Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PELVIC FLOOR MUSCLE EXERCISE IMPROVING SEXUAL SELF-EFFICACY Nolla Lisa Lolowang; Yati Afiyanti; Titin Ungsianik
Journal of Maternity Care and Reproductive Health Vol 2, No 1 (2019): Journal of Maternity Care and Reproductive Health
Publisher : Ikatan Perawat Maternitas Indonesia Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.341 KB) | DOI: 10.36780/jmcrh.v2i1.73

Abstract

Sexuality is one of the most important components of a person's quality of life. Postpartum is the period when women experienced problems in their sexual lives. This study aimed to prove the effects of pelvic floor muscle (PFM) exercise on sexual self-efficacy among primiparous women. This research was a quasi-experiment study with one group time series design, with the number of respondents 32 people. The results showed that the intervention of pelvic floor muscle exercise which performed for six weeks proved to increase the sexual self-efficacy of primiparous mother significantly (p = 0,001; CI 95% 10,53 – 14,18). PFM exercise is the best way to increase pelvic floor muscle strength that positively affects the enhancement of sexual self-efficacy of primiparous women. It is recommended that PFM exercise become a nursing intervention that should be explained and taught by nurses as a form of postpartum care education.Keywords: PFM exercise, sexual self-efficacy. 
KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS DENGAN TERAPI HEMODIALISA Ns Nolla Lisa Lolowang; Welmin M.E Lumi; Amelia A. Rattoe
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 02 (2020): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v8i01.1183

Abstract

ABSTRAK Gagal ginjal kronis merupakan penyakit yang berkepanjangan, sangat berbahaya, asimptomatik sejak tahap awalnya. Perlu untuk mengetahui dan mengevaluasi kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa sehingga dapat memberikan masukan kepada perawat dalam menetapkan intervensi terapeutik dalam membangun hubungan, memberikan dukungan secara komprehensif kepada pasien dan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis dengan terapi hemodialisa. Desain penelitian adalah deskriptif, dengan metode sampel adalah total sampling, 45 responden. Data dianalisis secara univariat untuk mengetahui frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis dengan terapi hemodialisa bervariasi antara baik dan buruk. 17 orang (37.8%) memiliki kualitas hidup buruk pada domain kesehatan, 6 orang (13.3%) memiliki kualitas hidup buruk pada domain psikologis, 14 orang (31.1%) memiliki kualitas hidup buruk pada domain hubungan sosial dan 6 orang (13.3) memiliki kualitas hidup yang buruk pada domain lingkungan. Peran perawat dalam memberikan edukasi, dukungan dan motivasi sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa. Kata-kata kunci: kualitas hidup, hemodialisa, gagal ginjal kronis. ABSTRACT Chronic renal failure is a prolonged, very dangerous, asymptomatic disease from its early stages. It is necessary to know and explain the quality of life of patients with chronic kidney disease who undergo hemodialysis therapy so that they can give advice to nurses in determining therapeutic interventions in building relationships, providing comprehensive support to patients and their families. The aim of this study was to offer an overview of the quality of life of patients with chronic renal failure with hemodialysis therapy. The research design is descriptive with the sampling method is total sampling, 45 respondents. Data were analyzed to find the frequency and percentage. The results showed that the quality of life of patients with chronic renal failure with hemodialysis therapy varied between good and bad. 17 people (37.8%) had a poor quality of life in the health domain, 6 people (13.3%) had a poor quality of life in the psychological domain, 14 people (31.1%) had a poor quality of life in the social relationship domain and 6 people (13.3) had quality bad life in the environmental domain. The role of nurses in providing education, support, and motivation is needed to improve the quality of life for chronic renal failure patients undergoing hemodialysis therapy. Keywords: quality of life, hemodialysis, chronic kidney disease.
Pengetahuan Lansia Tentang Pentingnya Diet Hipertensi Elizabeth Purba; Nolla Lisa Lolowang; Meilita Enggune; Ratu Sompotan
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 9, No 1 (2023): January 2023
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/aksara.9.1.313-320.2023

