper sexual education. To help them learn, special learning media are needed, such as the Busy Box Sex Education (BSE) module. This study aims to find out whether the BSE module is effective in improving sexual education knowledge for students with mild intellectual disabilities at SMALB. The study used a single-subject experimental method with an A–B–A–Follow-up design. One student with mild intellectual disability at SMALB was chosen using purposive sampling based on IQ, age, history of inappropriate sexual behavior, and parental consent. Data were collected using a validated knowledge test on sexual education, then analyzed descriptively and shown in graphs. Specify the complete research method. The student’s score increased from 50 (baseline 1) to 100 (baseline 2), and stayed high at 95 during the follow-up after 23 days. This shows that the BSE module successfully improved and maintained the student’s understanding of body identification, touch boundaries, modesty, personal hygiene, and good manners. The Busy Box Sex Education module was proven effective in improving sexual education knowledge among students with mild intellectual disabilities at SMALB Negeri 1 Kota Jambi. Future research is recommended to involve a larger number of participants to enable broader generalization of the findings.
Hubungan Antara Boredom Proneness Dengan Perilaku Cyberloafing Pada Mahasiswa Di Kota Jambi Rosa Oktaviani; Annisa Andriani; Marlita Andhika Rahman; Nurul Hafizah
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Isu dan Tantangan Kontemporer dalam Pendidikan, Ilmu Sosial, da
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/vtz1sd29

Abstract

The advancement of digital technology has given students broad internet access, yet not all of it is used for academic purposes. Internet use for non-academic activities during lectures is known as cyberloafing, which in this study is related to boredom proneness, defined as an individual's tendency to easily experience boredom. This study aims to determine the relationship between boredom proneness and cyberloafing behavior among university students in Jambi City. This research employed a quantitative correlational approach with a cross-sectional design, involving 197 active undergraduate students in Jambi City aged 18–25 years, selected using an accidental sampling technique, with the criterion of using digital devices in daily lecture activities. Data were collected using two instruments, namely the Boredom Proneness Scale Short-Form (BPS-SF) adapted by Saloom and Veriantari (2021) and the Cyberloafing Scale by Simanjuntak et al. (2019), and were analyzed using the Pearson Product Moment correlation test. The results showed a positive and significant relationship between boredom proneness and cyberloafing (r = 0.466; p < 0.001), with a moderate strength of relationship. These findings indicate that the higher students' tendency to experience boredom, the higher their tendency to engage in cyberloafing behavior during lectures.