Abstract

Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg dan merupakan masalah kesehatan yang paling banyak dialami oleh lansia di Indonesia. Puskesmas Koya Tondano tercatat sebagai Puskesmas dengan jumlah penderita hipertensi tertinggi di Kabupaten Minahasa, sementara 61,3% diantaranya adalah lansia yang berumur diatas 60 tahun. Pengetahuan merupakan poin yang penting untuk menentukan sebuah perlakuan yang akan dilakukan, dalam hal ini adalah pelaksanaan diet hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan lansia tentang pentingnya diet hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Koya Tondano. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif mengguanakan pendekatan survey research. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling dengan jumlah 127 responden yang tersebar di 17 kelurahan wilayah kerja Puskesmas Koya Tondano. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2020 – Januari 2021 dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang, yakni 67 responden (53%). Oleh karena itu, adalah penting untuk melakukan pengembangan upaya promotif dalam meningkatkan pengetahuan lansia tentang pentingnya diet hipertensi dengan cara penyampaian informasi yang mudah dimengerti melalui penyuluhan kesehatan, juga melalui media cetak dan media masa agar dapat menjangkau lansia secara lebih luas.
KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PkM) DONOR DARAH DI STIKES BETHESDA TOMOHON Andro Ruben Runtu; Meilita Enggune; Djoise Kaunang; Elizabeth Purba; Welmin Lumi; Nolla Lisa Lolowang; Grace Merentek; Rivolta Musak; Angelia Pondaa; Ever Lontaan; Jeane Sumarauw; Marieska Waworuntu; Agustinus Langitan
COVIT (Community Service of Health) Vol. 3 No. 1 (2023): MARET 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/covit.v3i1.14616

Abstract

This community service activity aims to provide additional blood stock to PMI that can be used by people who need blood. PkM blood donor participants totaling 41 donors which is an important part in efforts to balance blood demand and stock. It is hoped that the participants will benefit from this activity, if done sincerely, this endeavor is very noble and will be beneficial for the giver, so that the participants are very enthusiastic about participating in community service activities for blood donors at STIKES Bethesda Tomohon. Keywords: Community Service, Blood Donation
KNOWLEDGE OF ADOLESCENT GIRLS ABOUT BREAST SELF-EXAMINATION Nolla Lisa Lolowang; Welmin M.E Lumi; Amelia A. Rattoe
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 10 No 01 (2022): JULI
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v10i1.1565

Abstract

Latar Belakang: Kanker payudara adalah salah satu kanker yang paling umum terjadi pada wanita di seluruh dunia, terhitung sekitar 570.000 kematian pada tahun 2015. Perlu untuk mengetahui dan mengevaluasi pengetahuan remaja putri tentang pemeriksaan payudara sendiri sehingga dapat memberikan masukan kepada pihak yang terkait terkait penyuluhan tentang SADARI. Tujuan: Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran pengetahuan remaja putri tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah desain deskriptif. Jumlah sampel sebanyak 101 orang. Metode sampling yang digunakan adalah total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan remaja putri tentang SADARI. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 30 (29.4%) orang memiliki pengetahuan cukup, 71 orang (69.6%) memiliki pengetahuan baik. Kesimpulan: pengetahuan remaja putri tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) bervariasi antara baik dan cukup, sehingga perlu peran perawat dan pihak sekolah untuk bekerjasama memberikan edukasi, dukungan dan motivasi. Kata Kunci: pengatahuan, remaja putri, SADARI Introduction: Breast cancer is one of the most common cancers in women worldwide, accounting for around 570,000 deaths in 2015. It is necessary to know and evaluate the knowledge of young women about breast self-examination so that they can provide input to related parties regarding counseling about BSE. Objective: This study aims to provide an overview of the knowledge of young women about breast self-examination (BSE). Methods: The research design used is a descriptive design. The number of samples is 101 people. The sampling method used is total sampling. The research instrument used was a female adolescent knowledge questionnaire about BSE. Results: The results showed 30 (29.4%) people had sufficient knowledge, 71 people (69.6%) had good knowledge. Conclusion: knowledge of young women about breast self-examination (BSE) varies between good and sufficient, so it is necessary for nurses and schools to work together to provide education, support and motivation. Keywords: knowledge, teenage, BSE
KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS DENGAN TERAPI HEMODIALISA Ns Nolla Lisa Lolowang; Welmin M.E Lumi; Amelia A. Rattoe
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 02 (2020): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v8i01.1183

Abstract

ABSTRAK Gagal ginjal kronis merupakan penyakit yang berkepanjangan, sangat berbahaya, asimptomatik sejak tahap awalnya. Perlu untuk mengetahui dan mengevaluasi kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa sehingga dapat memberikan masukan kepada perawat dalam menetapkan intervensi terapeutik dalam membangun hubungan, memberikan dukungan secara komprehensif kepada pasien dan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis dengan terapi hemodialisa. Desain penelitian adalah deskriptif, dengan metode sampel adalah total sampling, 45 responden. Data dianalisis secara univariat untuk mengetahui frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis dengan terapi hemodialisa bervariasi antara baik dan buruk. 17 orang (37.8%) memiliki kualitas hidup buruk pada domain kesehatan, 6 orang (13.3%) memiliki kualitas hidup buruk pada domain psikologis, 14 orang (31.1%) memiliki kualitas hidup buruk pada domain hubungan sosial dan 6 orang (13.3) memiliki kualitas hidup yang buruk pada domain lingkungan. Peran perawat dalam memberikan edukasi, dukungan dan motivasi sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa. Kata-kata kunci: kualitas hidup, hemodialisa, gagal ginjal kronis. ABSTRACT Chronic renal failure is a prolonged, very dangerous, asymptomatic disease from its early stages. It is necessary to know and explain the quality of life of patients with chronic kidney disease who undergo hemodialysis therapy so that they can give advice to nurses in determining therapeutic interventions in building relationships, providing comprehensive support to patients and their families. The aim of this study was to offer an overview of the quality of life of patients with chronic renal failure with hemodialysis therapy. The research design is descriptive with the sampling method is total sampling, 45 respondents. Data were analyzed to find the frequency and percentage. The results showed that the quality of life of patients with chronic renal failure with hemodialysis therapy varied between good and bad. 17 people (37.8%) had a poor quality of life in the health domain, 6 people (13.3%) had a poor quality of life in the psychological domain, 14 people (31.1%) had a poor quality of life in the social relationship domain and 6 people (13.3) had quality bad life in the environmental domain. The role of nurses in providing education, support, and motivation is needed to improve the quality of life for chronic renal failure patients undergoing hemodialysis therapy. Keywords: quality of life, hemodialysis, chronic kidney disease.
Strengthening Postpartum Education Through Kegel Exercise Pocket Books and Educational Videos Lolowang, Nolla Lisa; Elizabeth Ancient
Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurusan Keperawatan Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurusan Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpmjk.v1i1.25322

Abstract

Sexual self-efficacy is an individual's perception of his or her ability to refuse sex or engage in safe sex practices in social situations where sexual intercourse is likely. Vaginal delivery causes pressure on the vaginal floor which affects the strength and endurance of the pelvic floor muscles. This can result in decreased sexual arousal function and lead to poor orgasms. The strategy to increase sexual self-efficacy in women during postpartum is through Kegel exercises. Kegel exercises are very efficient in increasing pelvic floor muscle strength. The stages of implementation are situation analysis, problem identification, community service plans, and implementation of educational activities. The method of activity carried out is the method of brainstorming and dissemination with the use of guidebooks and educational videos. This activity increases the knowledge of health workers about Kegel exercises from 10 questions the average score is 14.72 correct (98.13%). After the participants received material and socialization about Kegel exercises through pocketbooks and educational videos, the results obtained from the 15 questions on average increased by 15 correct (100%). This shows that the socialization of Kegel exercises through pocketbooks and educational videos has a positive impact, and is beneficial for health workers in providing counseling to cadres and postpartum mothers in their target areas.
Gambaran Tingkat Kemandirian Lansia Dalam Pemenuhan Aktivitas Sehari-Hari Di Desa Pinaling Kabupaten Minahasa Selatan Sumarauw, Jeane L. I; Lolowang, Nolla Lisa; Mandagi, Natalia
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan Manado (JIKMA)
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v3i3.189

Abstract

Independence in the elderly depends on their functional status in carrying out daily activities. Independence is an individual attitude that is acquired cumulatively in development where individuals will continue to learn to be independent in dealing with various situations in the environment, so that individuals are able to think and act on their own. The research used uses quantitative descriptive. This research aims to find out the description of the level of independence of the elderly in fulfilling daily activities in the work area of ​​the East Amurang Community Health Center, South Minahasa Regency. This data was collected using a questionnaire which was distributed directly to the elderly in Pinaling Village. The sampling technique used was purposive sampling with a total of 200 elderly respondents in Pinaling Village. The results of the research conducted showed that the majority of elderly people in Pinaling Village had a level of independence with 197 respondents (98.5%) of the 200 respondents studied, while respondents with a level of independence with the help of others were 3 respondents (1.5%). The conclusion from this research is that the majority of elderly people still have high levels of independence. Advice for the elderly is that they are expected to be active and participate in socialization and programs carried out by health services regarding independence in carrying out daily activities.
Edukasi Kesehatan Sleep Hygiene untuk Lansia di Kelurahan Lansot Wilayah Kerja Puskesmas Lansot Tomohon Selatan Lolowang, Nolla Lisa; Sarayar, Christiane; Pondaag, Linnie
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 3 (2024): Journal of Human And Education
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i3.1106

Abstract

Perubahan fisik, pikologis maupun sosial akan dihadapi seseorang ketika memasuki masa lansia, usia 60 tahun. Salah satu perubahan fisik yang akan dirasakan adalah gangguan tidur. Tingkat gangguan tidur jauh lebih tinggi pada lansia karena adanya penuaan. Gangguan tidur atau disebut insomnia merupakan salah satu gangguan yang paling dikeluhkan lansia. Untuk mengatasi masalah insomnia ini maka dipandang perlu untuk melakukan edukasi tentang sleep hygiene pada lansia. Sleep Hygiene merupakan terapi non farmakologis modifikasi perilaku dan lingkungan yang dapat mempengaruhi dan meningkatkan kualitas tidur. Metode yang digunakan adalah ceramah, penyuluhan secara langsung mengenai sleep hygiene menggunakan media leaflet. Materi yang diberikan berisi definisi, tujuan, manfaat serta cara mengaplikasikan intervensi sleep hygiene. Hasil evaluasi kegiatan ini menunjukkan bahwa lansia memperoleh pengetahuan baru tentang sleep hygiene dalam meningkatkan kualitas tidur lansia. Kegiatan ini mendapat respon yang antusias dari peserta. Menurut penuturan lansia, masalah sulit tidur yang mereka alami sering membuat merasa tidak nyaman dan tidak tahu bagaimana cara mengatasinya oleh karena itu Pemerintah Kelurahan Lahendong dan Puskesmas Lansot tentu mengharapkan kehadiran akademisi dan praktisi kesehatan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat yang ada melalui penyuluhan yang dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat.
MOTHER'S LEVEL OF KNOWLEDGE REGARDING NUTRITIONAL FULFILLMENTS FOR TODDLERS IN THE WORKING AREA OF THE PUSKESMAS TARATARA TOMOHON Lolowang, Nolla Lisa; Merentek, Grace; Tumiwa, Finni Fitria; Talumepa, Alda
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.27561

Abstract

Gizi adalah proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi  secara normal  dan digunakan  untuk  mempertahankan  kehidupan.  Asupan  gizi yang  salah  atau  tidak sesuai akan menimbulkan  masalah kesehatan. Peran ibu penting diperlukan terkait pengetahuan mengenai pemenuhan gizi sehingga dapat mengoptimalkan  pemenuhan gizi pada balita. Tujuan penelitian mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu terhadap pemenuhan gizi pada balita di wilayah kerja  Puskesmas  Taratara.  Desain penelitian  ini  adalah  deskriptif  kuantitatif.  Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Responden berjumlah 175 ibu yang baru pertama kali memiliki  balita,  di wilayah  kerja  Puskesmas  Taratara,  Kecamatan  Tomohon  Barat  pada bulan Desember  2021 sampai  Januari 2022. Data penelitian  ini diambil  dengan menggunakan kuesioner.  Hasil  penelitian  menunjukkan  pengetahuan  ibu tentang pemenuhan  gizi pada balita dari 175  responden  sebagian  besar memiliki  pengetahuan  baik sebanyak  127 responden (72.14%), sedangkan  pengetahuan  cukup sebanyak 48 responden (27.86%).  Diharapkan Puskesmas  dalam  memberikan  pelayanan  mampu  menerapkan  pendidikan  tentang  kesehatan bagi masyarakat  khususnya  ibu yang baru pertama kali memiliki  balita, yang  dapat ibu akses melalui media informasi, televisi, internet dan penyuluhan yang dilakukan tenaga kesehatan saat dilaksanakan posyandu balita.